LAHIRNYA PENDEKAR NAGA

LAHIRNYA PENDEKAR NAGA
109 - Kejutan [2]


__ADS_3

Wei Zhang Zihan merasakan ada sesuatu yang berbeda dari Chu Kai. Hanya saja sebelum dia sempat buka suara, pemuda di dekatnya itu tiba-tiba saja menghilang dan muncul tepat di hadapan Feng Huang Lin.


!!!


Kehadiran Chu Kai yang tidak terduga membuat Feng Huang Lin syok sehingga terlambat memberikan respon. Lawan sudah lebih dulu mengayunkan pedangnya dan dia pun tidak bisa mengambil posisi bertahan.


Wei Zhang Zihan melihat bagaimana Feng Huang Lin terkena serangan dan wanita itu yang kini terlempar hingga menabrak beberapa bangunan.


Dia menyaksikan Chu Kai mulai melesatkan sebuah serangan dengan energi spiritual yang besar, tepat ke arah lawan mereka. Bangunan yang sebelumnya ditabrak oleh Feng Huang Lin meledak dan terbakar.


Chu Kai hendak memperpendek jarak kembali saat sebuah lintasan cahaya datang dari arah samping, nyaris mengenainya andai ia tidak segera melompat menghindar.


!!


Suara keras dan angin kejut tercipta, termasuk menerbangkan debu yang cukup tebal. Wei Zhang Zihan kesulitan untuk melihat, begitu pula dengan Chu Kai. Namun tidak butuh waktu lama sampai terdengar suara pedang yang digerakkan dan detik itu juga---angin yang menerbangkan debu di sekitar mereka menghilang.


Wei Zhang Zihan dan Chu Kai disambut oleh seseorang yang berdiri, tidak jauh di hadapan mereka. Sesosok subjek berpakaian merah dengan tubuh selayaknya anak perempuan.


!!!


Chu Kai melebarkan matanya, Wei Zhang Zihan pun juga ikut terkejut. Rasanya kedua pemuda itu sama sekali tidak percaya dengan apa yang mereka lihat sekarang ini. Sosok yang berdiri di hadapan mereka jelas bukanlah orang asing. Wei Zhang Zihan dan Chu Kai mengenalinya dengan sangat baik.


"Pe-Pendekar Suci... Nalan Shu?" Chu Kai masih dengan rasa syok-nya. Dia tidak salah lihat. Anak perempuan yang sekarang berdiri di depannya tidak lain adalah Nalan Shu.


Pendekar Suci dari Sekte Gunung Wushi itu pernah diculik oleh Sekte Bulan Mati saat Xue Xiaowen membuat kekacauan dahulu. Chu Kai hari itu tidak bisa menyelamatkan Nalan Shu dari penculikan, namun tidak disangka subjek ini berdiri di hadapannya sekarang.


"Nona Nalan-" Chu Kai baru akan mengambil satu langkah mendekat, namun tiba-tiba saja sebuah serangan datang. Nyaris serangan itu mengenainya dengan telak andai tidak ada Wei Zhang Zihan yang bergerak cepat menahannya.


"Perhatikan baik-baik," Wei Zhang Zihan buka suara. "Dia dalam pengaruh sekarang. Nalan Shu tidak akan bisa mengenalimu, termasuk aku."


Chu Kai terkejut, "Ba-bagaimana itu mungkin?!"

__ADS_1


Chu Kai masih ingin bicara ketika serangan kembali melesat dan kali ini lebih besar dari yang tadi. Wei Zhang Zihan yang menyadarinya langsung memegang tangan Chu Kai dan lalu menarik pemuda bermata hijau ini menjauh untuk sementara waktu.


Tetapi sepertinya niatan Wei Zhang Zihan diketahui. Nalan Shu dengan cepat mengejar dan kemudian menggunakan serangan yang luar biasa besar. Bangunan yang tepat dipijak oleh Wei Zhang Zihan dan Chu Kai pun runtuh hingga membuat kedua pemuda itu terjatuh.


Punggung Wei Zhang Zihan menghantam tanah. Dia dalam posisi yang memeluk Chu Kai dan melindungi kepala pemuda tersebut. Tidak sempat untuk bereaksi, serangan kembali datang dan kini sulit untuk dihindari.


!!!


Ledakan besar tercipta disertai dengan suara yang begitu dahsyat. Wei Zhang Zihan merasa bahwa ia dan Chu Kai tidak bisa selamat, tapi yang tidak terduga adalah tidak ada dari serangan itu yang mengenainya.


Di sisi lain Chu Kai pun perlahan bangun. Pandangannya kini jelas dan dia bisa melihat wajah menawan Wei Zhang Zihan dari jarak yang begitu dekat. Dia baru sadar dengan posisi tubuhnya yang seperti menindih salah satu Pendekar Suci dari Sekte Gunung Wushi ini.


"Kau baik-baik saja, Pendekar Wei?" Chu Kai bangun dan mengulurkan tangan. Dia membantu Wei Zhang Zihan berdiri saat serangan lagi-lagi datang, kali ini adalah belasan selendang.


Suara yang bagai memecah angin terdengar dan kini Wei Zhang Zihan serta Chu Kai berusaha untuk menghindarinya. Pedang Chu Kai sebelumnya terjatuh dan Wei Zhang Zihan dengan cepat meraih pedang tersebut lalu melemparnya.


"Kai..!"


!


Suara dari benturan pedang terdengar dan banyak bangunan yang meledak. Ada dua jenis pertarungan yang sedang berlangsung dan sama-sama sengit.


*


*


Wei Shezi tersentak melihat Xia Ling Qing yang muntah. Dia pun menarik napas dan kemudian membantu gadis ini untuk duduk dalam posisi bersila. Wei Shezi lantas membentuk segel tangan dan kemudian menekan punggung Xia Ling Qing.


Siluman ular kalajengking yang selama ini selalu bersama Chu Kai itu pun mengalirkan energi spiritual miliknya. Wei Shezi mencoba mengeluarkan racun dalam tubuh Xia Ling Qing melalui luka gadis itu.


"Gadis ini... Ternyata tidak hanya memiliki satu racun di dalam tubuhnya." Wei Shezi dapat merasakan Racun Dingin dalam diri gadis di depannya. Dia berusaha untuk mengeluarkan racun dingin itu, tetapi memang sangat sulit.

__ADS_1


"Racun Dingin ini termasuk dalam salah satu jenis racun kuno. Gadis ini... Entah siapa yang sudah ia singgung," Wei Shezi menarik napas dan berusaha fokus mengalirkan energi spiritual miliknya. Di saat yang sama, ledakan besar tercipta dan mengejutkannya.


Xia Ling Qing juga melihat ledakan tersebut dan memuntahkan segumpal darah. Wajahnya masih pucat dan napasnya tidak beraturan. Dia berusaha untuk berdiri, "Aku harus ke sana-"


"Hei, kondisimu masih belum membaik." Wei Shezi menahan Xia Ling Qing dan meminta gadis itu kembali duduk.


"Tidak bisa, me-mereka membutuhkan bantuanku."


"Kau hanya akan merepotkan kedua temanmu itu jika nekat pergi ke sana. Tetap tinggal dan tunggu mereka di sini,"


Xia Ling Qing menoleh dan memperhatikan sosok di sampingnya dengan saksama. Dia pun mengerutkan keningnya dan bertanya, "Kau... Siapa?"


Wei Shezi tersentak. Dia pun berkedip sebelum akhirnya berdeham, "Aku... A-aku adalah 'Shizun' dari Pendekar Naga. Benar. Aku Shizun-nya. Jadi kau jangan khawatir dan percaya saja padanya. Muridku itu... Dia tidak akan mengecewakan,"


Xia Ling Qing memijat keningnya, pandangan matanya agak memburam sehingga ia tidak bisa melihat jelas bagaimana wajah dari subjek di hadapannya ini. Dia pun mencoba mencerna situasi dan sekarang mengerti dari mana Chu Kai bisa mempunyai perkembangan yang begitu mengejutkan.


"Aku mendengar suara ledakan dari dua arah yang berbeda," Xia Ling Qing buka suara. "Wei Zhang Zihan dan Kai tidak hanya melawan Feng Huang Lin, mereka mungkin sedang menghadapai musuh yang sama berbahayanya. Aku... Harus segera datang dan membantu mereka,"


"Aku tidak akan melarangmu pergi jika kondisi tubuhmu sudah membaik, tetapi untuk saat ini kau masih membutuhkan perawatan. Pergilah saat aku selesai mengeluarkan racun yang ada di dalam tubuhmu, namun sebelum semua ini terjadi... Kau tidak bisa pergi ke mana pun."


Xia Ling Qing menatap subjek di depannya dan kembali mendengar suara ledakan yang keras. Ia pun berbalik dan menyaksikan bagaimana ledakan tersebut bisa terjadi, bahkan hingga membuat langit sejenak berubah warna.


Wei Shezi pun juga melihatnya. Suara keras dan ledakan yang sampai membuat tanah bergetar tidak lain adalah perbuatan Chu Kai. Pemuda itu memang sedang mempertaruhkan nyawa untuk bisa mengalahkan Feng Huang Lin.


"Apa itu?" Wei Shezi melebarkan mata saat menyaksikan ada makhluk aneh yang muncul dan melesat ke langit. Dia pun sampai berdiri untuk memperhatikan dengan jelas sosok yang dilihatnya.


Makhluk tersebut mempunyai kepala yang besar dengan sebuah surai, bahkan memiliki ekor yang panjang dengan dua pasang kaki. Wei Shezi tercengang saat mengetahui bahwa makhluk yang dilihatnya merupakan seekor naga.


!!!


******

__ADS_1


__ADS_2