LAHIRNYA PENDEKAR NAGA

LAHIRNYA PENDEKAR NAGA
76 - Kejutan


__ADS_3

Ledakan cahaya terjadi bersamaan dengan seruan salah satu pendekar. Itu terjadi begitu tiba-tiba, benar-benar mengejutkan semua orang.


Wei Tian Yu, Tetua Gu Yiling, para pendekar yang lain termasuk Xue Xiao Wen berusaha menahan tekanan yang datang tanpa peringatan. Mereka pun menyaksikan benda yang harusnya hanyalah sebuah nisan batu berbentuk pedang tersebut pun bergetar.


"Pedangnya... Itu Pedang Pendekar Naga..!" Hong Yue berseru, batu yang dilihatnya hancur dan kini pusaka itu telah memperlihatkan wujud aslinya.


Pedang itu mempunyai bilah yang sangat berkilap, berwarna putih keperakan dan diselimuti energi spiritual yang kuat. Senjata tersebut memiliki pegangan besi berwarna hitam berbentuk kepala naga, kehadirannya menarik perhatian semua orang.


Hong Yue tersenyum dan melesat lebih dulu ke tempat pedang itu, bahkan sebelum ada orang lain yang sempat bereaksi. Pendekar lain menyerukan namanya dengan ekspresi yang kesal dan berusaha menghentikan Hong Yue dari mengambil pedang itu, tetapi sudah terlambat.


Tepat ketika tangan Hong Yue memegang gagang pedang tersebut, sesuatu yang tidak akan pernah diduga siapa pun mulai terjadi.


Xue Xiao Wen membelalakkan matanya, ada sesuatu yang memercik dan sedikit mengenai pipinya. Mata kepalanya sendiri melihat dengan jelas bagaimana tubuh Hong Yue terpotong menjadi beberapa bagian dan terlempar ke berbagai arah.


Semua orang membutuhkan waktu memproses kejadian yang tiba-tiba itu dan pada akhirnya mereka pun terkejut. Beberapa pendekar ada yang sampai berteriak dan tidak sedikit yang terjatuh karena rasa syok.


!!!


"A-Apa yang terjadi?! Hong Yue, di-dia..!"


Chu Kai yang belum keluar dari tempatnya bersembunyi juga menyaksikan dengan jelas bagaimana Hong Yue tewas begitu saja. Dia yakin, bahkan Hong Yue pun tidak akan menyangka bisa kehilangan nyawa secara mengejutkan seperti ini.


!!


Tetua Sheng Zei Wang dan Tetua Gu Yiling tersentak. Mereka menengadah dan melihat ada banyak asap hitam tipis yang merupakan roh-roh jahat di tempat ini. Makhluk-makhluk itu berkumpul dan seolah ditarik oleh pedang pusaka tersebut.


"Sebenarnya... Jenis pedang apa itu?" Ye Chang Shi menggumam dan kaget ketika seorang pendekar yang berada di dekatnya melesat.


"Jenis pedang apa pun itu, dia akan menjadi milikku..!"


"Jangan gegabah..!"


"Berhenti..!"


!!!


Kejadian yang sama seperti Hong Yue kembali terulang. Tepat ketika tangan pendekar itu memegang gagang pedang tersebut, seluruh tubuhnya langsung terpotong menjadi beberapa bagian. Organ dalamnya sampai jatuh berserakan dan dengan kondisi yang tidak berbentuk.


"Pedang... Itu PEDANG IBLIS..!"


Chu Kai mendengar teriakan itu dan di saat bersamaan suara bising mulai memenuhi ruangan ini. Ada angin yang sangat kencang keluar dari bilah pedang tersebut. Batu dan lantai yang terkena hempasan angin ini meledak, hancur menjadi kepingan.


Tetua Sheng Zei Wang, Tetua Gu Yiling, Xue Xiao Wen, termasuk Wei Tian Yu melompat untuk menghindari terjangan angin itu. Namun ada juga pendekar di dekat mereka yang tidak sempat menghindar. Tubuh para pendekar itu pun tertebas menjadi beberapa bagian dan tidak sedikit yang tewas seketika.


Chu Kai menarik napas, tangannya terkepal dan tatapan matanya tajam. Dengan gigi yang bergemeretakan, dia mengingat sebuah nama. Sosok yang membawanya ke tempat ini, serta seseorang membuatnya terlibat dalam situasi seperti sekarang.


"Long...... Yang Wang,"


*


*


Wei Zhang Zihan saat ini berada di luar gua makam kuno. Dia bersama Chen Xiao Yang dan Huang Zhang, serta tiga orang pendekar dari Sekte Giok Putih. Di antara mereka, terlihat Xia Ling Qing dan Long Yang Wang yang saat ini belum juga sadarkan diri.


Chen Xiao Yang dan Huang Zhang sebelumnya sudah mengajak para pendekar yang mereka temui di jalan untuk keluar dari gua makam kuno ini, namun hanya anggota Sekte Giok Putih yang ingin mendengarkan. Mereka pun berada di tempat yang bisa dikatakan aman, sebab tidak ada tanda-tanda binatang iblis ataupun roh jahat di tempat ini.


"Apa kalian merasakannya?" Chen Xiao Yang buka suara. Dia berujar, "Entah bagaimana aku merasakan ada sesuatu yang sangat menekan berada di dalam sana."

__ADS_1


"Mn, ada angin yang berhembus keluar dari dalam mulut gua itu. Sepertinya seseorang sudah menemukan pusaka yang sangat berharga di tempat ini,"


Wei Zhang Zihan menatap sejenak para pendekar yang sedang bicara di dekatnya. Dia pun kembali menoleh dan memandang lurus ke depan. Saat ini, Chu Kai masih berada di dalam sana dan entah apa yang dilakukannya.


"................"


Wei Zhang Zihan sebenarnya ingin kembali ke dalam, tetapi Xia Ling Qing masih tidak sadarkan diri dan tidak baik jika dia meninggalkan gadis itu bersama dengan para kultivator yang bukan berasal dari Sekte Gunung Wushi.


Wei Zhang Zihan, Chen Xiao Yang, Huang Zhang dan pendekar lainnya tidak menyadari bahwa segaris senyum samar terbentuk di wajah Long Yang Wang. Remaja berusia 14 Tahun itu rupanya sudah lama sadarkan diri, tetapi tetap berpura-pura pingsan.


Dan di samping itu, tidak seorang pun dari mereka yang tahu tentang rencana besar yang sudah dilakukan Long Yang Wang. Apalagi satu-satunya orang yang sudah mencurigainya saat ini berada di dalam gua, berdiri di bawah cahaya redup rumput bulan sambil melihat para pendekar dari berbagai sekte kehilangan nyawa.


Sosok itu adalah Chu Kai, dia kini mengerti bahwa Long Yang Wang sudah membohongi dirinya tentang Pedang Pendekar Naga. Ada kemungkinan bahwa kabar mengenai makam kuno ini juga disebarkan oleh remaja itu dan mereka dibuat sebagai korban persembahan dari senjata iblis yang saat ini sedang dilihatnya.


Xue Xiao Wen melambaikan selendang merah miliknya untuk membalas terjangan angin yang berbahaya tersebut, begitu pula dengan Wei Tian Yu yang melesatkan beberapa teknik berpedangnya.


Kondisi di ruangan inti dari makam kuno itu dipenuhi angin yang kencang, suara ledakan, dan deru napas para pendekar. Ada di antara mereka yang hendak melarikan diri, tetapi saat berlari ke arah ruangan tempat mereka datang sebelumnya---seketika itu juga muncul banyak binatang iblis yang berlari masuk.


Tetua Gu Yiling dan Han Dong Qing yang saat ini sedang bergerak menghindar nampak kaget kala menyaksikan ada tiga orang pendekar yang tewas diinjak oleh binatang iblis berukuran besar. Tidak hanya itu, binatang iblis yang lain justru menggigit tubuh ketiga pendekar itu dan mengunyahnya begitu saja.


!!!


Ini jelas adalah pembantaian, jebakan yang ditujukan kepada para pendekar. Siapa pun pasti tidak akan menyangka bahwa gua makam kuno yang harusnya memiliki harta berharga yang berlimpah kini menjadi makam massal bagi para pengunjungnya.


?!


Mengejutkannya adalah, angin berhembus kencang itu juga ikut membunuh binatang iblis yang ada. Suara dengungan terdengar makin kuat dan perlahan pedang yang menancap itu pun mulai bergerak, seolah hendak terlepas dengan sendirinya.


"Nona Xue..!" Zhu Lui berseru, "Kita harus pergi dari sini. Pedang itu dapat menghabisi nyawa kita jika masih berada di tempat ini."


"Kita harus melakukan sesuatu pada pedang itu lebih dahulu jika ingin selamat," Xue Xiao Wen nyaris terkena hembusan angin, tetapi beruntung sebab dia diselamatkan oleh Tang Wu Shang.


Para pendekar yang mempunyai keahlian seperti Ye Chang Shi berusaha menangkis terjangan angin itu dengan energi spiritual berbentuk serupa. Mereka adalah pendekar yang mempelajari teknik perubahan energi spiritual sehingga mampu menciptakan angin yang juga cukup kuat. Walau memang tidak setajam angin yang dikeluarkan oleh pedang pusaka tersebut.


Chu Kai sendiri masih ada di tempatnya berdiri, dia belum keluar dan sepertinya memang tidak berniat memperlihatkan diri. Kemampuannya dalam teknik berpedang masih harus lebih diasah, dan karena itulah jika dia nekat ke sana.... Maka kemungkinan menangnya pun tidak akan lebih besar.


Menggunakan Teknik Pernapasan Naga sama sekali tidak membantunya. Yang ada justru para pendekar tersebut akan tewas begitu saja. Chu Kai memang tidak suka beberapa orang di antara para pendekar itu, namun dia juga tidak mau mengotori tangannya sendiri untuk menolong mereka.


"Long Yang Wang... Sebenarnya apa yang bocah itu rencanakan?" Chu Kai membatin, "Dia berkata bahwa aku memiliki aura yang dapat menarik pedang pendekar naga. Tapi yang terlihat saat ini.... Pedang itu justru lebih cocok disebut pedang iblis yang haus darah."


Chu Kai tersentak saat tiba-tiba menyadari sesuatu, "Tunggu. Sebelumnya aku menarik pedang itu dan sama sekali tidak bergerak. Pedang itu bahkan tidak menyerangku sama seperti saat dia menyerang Hong Yue. Jadi... Apa yang sebenarnya terjadi?"


Tentu saja Chu Kai bertanya-tanya. Pemuda itu mengingat-ingat setiap kejadian saat dia datang ke tempat ini sendirian hingga harus bersembunyi dan masih tidak mengerti. Jelas, bahwa pedang yang sebelumnya menjadi batu itu kini berubah memperlihatkan wujud aslinya, tetapi itu juga bukan karena campur tangannya.


"Aku merasakan aura naga pada pedang itu, tapi benar-benar bukan aku yang menyebabkan pedang itu berubah. Jadi jika bukan, lantas karena apa..?"


"Karena jumlah persembahannya sudah lebih dari cukup."


!!


Chu Kai membeku ketika terdengar suara asing yang sangat dekat di telinganya. Sebuah tangan menyentuh bahunya dan saat dia menoleh, tatapan matanya langsung berhadapan dengan wajah seorang wanita.


"Kau..."


"Sudah kubilang bahwa kau adalah milikku. Jadi bagaimana mungkin kulepaskan?"


Sosok di samping Chu Kai tidak lain adalah Wu Shezi. Siluman ular kalajengking yang dia temui sebelum dirinya masuk ke dalam gua makam kuno ini. Subjek ini juga yang memintanya untuk menghancurkan kristal ungu yang entah untuk tujuan apa.

__ADS_1


"Jadi kenapa kau bersembunyi di tempat ini?" Wu Shezi tersenyum. Dia dalam wujud manusia dan sejujurnya mempunyai wajah yang cantik meskipun Chu Kai sama sekali tidak tertarik.


"Kebungkaman yang manis," Wu Shezi menatap para pendekar itu dan kemudian menjelaskan, "Pedang yang kau lihat adalah senjata yang disebut sebagai Pusaka Langit. Benda itu memiliki roh di dalamnya dan merupakan pembawa bencana di masa lalu."


Chu Kai menatap wanita di sampingnya dan tentu saja tersentak. Namun tetap dia masih sangat waspada sebab sosok yang ada di hadapannya sekarang adalah jenis monster yang sangat berbahaya. Kehadiran Wu Shezi bahkan sama sekali tidak bisa dideteksi dan itu menandakan bahwa kemampuan wanita ini sudah jauh meningkat.


"Kenapa kau sangat tegang begitu? Aku sedang menjelaskannya padamu," Wu Shezi menyilangkan tangan dan berkata, "Tempat ini tidak pernah dikunjungi oleh manusia yang hidup dan jika ada yang datang dengan nyawanya, maka akulah yang akan membunuhnya."


"Kau tahu kenapa aku yang berjaga di pinggir gua? Itu... Karena aku menjaga agar pedang itu tidak pernah bangun dari tidur panjangnya." Wu Shezi melanjutkan dan membuat Chu Kai terkejut.


"Ja-jadi maksudmu..?!"


"Mn, penjaga dasar Tebing Juéwàng... Adalah aku." Wu Shezi menatap Chu Kai sejenak sebelum menghela napas. Dia pun berkata, "Apa aku harus menjelaskan semuanya padamu dalam situasi seperti sekarang?"


Wu Shezi melanjutkan, "Lebih baik untuk tidak membahasnya dulu. Mereka jauh lebih membutuhkan pertolongan. Kau hanya perlu tahu bahwa saat ini aku tidak berada dipihak yang berseberangan denganmu,"


Chu Kai benar-benar tidak tahu harus bagaimana bertindak sekarang ini. Di dekatnya ada seorang monster dan tidak jauh di hadapannya... Banyak pendekar yang sedang berjuang untuk hidup mereka. Pedang pusaka itu pun sama sekali tidak bisa dihentikan.


"Bagaimana cara membantu mereka..?" Chu Kai sungguh paling tidak menyukai jika harus mengatakan hal ini pada makhluk yang tidak bisa dipercaya seperti Wu Shezi.


"Tsk, kecurigaanmu padaku benar-benar menyebalkan." Wu Shezi bisa merasakannya. Dia mengembuskan napas dan berkata, "Pria Tampan. Kau tidak punya pilihan selain percaya padaku mulai sekarang. Atau... Setelah para pendekar itu tiada... Maka yang menjadi korban berikutnya adalah kau dan juga aku."


"Lalu bagaimana cara menghentikannya?"


"Kau harus menangkapnya."


!!


"Menangkapnya? Menangkap pedang itu?!" Chu Kai terkejut.


"Benar," Wu Shezi berkata, "Kau harus menangkapnya. Mengendalikan pedang itu agar menurut padamu. Itu satu-satunya cara agar pedang itu bisa dijinakkan dan tidak menyerang orang lain lagi."


"Apa kau bercanda?" Chu Kai berkata. "Aku melihat Hong Yue memegang pedang itu dan tubuhnya langsung terpotong begitu saja. Tapi kau justru ingin aku yang--ukh! Kenapa bukan kau saja?!"


"Kalau saja aku bisa, apa menurutmu aku akan bersembunyi denganmu di sini?" Wu Shezi berujar. "Kau adalah Pendekar Naga, aku yakin kau pasti akan menemukan caranya. Jadi pikirkanlah,"


"Tsk, wanita siluman ini sama sekali tidak membantu." Chu Kai fokus memperhatikan setiap gerakan para pendekar itu dan hampir saja menyerukan nama Tetua Gu Yiling saat tetua tersebut nyaris terkena serangan.


"Oh! Pendekar Wang Xiao Cheng," Chu Kai melihat Wang Xiao Cheng ada di antara para pendekar dari berbagai sekte itu. Dia menyaksikan bagaimana Wang Xiao Cheng membantu Ye Chang Shi walau berada di sekte yang berbeda.


"Dia pemuda yang baik..." Chu Kai bergumam saat keningnya pun mulai mengerut. Posisi dan langkah Wang Xiao Cheng saat menghindari terjangan angin itu membuatnya sadar akan sesuatu.


!!!


"Ada apa?" Wu Shezi menyadari rasa terkejut Chu Kai. Dia berkedip, "Apa kau sudah menemukan sesuatu?"


"Aku rasa... Aku tahu caranya.."


?!


Wu Shezi tersentak, "Benarkah? Bagaimana? Cepat katakan."


"Tapi kau harus membantuku,"


!?


******

__ADS_1


__ADS_2