
Chu Kai berpikir bahwa dia sudah mati karena terkena reruntuhan bangunan, tetapi yang tidak terduga adalah seseorang telah datang dan menyelamatkannya. Dia masih terguncang, tapi saat tahu siapa yang sudah menjadi penyelamat hidupnya---rasa terkejutnya kian bertambah.
!!!
Mata Chu Kai melebar. Sosok yang memegang bahunya dan bahkan meledakkan langit-langit bangunan, subjek di sampingnya ini adalah orang yang seharusnya mustahil berada di tempat ini.
"Nona Xia Ling Qing?!" Chu Kao terlihat kaget, "Ba-bagaimana kau bisa ada di sini?!"
Chu Kai tidak salah mengenali orang. Sosok yang ada di sampingnya tidak lain adalah Xia Ling Qing, gadis berpakaian biru muda dan sekaligus Pendekar Suci dari Sekte Gunung Wushi.
".............." Xia Ling Qing tidak bicara. Dia menatap dingin ke arah Chu Kai sebelum mulai mengarahkan pandangan pada para pendekar yang saat ini terlihat meringis karena sakit.
Lin Thao dan yang lainnya berpikir bahwa mereka tidak akan selamat. Kejadian yang barusan itu benar-benar nyaris saja. Semua ini karena ulah pemuda asing bermata hijau itu.
Lin Thao baru akan mengumpat ketika dirinya dikejutkan dengan kehadiran seorang gadis yang tidak lain adalah Xia Ling Qing. Tidak hanya Lin Thao, tetapi juga Zhui Ying, Ying Wang, dan yang lainnya ikut terkejut.
"Itu bukankah Xia Ling Qing?!"
"Ti-tidak mungkin! Bu-bukankah harusnya dia terbaring tidak sadarkan diri?!"
"Kudengar dia terkena racun dingin, ta-tapi kenapa dia bisa ada di tempat ini?!"
Xia Ling Qing menggerakkan pedangnya. Dia masih berdiri di depan Chu Kai dan menatap ke arah para pendekar di hadapannya. Suaranya dingin saat berkata, "Aliran Hitam memang seperti namanya. Aku tidak lagi terkejut dengan tindakan licik kalian,"
Zhui Ying menggertakkan giginya, "Xia Ling Qing..!"
"Ada apa, Nona Zhui? Apa sekarang kau cemas aku berdiri di hadapanmu sekarang?" Xia Ling Qing berujar ketus. "Sebelum kalian berani menyentuh orang-orang di sekteku... Maka ingatlah tentang bagaimana kalian kalah secara memalukan dariku."
"Kau!" Zhui Ying terlihat kesal. Dia memegang kuat pedangnya dan membentak, "Kau pikir aku takut padamu?! Kau sekarang hanyalah gadis yang cacat. Racun dingin itu tidak mungkin bisa kau atasi."
"Hmph, benarkah?" Xia Ling Qing berkata, "Bagaimana jika kau membuktikannya sendiri?"
Zhui Ying melesat dan Xia Ling Qing hanya berdiri sambil menghunuskan pedangnya. Itu adalah gerakan menusuk yang dipelajari oleh Chu Kai, tetapi dengan tenaga yang luar biasa besar dan pengontrolan kekuatan yang sama dahsyatnya.
Zhui Ying tidak bisa menghindar. Dia terkena serangan itu dan menghantam sebuah bangunan. Rasa sakit menjalar di seluruh tubuhnya dan dia pun memuntahkan darah.
Xia Ling Qing menatap ke arah Lin Thao dan pendekar dari aliran hitam yang lain. Dia pun berkata, "Aku tidak punya banyak waktu untuk kalian. Jadi datang saja semua kemari,"
!!!
Lin Thao tanpa sadar menahan napas. Dia membatin, "Dia... Apa praktik kultivasinya meningkat?! Itu jelas kekuatan yang besar. Dia..."
Ying Wang tersentak ketika Lin Thao tiba-tiba melesat pergi. Tidak disangka bahwa pemuda itu mengurungkan niatan untuk menyerang Xia Ling Qing dan justru melarikan diri begitu saja.
Bukan hanya Lin Thao, tetapi juga pendekar yang lain. Mereka seakan tahu risiko yang datang jika nekat tinggal dan mencari masalah dengan gadis yang merupakan Pendekar Suci Tingkat Pertama dari Sekte Gunung Wushi itu.
Ying Wang tidak punya pilihan. Bagaimanapun juga, dirinya masih menghargai nyawanya sendiri. Xia Ling Qing bukan hanya tidak lemah karena terkena racun dingin, tetapi justru lebih kuat dari yang pernah dia lihat sebelumnya.
Xia Ling Qing tidak mengejar siapa pun termasuk Ying Wang. Dia hanya berdiri dengan tatapan merendahkan. Pendekar dari Aliran Hitam seperti mereka tidak pantas jika langsung dihabisi begitu saja.
Xia Ling Qing lantas berbalik dan menatap ke arah Chu Kai. Bersamaan dengan itu, Wei Zhang Zihan menapak di tanah dan pemuda tampan tersebut kaget dengan kehadirannya.
Xia Ling Qing buka suara, "Sebenarnya apa saja yang kau lakukan? Meninggalkan pemuda bodoh ini untuk berhadapan dengan mereka?"
"Bagaimana kau bisa ada di sini?" Wei Zhang Zihan bukannya menjawab gadis cantik di hadapannya, tetapi justru mengajukan pertanyaan.
Xia Ling Qing berjalan dan berhenti tepat di depan Wei Zhang Zihan. Suaranya dingin ketika berkata, "Aku mendengar bahwa kau menjilat ayahku dengan mengatakan akan pergi mencari obat penawar racun dingin. Hmph, Wei Zhang Zihan. Apa sebegitu inginnya kau menjadi murid kesayangan Tetua Sekte Gunung Wushi?"
"Nona Xia--"
"Wei Zhang Zihan," Xia Ling Qing menyela. "Kau tidak perlu bersikap baik padaku. Aku tidak selemah yang kau pikirkan,"
Chu Kai menatap Wei Zhang Zihan dan Xia Ling Qing secara bergantian. Suasana terasa menegangkan dan entah kenapa perasaannya tiba-tiba menjadi sangat aneh. Dia bahkan tidak berani untuk buka suara dan masuk ke dalam pembicaraan kedua orang ini.
Xia Ling Qing sebenarnya beberapa hari yang lalu sudah bangun. Tetapi dia mendengar kabar bahwa Nalan Shu diculik oleh anggota Sekte Bulan Mati dan Wei Zhang Zihan pergi mencari saudara seperguruannya itu, bahkan sekaligus mencarikan obat penawar tentang racun dingin.
Xia Ling Qing tahu dia terkena racun yang kuat dan sangat terkenal, tetapi mengetahui bahwa Wei Zhang Zihan pergi sendirian ke tempat yang berbahaya membuatnya tidak bisa menerima hal ini. Tentu saja, walau tahu bahwa pemuda tersebut bersama Chu Kai---namun subjek bermata hijau alami ini tidak masuk dalam hitungan. Baginya, Chu Kai tidak lebih dari sebuah beban.
Xia Ling Qing menyarungkan kembali pedang miliknya dan kemudian berkata, "Dibandingkan dengan itu... Bukankah tindakanmu sudah bodoh karena kau membiarkan dia sendirian?"
Chu Kai mendengar ucapan Xia Ling Qing dan tanpa sadar menahan napas. Gadis cantik ini rupanya tidak hanya kasar padanya, tetapi juga kasar pada orang lain termasuk Wei Zhang Zihan.
Xia Ling Qing mendengus, "Entah apa pun alasannya... Aku sama sekali tidak butuh bantuanmu."
"Nona Xia," Chu Kai menyela. Dia berkata, "Kau tidak seharusnya berkata kasar dengan Pendekar Wei seperti--"
__ADS_1
"Dan kau, pria menyebalkan." Xia Ling Qing membentak dan membuat Chu Kai terkejut. Dia pun berkata, "Walau tidak bisa bertarung, paling tidak kau jangan membuat masalah. Apa-apaan dengan teknik tusukanmu itu... Kau mempermalukan nama Sekte Gunung Wushi,"
Chu Kai tercengang, "Nona Xia. Kau adalah gadis yang cantik, tetapi kata-katamu begitu pedas. Sekarang aku jadi bertanya-tanya tentang apa yang sebenarnya kusukai dari orang sepertimu."
"Apa?"
"Ka-kau kasar dan suka merendahkan orang lain. Jika sikapmu terus seperti ini... Ka-kau tidak akan pernah memiliki teman..!" Chu Kai spontan bersembunyi di belakang punggung Wei Zhang Zihan saat melihat Xia Ling Qing menarik keluar pedang pusakanya. Dia sangat terkejut dan sejujurnya cukup takut karena berani bicara seperti itu.
"Katakan sekali lagi dan aku akan memotong lidahmu,"
"Xia Ling Qing," Wei Zhang Zihan buka suara. "Shizun meminta untuk mengantarkannya ke Konferensi Pendekar Muda. Tolong jaga sikap dan kendalikan amarahmu,"
"Entahlah..." Xia Ling Qing menghunuskan pedangnya dan ujung dari senjata itu sedikit lagi menempel di leher Wei Zhang Zihan.
Tanpa nada, Xia Ling Qing berkata. "Murid yang menjadi kesayangan Tetua Sekte Gunung Wushi... Apa kau pikir aku akan menuruti ucapanmu?"
Chu Kai melebarkan matanya ketika setitik darah mengalir di ujung pedang Xia Ling Qing. Dia berseru, "No-Nona Xia..!"
"Hmph," Xia Ling Qing kembali menarik pedang pusakanya. Dia berbalik dan tanpa nada berkata, "Konferensi Pendekar Muda bukanlah mainan anak-anak. Jadi sebaiknya kalian berdua jangan mempermalukan nama baik sekte atau aku sendiri yang akan menghabisi kalian,"
!!
Chu Kai terkejut. Gadis cantik berpakaian biru muda itu langsung melesat pergi begitu saja. Dia pun menatap ke arah Wei Zhang Zihan yang lehernya sedikit terluka.
"Pe-Pendekar Wei, kau baik-baik saja?!"
"Bukan masalah," itu hanya luka yang sangat kecil. Wei Zhang Zihan hanya mengusapnya dan darah pun tidak lagi mengucur walau masih meninggalkan bekas di lehernya.
"Sebenarnya kenapa sikap nona Xia seperti itu?" Chu Kai buka suara. "Dia seakan begitu membenciku, padahal aku sama sekali tidak pernah berbuat kesalahan apa pun padanya. Dan bahkan karena aku... Pendekar Wei jadi terluka,"
Wei Zhang Zihan menarik napas, "Dia memang gadis yang seperti itu. Jika kau sudah lama tinggal di Sekte Gunung Wushi, kau akan terbiasa dengan sikapnya. Tidak perlu dipikirkan, ayo pergi."
"Pe-Pendekar Wei..!" Chu Kai menyusul Wei Zhang Zihan. Dia kembali berkata, "Bukan itu yang kumaksud. Tapi nona Xia..."
"Sifat Xia Ling Qing yang kasar sudah sejak lama ada, bahkan ketika usianya masih kecil." Wei Zhang Zihan berujar, "Karena dia jenius.. Dia jadi merendahkan orang lain. Tapi meski demikian, dia bukanlah orang yang jahat."
".............." Chu Kai menurunkan pandangan matanya sejenak sebelum berkata. "Aku sudah lama mengagumi Pendekar Suci, termasuk nona Xia Ling Qing. Aku begitu mengaguminya karena selain cantik, dia berbakat dan sangat hebat. Dia adalah pendekar wanita yang dapat disejajarkan dengan para pendekar pria,"
Chu Kai menarik napas dan berkata, "Nona Xia berulang kali menolongku, jadi tentu saja dia bukanlah orang yang jahat. Aku.... Kurasa aku mengerti kenapa dia begitu pemarah."
*
*
Kota Chang'An merupakan kota yang luas dan tidak mungkin insiden runtuhnya salah satu bangunan di kota ini tidak mungkin tidak diketahui oleh orang-orang. Apalagi ketika ada mayat di antara puing-puing reruntuhan itu.
Chu Kai sendiri baru ingat pada bungkusannya ketika dia tiba di sebuah penginapan. Xia Ling Qing yang menyewa tiga kamar untuk mereka, bahkan tanpa meminta pendapat Wei Zhang Zihan ataupun pendapat darinya.
"Pe-Pendekar Wei..!"
Wei Zhang Zihan langsung menutup pintu saat Chu Kai memanggilnya. Dia membuat pemuda itu tersentak seolah tidak menyangka dengan tindakannya.
Chu Kai jadi tidak punya pilihan selain pergi ke kamarnya sendiri, padahal dia masih ingin bicara dengan Wei Zhang Zihan.
Chu Kai berdecak, dia menggeleng pelan dan berjalan ke arah tempat tidurnya. Dia baru saja akan berbaring ketika mendengar suara ketukan dari arah jendela.
?!
Kening Chu Kai mengerut. Suara ketukan itu kembali terdengar dan membuatnya bangun dari tempat tidur. Dia melangkah dan saat membuka jendela---dirinya dikejutkan dengan kehadiran seseorang yang tidak lain adalah Xia Ling Qing.
"No-Nona Xia?"
"Ikut denganku," Xia Ling Qing tanpa nada langsung menarik kerah Chu Kai dan membawanya melesat pergi. Tindakannya jelas sangat mengejutkan, bahkan membuat Chu Kai berteriak.
!!
Xia Ling Qing melempar tubuh pemuda yang dibawanya dan kemudian menapak dengan lembut di tanah. Chu Kai merintih sebab bokong dan punggungnya menghantam tanah dengan tidak elegan.
"Ssh... Nona Xia, sebenarnya apa-apaan ini--!" Chu Kai baru akan bertanya ketika sesuatu tiba-tiba menancap di antara kakinya, nyaris saja mengenai aset dari masa depannya.
Chu Kai sampai tidak bisa merasakan detakan jantungnya. Benda yang menancap itu tidak lain adalah sebuah pedang kayu. Dia menatap gadis berpakaian biru muda di depannya dan kemudian buka suara.
Chu Kai membentak, "Nona Xia! Apa yang kau lakukan?!"
"Tarik pedangmu dan hadapi aku,"
__ADS_1
"A-apa?" Chu Kai berdiri. Dia baru akan bertanya kembali ketika Xia Ling Qing tiba-tiba datang dan menyerangnya.
!!
Secara spontan, Chu Kai menarik pedang kayu yang menancap di tanah dan menahan serangan dari gadis tersebut. Tenaga Xia Ling Qing benar-benar tidak sesuai dengan ukuran tubuh gadis ini yang begitu manis.
"Lakukan gerakan yang kau pelajari dari Wei Zhang Zihan. Jangan membuat usahanya sia-sia,"
?!
Chu Kai terdorong mundur. Dia melihat Xia Ling Qing juga memakai pedang kayu, tetapi gerakan gadis ini begitu cepat dan beberapa kali lengan dan tubuhnya terkena pukulan pedang.
"Apa gadis ini... Sedang melatihku?" Chu Kai berkedip beberapa kali. "Bukankah dia tidak suka padaku? Kenapa sikapnya..."
Chu Kai mengerutkan kening. Dia menghindari serangan Xia Ling Qing dan memperhatikan dengan saksama gadis di hadapannya. Dirinya membatin, "Apa mungkin ini yang dikatakan orang-orang... 'Lain di bibir, lain di hati'?"
!!
Chu Kai terlalu memikirkan hal yang lain hingga sebuah tendangan mengenai dadanya. Dia menghantam tanah dan nampak terbatuk. Xia Ling Qing mendengus, "Bodoh. Siapa yang menyuruhmu melamun saat kau sedang bertarung? Cepat bangun."
"Aduuh..." Chu Kai berusaha untuk berdiri kembali, tetapi sebuah tendangan datang lagi dan membuatnya kembali menghantam tanah.
"Bangun!" suara Xia Ling Qing terdengar dingin. Dia kembali menendang saat Chu Kai mencoba untuk bangkit.
"Nona Xia, kau--"
"Musuh tidak akan membiarkanmu mengambil posisi. Karena itulah usahakan agar kau tidak sampai jatuh ke tanah. Sekarang bangun..!"
Chu Kai memegang kuat pedang kayu miliknya. Tendangan kembali datang, namun dengan cepat tangannya yang lain langsung menahan serangan tersebut. Dia memegang kaki Xia Ling Qing dan dengan kasar mendorongnya.
Xia Ling Qing terpental, namun dengan cepat mementingkan tubuh di udara dan kemudian menapak di tanah. Saat melakukan gerakan tersebut, pemuda yang di hadapinya sudah bangun dan mengambil posisi bersiap.
!!
Xia Ling Qing tersentak ketika tiba-tiba Chu Kai melesat dan melawannya. Pertarungan teknik gerakan berpedang terjadi di antara mereka.
"Kau menghadapi lebih dari tiga pendekar aliran hitam di bangunan itu, kenapa gerakanmu sama sekali tidak berguna?" Xia Ling Qing buka suara. "Jangan hanya perhatikan teknikmu, tetapi juga perhatikan gerakan lawan. Cari kelemahan orang yang kau hadapi."
Chu Kai terdorong mundur dan dengan cepat didesak untuk mengambil posisi bertahan. Dia benar-benar tidak pernah membayangkan akan berada dalam situasi semacam ini, berlatih di bawah sinar bulan bersama seorang Pendekar Suci. Sejujurnya dia berdebar-debar dan entah mengapa merasa senang.
Xia Ling Qing sendiri nampak mengerutkan kening. Semakin lama dia bertukar serangan dengan Chu Kai--semakin ringan langkah kaki pemuda ini. Seolah-olah gerakan subjek di depannya yang semula canggung dan kaku, perlahan-lahan membaik.
"..............." Xia Ling Qing ingin menguji. Dia pun meningkatkan kecepatan gerakannya dan hal yang mengejutkan terjadi.
Pedang kayu yang dia pegang harusnya sudah mengenai wajah Chu Kai, tetapi dengan tidak terduga serangan itu berhasil ditahan oleh bilah pedang kayu pemuda bermata hijau ini. Xia Ling Qing bahkan menggunakan kakinya dan subjek tersebut bisa menghindar dengan mudah.
"Hmph," Xia Ling Qing mendengus. Reaksi dari pemuda ini cukup mengesankan. "Kurasa kau jadi tidak terlalu bodoh,"
Chu Kai tidak sempat fokus untuk mendengar gumaman subjek lain. Dia berkonsentrasi pada setiap gerakan Xia Ling Qing, termasuk gerak bahu gadis cantik ini.
!!
"Kekuatannya benar-benar mengagumkan..!" Chu Kai menggunakan kakinya untuk menahan serangan Xia Ling Qing. Dia mengayunkan pedang dan memakai kakinya untuk mengait kaki subjek lain.
Xia Ling Qing spontan melompat. Kesempatan itu tidak disia-siakan oleh Chu Kai dan pemuda tersebut kembali menyerangnya. Ayunan dari pedang Chu Kai ditangkis oleh Xia Ling Qing, tetapi tenaga dari serangan tersebut begitu kuat hingga tidak bisa dihadapi.
Xia Ling Qing terpental. Hampir saja tubuhnya menghantam tanah andai kakinya berpijak. Masalahnya belum sempat mengatur posisi, Chu Kai kembali menyerang dan dengan gerakan yang sama seperti miliknya.
!!!
Tidak butuh waktu lama sampai Xia Ling Qing berada di posisi bertahan. Dan yang lebih mengejutkannya lagi adalah kekuatan dari Chu Kai ikut bertambah saat semakin lama mereka bertukar serangan.
"Baiklah, kau ternyata mampu untuk belajar dengan cepat." Xia Ling Qing buka suara dan kali ini menggunakan teknik pernapasan. Dia kembali membuat perbedaan besar hingga lawannya terdesak.
Chu Kai jelas saja syok. Dia sudah berpikir bahwa Xia Ling Qing mempunyai kekuatan yang tidak main-main, tetapi tidak disangka akan semenakutkan ini. Bahkan gadis cantik di hadapannya belum mengeluarkan teknik pernapasan termasuk serangan yang terkuat, tetapi dia sudah sangat kewalahan.
"Atur napasmu." Xia Ling Qing memberikan arahan, "Bayangkan kau akan mati jika tidak melawan sekuat tenaga. Gunakan Teknik Pernapasan yang diajarkan Wei Zhang Zihan. Fokus!"
Chu Kai menarik napas. Dadanya berdebar dan seolah ada sesuatu yang sedang bergemuruh di dalam dirinya. Aliran darahnya terasa panas dan tatapan matanya menjadi tajam. Dia bisa melihat celah samat di antara gerakan cepat dari Xia Ling Qing dan tanpa peringatan langsung menggunakan teknik tusukan yang sudah lama dilatihnya.
!!!
Ledakan besar tercipta, bahkan angin kejut karena dampak serangan itu sudah membuat pepohonan di sekitar Chu Kai miring, beberapa bahkan tumbang karena tidak kuat menahan tekanan angin yang datang.
Tidak hanya pepohonan, tanah di sekitar tempat itu pun sampai terkikis. Suara dari hewan malam terdengar seolah-olah mereka terbang mencari tempat yang aman. Di bawah sinar lembut bulan, dampak dari serangan itu terlihat sangat jelas.
__ADS_1
******