LAHIRNYA PENDEKAR NAGA

LAHIRNYA PENDEKAR NAGA
45 - Diao Lin Wang


__ADS_3

Semua orang kaget, termasuk Chu Kai. Seakan mereka nyaris tidak percaya dengan ucapan dari pegawai paviliun ini.


"Tabib Diao Lin Wang...?" Chu Kai menoleh ke arah pemimpin Kota Cang'An dan bertanya, "Bukankah sebelumnya Anda berkata bahwa Tabib Diao Lin Wang tidak datang?"


"Benar. Itulah sebabnya aku juga terkejut," Duan Lou Wu menatap ke arah pegawainya dan berkata. "Nak, apa kau yakin itu Tabib Diao Lin Wang?"


"I-iya, benar. Tabib Diao Lin Wang datang sendiri dan sedang menunggu untuk bertemu dengan Pendekar Naga."


!!


Chu Kai menarik napas dan menatap ke arah Wei Zhang Zihan, "Pendekar Wei..."


"Pergilah. Ini adalah kesempatanmu. Jangan biarkan Tabib Diao Lin Wang menunggu terlalu lama. Aku akan menjaga Xia Ling Qing,"


Chu Kai mengangguk pelan. Dia pun menatap pegawai paviliun merak putih dan berkata, "Apa kau bisa mengantarku ke sana?"


"Silahkan ikuti saya,"


"Aku pun akan pergi bersamamu," Duan Lou Wu berjalan di samping Chu Kai dan mengikuti pegawai paviliun. Dia sempat bertanya tentang konferensi dan pegawai itu mengatakan bahwa pertandingan berjalan dengan baik.


Chu Kai dibawa ke lantai dua, tepatnya ke salah satu ruangan yang pintunya tidak dijaga siapa pun. Padahal seharusnya sangat wajar jika tamu undangan membawa setidaknya dua pengawal untuk berjaga di luar.


Saat pintu tersebut dibuka dan Chu Kai melangkah masuk---aroma bunga *Méihuā langsung tercium begitu kuat. Bahkan aroma ini seolah sudah menyebar dan memenuhi seluruh ruangan.


^^^梅花 [Méihuā] \= Plum blossom/bunga prem^^^


Ada sebuah kursi yang menghadap ke arah tirai merah dan seseorang duduk dengan pakaian serba putih. Subjek itu nampak memegang kipas berwarna senada, namun dengan lukisan bunga Méihuā.


Duan Lou Wu tersentak dan kemudian menyatukan kedua tangannya. Pemimpin Kota Chang'An itu membungkuk hormat dan dengan sopan berkata, "Aku tidak menyangka Tabib Diao Lin Wang memenuhi undangan dan datang kemari,"


Lambaian kipas putih dari sosok tersebut pun berhenti dan entah mengapa membuat Chu Kai tegang. Subjek di depannya berdiri dan mulai berbalik, wajahnya pun terlihat.


Chu Kai tanpa sadar menahan napas. Sosok di hadapannya adalah pria berusia 37 Tahun dan dengan wajah bersih, memiliki mata sedalam malam, jembatan hidung yang sempurna, dan senyuman yang menawan.


Dia tidak mempunyai banyak informasi tentang Tabib Diao Lin Wang, tetapi satu hal yang pasti adalah bahwa subjek ini sepertinya tidak hanya terkenal karena kemampuan penyembuhannya, tetapi juga wajahnya.


Chu Kai tidak pernah pelit dalam memberikan pujian pada siapa pun. Dia akui bahwa Tabib Diao Lin Wang ini dapat disejajarkan dengan ketampanan yang dimiliki Master Zhuang dan Pendekar Wei Zhang Zihan. Jelas itu adalah berkah dari langit.


Tabib Diao Lin Wang tersenyum tipis dan dengan lembut berujar, "Aku meminta maaf pada Pemimpin Kota karena baru bisa memenuhi undanganmu sekarang."


"Tsk, senyuman dan suaranya pun begitu enak didengar. Dia mengagumkan," Chu Kai tidak bisa untuk tidak kagum pada sosok ini. Dia yakin bahwa hanya dengan mengandalkan wajah--Tabib Diao Lin Wang ini akan langsung dikerumuni gadis yang menginginkan dirinya.


"Bukan masalah, justru aku yang merasa tidak enak hati karena selalu meminta Tabib Diao untuk datang ke tempatku yang sederhana ini." Duan Lou Wu menggeleng pelan, "Aiyo... Aku merasa bersalah karena tidak melakukan penyambutan yang baik untuk Tabib Diao,"


"Tuan Duan, apa-apaan ini. Anda tidak perlu seperti itu, tolong jangan." Tabib Diao Lin Wang dengan ramah berkata, "Aku yang datang terburu-buru. Kehadiranku pun di sini tidak bisa terlalu lama. Aku hanya ingin menemui seseorang dan segera pulang,"


"Ah.." Duan Lou Wu teringat, "Bagaimana aku bisa menahan Tabib Diao terlalu lama. Mari, silahkan. Ada tempat yang lebih baik bagi Tabib Diao untuk berbincang-bincang,"


Diao Lin Wang mengangguk pelan dan lantas mengikuti Duan Lou Wu. Dia tersenyum ke arah Chu Kai dan membuat pemuda tersebut tersentak hingga menjadi sangat gugup.


Chu Kai sendiri tidak punya pilihan selain mengikuti pemimpin Kota Chang'An. Dia dibawa ke sebuah ruangan dan justru ditinggalkan hanya berdua dengan Tabib Diao Lin Wang di dalam kamar ini.


"Duduklah,"


Chu Kai mengangguk pelan. Dia dengan canggung mulai duduk di sebuah kursi. Tempat ini mempunyai jendela yang terbuka dan menghadap ke bagian belakang paviliun. Dia bisa melihat pepohonan di luar sana dan merasakan angin sejuk masuk melewati jendela.


Duan Lin Wang sendiri nampak menuangkan teh ke dalam sebuah cawan keramik dan dengan hati-hati memberikannya pada subjek yang duduk di hadapannya.


Suara Duan Lin Wang lembut saat bertanya, "Jadi aku harus memanggil apa pada pendekar ini?"


Chu Kai tersentak, "Kai. Na-namaku Kai, dari keluarga Chu. Oh, astaga... Aku gugup."


"Baiklah, Pendekar Kai tidak perlu terlalu tegang. Santai saja,"


"Ah.. Mm," Chu Kai bernapas pelan dan lantas mulai meminum teh di cawan miliknya. Dia berusaha untuk tetap tenang.


Setelah cukup menenangkan diri dan membuat rasa gugupnya berkurang, Chu Kai pun buka suara. Dia berkata, "Aku mendengar... Tabib ingin menemuiku. Ehm... Apa itu benar?"


"Benar," Diao Lin Wang tersenyum. "Aku mendapat kabar dari seseorang bahwa dia melihat harapan tentang keselamatan dunia ini. Aku pun datang kemari untuk menyaksikan harapan dunia itu sendiri,"


"Seseorang?" Chu Kai bertanya-tanya tentang siapa yang dimaksud oleh pria tampan di hadapannya.


Tabib Diao Lin Wang dengan tenang berkata, "Seseorang yang sudah memilihmu dan memberikan tanggung jawab besar padamu."

__ADS_1


Chu Kai tersentak, "A-Apakah itu Master Zhuang? Beliau-lah yang sudah memilihku menjadi Pendekar Naga dengan harapan bahwa aku bisa membawa perdamaian pada dunia."


Chu Kai berkedip dan kemudian bertanya, "Apa Tabib Diao dekat dengan Master Zhuang?"


"Mn, kami berteman."


"Ah..." Chu Kai mengangguk, "Bagiku Master Zhuang sangat misterius, sulit ditebak, dan dia pun sama sulitnya untuk ditemui. Aku bisa mengerti Tabib Diao berteman dengannya. Kalian mempunyai kesamaan,"


Diao Lin Wang tersenyum, "Apa aku juga sulit ditemui?"


"Maafkan aku..." Chu Kai menggaruk kepalanya dan tersenyum canggung. "Ehm... Jadi bagaimana pendapat Tabib Diao tentangku?"


Diao Lin Wang mengerutkan kening dan karena hal itu jugalah hingga membuat Chu Kai kembali buka suara.


Pemuda dengan mata hijau itu berkata, "Anda mengatakan ingin melihat harapan dunia ini, kan? Jadi bagaimana tentangku? Apa aku seperti bayangan Tabib Diao?"


Diao Lin Wang berkedip. Dia melambaikan kipas putihnya dan memakainya untuk sedikit menutup mulut. Suaranya pelan ketika Diao Lin Wang bergumam.


"Kau jauh dari yang kubayangkan,"


"Eh? Apa itu dalam pengertian yang baik?"


"Dalam pengertian yang buruk," Diao Lin Wang menutup kipas miliknya. Ucapannya ini jelas saja membuat Chu Kai terkejut, bahkan subjek itu sampai terperangah saking tidak menyangka akan mendengar perkataan ini.


"Tabib Diao.... A-Anda bercanda, kan?" Chu Kai menjadi khawatir.


"Kupikir aku bisa memastikan hanya dengan melihatmu, tetapi ternyata salah. Aku butuh cara yang lain,"


"Ca-cara yang lain?"


"Akan kuuji. Apa pilihan Master Zhuang-mu itu benar atau tidak," Diao Lin Wang tersenyum saat berkata, "Tenang saja. Ini bukan hal yang sulit. Jika kau menang, akan kukabulkan satu permintaanmu."


Chu Kai tersentak saat tiba-tiba pria tampan di hadapannya bangun dari tempat duduknya. Dia pun bergegas ikut berdiri dan dengan gugup bertanya, "Lalu bagaimana jika aku kalah?"


"Tentu saja kau akan mati. Mudah, kan?"


Chu Kai membeku. Bagaimana bisa subjek di hadapannya dan sosok yang mengagumkan itu mengatakan hal menakutkan dengan sebuah senyuman menawan di wajahnya. Apakah kematian adalah risiko yang ringan?!


*


*


"Bagaimana ini..?" Chu Kai menelan ludah. Dia sekarang berada di ruangan milik Pemimpin Kota Chang'An dan di bawahnya terlihat jelas panggung arena. Ada dua pendekar yang sedang bertarung dan selain dari suara benturan pedang yang terdengar---sorakan penonton pun makin menambah keramaian.


Tidak jauh di dekatnya, Chu Kai melihat Tabib Diao Lin Wang sedang berbicara dengan Pemimpin Kota Chang'An, Duan Lou Wu. Dia sempat mendapat tatapan dari Pemimpin Kota Chang'An sebelum pria itu kembali berbicara dengan Tabib Diao Lik Wang.


Chu Kai menarik napas, sorakan banyak orang sedikit mengganggu pendengarannya. Tetapi meski demikian, dia berusaha agar dapat mendengar percakapan kedua orang itu.


"Aku minta maaf karena harus mengganggu jalannya konferensi,"


"Apa maksud Tabib Diao? Ini sama sekali bukan masalah. Justru ini sebuah kehormatan,"


Chu Kai mengerutkan kening. Dia menoleh dan di saat yang sama Pemimpin Kota Chang'An mulai berjalan sedikit lebih dekat ke arah langkan. Duan Lou Wu mulai buka suara dan ini membuat para pendekar yang akan bertarung untuk pertandingan selanjutnya menengadah.


"Pertama-tama aku ingin meminta maaf kepada semua tamu undangan," Duan Lou Wu berkata, "Hari ini... Paviliun Merak Putih kedatangan tamu yang aku yakini kalian semua pun ikut menantikannya,"


!!!


Senyuman tidak pernah memudar dari wajah Duan Lou Wu. Di sisi lain, para pendekar yang melihat siapa subjek yang dimaksud oleh Pemimpin Kota Chang'An nampak terkejut bukan main. Tidak sedikit yang sampai terperangkap dengan mata yang terbuka lebar.


"Bukankah itu Tabib Diao Lin Wang?!"


"Itu benar Tabib Diao Lin Wang!"


"Astaga! Aku tidak percaya bisa melihat Tabib Diao Lin Wang secara langsung! Ini adalah keberuntungan!"


Suara riuh jelas memenuhi tempat ini. Diao Lin Wang tersenyum dan dengan lembut berkata, "Terima kasih atas sambutannya. Maaf jika aku harus menginterupsi pertemuan kalian semua,"


!!


Suara riuh kembali terjadi dan kali ini membuat telinga Chu Kai berdenging. Kehadiran Diao Lin Wang jelas sangat menarik perhatian, bahkan tamu undangan yang berada di sisi lain tempat ini nampak membuka tirai di hadapan mereka untuk bisa menyaksikan wajah dari sosok Diao Lin Wang.


"Sama seperti pendekar lain yang tertarik dengan keahlian berpedang Pendekar Naga, aku pun merasa ingin mempelajari sesuatu." Diao Lin Wang berkata, "Dan karena ingin memenuhi kepuasaan diri ini... Aku jadi harus meminjam arena pertarungan dan sedikit mengganggu jalannya konferensi,"

__ADS_1


"Tabib Diao Lin Wang," seseorang dari lantai yang ada di seberang nampak buka suara. Dia adalah pria berpakaian merah gelap dan terlihat menyatukan tangan memberi hormat.


Subjek itu berkata, "Aku adalah Liu Xue Yi dari Sekte Teratai Giok. Merupakan sebuah keberuntungan bisa melihat Tabib Diao Lin Wang secara langsung, apalagi mempelajari beberapa keterampilan seni bela diri Anda."


Chu Kai berkedip. Banyak sekali orang yang memandang tinggi dan begitu hormat pada Tabib Diao Lin Wang. Padahal sebelumnya, mereka bahkan tidak memperlihatkan Batang hidung masing-masing saat kehadirannya.


Chu Kai menggaruk pipinya yang tidak gatal dan membatin, "Bukankah ini sama saja dengan fakta bahwa gelar Tabib lebih tinggi dari Pendekar Naga? Kenapa bisa begitu? Apa aku... Kurang keren?"


Chu Kai mengembuskan napas dan menghela napas. Dia merasa sangat tidak adil dengan situasi ini. Rasanya seperti para pendekar di tempat ini kebanyakan hanya mengagumi Tabib Diao Lin Wang, sementara tidak jika menyangkut tentang dirinya.


Diao Lin Wang tersenyum, "Terima kasih Tuan Muda Liu. Baiklah, jika demikian. Saya mohon diri,"


Diao Lin Wang menyatukan tangan seolah meminta izin pada para tamu di lantai dua sebelum melesat turun. Dia pun menapak dengan lembut di atas panggung arena. Suara dari kibaran jubah putihnya terdengar lembut dan dengan tampilan yang menawan.


"Pendekar Kai, mari." Diao Lin Wang buka suara dan ucapannya ini seolah baru menyadarkan orang-orang bahwa selama ini di lantai dua---dia tidak hanya bersama Pemimpin Kota Chang'An, tetapi ada seseorang yang lain lagi.


Chu Kai menyadari rasa terkejut dari para pendekar di tempat ini dan dalam hati menghela napas. Dia benar-benar tidak dilihat sama sekali.


"Haaah... Mereka rupanya belum mengakui keberadaanku," Chu Kai bernapas pelan dan lantas mengulum senyum.


Chu Kai berkata, "Tabib Diao. Sebelumnya aku ingin meminta maaf, tapi bisakah Tabib Diao menunggu? Aku tidak bisa menirumu dengan melompat turun dari atas sini. Aku akan lewat jalan yang lebih aman,"


?!?


Ucapan Chu Kai luar bisa mengejutkan. Bahkan Diao Lin Wang sampai membeku sesaat sebelum sebelum dengan keheranan bertanya, "Apa Pendekar Kai tidak bisa memakai ilmu meringankan tubuh?"


Chu Kai tersenyum pahit dan berkata, "Aku tahu namanya. Tapi... Tidak tahu bagaimana itu bisa dilakukan,"


!!!


Semua orang terperangah, termasuk Tang Lian yang saat ini ada di antara para penonton. Dia sebelumnya sudah sangat senang karena bisa melihat pertarungan Tabib Diao Lin Wang dengan 'Saudara Barunya', tetapi ucapan Chu Kai benar-benar membuatnya sangat syok. Nyaris jantungan.


Bagaimana mungkin seseorang yang sudah mengalahkan Xue Xiaowen, sosok yang bahkan begitu mudah mengalahkan pendekar Sekte Bulan Mati, dan sosok dengan gelar Pendekar Naga bisa sampai tidak tahu cara menerapkan teknik meringankan tubuh?!


Tidak! Ini mustahil..! Bukankah itu adalah teknik dasar penguasaan tenaga dalam?! Bahkan seorang pendekar pertama-tama mempelajari ilmu meringankan tubuh ini sebelum memegang pedang. Tapi...


"Di-dia pasti bercanda, kan?" Tang Lian tidak percaya ini.


Masalahnya, matanya melebar dan mulutnya terbuka ketika melihat Chu Kai bergegas pergi ke dalam dan seolah-olah pemuda itu memang sedang berlari menuju tangga untuk bisa turun ke tempat ini.


"Ya Tuhan..."


"Dia sungguhan seorang pendekar atau bukan? Bagaimana ini... Aku bahkan tidak tahu harus berkata apa."


"Apa dia benar-benar lewat tangga?"


"Bukankah ini sama saja dengan membiarkan Tabib Diao Lin Wang menunggu?! Astaga... Orang itu sangat keterlaluan."


Banyak suara riuh, bahkan Pemimpin Kota Chang'An pun terdiam dan membeku karena tidak menyangka dengan tindakan Chu Kai.


Di sisi lain, Tabib Diao Lin Wang nampak melambaikan kipasnya. Dia sama sekali tidak memperkirakan akan terjadi hal semacam ini. Sejujurnya kondisi tersebut tidak biasa, bahkan ini merupakan kejadian pertama baginya.


"Selama karirku... Ini pengalaman pertama di mana aku bertemu pendekar yang ahli memakai tenaga dalam untuk menyerang, tetapi tidak tahu cara pemakaiannya dalam meringankan tubuh." Tabib Diao Lin Wang menarik napas, "Sebenarnya bagaimana Sekte Gunung Wushi mengajarinya?"


"Maaf jika Tabib Diao menunggu lama," Chu Kai terengah-engah. Dia mengusap keringat di dahinya dan berusaha mengatur napas.


"Kau berlari?" Tabib Diao Lin Wang tersentak.


Napas Chu Kai masih tidak beraturan, tetapi dia berusaha untuk menjawab. "Aku berlari secepat yang kubisa. Kuharap Tabib Diao memaafkan, aiya... Haah... Ini melelahkan."


"Orang payah macam apa yang ditunjuk oleh Zhuang Yu Chen sebagai Pendekar Naga-" Diao Lin Wang hampir saja kelepasan untuk membentak dan merutuki pemuda ini. Untung saja dia ingat situasinya sekarang, tapi sungguh! Pemuda ini benar-benar menguji batas kesabarannya.


Tabib Diao Lin Wang berdeham dan dengan senyuman di wajahnya dia pun bersuara lembut. Diao Lin Wang berkata, "Tidak apa-apa. Sejujurnya ini mengejutkanku, tapi bukan masalah. Apa Pendekar Kai sudah siap?"


Chu Kai mengangguk, "Yaah... Aku sudah bisa bernapas dengan benar sekarang."


Chu Kai tersenyum dan sepertinya dia tidak tahu dengan pendapat Diao Lin Wang sekarang tentangnya. Bahkan karena kejadian ini, para pendekar termasuk tamu undangan sampai menggeleng dan tidak berhenti menghela napas. Bagi mereka, Pendekar Naga ini benar-benar di luar dugaan.


Tang Lian pun berekspresi serupa dengan para pendekar lainnya saat memandang ke arah Chu Kai. Dia menggaruk kepalanya yang tidak gatal dan merasa bahwa dia harus mulai mengenal 'Saudaranya' itu lebih jauh lagi.


Diao Lin Wang dan Chu Kai terlihat mulai saling memberi hormat. Diao Lin Wang menggunakan kipas putihnya, sementara Chu Kai memakai pedang. Suasana menjadi berubah ketika pedang Chu Kai mulai ditarik dan sarung pedang tersebut kemudian di lempar keluar panggung arena.


******

__ADS_1


__ADS_2