LAHIRNYA PENDEKAR NAGA

LAHIRNYA PENDEKAR NAGA
69 - Pertemuan (3)


__ADS_3

Ruangan berdinding batu itu sangat luas dan di beberapa sudutnya memiliki tumpukan tulang belulang. Ada banyak selendang merah yang seolah menempel di dinding serta langit-langit gua. Chu Kai tanpa sengaja menginjak sebuah potongan selendang dan terkejut bukan main.


Selendang di kakinya mempunyai tekstur yang aneh. Ini bukan sekedar kain, tetapi nampak seperti tekstur daging yang lunak. Apalagi pada permukaannya terlihat darah segar yang mengalir.


Semakin diperhatikan baik-baik, selendang tersebut memiliki urat-urat yang halus dan bahkan terlihat agak berdenyut. Chu Kai tidak hanya terkejut pada satu hal ini, tetapi apa yang tergantung dan nampak dililit oleh kain-kain itu.


!!!


Manusia. Ada belasan manusia yang tergantung di langit-langit dinding batu tersebut. Beberapa di antara mereka tidak memiliki tubuh bagian bawah dan lainnya bahkan hanya menyisakan kepala dengan organ dalam.


Darah yang menetes membuat Chu Kai menyadari bahwa orang-orang ini kemungkinan besar baru saja tewas. Matanya pun melebar saat mengenali seseorang di antara manusia yang tidak lagi bernyawa itu.


"Tang... Tang Lian..?" Chu Kai tidak mungkin salah ingat. Salah satu korban yang sudah tidak bernyawa dan dalam kondisi sangat mengenaskan itu adalah Tang Lian. Seorang pendekar yang mengajaknya bicara ketika ia mengikuti konferensi pendekar muda.


Tang Lian merupakan pemuda berusia 20 Tahun yang mengagumi Chu Kai, bahkan sangat senang ketika Chu Kai memanggilnya 'saudara'. Pemuda tersebut sampai pernah berkata akan menyombongkan diri di depan para murid Sekte Tang sebab dekat dengan Pendekar Naga.


"Bukan waktunya bersedih. Lihat ke depan," Long Yang Wang buka suara. Dia sebenarnya merasakan sesak melihat pemandangan yang mengerikan di hadapannya. Dan dia tahu benar bagaimana perasaan yang menyelimuti pemuda ini.


Chu Kai merasakan tenggorokannya sakit saat menelan ludah. Dia mengangguk pelan, "Aku tahu. Tidak ada gunanya bersedih di saat seperti ini, tapi dibandingkan itu semua... Saat ini aku benar-benar marah."


Long Yang Wang menatap Chu Kai sejenak sebelum memperhatikan kondisi di sekitarnya. Selain mereka, masih ada empat orang pendekar yang hidup di tempat ini. Salah satu dari pendekar tersebut adalah seorang gadis dengan pakaian berwarna biru muda.


Long Yang Wang memperhatikan sekitarnya dan tidak menemukan adanya monster, padahal sebelum ini----dia yakin di dalam ruangan ini mereka akan menghadapi dua makhluk yang kemungkinan besar adalah binatang iblis.


"Di mana? Aku merasakan kehadiran mereka, tapi wujudnya tidak ada." Long Yang Wang mengepalkan tangannya, terlihat sedikit api rubah di sela-sela jarinya walau penampakan itu masih agak samar.


Long Yang Wang mengerutkan kening dan membatin, "Apa mungkin makhluk itu ada di antara keempat orang ini? Dia bisa saja sudah memiliki wujud manusia yang sempurna-"


"Nona Xia Ling Qing..!"


Long Yang Wang tersentak saat Chu Kai tiba-tiba saja berseru. Dia melihat satu-satunya gadis di tempat ini yang menoleh dan seolah terkejut dengan orang yang sudah menyerukan namanya.


"Kau..." Xia Ling Qing sudah lama mencari Chu Kai dan Wei Zhang Zihan. Dia sebelumnya tidak menemukan Wei Zhang Zihan, tapi yakin bahwa pemuda itu datang ke tempat ini. Dan sekarang melihat Chu Kai membuatnya merasa bahwa Wei Zhang Zihan juga pasti ada di sini.


"Nona Xia-"

__ADS_1


"Menjauhlah dari sini..!" Xia Ling Qing membentak saat Chu Kai hendak menghampiri dirinya. Di waktu bersamaan, tiga pasang selendang merah datang dan menyerang Chu Kai serta Xia Ling Qing.


!!!


Long Yang Wang melompat menghindar, begitu juga dengan dua pendekar yang lain. Xia Ling Qing dan seorang pendekar yang terluka parah nampak terlambat untuk mengelak dari serangan tersebut. Mereka hampir saja berada dalam bahaya andai Chu Kai tidak melesat dan menyelamatkan keduanya.


"Nona Xia, kau tidak apa-apa?" Chu Kai bertanya saat berdiri tepat di hadapan Xia Ling Qing.


Gadis berpakaian biru muda itu tentu saja tidak menyangka hal ini akan terjadi. Chu Kai hanya menggunakan kepalan tangannya dan berhasil memukul selendang merah itu hingga terpental jauh, bahkan sampai menabrak dinding.


Xia Ling Qing memegang kuat pedangnya dan bila dibandingkan dengan rasa berterima kasih karena ditolong, dirinya justru nampak begitu marah. Gadis itu bahkan menatap Chu Kai dengan sangat tajam, seolah hampir meledak.


"Apa... Yang kau lakukan di tempat ini?!" Xia Ling Qing tidak tahan lagi. Dia memukul dada Chu Kai dan membuat pemuda itu merintih.


"Apa kau tidak bisa diam saja?! Untuk apa kau datang ke Sekte Tianzhi, hah? Kau..!"


"Nona Xia, aku hanya membantumu-"


"Aku tidak butuh bantuan." Xia Ling Qing menyela, "Aku tidak pernah meminta bantuan darimu jadi berhentilah bersikap bodoh dan pergi dari sini."


Tanpa memalingkan pandangannya, Chu Kai menggunakan teknik pernapasannya dan membuat serangan tersebut lenyap begitu saja. Para pendekar yang ada di ruangan ini terkejut, termasuk Long Yang Wang.


"Nona Xia, ada apa denganmu?" Chu Kai mengulurkan tangan. Dia menyentuh bahu Xia Ling Qing dan merasa bahwa gadis ini sedikit bersikap aneh.


Dia tahu bahwa Xia Ling Qing selalu bersikap kasar dan dingin padanya, tetapi sejauh yang dia ketahui---gadis ini bahkan membantunya untuk berlatih pedang. Hubungannya dengan Xia Ling Qing tidak seharusnya menjadi buruk kembali.


"Sepertinya... Dia syok dengan apa yang terjadi," Chu Kai tahu bahwa Xia Ling Qing adalah Pendekar Suci dari Sekte Gunung Wushi. Namun tetap saja faktanya gadis ini masih berusia belasan tahun. Pengalaman subjek ini.... Kemungkinan tidak sebanyak yang dia pikirkan.


"Nona Xia, aku ingin berterima kasih." suara Chu Kai lembut dan membuat Xia Ling Qing tersentak. Gadis itu langsung menengadah saat menatapnya.


Sambil tersenyum, Chu Kai berkata. "Aku ingin memperlihatkan hasil latihanku padamu, tapi tetap saja aku tidak yakin akan sempurna seperti yang kau ajarkan. Jadi tolong lindungi aku,"


!!


Chu Kai berbalik dan kemudian langsung memberikan serangan pada selendang merah yang saat ini telah menghadapi Long Yang Wang. Remaja lelaki itu memang bergerak lebih cepat dari Chu Kai, bahkan Long Yang Wang tahu saat-saat di mana lawan hendak memanfaatkan situasi.

__ADS_1


"Kau masih sanggup?" punggung Chu Kai bersentuhan dengan punggung Long Yang Wang. Remaja berusia 14 Tahun itu hanya setinggi dadanya, namun keberanian subjek ini sangat mengagumkan.


"Kau bicara terlalu lama tadi," Long Yang Wang berkata, "Ketiga pendekar yang sebelumnya memanfaatkan situasi dan pergi. Mereka itu sangat kelewatan. Tsk, harusnya kubunuh saja mereka tadi,"


"Tidak perlu memikirkan mereka, kita fokus dulu dengan apa yang ada di depan." Chu Kai mengait sebuah pedang yang ada di lantai dengan kakinya. Dia pun melesat saat tiga buah selendang bergerak cepat ke arahnya.


Long Yang Wang sendiri mendengus. Ucapan Chu Kai memang benar, mereka harus lebih fokus menghadapi masalah ini. Dan selain itu, dia tahu satu rahasia kecil. Salah satu dari tiga pendekar yang melarikan diri sebelumnya merupakan binatang iblis.


Long Yang Wang tidak menghentikannya dan bahkan tidak mengatakan apa pun sebab dia memang tidak suka dengan para pendekar. Apalagi ketiga pendekar tadi tidak mempunyai hubungan dengannya. Jadi dia tidak peduli pada keselamatan nyawa mereka.


Di sisi lain, Long Yang Wang tentu tidak ingin jika Chu Kai tahu hal tersebut. Pria di depannya pasti akan sangat marah dan kecewa.


"Akan kucari tubuh aslinya, kau perhatikan saja serangan selendang itu." Long Yang Wang buka suara. Dia baru akan melesat ketika Chu Kai tiba-tiba mendahuluinya menyerang.


!!!


Long Yang Wang terkejut saat Chu Kai melesatkan serangan di lantai yang sama sekali terlihat seperti lantai biasa. Padahal. Harusnya target pemuda itu adalah selendang yang ada langit-langit ruangan ini.


Long Yang Wang baru tersadar dengan apa yang dilihatnya saat lantai di bawah kakinya runtuh. Seketika itu juga, dia melihat hamparan daging merah gelap dan berdenyut selayaknya jantung makhluk hidup.


!!!


Xia Ling Qing yang masih ada di dalam ruangan itu terlihat terkejut saat menyaksikan perubahan pada lantai yang dipijaknya. Dia melihat ada mata hitam yang besar dan begitu menakutkan.


"Yang Wang..!" Chu Kai berseru dan seolah tahu apa yang diinginkannya---Long Yang Wang pun mengeluarkan api rubah dan kemudian langsung membakar makhluk aneh tersebut.


Xia Ling Qing juga tidak tinggal diam. Gadis cantik itu menggunakan teknik berpedang terkuatnya dan menyerang gumpalan daging dengan mata besar di hadapan itu.


Chu Kai sebenarnya mempunyai kemampuan untuk membedakan manusia dengan binatang iblis melalui indera pendengarannya. Namun saat bertarung dengan monster ular kabut yang sebelumnya... Kemampuan Chu Kai ini menjadi sedikit terganggu.


Belum lagi makhluk penjaga makam kuno ini mempunyai praktik yang berbeda-beda, jadi tentu saja ada beberapa binatang iblis termasuk roh jahat yang tidak bisa Chu Kai lacak.


Ada banyak hal yang ingin Chu Kai tanyakan sebenarnya kepada Xia Ling Qing, tetapi keadaan saat ini sama sekali tidak memungkinkan untuk hal tersebut. Lagipula makhluk yang saat ini di hadapinya membutuhkan perhatian yang lebih khusus. Mereka bisa saja tewas seperti para pendekar sebelumnya jika tidak berhati-hati.


******

__ADS_1


__ADS_2