
Li Guan Xing adalah pendekar yang masih berusia 15 Tahun, begitu muda tetapi tidak dengan kemampuan bertarungnya. Dia adalah pemuda yang begitu bersungut-sungut saat melawan Chu Kai, seolah bahwa dia sama sekali tidak meremehkan lawannya.
Chu Kai sampai berada di posisi terpojok sebab tidak bisa melakukan serangan balasan. Dia bahkan berusaha melesatkan perbannya sebagai senjata dan Li Guan Xing justru bisa menebasnya dengan memakai pedang yang dialiri tenaga dalam.
Praktik Li Guan Xing masih ada di Tingkat Kultivasi Duniawi Tahap 4. Dia jelas berada jauh di bawah praktik Xue Xiaowen, tetapi karena hal itu jugalah sehingga dia memakai seluruh tenaga miliknya ketika menghadapi lawan.
Wei Zhang Zihan mengetahui kondisi Chu Kai sedang terancam. Dia pun menatap ke arah pedang yang pada pertarungan sebelumnya sengaja dilemparkan Chu Kai keluar panggung arena. Dengan sekali kibasan tangan, pedang itu pun dibuat terpental oleh Wei Zhang Zihan.
"Kai..!"
Chu Kai spontan menoleh saat mendengar seruan dari Wei Zhang Zihan. Bersamaan dengan itu, sesuatu terlempar ke arahnya dan seolah tahu benda tersebut---dia pun segera menangkapnya.
Dengan pedang di tangan, posisi Chu Kai menjadi sebanding dengan lawan. Pemuda dengan mata hijau alami itu pun tidak lagi berusaha menghindari tebasan dari Li Guan Xing.
!!
Benturan pedang terjadi untuk pertama kalinya dan tenaga Chu Kai-lah yang jauh lebih besar. Li Guan Xing menyadari hal itu dan segera mengubah gerakan. Dia kini menggunakan kakinya untuk menyerang.
Chu Kai melakukan hal yang sama. Kakinya berbenturan dengan kaki milik lawan dan angin kejut kembali tercipta. Dia memutar tubuh dan mengayunkan pedang, tetapi dengan segera lawan menahan serangan itu walau tetap saja terdorong beberapa langkah.
Stamina Li Guan Xing besar, namun karena sejak awal dia mengerahkan banyak tenaga untuk menghadapi Chu Kai---staminanya pun perlahan berkurang. Di sisi lain, Chu Kai juga sudah mulai kelelahan sebab sebelumnya dia telah banyak membuang tenaga untuk bertarung melawan Xue Xiaowen.
Pertukaran serangan itu berlangsung sengit, tetapi menyadari lawannya memaksakan diri untuk terus bertarung membuat Chu Kai kembali mengeluarkan Teknik Pernapasan Naga. Kali ini, dia tidak berusaha mengenai lawannya secara langsung.
!!!
Li Guan Xing masih remaja. Dia hanya terkena angin kejut dari serangan Chu Kai, tetapi tetap saja mengalami luka dalam. Semua orang kaget saat menyaksikan bagaimana dirinya tersungkur dan memuntahkan darah.
"Guan Xing..!" Xue Xiaowen berseru. Dia pun memberi perintah pada dua anggotanya untuk bergegas ke tempat di mana Li Guan Xing berada.
"Aku rasa cukup untuk saling meminta bimbingan," Duan Lou Wu segera mengambil alih sebelum keadaan menjadi semakin rumit.
Pemimpin dari Kota Chang'An itu menyatukan tangan dan memberi hormat ke arah Chu Kai. Duan Lou Wu berkata, "Pendekar Naga. Anda bisa beristirahat sekarang, kami sudah menyediakan tempat."
Dua pendekar yang merupakan pegawai tempat ini naik ke atas panggung arena dan dengan sopan mengajukan diri untuk mengantar Chu Kai. Pemuda bermata hijau itu tidak bergeming dan justru menatap ke arah Wei Zhang Zihan serta Xia Ling Qing.
Baru setelah mendapat anggukan pertanda setuju oleh kedua orang itu, Chu Kai pun mengambil sarung pedangnya dan mengikuti dua pegawai ini. Dia bahkan sampai lupa untuk memberi hormat dan pamit kepada semuanya.
Tang Lian melihat Chu Kai yang semakin menjauh. Dia pun mengarahkan pandangan pada salah satu tirai di lantai dua sebelum mengedarkan pandangan ke sekitaran. Situasi di tempat ini kemungkinan cukup lama untuk bisa kembali seperti sediakala, Tuan Muda-nya tidak akan bertarung selama beberapa saat dan dengan kesempatan itu---Tang Lian pun pergi untuk memeriksa kondisi teman barunya.
*
*
"Nona Xia.." Chu Kai memberikan air pada Xia Ling Qing dan dibandingkan dengan rasa khawatir terhadap diri sendiri---dia jauh mencemaskan keadaan gadis ini.
Xia Ling Qing menerima gelas bambu pemberian Chu Kai, namun ekspresi wajahnya nampak serius. Nada suaranya pun masih sama saat dia berkata, "Bagaimana kau bisa melakukan itu?"
"Apa maksud Nona Xia?"
"Mengalahkan Xue Xiaowen, membuatnya mengalami luka dalam dan juga menang melawan anggota Sekte Bulan Mati yang lain. Bagaimana kau bisa melakukannya?"
Chu Kai tersentak. Dia bernapas pelan dan menjawab, "Bu-bukankah Nona Xia yang mengajariku caranya bertarung? Aku hanya melakukan apa yang kupelajari darimu,"
"Tapi aku tidak mengajarkan tentang pemakaian Teknik Pernapasan sebagai serangan!" Xia Ling Qing membentak. Dia meringis dan kembali menatap pemuda di depannya ini, "Katakan dengan sejujurnya. Teknik Pernapasan yang kau gunakan... Dari mana kau mempelajari itu?"
Wei Zhang Zihan yang berada di dalam ruangan tersebut juga memperhatikan Chu Kai. Dia memiliki pertanyaan yang sama seperti Xia Ling Qing. Pemuda ini.... Jelas sudah belajar sesuatu yang tidak mereka ketahui.
Chu Kai menelan ludah. Dia gugup dan baru akan bicara ketika terdengar suara ketukan pintu. Seseorang memanggilnya sambil membuka pintu tersebut dan mulai melangkah masuk.
"Saudara Kai..!"
"Tang Lian?" Chu Kai bangun dari tempat duduknya. Subjek yang menghampirinya ini tidak lain adalah pemuda yang menjadi teman barunya.
__ADS_1
"Pendekar Wei, Nona Xia... Dia adalah temanku, Tang Lian dari Sekte Tang." Chu Kai menepuk bahu Tang Lian dan memperkenalkannya pada Wei Zhang Zihan serta Xia Ling Qing.
Sambil tersenyum, Chu Kai berkata. "Aku banyak belajar dari Saudara Tang. Dia teman yang baik,"
Tang Lian berkedip sebelum akhirnya menatap kagum ke arah Chu Kai. Meski sudah tahu kehebatan pemuda ini, tetapi Chu Kai sama sekali tidak malu memperkenalkannya sebagai teman. Jujur saja dia begitu senang dan bangga karena disebut 'Saudara' oleh seorang Pendekar Naga yang terkenal.
Tang Lian hanya tidak tahu bahwa karena perkataan Chu Kai, dia telah masuk pada sesuatu yang tidak seharusnya.
Xia Ling Qing dan Wei Zhang Zihan nampak terkejut sekaligus keheranan dengan sosok yang disebut sebagai 'saudara' oleh Chu Kai. Tang Lian berasal dari Sekte Tang dan dari yang mereka perhatikan, praktik pemuda ini hanya ada di Tingkat Kultivasi Duniawi sama seperti Li Guan Xing. Jika dibilang berbakat, sejujurnya pemuda ini nampak biasa-biasa saja.
"Kau belajar darinya?" Wei Zhang Zihan buka suara. Dia tidak bisa percaya.
Tang Lian dengan senyuman canggung nampak melambaikan tangan. Dia baru akan buka suara ketika Chu Kai tiba-tiba saja merangkul dengan penuh percaya diri menatap Wei Zhang Zihan sambil berbicara.
"Tentu saja," Chu Kai berkata, "Saudara Tang ini adalah pengikut setia Tuan Muda Tang Xiu Huan. Siapa pun juga tahu siapa Tuan Muda Tang Xiu Huan, dia memiliki teknik pernapasan yang mengagumkan."
Tang Lian tidak bisa menyembunyikan rasa senangnya karena seorang Pendekar Naga seperti Chu Kai... Selain ramah juga ternyata mengagumi Tuan Mudanya. Dia bahkan tanpa sadar mengangguk menyetujui ucapan pemuda bermata hijau ini tanpa tahu niatan tersembunyi dari sosok yang dianggapnya 'saudara'.
Xia Ling Qing dan Wei Zhang Zihan saling berpandangan. Mereka tahu tentang Tang Xiu Huan dan benar bahwa pendekar tersebut mempunyai teknik pernapasan yang bisa dipakai untuk langsung menyerang lawan. Tapi masalahnya... Tang Lian ini... Agak meragukan untuk bisa disebut 'sosok yang membimbing Chu Kai.'
"Kapan tepatnya... Kau bertemu dengannya?" Xia Ling Qing bertanya dan membuat Chu Kai tersentak.
Tang Lian menjawab, "Aku dan Saudara Kai-"
"Kami sudah lama berteman," Chu Kai menyela. Dia merangkul erat Tang Lian dan berkata, "Dia adalah saudara seperjuanganku. Nona Xia tidak akan tahu seberapa dalam hubungan kami,"
Xia Ling Qing memperhatikan Chu Kai dan kemudian mendengus. Dia memalingkan wajahnya. Di sisi lain, Wei Zhang Zihan nampak menyilangkan tangan dan menggeleng pelan.
Tang Lian berkedip. Dia menatap Chu Kai dan setengah berbisik, "Saudara Kai? Sebenarnya.. Aku sedang terlibat dalam apa?"
"Mn? Oh." Chu Kai menatap Wei Zhang Zihan dan berkata, "Aku permisi dulu. Saudara Tang, ayo."
?!
"Saudara Kai..?"
"Maafkan soal yang tadi." Chu Kai menghela napas dan berujar, "Aku masih baru di Sekte Gunung Wushi dan mereka berdua adalah Pendekar Suci. Tadi itu semacam tes. Tes verbal biasa, kau jangan cemas."
"Tes verbal?" Tang Lian menggaruk kepalanya yang tidak gatal dan menyadari reaksinya membuat Chu Kao tersenyum.
Chu Kai berkata, "Mereka sangat menjagaku. Siapa pun yang dekat denganku akan diserbu dengan banyak pertanyaan. Kau tadi masuk begitu saja, tentunya mereka curiga."
Chu Kai memperhatikan situasi di sekitarnya sebelum memelankan suara. Dia berkata, "Jika kau bertemu Pendekar Wei Zhang Zihan dan Pendekar Xia Ling Qing atau siapa pun dari Sekte Gunung Wushi... Katakan saja bahwa kita sudah berteman sangat lama. Jauh sebelum aku ditunjuk menjadi Pendekar Naga. Kau juga katakan bahwa aku ini mendapat banyak bimbingan darimu dan merupakan pengikut setia tuan muda Tang Xiu Huan. Mengerti?"
"Tapi..."
"Lakukan saja. Jika tidak, kita bisa tidak akan bertemu lagi. Di kota ini, kau adalah teman pertamaku. Aku tidak mau kehilangan saudara yang baik sepertimu,"
"Waah..." Tang Lian berkedip. Dia tersenyum dan berkata, "Apa boleh kukatakan pada para murid di Sekte Tang bahwa aku adalah Saudara Pendekar Naga?"
"Tentu saja, Kawan. Kita adalah saudara," Chu Kai menepuk bahu Tang Lian dan dengan senyuman bertanya, "Ngomong-ngomong berapa usiamu?"
"20 Tahun,"
"20 Tahun?" Chu Kai tersentak, dia berkedip. "Dia lebih tua dariku ternyata. Aduh.."
"A ha ha," Chu Kai tertawa canggung. Dia menepuk pelan bahu Tang Lian dan berkata, "Mu-mulai sekarang akan kupanggil kau... Ehm.. Tang Lian *Shīxiōng."
^^^师兄 [Shīxiōng] \= Saudara Senior^^^
"Apa?" Tang Lian kaget, "Apa aku lebih tua darimu? Tapi... Tapi tidak mungkin aku memanggilmu *Shīdì," Tang Lian menutup mulutnya ringan saat buka suara.
^^^师弟 [Shīdì] \= Saudara Junior^^^
__ADS_1
Dia sama sekali tidak menyangka jika pemuda di depannya ini mempunyai usia yang lebih muda. Lihat saja postur tubuhnya? Chu Kai lengan kuat yang berotot. Benar-benar seperti seorang petarung jika pemuda ini memasang wajah yang garang.
Chu Kai dengan ramah berkata, "Tentu saja kau bisa menyebutku Shīdì. Tidak perlu melihat gelar Pendekar Naga atau apa pun. Kita adalah saudara,"
Tang Lian berkedip. Dia tentu saja tidak akan menolak menjadi saudara pemuda ini. Dia melambaikan tangan dan berkata sambil tersenyum, "Aku tetap tidak bisa menyebutmu sebagai Shīdì. Akan tetap kupanggil 'Saudara Kai'. Tapi saat bersama teman-temanku... Bisakah aku memanggilmu begitu?"
"Terserah padamu. Tang Lian Shīxiōng bisa mengaturnya,"
Tang Lian tidak pernah kehilangan senyuman. Dia gembira dan perasaan ini muncul dari dalam hatinya. Dia pun berujar, "Aku ingin mengabarkan ini pada teman-temanku. Apa boleh?"
"Mn, lakukanlah." Chu Kai dengan senang hati mengangguk. Dia memperhatikan ketika Tang Lian mulai bergegas pergi dengan perasaan senang dan saat punggung pemuda itu sudah tidak lagi terlihat---dia pun mengembuskan napas.
"Astaga.." Chu Kai mengusap-usap wajahnya. "Untunglah dia pemuda yang polos. Dengan kehadirannya... Aku jadi tidak perlu memberi penjelasan terlalu banyak pada nona Xia dan Pendekar Wei. Teknik Pernapasan Naga... Belum saatnya untuk diketahui dunia."
Chu Kai menarik napas sebelum kembali ke ruangan tempat Xia Ling Qing dan Wei Zhang Zihan berada. Dia cukup tersentak ketika masuk ke dalam ruangan itu dan mendapati ada seorang pria berpakaian putih yang tak lain adalah Pemimpin Kota Chang'An, Duan Lou Wu.
"Kau dari mana?" Wei Zhang Zihan bertanya saat Chu Kai berjalan mendekat.
"Hanya... Bicara dengan saudara Tang Lian--Nona Xia?!" Chu Kai kaget saat melihat Xia Ling Qing memuntahkan darah. Rasa khawatir langsung menyelimutinya.
Selain Wei Zhang Zihan dan Pemimpin Kota, sebenarnya ada dua orang lagi yang ada dalam ruangan ini. Mereka merupakan pegawai Paviliun Merak Putih dan nampak sedang memeriksa kondisi dari luka dalam yang diderita oleh Xia Ling Qing.
Salah satu pegawai tersebut nampak menghela napas dan menggeleng pelan. Dia berujar, "Karena racun dingin... Luka dalamnya menjadi lebih parah. Kami tidak bisa mengambil tindakan untuk menyembuhkan karena khawatir racun dingin akan bereaksi,"
!!
Wei Zhang Zihan terkejut, begitu pun dengan Chu Kai. Duan Lou Wu menarik napas dan mengusap-usap dagunya. Dia terlihat berusaha untuk memikirkan penyelesaian dari masalah ini.
Chu Kai berkedip dan lantas buka suara, "Racun dingin diberikan oleh nona Xue Xiaowen. Aku bisa pergi untuk meminta penawar racun darinya, kan?"
Duan Lou Wu menoleh dan berkata, "Sayangnya dia sudah pergi."
!
"Kau tidak bisa." Wei Zhang Zihan buka suara, "Xue Xiaowen bukanlah orang yang mudah kau bujuk untuk mendapatkan obat penawar. Apalagi setelah pertarungan sebelumnya, dia jelas sudah menargetkan dirimu sebagai subjek balas dendamnya."
"Ta-tapi bukankah dia yang duluan?" Chu Kai kaget, "Aku sama sekali tidak bersalah."
Duan Lou Wu berkata, "Di dunia ini... Semua orang hanya menginginkan pembenaran atas dirinya sendiri dan setiap tindakannya. Bahkan jika itu terlihat salah atau tidak adil di mata orang lain. Mereka sulit untuk menyalahkan diri sendiri,"
Chu Kai menurunkan pandangan sebelum pada akhirnya teringat sesuatu, "Diao Lin Wang. Tabib Diao Lin Wang itu... Apakah aku bisa menemuinya?"
"Bagaimana kau bisa..." Duan Lou Wu tersentak sebelum mengarahkan pandangan pada Pendekar Wei Zhang Zihan dan Pendekar Xia Ling Qing. Dia pun mengurungkan niat untuk kembali melanjutkan ucapannya karena sudah mengerti bagaimana Chu Kai tahu tentang nama ini.
Duan Lou Wu mengembuskan napas, "Aiyo... Ini... Bagaimana aku bisa mengatakannya,"
Salah satu pegawai paviliun menatap Chu Kai dan dengan sopan berkata, "Tabib Diao Lin Wang memang diundang untuk menjadi tamu Konferensi Pendekar Muda. Tapi Tabib Diao Lin Wang tidak pernah datang dan sesekali hanya mengirimkan pelayannya sebagai perwakilan. Tapi untuk kali ini... Bahkan pelayan Tabib pun tidak memenuhi undangan tersebut,"
Chu Kai kaget, "Tapi bukankah Pendekar Wei mengatakan--"
Chu Kai menoleh ke arah Wei Zhang Zihan dan pemuda itu seperti menghindari tatapannya. Dia pun akhirnya sadar bahwa telah dibohongi oleh pemuda ini. Apalagi setelah diingat-ingat, dirinya juga memasuki bangunan yang salah dan berakhir bertarung dengan beberapa pendekar.
"Pendekar Wei..." Chu Kai mengembuskan napas. Sebelum dia kembali bicara, tiba-tiba terdengar ketukan di pintu dan suara yang memanggil Pemimpin Kota Chang'An.
"Tuan Duan,"
"Masuklah," Duan Lou Wu melihat seorang pegawai paviliun melangkah dan lantas membungkuk hormat padanya.
Pegawai itu pun dengan sopan berkata, "Tabib Diao Lin Wang meminta pertemuan dengan Pendekar Naga."
!!!
******
__ADS_1