LAHIRNYA PENDEKAR NAGA

LAHIRNYA PENDEKAR NAGA
60 - Wang Xiao Cheng


__ADS_3

Makam kuno yang menjadi target Long Yang Wang berlokasi di bawah sebuah tebing curam. Tempat itu ada di timur jika menggunakan Sekte Tianzhi sebagai titik pusat. Tebing itu sendiri berselimut kabut hingga tidak ada yang bisa melihat dasarnya, orang-orang biasa menyebutnya Tebing Putus Asa, Juéwàng.


Entah bagaimana nama ini bisa disematkan, tetapi rumor mengatakan bahwa ada banyak manusia yang memilih mengakhiri hidupnya dengan melompat ke dalam tebing.


Beberapa rumor beredar bahwa sesosok binatang iblis bersembunyi di dasar tebing tersebut dan dialah yang telah mempengaruhi orang-orang untuk melompat menghabisi nyawa sendiri.


Chu Kai tidak tahu banyak tentang Tebing Putus Asa, tetapi dia mengetahui arahnya karena melihat peta yang diberikan oleh Tabib Diao Lin Wang.


Karena itulah Chu Kai merasa keheranan sebab dibawa ke arah yang mana justru menjauh dari lokasi yang seharusnya. Dia hanya tidak berkata apa pun kepada Long Yang Wang karena merasa anak remaja ini mempunyai tujuan lain.


Sementara Chu Kai dibawa pergi oleh Long Yang Wang, di sisi lain Wei Zhang Zihan juga ikut melesat mengikuti mereka meskipun jarak dirinya masih terlalu jauh. Dia khawatir pada keselamatan Chu Kai dan juga penasaran dengan pusaka yang diincar oleh Long Yang Wang.


Dengan menggunakan sehelai daun yang tertiup angin sebagai pijakan kaki---Wei Zhang Zihan kembali melesat. Kecepatannya sangat mengagumkan, tetapi sepertinya itu masih belum cukup untuk menyusul Long Yang Wang.


Ini membuat Wei Zhang Zihan jujur saja terkejut. Jika dia yang merupakan seorang Pendekar Suci tidak mampu mengimbangi kecepatan terbang Long Yang Wang, maka seberapa tinggi tingkat praktik remaja asing itu?! Keselamatan Chu Kai jelas sedang dipertaruhkan.


*


*


Yang sampai duluan di lokasi tempat makam kuno berada tidak lain adalah Wang Xiao Cheng. Dia merupakan pendekar sekaligus anggota Sekte Tianzhi yang terkenal dengan teknik bertarung Pedang Pembeku Jiwa.


Terlihat sosok Wang Xiao Cheng yang berdiri di pinggir Tebing Putus Asa. Jubah putih miliknya nampak dilambaikan oleh angin. Di tangannya terlihat sebuah pedang dengan sarung yang terbuat dari giok putih. Aura dingin seolah keluar dari sarung pedang tersebut.


Wang Xiao Cheng adalah pria berusia 27 Tahun dengan wajah bersih. Dia terlahir dengan sebuah titik merah kecil di keningnya. Wang Xiao Cheng merupakan murid kebanggaan Sekte Tianzhi yang telah mencapai Tingkat Kultivasi Surgawi Tahap 5 di usia yang begitu muda. Hanya satu kata untuk menggambarkan orang seperti ini, yaitu 'jenius'.


"................."


Tebing Putus Asa sebenarnya tidak terlalu jauh dari Sekte Tianzhi dan karena kecepatan Wang Xiao Cheng, dia bisa langsung sampai ke tempat ini setelah mendapat informasi tentang makam kuno dari saudara seperguruannya.


Wang Xiao Cheng berangkat lebih dulu ke tempat ini karena dia mempunyai ilmu meringankan tubuh yang lebih daripada teman-temannya yang lain.


Anggota Sekte Tianzhi sendiri menyusul di belakang dan beberapa bahkan diberi misi untuk memantau kondisi sekitar, guna mencari tahu tentang seberapa banyak informasi yang bocor mengenai makam kuno ini.


"................."


Tebing yang ditutupi oleh kabut tebal dan tidak bisa terlihat dasarnya itu tentu saja membuat siapa pun takut. Apalagi ada semacam gaya tarik yang aneh dan aura mencekam yang seolah berusaha keluar dari balik kabut tebal tersebut. Seseorang tentu akan berpikir dua kali bila ingin nekat terjun dari tebing ini.


"................."

__ADS_1


Wang Xiao Cheng cukup lama berdiri dan fokus menyaksikan kabut di bawahnya. Dia menarik napas sebelum memutuskan untuk melompat. Aura gelap dan menekan seketika menyelimuti dirinya dan makin kuat ketika tubuh Wang Xiao Cheng sudah tidak lagi terlihat.


Jatuh dari ketinggian yang sama sekali tidak diketahui berapa jaraknya tentu saja begitu mendebarkan. Belum lagi tempat ini memiliki aura kematian yang pekat dan bukan mustahil jika dasar dari tebing ini dihuni oleh roh jahat dan sejenisnya.


Wang Xiao Cheng merasakan aura yang kurang baik hendak menyerang jiwanya. Dia lantas mengeluarkan energi spiritual yang lebih banyak dan menyelimuti seluruh tubuhnya. Tidak hanya itu, dia bahkan mengeluarkan kertas jimat dan menyebarkannya untuk mengusir roh jahat tidak berbentuk di sekitarnya.


Banyak jeritan memekakkan telinga yang terdengar saat Wang Xiao Cheng semakin terjun lebih dalam. Kebanyakan adalah jeritan wanita dan anak kecil. Aura menakutkan pun semakin pekat dan jika saja pendekar biasa yang berada di posisi Wang Xiao Cheng sekarang---dia mungkin sudah kehilangan kewarasannya karena jeritan tersebut.


!!!


Wang Xiao Cheng melebarkan mata dan secara spontan melesatkan enam kertas jimat. Benda itu mempunyai fungsi berbeda dari kertas jimat sebelumnya dan ini berguna sebagai penerang.


Kertas jimat itu terbakar dan cahaya terbentuk walau hanya bertahan selama satu menit dalam satu kertas jimat. Walau mempunyai durasi yang singkat, tetapi berkatnya--Wang Xiao Cheng bisa melihat apa yang selama ini disembunyikan kabut tebal.


Banyak tulang belulang monster dan manusia di bawah sana. Aroma menyengat begitu kuat tercium dan aura kematian yang menguar mampu untuk membuat perasaan menjadi tidak nyaman. Untuk sejenak, Wang Xiao Cheng bahkan merasakan sakit di perut dan dadanya.


Masih dalam posisi melayang, Wang Xiao Cheng bisa melihat asap tipis kehitaman yang terkadang membentuk wujud makhluk jenis manusia dan hewan. Mereka adalah roh-roh jahat yang belun memiliki wujud sempurna, tetapi masih bisa menyerang walau serangan mereka tidak terlalu berdampak.


Pendekar yang berada di praktik seperti Wang Xiao Cheng tidak akan terganggu dengan para roh ini dan karena itu jugalah pergerakannya tidak terhambat. Wang Xiao Cheng kembali melesatkan kertas jimat dan mulai melihat sebuah mulut gua yang ada di tebing, tidak jauh di sampingnya.


Tanpa ragu, Wang Xiao Cheng melesat masuk ke dalam gua tersebut. Dia memang tahu tentang tebing ini, tetapi tidak pernah turun untuk memeriksa dasarnya karena merasa tidak ada apa-apa selain tulang-belulang.


*


*


Kaki Chu Kai menapak di tanah. Napasnya mendadak tidak beraturan ketika dia diturunkan oleh Long Yang Wang. Dirinya pun perlahan mulai melihat objek di hadapannya yang ternyata adalah sebuah mulut gua.


!!


Chu Kai mengedarkan pandangan matanya. Ada banyak pohon di sekitarnya dan sebuah gua besar di hadapannya. Dia menatap Long Yang Wang dan baru akan buka suara ketika remaja itu berjalan masuk ke dalam gua.


"Hei..!" Chu Kai tersentak dan segera menyusul remaja berjubah hitam itu.


Chu Kai berjalan di samping Long Yang Wang dan kemudian berujar pelan, "Dengarkan aku. Tempat ini... Sepertinya bukan-"


"Jangan bicara dan terus jalan," Long Yang Wang menyela dan membuat pemuda di sampingnya tersentak.


Chu Kai berkedip dan agak kesal dengan tingkah remaja ini. Dia pun mengikuti Long Yang Wang dan kemudian mulai menyilangkan tangan.

__ADS_1


Chu Kai berkata, "Kau sebenarnya memiliki hubungan apa dengan Tetua Besar Sekte Tianzhi? Lalu tentang ibumu... Apa hubungan Pedang Pendekar Naga dengan pembebasan ibumu? Aku sama sekali tidak mengerti,"


Long Yang Wang menatap subjek di hadapannya, dia sedikit menengadah saat memperhatikan wajah Chu Kai sebelum kembali melihat ke depan.


"Jangan hanya diam," Chu Kai buka suara. "Kau yang melibatkanku dengan ini, jadi sudah seharusnya aku tahu permasalahan yang membuatku ikut terlibat."


Long Yang Wang menurunkan pandangannya sebelum menarik napas, ".......... Tidak ada hal yang harus kukatakan padamu."


"Bagaimana bisa tidak ada?" Chu Kai berkata. "Kau dan aku bisa dibilang adalah orang asing. Kita bahkan bertemu secara kebetulan dan kau sudah menyeretku ke tempat ini. Aku sedang dalam perjalanan memenuhi misi, tetapi kau justru melibatkanku dalam masalahmu dengan Sekte Tianzhi."


"Dengar," Chu Kai berujar, "Yang kau lakukan ini salah. Dengan kau melibatkanku, maka itu artinya hidupku akan dipertaruhkan. Siapa yang tahu bahwa para anggota Sekte Tianzhi akan menganggap bahwa kita rekan dan mereka akan membunuhku? Padahal, aku sama sekali tidak mengenalmu."


Long Yang Wang menatap lurus ke depan sebelum mulai buka suara. Dia pun berkata, "Aku akan minta maaf soal itu. Tetapi kau tenang saja karena tidak seorang pun dari mereka akan melukaimu. Aku akan menghabisi siapa pun yang berani menggertakmu,"


Chu Kai menggeleng, dia menatap Long Yang Wang dan berkata. "Kau masih tidak ingin menjelaskannya? Apa sungguh aku tidak boleh mengetahui masalahmu dengan Sekte Tianzhi?"


Long Yang Wang menatap Chu Kai sejenak, sebelum buka suara. Dia pun berkata, "Aku mempunyai seorang ibu yang terpenjara di bawah pengawasan sekelompok binatang iblis berwujud ular. Mereka mengurung ibuku dan hanya Pedang Pendekar Naga yang bisa mengalahkannya. Karenanya aku harus mendapatkan kembali senjata itu,"


"Kemudian untuk Sekte Tianzhi..." Long Yang Wang baru akan menjelaskan saat sebuah suara geraman terdengar menggema. Dia terkejut dan begitu pula dengan Chu Kai.


!!!


Suasana seketika menjadi menegangkan. Long Yang Wang mengambil posisi bersiap dan ekspresi wajahnya nampak sangat serius. Dia mendengar suara geraman kedua yang makin jelas dan kaget saat mendengar langkah kaki.


"Apa mungkin ada orang di dalam gua ini?" Long Yang Wang bergumam dan suara dari langkah kaki itu kian mendekat.


Chu Kai mengerutkan kening dan mulai memfokuskan diri pada pendengarannya. Dia tersentak dan langsung menatap ke arah Long Yang Wang. Dia saat yang bersamaan, remaja berjubah hitam itu juga menoleh ke arahnya seolah-olah mempunyai pemikiran yang serupa.


Suara yang mereka dengar bukanlah langkah kaki biasa, tetapi milik hewan buas dan kemungkinan besar itu merupakan milik binatang iblis.


!!!


Tepat ketika Chu Kai hendak buka suara, di saat itu juga sesuatu melesat menerjang dirinya. Beruntung Long Yang Wang bergerak dan menahan serangan tersebut dengan energi spiritual yang dilesatkan.


Suara keras ketika benturan membuat Chu Kai terkejut bukan main. Dia menjadi harap-harap cemas dengan keselamatan remaja berjubah hitam itu. Chu Kai baru akan bicara ketika dia menyaksikan siapa yang sudah menerjang dirinya barusan. Matanya spontan melebar.


!!!


******

__ADS_1


__ADS_2