
Enam pendekar nyaris terkena semburan asam yang besar dari monster laba-laba itu. Namun sebuah lesatan cahaya kehijauan terlihat dan langsung menembus punggung monster yang menakutkan tersebut.
Ledakan terdengar dan menghasilkan angin kejut bercampur kepingan bebatuan kecil. Para pendekar terlihat menggunakan pedang mereka untuk menangkis lemparan bebatuan yang cukup kuat itu sambil mempertahankan posisi berdiri mereka agar tidak terlempar.
Long Yang Wang dilindungi oleh Wei Zhang Zihan. Di sela-sela pandangan matanya yang buram akibat terhalang oleh angin kejut---dia melihat siluet seseorang yang berdiri di atas punggung monster laba-laba yang telah tumbang di hadapannya.
!!!
Pandangan Wei Zhang Zihan juga mulai jelas. Dia tersentak kala mengetahui bahwa sosok yang merupakan lintasan hijau aneh barusan tidak lain adalah Chu Kai. Dia benar-benar terlihat amat sangat terkejut.
"Pendekar Wei..!" Chu Kai melihat Wei Zhang Zihan pertama kali dan menyerukan nama pendekar tersebut. Dia baru saja hendak bernapas lega ketika tiba-tiba menyadari posisinya sekarang ini.
Mata Chu Kai melebar. Dia sebelumnya memang melihat ada monster laba-laba dan mengarahkan senjatanya untuk menyerang, tapi tidak disangka bahwa monster itu akan sebesar ini. Belum lagi, dia menumbangkannya hanya dengan sekali serangan.
"Ba-bagaimana bisa?!" Chu Kai syok. "Apa aku sungguh sekuat itu?!"
Chu Kai mengedarkan pandangan dan melihat bahwa tidak hanya dirinya sendiri yang terkejut, tetapi juga para pendekar dari sekte lain termasuk Wei Zhang Zihan dan Long Yang Wang.
"Aku-" Chu Kai kaget. Baru saja akan buka suara saat tubuh monster yang ada di bawah kakinya bergerak. Dia pun dengan segera melompat turun dan mengambil jarak dari makhluk mengerikan tersebut.
Serangan Chu Kai sebelumnya memang mematikan, tetapi laba-laba kabut itu masih memiliki kelebihan dan hal itu adalah tentang bagaimana dia bisa membelah diri. Sekarang ada dua laba-laba dengan pola merah menyala di punggungnya.
"Pendekar Wei, apa kau baik-baik saja?" Chu Kai menghampiri Wei Zhang Zihan, tetapi tanpa menjawab pertanyaannya---lengannya justru diraih oleh pendekar suci tersebut.
Wei Zhang Zihan menghindari serangan asam dari monster laba-laba. Dia menolong Chu Kai dan di saat yang bersamaan, Long Yang Wang pun ikut melompat mundur. Ekspresi mereka serius saat laba-laba yang kuat itu kini telah membelah diri dengan sempurna.
"Kau tidak seharusnya menghabisi monster itu," Wei Zhang Zihan buka suara. "Setiap kali laba-laba kabut diserang dan tewas, maka dia akan membelah diri dan hidup kembali. Kita jadi semakin kesulitan menghadapi mereka,"
"Ma-mana mungkin aku tahu," Chu Kai menjadi panik. Pantas saja ada banyak pendekar di sini, tetapi belum satu pun monster laba-laba yang menjadi mayat. Binatang iblis tersebut jelas memiliki kemampuan yang merepotkan.
"Ini akan sangat berbahaya," salah seorang pendekar bergumam dan itu terdengar oleh Chu Kai.
Pendekar itu berkata, "Kita bisa saja mati di sini sebelum masuk dan melihat isi makam kuno itu."
"Aku tidak bisa terus terjebak dalam situasi ini."
"Hei..!"
__ADS_1
!!
Chu Kai kaget saat beberapa pendekar dengan cepat menerjang masuk ke dalam gua. Para pendekar itu kebanyakan berasal dari aliran hitam dan mereka bahkan dengan liciknya sengaja menyerang bibir gua hingga runtuh hingga menutupi akses masuk orang-orang.
"Sialan! Beraninya kalian..!" seorang pendekar mengumpat. "Tidak tahu malu. Mereka sengaja melakukannya dan meninggalkan kita dengan monster yang tidak bisa dihadapi ini."
Long Yang Wang juga terlihat terkejut dan tidak butuh waktu lama sampai raut wajahnya berubah seolah dipenuhi amarah. Kedua tangannya terkepal kuat saat dia menatap ke arah bibir gua yang sudah tertutup bebatuan.
"Aku pasti akan membunuh mereka," Long Yang Wang bergumam dan seolah tidak hanya dirinya yang memantapkan hati untuk tujuan tersebut, tetapi juga para pendekar yang lain.
"Semuanya menghindar..!"
Seruan salah satu pendekar membuat Chu Kai tersadar dan melompat menghindar. Dirinya menyaksikan bagaimana para pendekar ini bertarung menghadapi monster laba-laba, tapi tetap saja ada di antara mereka yang tidak bisa menahan kekuatan serangan monster tersebut.
Laba-laba kabut itu sendiri semakin lama kian gesit dalam menyerang. Saat ini, bahkan tidak hanya serangan asam yang dilancarkan tetapi juga serangan berupa jaring lengket yang tentu saja mengerikan jika mengenai para pendekar.
Wei Zhang Zihan bertarung bersama dua orang pendekar dari Sekte Giok Putih. Kedua orang itu merupakan murid senior yang memilih untuk tidak mengabaikan nyawa orang lain. Padahal sebenarnya, mereka bisa saja memanfaatkan kondisi ini dan lari masuk ke dalam gua makam kuno.
Salah satu pendekar itu bernama Huang Zhang dan yang lainnya adalah Chen Xiao Yan. Chu Kai melihat bagaimana kedua pendekar itu bekerja sama dengan Wei Zhang Zihan. Ketiga orang itu menyerang monster laba-laba sambil membantu para pendekar yang mulai kelelahan.
"Aku harus melakukan sesuatu. Mereka semua hampir tidak sanggup untuk bertarung lagi," Chu Kai masih sedang berpikir di saat seorang pendekar terkena serangan dari kaki seekor laba-laba.
!!
Melihat kejadian tersebut, secara spontan Chu Kai melesat dan mengambil alih pertarungan itu. Dia menggunakan tombak yang ada di tangannya dan menyerang salah satu kaki laba-laba. Hanya saja kulit kaki monster itu sangat tajam dan keras.
"Bukankah sebelumnya aku berhasil menumbangkan satu, kenapa jadi seperti ini?" Chu Kai keheranan pada betapa kuatnya kaki laba-laba kabut tersebut karena senjatanya bahkan tidak bisa untuk menghancurkan satu dari delapan kaki yang dimiliki monster itu.
Cukup lama berpikir, Chu Kai akhirnya mengerti bahwa laba-laba ini hanya mempunyai kaki yang kuat, tetapi tubuh lainnya mudah untuk ditebas. Karena itulah para pendekar lebih memusatkan untuk menyerang bagian tubuh laba-laba selain kakinya.
"Dia memperjelas kelemahannya. Tetapi yang terjadi justru itu merupakan jebakan sebab jika monster ini mati karena bagian tubuhnya di seorang, maka yang ada justru dia akan membelah diri dan menjadi semakin banyak."
Chu Kai memegang kuat senjata di tangannya dan melompat menghindari cairan asam yang dilesatkan oleh seekor monster laba-laba. Dia masih memikirkan cara yang tepat untuk bisa lolos dari situasi sekarang ini.
"Pendekar Wei dan yang lainnya juga tidak punya pilihan karena kaki binatang ini memang sangat kuat. Tapi aku yakin pasti ada sebuah kelemahan yang benar-benar bisa menghabisi nyawa monster ini. Aku hanya belum dapat menemukannya, tapi...."
Chu Kai menahan napas dan menatap tajam ke arah monster yang dilawannya. Dia menelan ludah dan membatin, "Mungkinkah aku bisa melakukannya? Apa ini benar? Bagaimana jika ini salah? Tapi... Tidak ada salahnya mencoba."
__ADS_1
Chu Kai menarik napas dan kemudian mulai melesat. Dia mengayunkan pusaka di tangan kanannya dan menggunakan serangan tusukan ringan yang diarahkan ke salah satu kaki dari laba-laba kabut.
Serangan Chu Kai tidak sepenuhnya berhasil, tetapi berkat tindakan tersebut---dia dapat melihat bahwa kaki keras dari laba-laba itu pun mulai tergores. Ini merupakan hal membuatnya semakin melancarkan serangan yang kembali mengenai tempat tersebut.
Salah satu kaki laba-laba akhirnya tertebas walau masih belum ada tanda-tanda bahwa ini akan menjadi sebuah kemajuan. Chu Kai hanya terus melesatkan serangannya dan sesekali fokus menghindari balasan dari lawan.
Wei Zhang Zihan melihat tindakan Chu Kai yang lebih mengincar kaki laba-laba kabut daripada kepala atau punggung makhluk tersebut. Dia tahu itu adalah hal yang sulit, tetapi Chu Kai berhasil menebas dua kaki yang lain dan belum lagi reaksi laba-laba itu yang mengerang kesakitan.
Dengan cara memutar gerakan tubuhnya, Wei Zhang Zihan menggunakan Teknik Pernapasan Penuh yang membuatnya melesat dengan cepat. Kilat menyambar dari bilah pedang Wei Zhang Zihan dan suara memecah angin begitu kencang terdengar.
Empat kaki laba-laba kabut tertebas dan tidak berhenti di situ, Wei Zhang Zihan kembali melancarkan serangan sehingga dia berhasil menumbangkan laba-laba kabut. Monster itu terjatuh dan tidak bisa bergerak apalagi mengeluarkan serangan asam miliknya.
!!!
Perubahan terjadi pada laba-laba kabut itu di mana tubuh yang tidak lagi memiliki kaki pun mulai kering seolah darah dan dagingnya terhisap habis. Huang Zhang dan Chen Xiao Yan menyaksikan perubahan tersebut dan saling berpandangan, mereka kini tahu apa yang harus dilakukan.
"Incar kakinya!" seorang pendekar berseru, "Laba-laba kabut itu memiliki kelemahan di kaki. Tebas kakinya sekuat mungkin..!"
!!
Chu Kai menyadari bahwa terjadi perubahan pada setiap gerakan pendekar yang ada di sekelilingnya. Bahkan pendekar yang sebelumnya kelelahan seolah mendapat tenaga baru untuk melancarkan serangan balasan. Alur pertarungan kini mulai terlihat berpihak pada mereka.
Chu Kai bernapas pelan sebelum membantu Wei Zhang Zihan mengalahkan para monster laba-laba. Pertarungan itu masih sangat dahsyat dengan banyak sekali serangan nyasar di kedua belah pihak. Namun setidaknya saat ini ada secercah harapan untuk bisa terbebas dari kumpulan binatang iblis tersebut.
Alur di tempat Chu Kai dan Wei Zhang Zihan berada terlihat terkendali, tetapi tidak dengan tempat di mana para pendekar yang ada di dalam gua makam kuno.
Para pendekar yang kebanyakan berasal dari aliran hitam itu telah membuat kesalahan dengan meruntuhkan pintu masuk utama gua ini. Mereka kemungkinan besar melupakan bahwa kondisi di dalam gua jauh lebih berbahaya daripada di luar dan sekarang mereka menuai risiko dari pilihan yang sudah dibuat.
!!!
Dinding gua makam kuno itu ditumbuhi oleh tanaman rumput bulan dan kini terdapat noda darah pada rumput tersebut. Belum lagi darah yang sama juga menghiasi dinding dengan berantakan.
Hal mengerikannya adalah bahwa terdapat banyak tubuh pendekar yang tidak bernyawa di lantai. Mereka tewas dengan anggota tubuh terpisah dan pedang yang menancap di kepala serta bagian tubuh yang lain.
Sepanjang jalan terlihat potongan tangan dan kaki manusia bersama dengan tulang-belulang serta ceceran darah. Aroma anyir yang kuat itu seolah menjadi penanda bahwa kejadian ini masih belum lama terjadi, entah siapa pelakunya.
******
__ADS_1