
Ruan Zhao Sheng dari Sekte Tianzhi adalah orang yang pertama kali membuka matanya. Penglihatan pria tersebut masih buram sebelum perlahan mulai jelas. Dia bisa melihat hamparan langit biru di atas sana dan mulai meringis karena rasa sakit di tubuhnya.
Ruan Zhao Sheng mulai bergerak. Dia berusaha bangun saat sebuah suara asing membuatnya terkejut.
"Hati-hati, sebaiknya jangan terlalu banyak bergerak dengan lukamu yang seperti itu."
Ruan Zhao Sheng melihat seseorang duduk bersila tidak jauh di depannya. Dia pun ingat pada pemuda yang sebelumnya hampir saja terkena serangan dari Shuang Ling Feng saat pemuda itu bertarung dengannya.
"Kau..."
"Sudah kubilang hati-hati. Aku ini tidak punya banyak obat yang bisa menyembuhkanmu," Chu Kai sebelumnya sudah memberikan masing-masing satu pil pada Ruan Zhao Sheng dan juga Shuang Ling Feng. Pil itu merupakan pil yang bisa mengurangi rasa sakit dan itu adalah pil pemberian Tabib Diao Lin Wang.
Awalnya, Chu Kai menimbang-nimbang untuk memberikan pil tersebut kepada kedua orang ini sebab tahu bahwa pil di tangannya adalah agar bisa diberikan pada Xia Ling Qing. Tetapi setelah cukup lama berpikir, dia pun terpaksa menggunakan pil tersebut walau dalam hati terus mengucapkan maaf kepada Xia Ling Qing.
"Ini...?" Ruan Zhao Sheng tersentak saat merasakan gejolak di dalam tubuhnya. Dia hanya menatap pemuda di hadapannya sebelum mengatur posisi menjadi duduk bersila dan kemudian menutup matanya. Tindakannya ini membuat Chu Kai keheranan.
Pil di dalam tubuh Ruan Zhao Sheng masih bekerja dan karena itulah pendekar dari Sekte Tianzhi tersebut bisa merasakannya. Dia pun menggunakan energi spiritualnya untuk mempercepat proses peleburan pil di dalam tubuhnya sehingga menyembuhkan bisa menjadi lebih cepat.
Chu Kai hanya memperhatikan sosok yang duduk bersila di hadapannya. Dia tanpa sadar menahan napas ketika Ruan Zhao Sheng perlahan mulai membuka matanya kembali dan kini memandang ke arahnya.
Sambil mengembuskan napas, Ruan Zhao Sheng pun menyatukan tangan dan dengan sopan berkata. "Tuan Muda, terima kasih atas pertolonganmu. Aku, Ruan Zhao Sheng berhutang satu padamu hari ini."
"Apa maksudmu, Pendekar Ruan? Kau yang sudah menyelamatkanku sebelumnya. Aku, Chu Kai mengucapkan terima kasih."
"Chu Kai?" Ruan Zhao Sheng berkedip, "Apa anda berasal dari Sekte Gunung Wushi?"
Chu Kai mengerutkan kening, "Mn. Benar. Pendekar Ruan mengenalku?"
"Oh! Aku sudah bertanya-tanya sejak tadi, cukup khawatir karena mungkin salah mengenali seseorang." Ruan Zhao Sheng tersenyum, terlihat tertarik. "Tidak disangka langit memberikan pertemuan yang begitu mengejutkan. Bukankah Anda Pendekar Naga yang terpilih itu?"
Chu Kai tersentak, dia tersenyum pahit dan menggaruk pelan pipinya. "Ehm... Bisa dibilang begitu. Tapi bagaimana Pendekar Ruan bisa tahu?"
"Bagaimana mungkin tidak tahu," Ruan Zhao Sheng berkata. "Terpilihnya seseorang menjadi Pendekar Naga merupakan kabar yang layak untuk disebarkan. Semua orang sudah tahu. Apalagi sosok Pendekar Naga yang terpilih mempunyai wajah yang tidak sulit untuk dikenali,"
__ADS_1
".................." Chu Kai mengulum senyum dan tahu maksud subjek di hadapannya.
Tentu saja. Dia merupakan pria dengan wajah yang tidak hanya seperti orang asing, tetapi juga dengan tanda sebuah bekas luka di pelipis kanannya. Belum lagi, matanya yang berwarna hijau alami sangat jarang dimiliki oleh orang lain. Dia jelas akan sangat mudah dikenali.
Chu Kai menarik napas dan kemudian mulai mengarahkan pandangannya pada Shuang Ling Feng yang masih belum sadarkan diri. Dia pun bertanya pada Ruan Zhao Sheng.
"Pendekar Ruan, maaf jika aku ikut campur dalam permasalahanmu. Tetapi sebenarnya apa yang terjadi? Kenapa kau dan Pendekar Shuang berakhir bertarung seperti ini?"
Ruan Zhao Sheng mengikuti arah pandangan Chu Kai dan berkedip ketika melihat ada sosok yang terbaring di dekatnya. Subjek itu tidak lain adalah Shuang Ling Feng dari Menara Rufeng.
Chu Kai memperhatikan raut wajah Ruan Zhao Sheng yang nampak ditekuk, pria di depannya jelas tidak senang melihat Shuang Ling Feng. Hanya saja tidak butuh waktu lama sampai ekspresi wajah pemuda ini kembali normal seolah tidak terjadi apa-apa. Memperhatikan perubahan yang begitu cepat tersebut membuat Chu Kai tersentak.
"Orang ini..." meskipun Ruan Zhao Sheng terlihat baik dan murah senyum padanya, tetapi apa yang Chu Kai lihat barusan jelas merupakan sebuah pertanda. Itu adalah pertanda bahwa subjek di hadapannya tidak boleh terlalu dipercayai dan dia harus sangat berhati-hati.
"Pendekar Chu, maaf jika harus melibatkanmu dalam masalah ini." Ruan Zhao Sheng kembali menatap Chu Kai dan berkata, "Aku dan Pendekar Shuang Ling Feng sebenarnya mempunyai kesalahpahaman kecil. Kami seharusnya dapat menyelesaikan ini baik-baik, tetapi sayang sekali dia bukan orang yang mudah diajak bicara."
"Ah... Begitu. Ini memang sayang sekali... Andai saja aku awam untuk mengetahui rumor tentang Sekte Tianzhi, mungkin aku akan percaya dengan ucapannya. Dia baik dan ramah, tapi entah kenapa aku merasa tidak terlalu nyaman dengannya."
"Pendekar Chu melakukan apa di tempat ini? Apa anda tidak mengikuti Konferensi Pendekar Muda?" Ruan Zhao Sheng buka suara. Sebuah pertanyaan yang begitu tiba-tiba dan jelas menimbulkan rasa curiga.
"................" Ruan Zhao Sheng memperhatikan Chu Kai sejenak sebelum kembali berujar, "Apa Pendekar Chu bersama orang lain lagi?"
"Mn? Kurasa tidak. Aku ditinggal sendirian,"
"Mm... Ini aneh. Apa mungkin Pendekar Chu yang menghentikan serangan Shuang Ling Feng dan menolongku?"
"Serangan Shuang Ling Feng? Dia tidak mengatakan bahwa dirinya juga ikut andil dalam serangan tadi." Chu Kai mengusap-usap pelan pipinya dan dengan gugup berkata, "Aku benar-benar minta maaf. Kuharap Pendekar Ruan tidak mengalami luka yang parah,"
"............... Sama sekali tidak. Aku justru berterima kasih karena Pendekar Chu melakukan hal yang baik. Anda sudah sangat menolongku," Ruan Zhao Sheng menarik napas dan tersenyum. Dia kembali buka suara.
Ruan Zhao Sheng berkata, "Pendekar Chu tanpa sengaja terlibat dalam masalah yang tidak seharusnya. Kemungkinan besar Pendekar Wei Zhang Zihan sudah menunggu Anda. Aku... Tidak ingin mencegah perjalanan Pendekar Chu terlalu lama,"
"Ah... Mn. Benar," Chu Kai tersenyum. Dia pun mulai berdiri dan lantas berujar pelan, "Aku memang sudah ditunggu oleh Pendekar Wei. Tapi... Bagaimana ini..? Pendekar Shuang Ling Feng belum juga siuman,"
__ADS_1
"Pendekar Chu tidak perlu memikirkannya. Aku akan tetap di sini dan menunggu dia bangun, kami harus menyelesaikan permasalahan pribadi ini secepat mungkin."
"Aku mengerti," Chu Kai mengulum senyum sebelum dengan hati-hati berkata, "Tetapi bagaimana yah... Aku merasa tidak enak jika meninggalkan Pendekar Shuang Ling Feng. Aku rasa... Aku perlu menunggunya bangun dan meminta maaf-"
"Tidak usah." Ruan Zhao Sheng menyela, dia berdeham dan dengan ramah berkata. "Ini akan merepotkan Pendekar Chu, aku sendiri yang akan menyampaikannya nanti."
"Dia mencegahku..." Chu Kai menatap Ruan Zhao Sheng dan kemudian mengangguk. "Baiklah, jika demikian. Tolong sampaikan permintaan maafku pada Pendekar Shuang Ling Feng. Aku permisi,"
Ruan Zhao Sheng berdiri. Dia menyatukan kedua tangannya dan dengan sopan berujar, "Sekali lagi terima kasih Pendekar Chu. Tolong berhati-hatilah di jalan,"
Chu Kai membalas tindakan Ruan Zhao Sheng dengan ikut menyatukan kedua tangannya dan membungkuk hormat. Dia pun mulai berjalan pergi dan meninggalkan Ruan Zhao Sheng bersama dengan Shuang Ling Feng yang masih terbaring tidak sadarkan diri.
"..................."
Kepergian Chu Kai terus dipandangi oleh Ruan Zhao Sheng. Tatapan mata yang sebelumnya begitu ramah perlahan berubah saat punggung Chu Kai semakin menjauh dan kini tidak lagi terlihat.
"Pendekar Naga... Hmph." Ruan Zhao Sheng mendengus. Dia menyilangkan tangan dan nampak berdecak, "Sebelumnya aku terlalu fokus pada melawannya hingga tanpa sengaja terkena serangan darinya. Tetapi dari apa yang kulihat, dia jelas masih pemuda dalam memasuki dunia para pendekar. Dia benar-benar terlihat seperti pelayan kedai,"
Ruan Zhao Sheng menoleh, dia mengarahkan pandangan matanya ke tempat Shuang Ling Feng dan kemudian mulai berekspresi dingin. Tatapan matanya jelas mengandung nafsu membunuh yang amat pekat.
"Shuang Ling Feng... Akan kupastikan kau akan membayar semuanya hari ini." Ruan Zhao Sheng melirik ke arah pedangnya yang tergeletak di tanah. Dia tersenyum karena tahu bahwa sosok yang membawa pedangnya kemari tidak lain adalah Chu Kai.
"Terima kasih untuk Pendekar Naga itu, sekarang aku tidak perlu khawatir lagi. Akan kupastikan kau cacat hari ini," Ruan Zhao Sheng mengambil pedang miliknya dan kemudian mulai mengayunkannya.
Bilah pedang itu sedikit lagi hampir memotong lengan kanan Shuang Ling Feng. Hanya saja di waktu yang benar-benar nyaris... sebuah kerikil kecil dilemparkan dan tepat mengenai tangan Ruan Zhao Sheng. Pendekar itu terkejut, rasa sakit yang tiba-tiba membuatnya secara spontan menjatuhkan pedangnya.
"Siapa yang berani--!!" Ruan Zhao Sheng baru akan membentak ketika matanya melebar saat tahu sosok yang sudah memberinya serangan kejutan kecil barusan.
Ada seorang pria yang berdiri tidak jauh di depannya dan subjek itu tidak lain adalah Chu Kai. Dia mengerutkan kening karena pemuda itu entah bagaimana bisa kembali lagi. Bukan hanya itu, kehadiran subjek tersebut bahkan tidak dia sadari.
"Maafkan aku Pendekar Ruan, tapi aku sudah memutuskan akan menunggu sampai Pendekar Shuang bangun dan meminta maaf secara langsung padanya."
Pandangan Ruan Zhao Feng menggelap. Suaranya ketus saat berkata, "Kau sudah membuat kesalahan besar dengan kembali lagi..."
__ADS_1
!!!
******