
Tepat ketika Chu Kai melihat bahwa pemuda berjubah hitam itu tersenyum ke arahnya, dia pun merasakan sentakan dan membuatnya tersadar.
"Hei...? Hei..?!"
!!
Chu Kai terbangun dan langsung terbatuk. Dia merasakan jantungnya berdetak sangat cepat dan terlihat keringat di leher dan dahinya.
Chu Kai pun melihat sekeliling dan kaget saat tahu bahwa yang barusan memanggilnya adalah Wei Shezi.
"Kau ini kenapa?" Wei Shezi menepuk-nepuk bahu Chu Kai dan berkata, "Aku berusaha membangunkanmu sejak tadi. Apa yang terjadi denganmu, hah?"
Chu Kai masih berusaha mengatur napasnya. Dia menyadari bahwa dirinya berada di tanah dan Wei Shezi ada di sampingnya. Di sekitarnya pun tidak ada lagi kabut ataupun orang-orang asing yang dia lihat seperti tadi. Ekspresinya jelas terkejut bercampur kebingungan.
"Aku.. Ada di mana?" Chu Kai buka suara dan membuat Wei Shezi mengerutkan kening.
Wanita cantik itu menyilangkan tangan dan lantas menggeleng pelan, "Apa maksudmu kau di mana? Tentu saja kau ada di pinggir Tebing Juéwàng. Kau harusnya berterima kasih karena aku berhasil menyelamatkanmu dari reruntuhan itu."
Wei Shezi berkata, "Aku berusaha keras untuk membangunkanmu yang tidak sadarkan diri. Kupanggil berulang kali, tetap saja kau tidak bangun. Kau ini membuat orang cemas, tahu tidak? Aku hampir mengira bahwa kau sudah mati."
Chu Kai memperhatikan wajah wanita di sampingnya dan kembali melihat sekeliling. Dia memang berada di pinggir Tebing Juéwàng, padahal seharusnya dia berada di dasar tebing ini, tepat di bagian terdalam gua makam kuno, terperangkap dalam reruntuhan.
Tetapi di sama sekali tidak ingat apa pun selain saat pandangannya gelap dan dia menyaksikan sebuah sekte dihancurkan oleh satu orang. Kemudian tiba-tiba dia tersentak dan tidak menyangka berada di tempat ini.
"Sebenarnya kau ini kenapa?" Wei Shezi berkata, "Kau mengeluarkan keringat dingin seperti telah mengalami mimpi buruk yang mengerikan."
"Mimpi..." Chu Kai menggeleng, "Aku tidak yakin itu mimpi karena rasanya terlalu nyata. Itu.... Seperti ingatan seseorang,"
Wei Shezi berkedip, dia menaikkan sebelah alisnya dan terlihat keheranan. Chu Kai pun bernapas pelan dan mulai mengatakan apa yang dilihatnya. Mendengar hal itu membuat ekspresi Wei Shezi berubah.
"Aku melihat tanah dengan genangan darah. Ada bangunan yang sudah runtuh dan banyak sekali tiang besar. Orang-orang terikat tidak berdaya di tiang itu... Kondisi mereka sangat mengerikan..." Chu Kai menarik napas dan menggeleng pelan.
Pemuda bermata hijau alami itu pun berujar, "Ada seseorang... Dia yang menghabisi semuanya. Bahkan tanpa rasa bersalah. Aku... Benar-benar tidak tahu bagaimana caraku terjebak dalam situasi itu. Apa yang aku lihat... Apa yang kusaksikan... Aku..."
"Kurasa itu karena pedangnya," Wei Shezi buka suara. Dia membuat Chu Kai tersentak dan kemudian menatap ke arahnya.
"Pedangnya..."
"Itu adalah ingatan pemilik pedang iblis yang terakhir," Wei Shezi menjelaskan. "Biasanya saat seorang master bela diri yang berada di tingkat kultivasi tertentu... Dia akan bisa menyimpan ingatan dalam pedangnya. Itu bisa ingatan tentang dendam, penyesalan, atau justru sebuah teknik berpedang. Intinya... Itu ingatan semasa hidupnya,"
"Ssh... Ini membuatku bertanya-tanya," Wei Shezi mengusap-usap dagunya dan menatap Chu Kai. Dia mengerutkan kening dan berkata, "Sudah berapa lama kau berlatih kultivasi sebenarnya?"
Chu Kai berkedip, "Kenapa kau menanyakan itu?"
__ADS_1
"Karena kau terlihat sangat syok, seolah baru pertama kali menyaksikan ingatan yang dibawa oleh sebuah pedang pusaka. Apa sektemu tidak pernah mengajarimu hal ini?"
"Aku..." Chu Kai menurunkan pandangannya dan berujar, "Aku bergabung dengan Sekte Gunung Wushi... Belum lama ini."
"Hah?!" Wei Shezi tersentak, "Kau bercanda? Kau memiliki tulang berusia 18 Tahun. Tubuhmu jelas terlihat terlatih dan ada bekas luka di wajahmu yang menandakan betapa jantannya kau ini. Tapi kau... Justru baru bergabung di sebuah sekte baru-baru ini?"
"A-aku sebelumnya hanya bekerja di kedai. Si-siapa yang tahu-"
"Tunggu! Kau bilang apa?" Wei Shezi tercengang. Dia sampai kehilangan kata-kata dan berdiri sambil membelai rambutnya seolah frustrasi. "Waaah... Kau hanya pelayan kedai?! Jadi kau tidak pernah berlatih kultivasi sejak kecil? Lalu bagaimana kau bisa menjadi Pendekar Naga?!"
Chu Kai tersentak, entah mengapa wanita ini terlihat sangat syok dengan fakta mengenai dirinya. Dia memperhatikan bagaimana Wei Shezi mengacak-acak rambutnya, menggigit jarinya, sambil berjalan mondar-mandir dan menggumamkan hal yang tidak dimengertinya.
"Bagaimana bisa seperti ini.." Wei Shezi kembali menatap Chu Kai dan menghampiri pemuda itu. Wajahnya begitu dekat dan membuat pemuda bermata hijau alami tersebut kaget.
"Apa yang kau lakukan?" Chu Kai bersuara dingin. Dia sebelumnya hendak berdiri, tetapi wanita ini tiba-tiba kembali mendekat padanya.
"Dengan Pendekar Naga, kau jelas memiliki kemampuan. Tapi juga terlihat begitu aneh," Wei Shezi berkata. "Tingkat kultivasimu sangat rendah, kualitas tulangmu juga sangat biasa, tapi bagaimana kau mempunyai kemampuan yang mengerikan. Seolah... Kemampuan dan tingkat kultivasimu tidak saling menyatu. Kau... Sebenarnya apa?"
Chu Kai mendorong wajah wanita di depannya dan berkata, "Jangan terlalu dekat. Aku ini memang tidak berlatih kultivasi, tapi dilatih caranya membunuh. Kualitas tulang atau apa pun itu... Aku sama sekali tidak mengerti maksudmu,"
"Daripada membahas tentangku, tidakkah seharusnya kau menepati ucapanmu?" Chu Kai berkata, "Sebelumnya kau berkata bahwa Pedang Iblis itu adalah Pusaka Langit dan ada roh di dalamnya. Lalu tentang persembahan. Kau jelas punya punya tanggung jawab untuk menjelaskannya padaku,"
Wei Shezi memperhatikan Chu Kai dan lantas mengembuskan napas. Dia pun berdiri dan kemudian menengadah ke langit. Bulan terlihat bersinar dengan ribuan bintang di atas sana.
Wei Shezi melanjutkan, "Di antara pendekar yang pernah memiliki pedang ini... Ada satu orang yang sama sekali tidak terpengaruh pedang iblis. Dia menaklukkan pedang yang selama ini disebut sebagai 'Senjata yang menelan pemiliknya sendiri'."
Wei Shezi berkata, "Pendekar itu juga yang sudah menyegel pedang iblis ini di dalam gua makam kuno itu entah karena apa. Tetapi setelah dua ratus tahun... Segelnya melemah dan roh dalam pedang itu perlahan mulai memanggil para binatang iblis juga manusia. Ada yang dikendalikan dan ada yang dimakan, semua itu agar pedang tersebut dapat bangun secara sempurna dan terlepas dari segelnya."
"Jadi pedang ini disegel?"
"Aku lebih suka menyebutnya sebagai 'Tidur Panjang' karena membutuhkan waktu yang lama sampai pedang itu mulai beraksi,"
Chu Kai menatap wanita di depannya dan buka suara. Dia bertanya, "Lantas bagaimana kau bisa menjadi penjaganya? Apa pendekar itu yang memintamu,"
"Tentu saja tidak," Wei Shezi berkata, "Aku bahkan tidak pernah melihat wajah pendekar itu. Aku juga sebenarnya tidak ingin menjadi penjaga pedang itu, andaikan tidak dalam keadaan terpaksa."
Melihat Chu Kai mengerutkan kening membuat Wei Shezi menghela napas. Dia pun berkata, "Tiga ratus tahun setelah pedang itu terkurung.. Aku menghadapi situasi hidup dan mati. Tidak bisa menjelaskannya secara rinci padamu, intinya aku bertarung dengan beberapa klan dari binatang iblis dan sampai didesak hingga ke tempat ini."
Suara Wei Shezi berubah dingin saat berkata, "Lalu pengkhianatan dengan orang yang paling kupercaya telah membuatku kalah hingga harus terjatuh ke dalam jurang dan disegel dalam waktu yang lama, tsk."
Wei Shezi menarik napas dan berusaha untuk tenang. Dia pun terbatuk pelan dan berkata, "Intinya aku tidak bisa keluar dari jurang, tapi dari kemalangan itu... Aku jadi tahu bahwa berada di tempat yang sama dengan pedang iblis yang tertidur. Aku memakan manusia yang jatuh ke dalam jurang untuk memulihkan kondisiku dan di samping itu juga berhasil menghalangi pedang iblis untuk terbangun."
"Tapi kau tidak mati saat terjatuh dari tebing? Bukankah pedang ini mencari korban untuk dijadikan makanannya?"
__ADS_1
"Hmph, tidak bisa. Karena segel para sialan itu.. Jiwaku tidak dapat dimakan oleh pedang iblis, walau sebenarnya tubuh asliku memang sudah musnah."
!!
Chu Kai melebarkan matanya. Dia menatap Wei Shezi dan berkata, "La-lalu apa sebenarnya... Dirimu ini?!"
"Tentu saja hanya sebuah jiwa. Memangnya kau tidak tahu-ah. Tingkat praktik kultivasimu masih pemula,"
"Bukan, bukan." Chu Kai menggeleng. Dia pun berkata, "Walaupun tingkat kultivasiku seperti ini, tapi aku bisa membedakan roh, siluman, orang mati, dan manusia dari suara mereka. Tapi aku justru merasa bahwa kau termasuk dalam siluman, bukan roh. Kau ini siluman... Yang jelas masih hidup,"
"Aku yakin itu, tapi kenapa saat melawannya waktu itu... Dia tidak mati dengan Teknik Pernapasan Naga?" Chu Kai memikirkan hal ini dan menjadi kebingungan. Hanya roh yang memang tidak akan terpengaruh dalam teknik pernapasannya yang mematikan, tetapi indera pendengarannya juga tidak mungkin salah.
"Aku akan mencari tahu tentang wanita ini nanti, tapi pertama-tama..." Chu Kai menarik napas dan tersentak ketika pedang iblis yang seharusnya tetap dia pegang kini tidak ada.
!?
"Gawat, di mana pedang itu?!" Chu Kai baru sadar bahwa pedang iblis tersebut tida ada bersamanya.
Wei Shezi menggelengkan kepala dan kemudian kabut terbentuk di tangan kanannya. Kabut itu memadat dan menjadi pedang yang dicari oleh Chu Kai. Dia pun mengetuk kepala pemuda di hadapannya dan membuat Chu Kai merintih.
"Kau!" Chu Kai membentak. Dia meringis dan mengusap-usap kepalanya.
Chu mengambil pedang iblis tersebut di tangan Wei Shezi dan menariknya. Pemuda itu terlihat memperhatikan bilah pedang di depannya dan seolah memikirkan sesuatu.
"Setelah ini... Apa yang akan kau lakukan selanjutnya?" Wei Shezi buka suara dan membuat pemuda bermata hijau itu menatap ke arahnya.
Chu Kai pun menjawab, "Kurasa... Mungkin membunuhmu?"
"Apa? Hah," Wei Shezi mendengus, "Sangat baik hati sekali. Padahal akulah yang sudah menyelamatkan nyawamu, dan kau justru ingin menghabisiku? Balas budimu sungguh sangat indah, Tampan."
"Bukankah sebelumnya kau ingin memakanku? Jadi tidak ada salahnya jika aku membunuhmu, kan?"
"Dengar pria tampan. Jika aku sungguhan ingin memakanmu, apa mungkin aku akan menunggu sampai kau bangun?" Wei Shezi berkata, "Aku pasti sudah melakukannya sejak saat kau tidak sadarkan diri."
"................ Lalu apa yang kau inginkan?"
"Pertanyaan yang sudah lama kutunggu," Wei Shezi tersenyum. Dia sedikit mendekat dan lantas berkata, "Aku ingin mengajakmu bekerja sama."
"Apa?"
"Akan kubuat kau menjadi Pendekar Naga yang sebenarnya, bahkan jauh lebih kuat dari yang pernah ada. Jadi ayo kita bekerja sama,"
!!
__ADS_1
******