LAHIRNYA PENDEKAR NAGA

LAHIRNYA PENDEKAR NAGA
147 - Pertemuan Tidak Terduga


__ADS_3

BAAAAM...!!


Empat ledakan beruntun terjadi di danau dan seolah tempat itu sedang diaduk, bahkan sampai menciptakan gelombang air yang besar.


Tetua Zhang Lao dan para murid Sekte Gunung Wushi lainnya begitu serius menyaksikan pertarungan antara Chu Kai melawan Qin Shou. Kedua pendekar itu memiliki teknik berpedang yang berbeda, namun sama-sama kuat.


"Hebat sekali..." salah satu murid Sekte Gunung Wushi tidak bisa menyembunyikan rasa kagum dari apa yang ia lihat. Dia menyaksikan bagaimana Qin Shou menghindari serangan cepat dari Chu Kai dan detik berikutnya memberi serangan balasan.


TRAAANG...!


Senjata Chu Kai dan Qin Shou berbenturan untuk kesekian kalinya. Chu Kai memutar tubuh dan memberikan tendangan di sela-sela gerakan pedangnya, namun dengan cepat Qin Shou menghindari tendangan itu dan justru mengambil posisi yang lebih rendah dari Chu Kai.


Qin Shou menggunakan kakinya, berniat untuk memberikan tendangan keras ke atas namun sedetik itu juga... Chu Kai mengelak dengan melompat ke samping. Qin Shou tidak menyia-nyiakan kesempatan dan kembali melakukannya.


"Saudara Kai, aku mengakui kemampuanmu. Tapi hanya sampai di sini saja...!" Qin Shou mengalirkan energi spiritual pada pedang kayu miliknya. Suara sedikit retak terdengar sebelum ia kembali melesat.


!!!


Chu Kai terkejut, dia juga ikut mengalirkan energi spiritual pada pedangnya namun suara retakan yang terdengar jauh lebih keras. Qin Shou pun kini berada di hadapannya dengan sebuah ayunan pedang yang kuat.


Kraak!


BAAAAM...!


!!


Pedang kayu milik Chu Kai hancur dan pemuda bermata hijau itu pun terdorong cukup jauh. Chu Kai kehilangan keseimbangannya dan lantas terjatuh ke dalam air. Tetua Zhang Lao yang menyaksikan hal itu nampak menggeleng pelan.


"Sudah cukup," Tetua Zhang Lao buka suara. Qin Shou yang mendengar instruksi tersebut pun mulai menyatukan tangan dan memberi hormat.


Segera setelahnya, Qin Shou ke tempat Chu Kai dan membantu temannya yang kini berada di bawah air. "Kau baik-baik saja?" Qin Shou buka suara sambil mengulurkan tangan.


Chu Kai yang kini basah kuyup pun menerima uluran tangan Qin Shou. Dia dan temannya ini mulai keluar dari danau, mereka pun menghampiri Tetua Zhang Lao dan memberi hormat.

__ADS_1


"Butuh pengendalian energi spiritual yang tinggi agar kau bisa mengalirkannya pada benda yang rapuh seperti pedang kayu itu." Tetua Zhang Lao buka suara. Nadanya datar saat ia bicara pada Chu Kai.


Tetua Zhang Lao berkata, "Kau belum bisa mengontrol dengan baik energi spiritualmu dan justru ingin meniru Qin Shou? Hmph, dia ini lebih baik dalam hal pengendalian energi spiritual daripada dirimu. Kau... Perlu belajar lagi."


Chu Kai tidak bisa membantah orang ini. Dia tahu kekurangannya ada pada kemampuannya yang masih kurang dalam membagi fokus terhadap pengendalian energi spiritual. Chu Kai butuh konsentrasi yang lebih lagi, paling tidak ia bisa menyeimbangkan diri untuk berdiri di atas air sekaligus mengalikan energi spiritual pada senjatanya.


Tetua Zhang Lao lantas memanggil pendekar Sekte Gunung Wushi yang lainnya dan dua orang itu pun juga ikut bertarung di tempat yang sama seperti Chu Kai dengan Qin Shou sebelumnya.


Pertarungan kedua pendekar yang berusia sekitar 25 Tahun itu pun dengan cepat berlangsung sengit. Qin Shou menyenggol Chu Kai dan berkata, "Kita seharusnya lebih baik dari mereka. Lihat itu,"


"Tsk, yang tadi itu aku belum selesai. Tapi Tetua Zhang sudah lebih dulu menghentikan kita," Chu Kai menyilangkan tangan. Dia bahkan belum memamerkan teknik berpedang yang sudah dipelajarinya selama ini dan mendadak pertarungannya dengan Qin Shou dihentikan hanya karena pedang kayunya hancur.


Pertarungan kedua pendekar itu tidak hanya kuat, tetapi juga mengagumkan. Tetua Zhang Lao kembali menghentikan pertarungan tersebut ketika salah satu dari pendekar kehilangan pedang kayunya.


"Tetua Zhang, bisakah aku melakukannya lagi?" Chu Kai menaikkan tangan dan bicara tanpa ragu. Ucapannya yang tiba-tiba ini membuat Qin Shou dan lainnya tersentak, bahkan termasuk Tetua Zhang Lao.


"Kau ingin... Melakukannya lagi?" Tetua Zhang Lao berbalik. Nada dan tatapannya datar saat ia melihat Chu Kai.


Pemuda bermata hijau alami itu mengambil satu langkah mendekat dan kemudian berkata, "Aku masih ingin mencobanya. Pertarunganku sebelumnya... Aku merasa tidak menampilkan yang terbaik. Aku belum puas dengan hasilnya,"


"Baiklah," Tetua Zhang Lao buka suara tanpa mempedulikan ucapan Qin Shou. Dia dengan datar berkata, "Berikan dia pedang kayu yang lain."


Qin Shou melihat Chu Kai diberi pedang kayu yang baru. Dia pun menggeleng pelan dan baru akan bersiap menghadapi pemuda bermata hijau alami itu ketika Tetua Zhang Lao memanggil nama orang lain.


?!


Ucapan Tetua Zhang Lao tentu saja sangat mengejutkan bagi Qin Shou. Bahkan Chu Kai yang saat ini telah berdiri di atas danau pun juga ikut kaget.


Chu Kai melihat seseorang melesat di antara para murid Sekte Gunung Wushi. Sosok itu berdiri tidak jauh di hadapannya dan dengan seragam berwarna biru muda. Subjek tersebut terlihat berusia sama dengannya dan hal yang tidak terduga dalam hal ini ialah bahwa dirinya mengetahui identitas sosok di hadapannya.


Chu Kai terlihat syok, "Kau..... Sa-Saudara Jing?!"


Chu Kai tidak salah lihat, subjek yang ada di hadapannya sekarang benar adalah sosok yang ia kenal. Orang ini tidak lain merupakan Jing Hao, teman kecil sekaligus pria yang sudah banyak membantu di Kedai Bulan Merak milik Chu Kai.

__ADS_1


"Ba-bagaimana bisa kau ada di sini?" Chu Kai sungguh sulit mempercayai apa yang ia lihat sekarang. Jing Hao benar-benar ada di depannya dengan sebuah pedang kayu di tangan.


"Lama tidak berjumpa... Kai."


Jing Hao akhirnya buka suara. Dia tersenyum dan membuat Chu Kai tersentak. Pemuda bermata hijau alami itu pun bertanya, "Apa yang sebenarnya terjadi? Bagaimana kau bisa ada di sini?!"


Jing Hao dengan tenang berkata, "Aku lolos dalam pemilihan anggota Sekte Gunung Wushi. Bukankah sudah kukatakan bahwa aku juga akan menjadi seorang pendekar?"


"Jing Hao..."


"Jangan khawatir. Aku lumayan berlatih keras selama ini, jadi kau tidak perlu menahan diri." Jing Hao menggerakkan pedangnya dan tanpa peringatan melesat, Chu Kai pun dengan spontan menahan lesatan serangan itu.


BAAAAM...!


Ledakan yang keras tercipta disertai dengan angin kejut. Jing Hao berwajah serius dan lantas mengubah posisinya. Dia mengeluarkan sebuah teknik gerakan berpedang yang tidak hanya cepat, tetapi juga memukau karena itu adalah serangan yang mampu membentuk pusaran air dalam pergerakannya.


Chu Kai tidak tinggal diam dan mengeluarkan teknik berpedang. Serangannya kuat dan ketika berbenturan dengan serangan Jing Hao.. Itu kembali memunculkan ledakan bertubi-tubi dan bahkan sampai membentuk hujan buatan walau hanya berlangsung sangat singkat.


Ada banyak pertanyaan di dalam benak Chu Kai. Dia memang tidak berada di Sekte Gunung Wushi selama beberapa bulan terakhir ini dan kemungkinan di sela waktu itulah perguruan ini membuka pendaftaran anggotanya kembali.


"Aku ingin mendengar ceritamu," Chu Kai buka suara disela-sela pertarungannya dengan Jing Hao. Lawannya nampak tersenyum.


Jing Hao berkata, "Seperti umumnya warga kota biasa. Aku mencoba mendaftar dan ternyata memiliki bakat kultivasi,"


"Lalu bagaimana dengan Shen Liang? Apa kau meninggalkannya?"


"Tidak, dia juga ternyata mempunyai bakat yang sama." Jing Hao merendahkan posisinya dan segera memberi tendangan, namun tentu saja mampu dihindari oleh Chu Kai.


"Shen Liang... Juga ada di sekte ini?!" Chu Kai tersentak, tidak menyangka kedua teman baiknya kini telah menjadi seorang pendekar.


Jing Hao kembali menggunakan teknik berpedang, dia pun berkata. "Bukankah aku sudah bilang, kami tidak ingin menjadi kelemahan untukmu. Kita adalah teman dan harus saling menjaga. Inilah... Alasan kuat mengapa aku berada di sini sekarang."


!!

__ADS_1


******


__ADS_2