
"Kai...!"
Chu Kai tersentak saat mendengar suara seseorang yang sedang memanggilnya. Dia pun mencari tahu asal suara tersebut dan lantas menemukan Wei Zhang Zihan yang sedang memapah Xia Ling Qing.
"Pendekar Wei..!" Chu Kai menangkap tubuh Wei Zhang Zihan dan menahan tubuh Xia Ling Qing. Dia terkejut karena kedua orang ini dalam kondisi yang terluka parah.
"Bagaimana ini," Chu Kai panik. Dia melihat ke sekeliling karena barangkali ada orang yang dapat membantu, tetapi pendekar yang dia lihat pun juga dalam keadaan yang terluka.
"Kenapa bisa seperti ini?" Chu Kai bertanya. "Bukankah sebelumnya Pendekar Wei tidak terluka?"
"Apa pertanyaanmu penting untuk dijawab sekarang? Bawa Ling Qing pergi dulu. Aku akan menyusul nanti,"
!!
Tubuh Wei Zhang Zihan hampir saja ambruk andai tidak ditahan oleh Chu Kai. Pendekar Suci ini masih saja berpura-pura kuat, padahal lukanya begitu parah.
"Aku tidak punya pilihan," Chu Kai menarik napas dan lantas berseru memanggil nama seseorang.
"Wei Shezi..! Wei Shezi..! Kau masih di sini, kan?"
"Kau tidak perlu sampai berteriak. Aku ada dalam pikiranmu, jadi ada apa?"
"Kau pasti melihat situasinya, cepat bantu aku."
Asap tipis terbentuk di kaki Chu Kai dan kemudian menyebar. Asap itu mulai berkumpul, memadat, dan membentuk tubuh seorang wanita. Wei Zhang Zihan tidak tahu apa yang terjadi sebab pandangannya sudah memburam, dia sungguh telah memaksakan dirinya sampai sejauh ini.
Di sisi lain, Xia Ling Qing juga tidak melihat perubahan yang terjadi di depan matanya. Saat ini, bahkan untuk bicara satu kata pun dirinya tidak sanggup. Dia bahkan kembali muntah darah dan itu membuat Chu Kai semakin panik.
"Wei Shezi, apa lagi yang kau tunggu? Cepat bantu aku,"
"Hah, kenapa aku harus melakukannya?" Wei Shezi menyilangkan tangan dan membuat Chu Kai menatap tajam ke arahnya.
"Kau ini-"
"Kau saja tidak mau bekerja sama denganku, jadi untuk apa aku membantumu?"
"Kerjasama bisa dibicarakan lain kali. Mereka ini hampir tidak bertahan, atau aku benar-benar tidak akan membuat kesepakatan apa pun denganmu."
"Baiklah, baiklah." Wei Shezi mengembuskan napas dan kemudian mulai membentuk segel tangan. Dia pun berujar, "Perlu kau tahu bahwa aku menggunakan kekuatan jiwaku untuk mengobati luka dalam mereka. Ini hanya bantuan kecil karena kekuatan jiwaku sendiri pun melemah, jadi kau berhutang padaku."
Chu Kai bisa merasakan kekuatan jiwa yang dimaksud oleh Wei Shezi. Rasanya tubuh Wei Zhang Zihan dan Xia Ling Qing begitu hangat dan melihat wajah kedua orang ini tidak lagi sepucat sebelumnya... Dia pun akhirnya bisa bernapas lega.
"Mereka sudah tidak dalam masa kritis, tapi masih perlu diobati." Wei Shezi menghentikan tindakannya yang mengalirkan kekuatan jiwa pada Wei Zhang Zihan dan Xia Ling Qing.
"Itu pun sudah cukup," Chu Kai buka suara. "Ada penginapan terdekat di tempat ini. Akan kubawa mereka ke sana,"
"Biar kubantu kau membawa satu orang," Wei Shezi berjalan dan memegang Xia Ling Qing. Sementara itu, Chu Kai membawa Wei Zhang Zihan karena sama-sama lelaki.
Chu Kai menggendong Wei Zhang Zihan di punggungnya. Dia jugalah yang membawa pedang pemuda itu dan senjata milik Xia Ling Qing. Mereka melesat menuju sebuah penginapan yang rupanya juga ditempati oleh beberapa pendekar yang ikut mengalami luka ketika penjelajahan gua makam kuno.
Chu Kai memesan dua kamar dan setelah membaringkan Wei Zhang Zihan serta memastikan Xia Ling Qing juga baik-baik saja, dia pun pergi keluar untuk mencari tabib.
Wei Shezi sendiri tetap tinggal di kamar Xia Ling Qing dan menunggu sampai Chu Kai kembali. Beruntung karena tidak berlangsung lama, pemuda yang ditunggunya sudah datang dengan seorang tabib. Xia Ling Qing dan Wei Zhang Zihan pun mulai diobati.
Sekarang ini, Chu Kai membiarkan Wei Zhang Zihan serta Xia Ling Qing istirahat di kamar masing-masing. Dia sendiri berada di luar penginapan dan mencari tempat yang sesuai untuk bicara dengan Wei Shezi.
Masalahnya, tempat itu justru berada di atap penginapan. Chu Kai melihat ke bawah dan menyaksikan keindahan malam. Ribuan bintang di atas sana juga begitu indah, namun sama sekali tidak mampu mendamaikannya.
"Pemandangan dari atas sini... Terlihat sangat menawan. Bukankah begitu?" Wei Shezi duduk dengan kedua tangan yang dijejalkan. Dia menggoyang-goyangkan kakinya dan melihat pemandangan langit yang indah.
"Tidak perlu mengatakan hal yang bukan-bukan. Sekarang ceritakan saja tentang hubunganmu dengan Hutan Móguǐ dan apa maksudmu bahwa teknik pernapasan milikku adalah teknik pernapasan kuno?" Chu Kai bersuara dingin dan menatap gadis yang duduk di sampingnya.
Wei Shezi memperhatikan Chu Kai dan lantas mengembuskan napas, "Mm.. Dari mana aku harus menjelaskannya padamu..."
Wei Shezi berkata, "Baiklah. Kau tahu tentang perang besar antara manusia dan binatang iblis, kan?"
__ADS_1
Chu Kai berkedip, "Aku tahu. Itu sejarah yang bahkan selalu diceritakan kembali saat tahun baru. Kenapa?"
"Aku tidak tahu versi seperti apa dari sejarah itu yang diceritakan padamu, tapi bukan masalah bagiku. Inti yang akan kuceritakan adalah sebelum perang itu terjadi,"
Wei Shezi menjelaskan, "Dunia. Binatang Iblis-lah yang paling kuat. Mereka juga berkultivasi dan yang menjadi pemimpin bagi para binatang iblis itu... Adalah mereka yang disebut sebagai 10 roh kuno."
Wei Shezi melanjutkan. "Masing-masing mempunyai wilayah sendiri, yang paling kuat adalah roh kuno yang menduduki kursi pertama. Haiih... Aku bahkan tidak pernah bertemu dengannya,"
Chu Kai mengusap hidungnya dan bertanya, "Jadi kau ini roh kuno yang menduduki kursi ke-berapa?"
"Terakhir..." Wei Shezi bergumam pelan dan membuat Chu Kai menatap horor padanya. Wei Shezi pun buru-buru berkata, "Ta-tapi itu sebelum perebutan tahta. Saat melakukan pertarungan di masa lalu... A-aku juga mengalahkan para roh kuno yang-! Kenapa kau menatapku seperti itu? Kau tidak percaya?!"
"Aku jadi berpikir.... Kenapa aku tidak membunuhmu saat ini,"
"Memang kau bisa?" Wei Shezi melambaikan rambutnya dan berkata, "Aku menantangmu untuk melakukannya di sini."
"..............."
Melihat bahwa pemuda di sampingnya membuang muka membuat Wei Shezi tersenyum. Dia menggeser tempat duduknya dan menyenggol lengan Chu Kai.
Wei Shezi berkata, "Kau harusnya memikirkan hal ini. Aku yang berada di tingkat terakhir dari 10 roh kuno saja bisa mempunyai kekuatan untuk memusnahkan sebuah kota, apalagi jika itu roh kuno yang lain."
"Tapi aku tidak pernah melihat kemampuanmu yang sebenarnya? Bagaimana bisa aku tahu bahwa kau tidak sedang menipuku?"
Wei Shezi mendengus. Dia pun menggeleng pelan dan berkata, "Dengarkan aku, Tampan. Aku tidak tahu bagaimana roh kuno yang lain, tapi bagiku sendiri... Aku selalu memegang prinsip yang tidak akan pernah kulanggar sampai mati. Itu... Adalah 'Tidak pernah berbohong'."
"Tidak mungkin," Chu Kai tidak percaya.
"Memang apa aku pernah berbohong padamu?"
"..............." Chu Kai memperhatikan wajah wanita di sampingnya dan kemudian menghela napas. Dia menatap rumah-rumah penduduk di bawahnya dan kemudian kembali buka suara.
"Jadi hubunganmu dengan hutan itu... Apa mungkin kalian tinggal di sana?" Chu Kai bertanya.
"Dahulunya itu adalah wilayah terbesar dari ke-sepuluh roh kuno, tetapi setelah perebutan tahta... Aku pun tidak yakin lagi." Wei Shezi menggeleng pelan. Dia berkata, "Aku yang menduduki kursi kesepuluh. Aku pernah mengalahkan roh kuno yang tingkatannya lebih tinggi dariku, mereka tidak suka dengan hasil itu dan aku sendiri menemukan kebenaran bahwa di antara para roh kuno---hanya satu yang benar-benar dapat dijadikan sebagai rekan."
"Aku tidak tahu bagaimana keadaan Hutan Móguǐ sekarang, tapi yang bisa kupastikan adalah bahwa tempat itu tidak ditinggali oleh rekanku. Remaja rubah yang bersamamu saat itu... Dia adalah keturunan dari rekanku, karena itulah aku mengatakan bahwa dia dapat dipercaya."
Wei Shezi kembali berkata, "Bukankah kau lebih tahu kondisi Hutan Móguǐ sekarang? Kau belajar teknik pernapasan kuno dari sana, kan?"
Chu Kai menggeleng, "Aku tidak tahu. Yang kuingat bahwa aku sudah lama tinggal di tempat itu. Mereka mengajariku cara membunuh. Aku memutuskan untuk lari karena merasa bahwa tempat itu... Bukankah tempatku yang sebenarnya. Lalu ayah menemukanku dan merawatku hingga sekarang,"
"Yang kutahu Hutan Móguǐ selalu menjadi tempat bagi manusia membuang bayinya," Wei Shezi buka suara dan membuat Chu Kai menatap ke arahnya. Dia pun melanjutkan, "Meskipun kami termasuk dalam roh kuno, tapi sifat keduniawian tidak pernah terlepas. Kami bisa makan, kami bisa mati, dan juga bisa menjalani pernikahan. Sifat seperti dendam, keserakahan, cinta, dan yang lainnya... Itu juga tidak terlepas dimiliki. Namun di antara roh kuno yang lainnya... Rubah Perak-lah yang paling menyukai manusia."
!!
"Tidak semua binatang iblis dan roh itu jahat," Wei Shezi kembali melanjutkan, "Sama seperti manusia yang tidak semuanya baik. Kau hanya perlu untuk lebih berhati-hati dalam memilih teman,"
"Untuk teknik pernapasan kuno milikmu..." Wei Shezi melanjutkan, "Aku bisa mengatakan bahwa itu tidak benar-benar dapat disebut sebagai 'Teknik Pernapasan Kuno'. Ada yang berbeda. Rasanya seolah kau menyesuaikan teknik pernapasan ini dengan kemampuanmu sendiri dan karena itulah bentuknya tidak terlalu mirip, tetapi... Emm.. Oh. Seperti percabangan dari Teknik Pernapasan Kuno."
"Percabangan?"
"Benar. Rasanya seperti kau mempelajari Teknik Pernapasan Kuno dan menciptakan teknik pernapasan baru. Kurasa seperti itu,"
"............." Chu Kai terdiam untuk waktu yang lama sebelum akhirnya berujar, "Aku yang menamainya Teknik Pernapasan Naga. Di Hutan Móguǐ... Mereka hanya mengajariku satu hal tanpa menjelaskan apa pun."
"Apakah itu hanya 'Membunuh'?" Wei Shezi bertanya dan di anggukkan oleh Chu Kai. Wanita itu pun mengusap-usap pipinya sebelum mulai menyilangkan tangan.
Wei Shezi, "Shh.. Mm... Apa kau sebenarnya tidak tahu tentang tingkat kultivasi?"
"Kultivasi?" Chu Kai mengingat-ingat sebelum menjawab, "Guru dari Sekte Gunung Wushi pernah mengatakannya. Tapi..."
"Astaga, bagaimana kau bisa lupa?" Wei Shezi berkata, "Tingkat kultivasi terbagi tiga. Pertama adalah Duniawi, kemudian Surgawi, dan yang terakhir Abadi. Masing-masing memiliki sembilan tahapan. Kau ini sebenarnya melakukan apa saja di perguruanmu?"
"Aku ini belum lama tinggal di sana, tahu." Chu Kai menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Dia berkata, "Aku baru saja diangkat menjadi murid dan itu pun bukan keinginanku. Selama ini aku hidup tenang di kedai, lalu banyak hal yang terjadi dalam waktu singkat. Aku bahkan terlibat sesuatu yang sangat berbahaya di saat aku sendiri masih belum siap untuk semuanya."
__ADS_1
Saat mendengar kata 'kedai', raut wajah Wei Shezi berubah. Wanita itu berkedip beberapa kali dan memberikan tatapan yang seolah tak percaya.
Wei Shezi menelan ludah dan buka suara, "Aku ingin menanyakan hal paling dasar lebih dulu. Apa setelah meninggalkan Hutan Móguǐ... Kau tinggal di kedai?"
"Mn,"
"Orang yang kau sebut ayah itu... Apa dia seorang pendekar?"
"Dia hanya manusia biasa. Dia menjalankan bisnisnya dan aku membantu,"
"Apa sejak saat itu kau tidak pernah berlatih meningkatkan praktikmu?"
"Aku berlatih cara menebang pohon,"
"Kau tidak pernah mendaftar masuk ke sebuah sekte atau apa pun?"
"Untuk apa melakukannya?"
"Apa kau baru saja dipilih Menjadi Pendekar Naga Diusia SE-TUA INI?"
"18 Tahun bukanlah usia tua, menyebalkan. Aku ini masih sangat muda."
"ITU SUDAH TERLALU TUA UNTUK BERLATIH KULTIVASI, BODOH!"
Chu Kai spontan menutup telinganya yang berdenging karena wanita di sampingnya menjerit begitu tiba-tiba. Dia sampai terkejut dan nyaris saja terjatuh dari atap.
"Astaga... Pantas saja..." Wei Shezi memegang keningnya dan merasa frustrasi, "Aiya... Pantas meskipun kau memiliki kekuatan monster, tapi aura dan kualitas tulang-mu ini... Masih setingkat belalang sembah."
"Belalang-Apa maksudmu?!"
Wei Shezi mengembuskan napas dan bergumam, "Entah dewa mana yang pernah kusinggung sebelumnya hingga dipertemukan dengan manusia se-jenis ini. Haiih... Kenapa begitu terlambat."
"Kau ini bicara apa? Ada apa sebenarnya?" Chu Kai jelas saja kebingungan karena wanita terlihat depresi.
"Kenapa kau baru bergabung dengan sekte sekarang?" Wei Shezi bertanya. Nadanya pelan seolah sedang mempersiapkan kesabaran untuk mendengar jawaban dari subjek di sampingnya ini.
"Ehm... Karena aku terpilih menjadi Pendekar Naga?"
Wei Shezi berkedip, "Apa sebelumnya kau tidak pernah memiliki impian untuk berkultivasi dan menjadi pendekar?"
"Aku hanya... Hanya ingin hidup biasa-biasa saja,"
"Hah, tidak bisa dipercaya..." Wei Shezi menghela napas dan berkata, "Di dunia... Di mana orang-orang berlomba untuk menjadi yang terkuat, menjadi pendekar tidak terkalahkan, dan kau memiliki potensi ini tetapi kau justru... Hanya ingin 'hidup biasa-biasa saja'?"
"Apa kau tidak pernah memikirkan untuk menyelamatkan dunia dan menjadi pahlawan?" Wei Shezi bertanya kembali dan membuat Chu Kai menurunkan pandangannya.
"Atau apa kau tidak pernah terpikirkan ingin menjadi kuat dan membalas dendam pada perlakuan yang kau terima di Hutan Móguǐ atau terpikirkan untuk mencari orang yang membuangmu? Orang tuamu? Asal usulmu? Atau apa pun?" Wei Shezi bertanya lagi.
"Jika mereka membuangku... Maka itu artinya aku tidak dibutuhkan. Tidak perlu mencari seseorang yang sama sekali tidak menginginkan aku dalam kehidupannya...."
"Astaga... Jadi kau hanya masuk ke sebuah sekte karena terpaksa? Kau tidak punya tujuan apa pun? Karena langit menunjukmu sebagai Pendekar Naga, maka dengan terpaksa kau menjadi murid sebuah sekte. Begitukah?"
"Siapa bilang aku tidak punya tujuan?"
"Mn? Jadi apa?" Wei Shezi menatap pemuda di sampingnya dan melihat subjek tersebut menjejalkan tangannya sambil menggoyangkan kaki.
Chu Kai tersenyum dan berkata, "Aku ingin menikah."
"Apa?" Wei Shezi tersentak.
"Awalnya aku memang terpaksa, tapi kemudian aku menerimanya sebagai takdir. Karena dengan menjadi Pendekar Naga... Aku bisa dekat dengan gadis yang kusukai."
!!
Wei Shezi terkejut dan luar biasa tercengang. Mulutnya terbuka cukup lebar karena mendengar jawaban yang sama sekali tidak pernah dia bayangkan dalam hidup ini.
__ADS_1
Bagaimana bisa. Langit. Menunjuk manusia jenis ini. Untuk menjadi Pendekar Naga!!
******