LAHIRNYA PENDEKAR NAGA

LAHIRNYA PENDEKAR NAGA
154 - Perjalanan Bersama


__ADS_3

"Bukankah kau mengalami patah tulang?" Wei Zhang Zihan mengerutkan keningnya saat melihat Chu Kai yang berjalan begitu santai seolah tidak pernah mengalami luka parah sebelumnya.


"Herbal buatan Tabib Yun Zhen mengagumkan, aku bisa seperti ini karenanya." Chu Kai menaikkan jempolnya dan berkata dengan mantap.


"Kau pikir bisa membodohiku?" Wei Zhang Zihan bersuara dingin. "Perlu waktu paling tidak sebulan atau lebih agar orang yang patah tulang bisa pulih kembali. Di sisi lain, banyak kemungkinan orang itu tidak dapat berjalan normal. Tetapi kau ini..."


"Tunggu, Pendekar Wei." Chu Kai menyela. Nada suaranya pelan saat berkata, "Ada satu hal yang perlu kuluruskan. Sebenarnya aku tidak mengalami patah tulang,"


Chu Kai menggaruk pipinya dan berujar, "Itu hanya retakan kecil pada beberapa tulang dan Tabib Yun Zhen sudah mengobatinya. Ehm... Aku juga mempelajari cara memulihkan kondisi tubuh sendiri dengan energi spiritual, jadi..."


"............ Kau yakin sekarang baik-baik saja?"


"Mn, sejujurnya bubur buatanmu juga memiliki efek menyembuhkan. Aku benar-benar tidak enak hati saat pendekar suci yang kukagumi membuatku bubur untukku,"


"Hmph, tidak tahu malu." Wei Zhang Zihan mulai berjalan, jubah biru mudanya melambai di udara.


Chu Kai tersenyum dan kemudian mengikuti Wei Zhang Zihan dari belakang. Dia baru memperhatikan dengan saksama gerbang Sekte Gunung Wushi yang dilewatinya dan tahu ada beberapa perubahan mengenai gerbang besar ini.


Sambil menuruni setiap anakan tangga, Chu Kai mengingat saat pertama kali ia datang kemari. Dia yang selama ini selalu melihat Wei Zhang Zihan dari kejauhan dan sekarang bahkan dapat bicara dengannya.


"Pendekar Wei, apa hanya kita berdua yang akan pergi ke Kota Yanshi?" Chu Kai kembali buka suara. Dia kini berjalan di samping Wei Zhang Zihan dan terlihat menarik kedua tangannya di belakang kepala.


"Memang kau mengharapkan ditemani oleh siapa lagi?"


"Ah... Tidak. Maksudku... Ini bukankah misi yang berbahaya? Di Kota Yanshi, kita tidak hanya melawan anggota Sekte Gunung Wushi, tetapi termasuk ke dalam Pilar Bulan."


Chu Kai berkata, "Sebagai seorang penggemar sepertiku ini... Aku punya banyak nformasi tentang pendekar yang kuat."


"Benarkah, kalau begitu katakan." Wei Zhang Zihan terus berjalan, nada suaranya tenang dan ekspresi wajahnya sama sekali tidak berubah.


Chu Kai menarik napas dan berkata, "Sekte Bulan Mati adalah Sekte Aliran Hitam yang terkuat dan terkenal sangat kejam. Sekte ini termasuk ke dalam salah satu dari 5 Sekte Besar Kekaisaran Zhou,"


"Itu informasi yang umum,"

__ADS_1


"Aku belum selesai," Chu Kai melanjutkan. "Tidak hanya wilayah kekuasaan mereka yang besar, para petinggi yang mengendalikan Sekte Bulan Mati juga sangat rahasia. Ini bukan hanya tentang status Tetua Besar, tapi ada yang lebih berkuasa daripada itu di dalam Sekte Bulan Mati."


Wei Zhang Zihan menoleh, dia menatap Chu Kai dan pemuda bermata hijau alami itu pun kembali buka suara.


Chu Kai berkata, "Duabelas Pilar Bulan adalah salah satu pemegang kekuasaan Sekte Bulan Mati. Mereka tidak hanya kuat, tetapi juga sangat berbahaya. Bahkan orang-orang ini melatih teknik kultivasi yang mengerikan, tidak sedikit dari mereka yang menggunakan daging dan darah manusia sebagai sumber energi."


"Dari mana kau tahu hal itu?"


"Mereka berasal dari Aliran Hitam, jadi kupikir teknik kultivasi mereka akan sangat tidak manusiawi."


Wei Zhang Zihan memperhatikan Chu Kai sebelum menatap lurus ke depan. Dia pun berkata, "Kau benar. Tidak hanya kekuatan seperti monster, ke-12 Pilar Bulan adalah pendekar yang sulit dibunuh. Aku yakin... Mereka melakukan Teknik Kultivasi Terlarang."


"Kultivasi Terlarang? Apa itu dengan cara memakan daging manusia seperti yang kukatakan?"


"Ada banyak Kultivasi Terlarang, namun yang paling melekat dari Sekte Bulan Mati adalah praktik yang menjual jiwa mereka kepada iblis. Dan 12 Pilar Bulan merupakan anggota yang berhasil mempelajari kultivasi ini,"


!!


Menyadari keterkejutan Chu Kai membuat Wei Zhang Zihan kembali buka suara. Dia berkata, "Feng Hao Yan... Sosok yang kau lawan saat di Pulau Yèzi waktu itu... Merupakan orang yang mempelajari Teknik Terlarang ini."


Wei Zhang Zihan cukup lama terdiam sebelum akhirnya mengangguk pelan. Dia berujar, "Kau harus ingat ini. Anggota Sekte Bulan Mati, apalagi mereka yang termasuk dalam 12 Pilar Bulan adalah sosok-sosok yang tidak mudah dihabisi. Mereka penuh tipu muslihat dan bisa melakukan apa saja. Satu saja kelemahanmu yang terlihat... Mereka akan menyerangnya tanpa ampun dan kau memiliki kelemahan itu."


Wei Zhang Zihan, "Tidak hanya dirimu. Bahkan para pendekar dari sekte lain mempunyai satu kelemahan dalam diri mereka. Dan setiap anggota Sekte Bulan Mati sangat mengetahui ini dengan jelas,"


"Apakah itu... Karena pendekar dari Aliran Putih tidak bisa sembarangan mengambil nyawa orang lain? Atau... Karena pendekar Aliran Putih sepertimu dan nona Xia memiliki orang yang harus kalian lindungi?"


"Keduanya," Wei Zhang Zihan menatap Chu Kai dan berkata, "Kita tidak bisa membunuh orang sembarangan meskipun mereka termasuk sosok yang jahat. Dan juga... Kita diajarkan mengayunkan pedang untuk melindungi orang-orang. Apa selama ini kau mengayunkan pedangmu tidak pernah memikirkan kedua hal itu?"


Wei Zhang Zihan tali kekang seekor kuda. Ada dua ekor kuda yang disiapkan oleh murid Sekte Gunung Wushi. Wei Zhang Zihan terlihat mulai menaiki kuda berkulit hitam tersebut.


Chu Kai menatap sosok mengagumkan di hadapannya. Baginya, Wei Zhang Zihan lebih dari sekadar Pendekar Suci. Subjek ini memiliki Wibawa yang tidak biasa, rasanya... Seakan ia berhadapan dengan seorang bangsawan.


Chu Kai bernapas pelan, dia menarik tali kekang kuda yang lain dan menaikinya. Dia memikirkan ucapan Wei Zhang Zihan dan sebenarnya tidak yakin bisa memberikan jawaban pada subjek ini.

__ADS_1


"Kenapa kau tidak memakai seragammu?" Wei Zhang Zihan buka suara dan membuat Chu Kai tersentak.


"Seragam? Ah, maksud Pendekar Wei seragam Sekte Gunung Wushi?" Chu Kai menggaruk kepalanya yang tidak gatal dan berkata, "Aku tidak terlalu bisa menjaga pakaianku tetap bersih, jadi lebih nyaman dengan warna gelap seperti ini."


"............" Wei Zhang Zihan melempar sesuatu dan spontan ditangkap oleh Chu Kai. Dia pun berkata tanpa nada, "Setidaknya kau pakai sabuk itu agar lebih muda dikenali bahwa kau berasal dari Sekte Gunung Wushi."


??


Chu Kai menatap sabuk pinggang berwarna biru muda dengan corak awan di tangannya. Dia pun berkedip dan menatap Wei Zhang Zihan, "Kenapa... Aku harus memakai ini?"


"Kebanyakan pendekar dari aliran hitam menggunakan seragam berwarna gelap dan hitam adalah warna umum yang disukai sebab bisa menyembunyikan warna darah. Dengan postur tubuh dan wajahmu... Kau akan dikenali sebagai pendekar aliran hitam daripada anggota Sekte Gunung Wushi,"


Chu Kai mengangguk pelan, "Aku rasa benar. Aku tidak pernah memikirkannya sejauh itu, shh... Ehm, tapi... Apa yang salah dari wajahku? Apa aku terlihat seperti orang jahat?"


Wei Zhang Zihan berkedip, "Serius kau tidak tahu? Bekas luka di pelipis-mu itu terlihat seperti bandit."


"Hah, baiklah. Wajahku memang tidak sehalus dan setampan dirimu, Pendekar Wei." Chu Kai cemberut, kuda yang ditungganginya pun mulai bergerak.


"Aku tidak pernah bilang begitu," Wei Zhang Zihan mengikuti Chu Kai sebelum kuda yang ia tunggangi mulai berjalan beriringan dengan kuda milik subjek lain.


"Kenapa harus menunggangi kuda ini?" Chu Kai kembali buka suara. Dia berkata, "Pendekar Wei pernah membawaku terbang dengan pedang. Apa tidak bisa menggunakan pedang terbang itu lagi agak kita dapat sampai ke Kota Yanshi? Aku sangat ingin bertemu nona Xia Ling Qing,"


"Tidak bisa, kita harus memeriksa lokasi yang mengarah ke Kota Yanshi seperti desa atau dan kuil terpencil."


Ucapan Wei Zhang Zihan menyadarkan Chu Kai mengenai sesuatu, "Apakah karena yang kita hadapi adalah anggota 12 Pilar Bulan? Aku sepertinya tahu maksud Pendekar Wei,"


"Benar, anggota 12 Pilar Bulan berkultivasi dengan Teknik Terlarang. Jadi pasti ada yang mereka tinggalkan dan berhubungan dengan teknik ini. Apalagi sebelum Kota Yanshi, ada kabar pembantaian di sebuah kuil dan kasus orang hilang di sebuah desa. Aku curiga ada kejadian lain yang luput untuk dilaporkan,"


"Jadi sekarang kita pergi ke mana lebih dahulu?"


"Kuil Hóng Shuǐ."


Saat Wei Zhang Zihan mengatakannya, angin berhembus berlawanan arah. Dan jauh dari tempat mereka berada, di bawah langit yang sama... Aroma dupa menyengat datang memenuhi udara.

__ADS_1


******


__ADS_2