
Chu Kai memperhatikan kedua pemuda yang saling mendebat di hadapannya ini. Dia pun kembali meminum teh pada cawan keramik di hadapannya meski tidak mempunyai rasa dan tak berapa lama kemudian, pemuda menawan di depannya menoleh dan bicara padanya.
"Kau sebelumnya berkata bahwa bentang alam mimpi ini ini terjadi sebagai bentuk pertahanan, karena iblis mimpi sedang meningkatkan praktiknya. Apa tidak bisa kami bergerak sekarang dan mengacaukan iblis mimpi agar praktiknya tidak sampai naik tingkat? Berbahaya jika praktik kultivasinya jadi bertambah,"
Chu Kai menatap subjek di hadapannya dan dengan tenang berkata, "Kurasa tidak ada hal yang bisa dilakukan sekarang selain menunggu. Kalian ini menghadapi iblis mimpi dan bukan kultivator biasa, tapi ...."
Chu Kai menggantung kata-katanya dan membuat pemuda bernama Bocah Pengemis Gila merasa gugup. Dia pun memain-mainkan cawan keramik miliknya dan kembali berujar.
Chu Kai berkata, "Aku bisa saja mengatakan informasi yang diketahui tentang iblis mimpi dan hal yang harus kalian lakukan. Tetapi ada bayaran untuk itu semua,"
"Ba-bayaran?" Bocah Pengemis Gila tersentak. Dia memandang pemuda menawan di sampingnya karena saat ini ia sama sekali tidak memegang uang.
"Bayaran apa yang kau inginkan?" Xiao Shuxiang bertanya dengan raut wajah yang serius. Terlihat bahwa ia lebih memahami kata 'bayaran' yang dimaksud oleh Chu Kai.
"Hmph, bayaran yang kuinginkan mungkin seperti .... Usia kalian?"
!!!
"Kau..!" Xiao Shuxiang tersentak dan di saat bersamaan Bocah Pengemis Gila kaget dan nyaris jatuh dari tempat duduknya.
Chu Kai tertawa dan lantas menggeleng pelan. Dia pun menarik napas dan berujar, "Kalian ini terlalu serius. Lucu sekali,"
"Ba-bagaimana kau bisa melakukan candaan seperti itu?" Bocah Pengemis Gila memeluk erat tongkat bambu miliknya, "Kau bahkan berbuat demikian di situasi semacam ini. Itu ... Itu tidak baik, tahu."
Reaksi pemuda di hadapannya begitu lucu. Chu Kai mendengus pelan dan berkat, "Maafkan aku kalau begitu, hanya saja kupikir kalian butuh sedikit hiburan."
Chu Kai melanjutkan, "Bayaran atas informasi yang akan kuberikan adalah bantuan. Aku perlu meminjam kekuatan kalian untuk melakukan sesuatu,"
Kedua pemuda ini menunjukkan reaksi berbeda. Xiao Shuxiang bertanya, "Bantuan apa yang kau inginkan? Dan bukannya kau bilang kekuatan kami ini seperti belalang sembah bagimu? Lalu kenapa kau masih ingin kami membantu?"
"Pemuda ini terlalu waspada," Chu Kai menghela napas dan berujar, "Ya sudah jika tidak mau. Aku tidak memaksa, tapi kalian benar-benar akan rugi jika tidak mendengarkanku."
"Shuxiang, ti-tidak apa-apa. Kita turuti saja dia, kau jangan melakukan protes untuk saat ini."
Xiao Shuxiang menatap Bocah Pengemis Gila dan kemudian mengembuskan napas. "Baik, baiklah. Tidak akan kulakukan lagi,"
Chu Kai tersenyum, dia pun memberikan penjelasan. "Dunia ini sangat luas dan ada banyak pendekar yang kuat. Kau dan pria berwajah tepung ini adalah dua di antara banyaknya pendekar yang bisa memberikan bantuan padaku. Kalian juga mengemban tugas melindungi dunia kalian dan aku juga memiliki tugas melindungi tempat tinggalku,"
Chu Kai, "Di Alam Kultivasi Atas ini ... Dibagi ke dalam beberapa wilayah. Sekte Lembah Iblis sendiri merupakan salah satu bagian dari Dataran Tengah. Keponakan Mu Chen ini adalah pilar dari Benua Tengah yang ada di Alam Kultivasi Bawah dan kau sendiri juga merupakan pelindung di benua tempat tinggalmu. Kita mempunyai tugas yang sama, bahkan kesulitannya pun tidak jauh berbeda."
"Aku bisa sedikit mengerti," Bocah Pengemis Gila berkata, "Ta-tapi kenapa kau menyebutku 'keponakan'? Apa kau tidak tahu siapa aku, huh?"
"Usiaku memang lebih tua darimu. Apa kau sungguh tidak ingat aku?" Chu Kai tersentak sendiri saat tiba-tiba mengatakan hal yang demikian. Keningnya mengerut, tetapi dengan cepat reaksinya kembali tenang.
Bocah Pengemis Gila tersentak, "A-apa kita pernah bertemu sebelumnya?"
"Aku juga tidak tahu kenapa mengatakan hal seperti itu. Rasanya..." Chu Kai menggeleng pelan sebelum akhirnya menghela napas.
Pria dengan mata berwarna hijau alami itu tidak memikirkannya terlalu jauh dan kemudian berujar pelan. "Kupikir karena wajahku yang blasteran, maka ini tidak akan mudah dilupakan. Tapi kurasa waktu benar-benar sudah membuatmu melupakan banyak hal. Sejujurnya aku sedikit terluka,"
Tidak hanya pemuda dengan riasan aneh di wajahnya itu yang merasa syok. Di sisi lain Chu Kai juga sangat kebingungan. Semakin lama ia bersama dengan orang ini, perasaan akrab dalam hatinya makin menjadi.
Rasanya... Chu Kai mempunyai hubungan yang dekat dengan sosok bernama Bocah Pengemis Gila ini dan itu bukan hanya karena Teknik Pernapasan Naga. Perasaan itu sama seperti ketika ia melihat masa lalu dari Xiao Shuxiang yang mempunyai hubungan dengan pedang pusaka di tangannya.
"Aku mulai takut..." Chu Kai membatin, "Aku pernah membaca tentang Alam Kultivasi Atas saat terkurung dalam makam kuno waktu itu dan Wei Shezi yang memberikan informasi tentang Sekte Lembah Iblis. Masalahnya, jarak antara Sekte Lembah Iblis dengan lokasi yang kudatangi bersama pendekar Wei Zhang Zihan itu sangat jauh. Jadi..."
"Jika kau benar lebih tua dari Bocah Pengemis Gila dan mempunyai hubungan dengan Teknik Pernapasan Naga, maka apa mungkin kau adalah pendekar yang juga menguasai enam unsur Tenaga Dalam sepertinya?"
Ucapan Xiao Shuxiang menyadarkan Chu Kai. Pemuda bermata hijau alami itu berkedip dan berdeham pelan, berusaha untuk tetap terlihat tenang.
__ADS_1
Chu Kai menggeleng, "Tidak. Aku adalah kultivator sepertimu dan bukan pemula seperti dirinya. Teknik Pernapasan Naga memiliki hubungan yang erat denganku dan kami tidak bisa terpisahkan. Hanya di saat tertentu aku bisa bertemu dengan pewaris teknik pernapasan milikku ini."
Xiao Shuxiang tanpa sadar membuka mulutnya, terlihat syok. Dia tersenyum pahit saat berkata, "Ja-jangan bilang kau adalah-"
"Benar," Chu Kai bernada serius. "Aku merupakan orang yang menciptakan Teknik Pernapasan Naga yang dipelajari oleh temanmu hingga dia bisa menjadi seperti sekarang."
!!!
"Dia gurumu, Bocah Pengemis Gila. Dia leluhurmu, kau harus bersujud padanya." Xiao Shuxiang sampai menepuk dan menyenggol-nyenggolkan lengannya pada pria di sampingnya.
"Ini ... Ini tidak mungkin ..."
Xiao Shuxiang tersenyum, ucapannya mengandung ledekan saat berkata pada Bocah Pengemis Gila. "Aku tahu kau pasti sangat syok, tapi lihat sisi baiknya. Ada orang yang lebih tua darimu, Bocah Pengemis Gila. Kau tidak sendirian menjadi pria berumur,"
Xiao Shuxiang terlihat senang dengan ekspresi pria di sampingnya ini dan menghela napas pelan, "Dunia memang sangat luas. Aku merasa terhormat bisa bertemu dengan Anda. Jujur saja, orang di sampingku ini sangat menyebalkan dan menganggap tinggi dirinya sendiri hanya karena dia sudah hidup lebih lama. Aku yang masih muda ini benar-benar diuji oleh segala kelakuannya,"
"Benarkah?" Chu Kai tersenyum, sejujurnya ia terkesan karena bisa bersandiwara sampai diperlakukan hormat oleh pemuda menawan ini.
Chu Kai pun berujar, "Senang bisa mendengarnya darimu. Sekarang aku akan menjelaskan sejauh yang kuketahui tentang bantuan yang kuinginkan dari kalian dan semua ini memiliki hubungan dengan makhluk yang dianggap 'Iblis'."
"Kai, kau yakin akan mengatakannya pada mereka?" suara Wei Shezi terdengar dan membuat Chu Kai kembali tersenyum.
"Tentu saja. Aku sudah sejauh ini dan tidak mungkin menarik semua kata-kataku,"
Melihat reaksi kedua pemuda yang memasang ekspresi serius membuat Chu Kai tanpa ragu mulai menjelaskan.
"Dunia sedang terancam dengan makhluk yang sangat mengerikan ini dan meskipun aku kuat, tetapi aku tidak bisa menghadapi mereka seorang diri. Tugasku adalah mengumpulkan orang yang layak dan bisa membantu melawan para iblis ini. Kalian berdua ... Meski masih di tingkat praktik belalang sembah, tapi aku bisa merasakan kalian memiliki potensi untuk meningkatkan kemampuan kalian ini."
"Tunggu dulu," Xiao Shuxiang berkata. "Kau membantu kami mengalahkan Iblis Mimpi dan kau ingin kami membantumu melawan iblis yang sesungguhnya?"
"Waktunya masih lama," Chu Kai menjawab. "Tapi aku punya kesempatan bicara dengan kalian saat ini jadi kupikir langsung kukatakan saja. Sekarang dengarkan,"
Informasi yang diberikan Chu Kai sesuai dengan apa yang diberikan Wei Shezi. Bahwa manusia umumnya tidur di malam hari dan bahkan beberapa kultivator pun ada yang menjadikan tidur seperti latihan.
Hampir semua orang pasti pernah bermimpi dan mimpi inilah yang menjadi sumber dari kekuatan Iblis Mimpi yang harus dihadapi oleh kedua pemuda di hadapannya.
Chu Kai juga menjelaskan bahwa selagi masih ada manusia yang tidur, maka kekuatan iblis mimpi tidak akan pernah berkurang. Teknik Kultivasi semacam ini unik, tidak semua orang memiliki bakat melakukannya, dan sangat berbahaya bagi lawan. Xiao Shuxiang dan Bocah Pengemis Gila benar-benar tidak punya kesempatan untuk menang.
Tentu saja, penjelasan Chu Kai membuat kedua sosok di depannya terkejut. Xiao Shuxiang terlihat menahan napas dan bertanya dengan nada yang serius. "Sejauh mana jangkauan dari kekuatan Iblis Mimpi ini?"
"Jangkauannya?"
"Katakan bahwa itu tidak terkira," suara Wei Shezi terdengar dan dengan serius Chu Kai pun mengatakan sesuai ucapan wanita tersebut.
"Itu adalah tidak terkira dan bahkan bisa mencapai lebih dari satu benua. Kalian berhadapan dengan monster sungguhan."
Bocah Pengemis Gila kaget, "Kau pasti bercanda..! Shu-Shuxiang, bagaimana ini?!"
Chu Kai berujar. "Aku tidak bisa mengatakan pada kalian untuk tidak khawatir, tetapi kalian harus tahu yang satu ini. Karena kekuatannya yang bisa dikatakan tidak terbatas, iblis mimpi mempunyai kesulitan di dalam diri sendiri. Itu bisa saja mempengaruhi kondisi dari mentalnya dan ini adalah yang paling parah,"
Chu Kai melanjutkan, "Untuk bisa mengatasi kondisinya... Iblis mimpi umumnya membelah diri. kalian harus bisa menemukan bagian dari jiwa yang terbelah itu dan mengalahkannya. Potongan jiwa ini harus dikalahkan di waktu bersamaan dan satu-satunya cara menghabisinya,"
Xiao Shuxiang, "Tapi kau bilang kekuatannya tidak terkira dan kami tidak punya kesempatan untuk menang. Lalu bagaimana kami bisa mengalahkannya?"
"Di antara kalian berdua, siapa yang lebih kuat?" Chu Kai bertanya meski dia sudah memperkirakan sosok yang lebih kuat di antara kedua pemuda di hadapannya.
Xiao Shuxiang dan Bocah Pengemis Gila saling menunjuk diri sendiri sebelum Xiao Shuxiang mengarahkan telunjuk pada pria di sampingnya. Dia berkata, "Dia lebih tua dariku dan mempunyai pengendalian diri yang bagus. Jadi kurasa dia yang lebih kuat,"
"Ah, itu benar. Aku yang lebih kuat," Bocah Pengemis Gila mengangguk membenarkan.
__ADS_1
Chu Kai sedikit mengerutkan kening bersamaan dengan suara Wei Shezi yang kembali terdengar di dalam kepalanya.
"Pria menawan di hadapanmu adalah orang yang bereinkarnasi. Secara teknis, dia tahu tentang reinkarnasi itu tetapi ingatannya terkait masa lalu kebanyakan telah menghilang. Aku merasa..."
"Aku juga melihatnya," Chu Kai bernapas pelan. "Warna yang kulihat darinya bukan hanya dari energi spiritual, tetapi lebih daripada itu. Dia mempunyai hubungan dengan makhluk yang tidak berasal dari dunia ini,"
Chu Kai menghela napas, "Aku tidak peduli identitas mereka. Aku benar-benar harus keluar dari situasi ini sekarang dan mencari nona Xia Ling Qing,"
Chu Kai menatap Bocah Pengemis Gila dan berkata, "Berarti kau yang harus turun dan cari potongan jiwa lain dari Iblis Mimpi di Alam Kultivasi Bawah."
"Alam Kultivasi Bawah?" Bocah Pengemis Gila tersentak.
Chu Kai menjawab, "Alam Kultivasi Bawah adalah tempat di mana banyak manusia biasa hidup. Tempat yang sangat sesuai bagi Iblis Mimpi untuk meningkatkan kekuatannya dan memanipulasi mimpi orang lain,"
Chu Kai pun melanjutkan, "Aku tidak bisa mengatakan apa pun lagi tentang Alam Kultivasi Bawah karena sudah lama aku tidak ke sana dan pasti tempat itu telah banyak berubah."
Mengatakan tentang Alam Kultivasi Bawah membuat pandangan Chu Kai sedikit menurun. Meski tidak disadari siapa pun, namun sebuah ingatan samar terlintas dibenak Chu Kai meski ia dengan cepat memaksakan isi kepalanya untuk tidak mengingat hal-hal semacam itu.
"Iblis Mimpi ini ... Apa hanya mempunyai dua jiwa?" Xiao Shuxiang berujar tanpa nada dan dengan wajah serius dia pun bertanya, "Bagaimana jika lebih dari dua?"
Chu Kai menarik napas, "Mm ... Kupikir karena dia sedang meningkatkan praktiknya, jadi Iblis Mimpi ini masih berusia cukup muda. Tetapi untuk hal ini ... Aku tidak bisa meyakinkannya pada kalian. Bisa saja ini kekeliruanku terhadap usianya, intinya kalian harus berhati-hati."
Bocah Pengemis Gila menelan ludah, "Menghadapi satu Iblis Mimpi saja sudah sesulit ini, apalagi harus menghadapi Iblis Mimpi yang lain. Belum lagi, kita bahkan harus menghabisinya di waktu yang bersamaan. Bagaimana itu bisa dilakukan?"
Bocah Pengemis Gila kembali bertanya, "Apa kau bisa membantu kami?"
"Kai, aku harus mengatakan bahwa kemampuanku untuk menutupi usia tulang dan tingkat praktikmu mempunyai batasan waktu."
"A-Apa?! Kenapa baru sekarang kau mengatakannya?!"
"Sudahlah. Intinya kau jangan terlalu terlibat dengan mereka, cepat berusahalah untuk mengakhiri ini."
"Kau..." Chu Kai menarik napas, dia pun menatap Bocah Pengemis Gila dan berkata. "Aku ingin membantu, tapi saat ini aku hanya potongan jiwa. Setelah Bentang Alam Mimpi ini menghilang, aku juga akan ikut menghilang dan kembali ke tempat tinggalku."
"Namun kalian harus tahu satu hal," Chu Kai berujar, "Seseorang yang sudah sangat kuat biasanya akan mulai diliputi keangkuhan. Rasa tinggi hati ini membuat celah dan jika kalian menemukannya.... maka kekalahan yang sebelumnya dijamin jatuh pada pihak kalian akan bisa berubah."
Chu Kai bisa merasakan perubahan pada tubuhnya yang kini diliputi kabut dan perlahan semakin transparan. Karena kejadian itu, dua pemuda di hadapannya terlihat terkejut.
Bocah Pengemis, "Ka-Kau..! Apa yang terjadi padamu?"
"Mn? Oh, mungkin ini sudah waktunya." Chu Kai berkata, "Kupikir masih sangat lama bagi Iblis Mimpi itu untuk meningkatkan praktiknya. Tetapi sepertinya kalian berhadapan dengan orang yang benar-benar berbakat. Aku sangat sedih tidak bisa membantu, tapi kuharap kalian mampu mengatasi masalah ini bersama-sama."
Sebelum tubuhnya benar-benar menghilang, Chu Kai kembali berkata. "Teman itu sangat berharga dan memiliki teman yang bisa diandalkan adalah hal yang paling mengagumkan. Kalian harus bisa saling percaya dan bekerja sama dengan baik,"
Chu Kai merasakan tubuhnya semakin ringan sebelum akhirnya pandangan matanya menggelap. Hanya saja tidak butuh waktu lama sampai ia bisa melihat kembali dan kali ini posisinya sudah berada di depan sebuah danau, namun masih di dalam alam ilusi.
Seseorang berdiri di samping Chu Kai dan subjek tersebut tidak lain adalah Wei Shezi. Wanita berpakaian putih yang memegang kipas merah itu pun mengembuskan napas.
"Hampir saja ketahuan," Wei Shezi melambaikan kipasnya dan menggeleng pelan.
Chu Kai secara tiba-tiba meraih lengan wanita di sampingnya. Dia membuat Wei Shezi tersentak, namun dirinya sama sekali tidak peduli.
Dengan dingin, Chu Kai berkata. "Sekarang katakan, sebenarnya ada hubungan apa antara aku dengan kedua orang itu? Dan kenapa kau sangat tahu tentang Iblis Mimpi?"
!
Chu Kai menatap Wei Shezi dan dengan serius berkata, "Tingkat Manifestasi yang kupelajari... Tidak hanya teknik ruang dimensi, tapi juga menghubungkan masa lalu dan masa depan. Benar, kan?"
******
__ADS_1