LAHIRNYA PENDEKAR NAGA

LAHIRNYA PENDEKAR NAGA
105 - Anggota Sekte Bulan Mati


__ADS_3

Melihat raut wajah terkejut dari pemuda di sampingnya membuat Wei Shezi tersenyum. Dia pun memandang lurus ke depan dan memperhatikan para pendekar yang berusaha memecahkan segel di atas altar.


"Kau tidak mengatakan apa pun bahwa pedang yang ada padaku bisa menyerap kekuatan senjata lain," Chu Kai memperhatikan wanita di sampingnya ini dan merasa bahwa Wei Shezi sudah berani menyembunyikan sesuatu darinya.


"Hei, apa setelah yang kulakukan untuk membantumu selama ini... Kau masih meragukanku?"


".................."


Tidak ada jawaban dari Chu Kai membuat Wei Shezi mendengus, "Kau ini... Menjadi sangat menyebalkan."


"Lalu apa aku langsung menerjang dan merebut pusaka di atas altar itu? Ini pasti akan menarik perhatian," Chu Kai bisa mendengar beberapa pendekar yang sudah menargetkan senjata bumi yang tidak hanya berupa pedang, tetapi juga sejenis tombak, perisai, dan zirah.


"Saat segelnya hancur, aku akan mengambil tombak yang paling kuat itu."


"Perisai bayangan itu terlihat lebih kuat. Aku akan mengambilnya,"


"Segelnya sebentar lagi hancur,"


Terlalu banyak orang yang akan Chu Kai singgung jika langsung melesat dan merebut semua pusaka yang ada di atas altar. Dia membutuhkan cara yang lain agar identitasnya tidak sampai diketahui.


"Kau... Apa mendengarkan keluhanku barusan, hah?" Wei Shezi tercengang menyaksikan sosok ini mengabaikannya. Pemuda yang berdiri di sampingnya bahkan nampak mengeluarkan sebuah belati dan sama sekali tidak mengatakan apa pun. Dia pun menepuk dahinya dan menghela napas pelan.


Chu Kai kemudian mulai menatap ke arah Wei Shezi dan membuat wanita berpakaian merah itu berkedip. Dia pun tanpa peringatan meraih kain Wei Shezi dan langsung merobeknya.


!!!


Wei Shezi terkejut bukan main. Dia baru saja akan berseru saat suara retakan terdengar dan detik selanjutnya adalah pemandangan segel di atas altar yang pecah.


Para pendekar seketika menjadi riuh dan melesat, memperebutkan pusaka bumi. Di antara mereka bahkan ada yang sampai bertarung sengit dan membuat tempat ini dipenuhi oleh suara keras dari banyaknya pertarungan.


Wei Shezi belum sempat bereaksi dan pemuda di sampingnya sudah melesat ke memasuki pertarungan tersebut. Dia memperhatikan kain pada pakaiannya yang dirobek barusan dan kemudian berdecak beberapa kali.


Wei Shezi pun melambaikan kipasnya sebelum kembali berubah menjadi kabut dan kemudian menghilang. Di sisi lain, seorang pendekar berhasil meraih perisai bayangan setelah mengalahkan dua orang. Dia tersenyum lebar, namun tidak butuh waktu lama sampai sebuah tendangan mengenai punggungnya dan dia pun terpental cukup jauh.


Sebuah pedang berayun kuat dan menebas perisai bayangan tersebut hingga terdengar bunyi yang sangat keras. Tidak butuh waktu lama sampai perisai itu hancur dan kekuatan yang tersimpan di dalamnya terserap ke dalam pedang.


Sosok itu bergerak seperti bayangan, masuk dalam pertarungan para pendekar dan memberi mereka serangan kejutan. Hal yang berbahaya tentangnya adalah bahwa ia memiliki senjata yang lebih kuat dari jenis pusaka bumi.


!!!


Ukh!


Para pendekar yang terkena serangan terlihat sulit untuk bangun. Mereka mengalami cedera yang cukup serius di bagian organ dalam hanya dengan satu pukulan. Tendangan sosok yang entah siapa itu bahkan terasa seperti sebuah batu besar yang dihantamkan pada tubuh mereka.


Sesuatu yang paling mengejutkan bagi semua orang adalah fakta besar bahwa pusaka bumi bahkan mampu untuk dihancurkan hanya dengan satu ayunan pedang sosok itu. Ini jelas membuktikan bahwa senjata yang dipakai oleh subjek yang entah siapa itu memiliki level lebih tinggi daripada pusaka bumi.


"Sialan! Beraninya dia berbuat seperti ini..!!"

__ADS_1


"Kurang ajar! Siapa sebenarnya orang yang tadi itu?!"


Tidak hanya dua orang pendekar yang mengumpat karena kesal, tetapi semuanya. Mereka sebelumnya telah bersusah payah untuk menghancurkan segel yang ada di atas altar dan tidak satu pun dari pusaka bumi yang berhasil didapatkan.


BLAAAAR..!


Suara keras itu bagaikan sambaran petir yang teramat dahsyat. Efeknya bahkan sampai membuat lantai di tempat ini bergetar. Seulas seringai terlihat pada sosok pria berotot yang saat ini memegang salah satu pusaka bumi, sebuah pedang bayangan.


Pria bertubuh besar dengan pakaian berbulu itu membuatnya nampak seperti bandit gunung. Apalagi rahangnya yang tegas membuat ia terlihat jauh lebih garang. Sosok ini tidak lain adalah anggota dari Sekte Bulan Mati bernama Tang Wu Shang.


!!!


Kehadiran Tang Wu Shang di antara para pendekar ini sangat mengejutkan. Keriuhan pun terjadi di mana para pendekar tersebut menyerukan untuk segera pergi dari tempat ini.


"Itu Tang Wu Shang dari Sekte Bulan Mati..! Cepat lari sebelum kita dihabisi..!"


"Hanya ada satu pintu keluar! Cepatlah..!"


"Sialan! Bagaimana bisa aku tidak menyadari kehadiran Tang Wu Shang?! Cepat lari..!"


Seringaian Tang Wu Shang semakin lebar saat menyaksikan bagaimana para pendekar ini melarikan diri setelah tahu keberadaannya. Dia pun mengarahkan pandangan pada sosok yang sebelumnya ingin menyerang pusaka bumi yang saat ini ada di tangannya.


Subjek di hadapan Tang Wu Shang adalah seorang pemuda berpakaian hitam dengan kain merah yang menjadi cadar untuk menutup wajahnya. Dia pun mendengus, "Kau sepertinya sangat terburu-buru. Benda ini.... Apa kau begitu menginginkannya?"


Tang Wu Shang memain-mainkan pedang bayangan di tangannya. Dia memperhatikan dengan saksama pemuda di hadapannya dan lantas mengerutkan kening. Subjek yang dia lihat mempunyai mata berwarna hijau alami dan sepertinya dia pernah mendengar sesuatu dari warna mata ini.


"Aku dengar Pendekar Naga yang terpilih mempunyai wajah berbeda dari kebanyakan orang di Dataran Tengah, apalagi warna pada matanya. Apa pendekar naga yang dibicarakan itu... Adalah kau?"


!!!


Tang Wu Shang bergerak cepat dan pedang bayangan di tangannya kembali berbenturan dengan senjata milik lawan. Kekuatan subjek di depannya ini membuat tubuhnya terdorong mundur.


"Benar-benar kuat. Aku jadi semakin penasaran dengan seberapa hebat kekuatan Pendekar Naga yang terpilih itu," Tang Wu Shang mengalirkan energi spiritual pada pusaka bumi di tangannya dan kemudian melesat.


Pertarungan sengit pun terjadi. Sosok yang menjadi lawan Tang Wu Shang tidak lain adalah Chu Kai. Pemuda bermata hijau alami itu sebenarnya tidak mengharapkan akan berakhir bertarung seperti ini, namun bila mengingat lawannya merupakan anggota Sekte Bulan Mati... Dia pun mengerahkan semua yang sudah dipelajarinya selama ini.


"Kau menghadapi lawan yang berada di tingkat praktik Penciptaan Wujud," suara Wei Shezi terdengar. Dia berkata, "Tingkat kultivasimu saat ini ada di Pembentukan Elemen. Dia jelas jauh lebih kuat,"


!!


Chu Kai terlempar dan nyaris menghantam dinding dengan sangat keras andai dia tidak segera mengambil posisi bertahan. Meskipun tahu bahwa sulit untuk menghadapi Tang Wu Shang, namun dia tidak mengatakan ini akan mustahil.


"Aku tidak akan pernah memaafkan apa yang sudah dilakukan oleh Sekte Bulan Mati pada warga kota Lianyi dan juga pada Shen Liang," mata Chu Kai berkilat saat ia kembali melesat. Kali ini dirinya menggunakan teknik berpedang yang didapatnya dari latihan tertutup.


Gerakan berpedang Chu Kai begitu cepat dan tajam, namun Tang Wu Shang benar-benar lawan yang tangguh. Anggota Sekte Bulan Mati itu salah satu yang terbaik, apalagi ia memiliki banyak pengalaman bertarung. Chu Kai jelas berada jauh di bawahnya.


"Ha ha ha, apa hanya seperti ini kekuatan dari seorang Pendekar Naga?" Tang Wu Shang meledek, "Kau sangat lemah hingga bahkan tidak cukup pantas menjadi lawanku. Kau membuang waktuku saja!"

__ADS_1


Tang Wu Shang mengeluarkan sebuah teknik berpedang yang tidak lain adalah Serangan Gelombang Petir. Dahsyatnya kekuatan itu bahkan sampai membuat altar di ruangan ini meledak hingga puing-puingnya terlempar ke berbagai arah.


Serangan Gelombang Petir merupakan serangan dengan jarak jangkauan yang luas. Chu Kai sampai terpental dan menghantam salah satu dinding dengan sangat keras. Di balik kain merah yang menutupi wajahnya, ia terlihat terbatuk darah.


"Sepertinya Sekte Gunung Wushi harus mulai mencari Pendekar Naga yang baru. Sangat disayangkan," Tang Wu Shang mengangkat pedang pusakanya dan energi spiritual berkumpul sangat cepat.


"Wei Shezi, bagaimana para pendekar itu?" Chu Kai buka suara. Tatapan matanya memandang ke depan dan dia bisa melihat belasan petir seolah keluar dari bilah pedang milik Tang Wu Shang.


"Para pendekar itu sudah pergi jauh. Tapi apa yang ingin kau lakukan? Kau jelas bukanlah lawan yang sebanding dengannya." Wei Shezi berkata, "Sebelumnya aku tidak ikut membantu karena bertarung melawan orang yang kuat akan menjadi pengalaman untukmu. Tapi aku rasa... Ini terlalu memberatkan."


"Sama sekali tidak,"


?!


"Apa maksudmu-!" Wei Shezi belum selesai bicara ketika Chu Kai kembali melesat dan secara bersamaan Tang Wu Shang juga melesatkan serangannya.


Suara petir dan ledakan yang keras tercipta. Ruangan ini mempunyai energi spiritual yang kuat dan seolah memiliki perlindungan hingga serangan besar sedahsyat apa pun sama sekali tidak meruntuhkan tempat ini.


Hanya saja memang altar dan lantai di ruangan tersebut semakin tidak berbentuk akibat efek dari serangan barusan.


!!!


Chu Kai terlihat berlutut dan tangannya yang memegang pedang nampak gemetar. Dia terengah-engah, bahkan terlihat darah mengucur di dahi dan juga sela-sela jarinya.


Di sisi lain, Tang Wu Shang masih berdiri kokoh dengan pakaian yang sama sekali tidak terkena sayatan atau apa pun. Dia pun bahkan nampak menyeringai, seakan jelas bahwa pertarungan ini telah dimenangkan olehnya.


Tang Wu Shang tertawa, dia pun berbalik dan menatap merendahkan ke arah lawannya. "Kau sudah kalah-!!"


!!!


Hal mengejutkan terjadi saat Tang Wu Shang membuka mulut. Pria bertubuh besar itu langsung memuntahkan darah dan rasa sakit tiba-tiba saja menyelimuti seluruh tubuhnya. Pedang di tangannya terjatuh dan dia pun kembali memuntahkan darah.


Tubuh Tang Wu Shang menjadi lemah, terlihat gemetar. Dia menatap tajam ke arah sosok di hadapannya dan baru ingin buka suara ketika dirinya kembali memuntahkan darah yang banyak, sama sekali tidak biasa. Rasa-rasanya organ dalamnya seperti sudah disayat dan diremukkan.


Bahkan saat Tang Wu Shang memaksa untuk buka suara... Darah semakin banyak keluar dari mulutnya. Dan detik berikutnya terdengar bunyi ledakan yang seperti berada di dalam diri Tang Wu Shang. Pria berotot itu jatuh dan tewas dengan cara mengenaskan.


Sosok Wei Shezi muncul dan wanita itu nampak terkejut melihat kondisi Tang Wu Shang yang tewas dengan mata terbuka serta mulut yang mengeluarkan darah. Dia sangat kaget saat memperhatikan dengan saksama dan yakin bahwa organ dalam pria ini benar-benar hancur, bahkan setiap tulangnya pun demikian.


Hal menakutkannya adalah bahwa tidak ada bekas sayatan apa pun yang nampak pada pakaian serta tubuh Tang Wu Shang. Ini jelas merupakan teknik serangan yang bahkan dirinya pun tidak sanggup melakukannya.


Wei Shezi tanpa sadar menahan napas saat ia menoleh dan menatap Chu Kai yang perlahan mulai berdiri. Pedang di tangan pemuda itu pun menghilang dan Chu Kai nampak membuka kembali kain yang menutupi wajahnya.


"Kau...." Wei Shezi tidak tahu harus berkata apa. Dia kesulitan untuk bicara, apalagi saat melihat Chu Kai membersihkan darah yang ada di sela-sela jarinya.


Wei Shezi menelan ludah, "Ba-bagaimana kau bisa melakukan itu? A-apa yang sudah... Kau perbuat?"


Darah yang ada di tangan Chu Kai jelas sekali bukanlah darah pemuda itu. Begitu pula dengan darah yang mengucur di dahi sosok tersebut, padahal sebelumnya Wei Shezi sempat mengira bahwa Chu Kai-lah yang terluka parah. Tapi apa sebenarnya ini?!

__ADS_1


"Kai..!" Wei Shezi yang selama ini tidak pernah meninggalkan Chu Kai pun sampai terkejut dengan apa yang dilihatnya. Ini sangat sulit untuk bisa dipercaya.


******


__ADS_2