
Qin Shou dan para murid Sekte Gunung Wushi yang mendengar ucapan terakhir Chu Kai itu terkejut, bahkan nyaris tidak percaya. Jing Hao yang berdiri di dekat Tetua Zhang Lao bahkan sampai membuka mulutnya lebar saking kagetnya.
"Ka-Kai...!" Jing Hao berseru, "Perkataan Tidak Sopan Apa Yang Baru Saja Kau Katakan?!"
"Habisnya Tetua Zhang bilang ingin melihat sejauh mana kemampuanku, jadi lebih baik jika sekalian saja aku melawannya." dada Chu Kai naik-turun saat ia berkata, "Lagipula... Aku bukannya sombong atau apa, tapi... Jujur saja kalian semua sangat lemah."
!!!
Murid Sekte Gunung Wushi, termasuk Qin Shou dan Jing Hao luar biasa terkejut. Bahkan ada di antara mereka yang menggeleng karena merasa Chu Kai sudah keterlaluan.
"Pendekar Naga Kai, kau membuatku kehabisan kata-kata." Ming Fang meniup poni depannya dan ia pun berjalan mendekat.
Tanpa nada, Ming Fang berkata. "Tetua Zhang tidak perlu turun tangan. Aku sendiri yang akan membuatmu babak belur di tempat ini dan sekarang!"
Ming Fang melesat, sambaran petir melintas di udara dan membuat suara bising yang tidak hanya mengerikan, tetapi juga tubuh siapa pun yang tersentuh air bercampur petir itu akan merasakan nyeri teramat sangat.
Chu Kai bergerak mundur sebelum ia pun ikut menerjang, pedang kayunya berbenturan kuat dengan Ming Fang dan menciptakan suara sambaran yang sangat keras.
Ming Fang dan Chu Kai sama-sama terdorong mundur. Namun ketika kaki mereka menyentuh air, kedua orang itu kembali melesat dan kini sambil mengeluarkan serangan yang lagi-lagi berdampak luar biasa.
"Teknik Berpedang, Ombak Petir..!" Ming Fang berseru. Serangannya menciptakan ombak yang sangat besar dan kuat.
"Teknik berpedang, petir dewa!"
BLAAAAR...!
Chu Kai mengarahkan pedangnya ke bawah dan ledakan besar tercipta di dalam danau. Para murid Sekte Gunung Wushi yang tidak menduga hal itu pun terlempar dan ini disaksikan oleh Jing Hao.
ZRAAASH..!
Ombak yang berasal dari serangan Ming Fang berhasil dipatahkan dan tidak hanya itu, ombak itu bercampur dengan Chu Kai menciptakan hujan deras buatan dan rasa-rasanya seperti danau ini sudah dihantam oleh batu meteor.
"Bukankah itu mengerikan?!" seorang murid Sekte Gunung Wushi yang berada dekat dengan Jing Hao berseru. Dia bernama Ji Shan.
"Dahsyat..."
Dampak serangan Chu Kai tidak hanya dirasakan oleh para murid Sekte Gunung Wushi yang berlatih bersamanya, bahkan hingga ke tempat di mana Liu Han Ying berada.
__ADS_1
Pendekar Suci Tingkat Ketiga itu sedang berada di salah satu ruangan bawah tanah Sekte Gunung Wushi. Dia bersama dengan Tetua Xia Feng Hua dan Tabib Yun Zhen.
Mereka sedang memeriksa kondisi Nalan Shu ketika tiba-tiba saja tanah yang mereka pijak bergetar. Ekspresi Liu Han Ying berubah menjadi sangat serius.
"Apa itu barusan?" Tabib Yun Zhen bahkan kaget. Dia menjadi sangat waspada dan sepertinya bukan hanya dirinya yang merasa demikian.
Belum lama ini Sekte Gunung Wushi mendapat serangan, jadi tentu saja Tabib Yun Zhen memiliki pemikiran bahwa tanah bergetar yang ia rasakan sebelumnya berasal dari sebuah serangan. Kemungkinan besar ada musuh yang mengincar sekte ini lagi.
"Han Ying, kau tetap di sini." Tetua Xia Feng Hua buka suara ketika Liu Han Ying hendak berjalan pergi.
"Tapi, Tetua..."
"Aku yang akan memeriksanya. Tetaplah bersama Tabib Yun Zhen dan jaga Nalan Shu,"
Liu Han Ying memperhatikan ketika Tetua Xia Feng Hua berjalan pergi meninggalkannya. Dia pun bernapas pelan sebelum mengarahkan pandangan pada Nalan Shu yang terbaring di atas sebuah dipan giok dan dengan tubuh yang terikat.
Kondisi Nalan Shu masih belum membaik dan suara keras yang terdengar barusan membuat Liu Han Ying khawatir. Dia cemas jika ternyata yang datang itu adalah anggota Sekte Bulan Mati dan mereka hendak membawa Nalan Shu lagi.
"Kau jangan khawatir, semuanya akan baik-baik saja." Tabib Yun Zhen menyadari kecemasan Liu Han Ying. Dia membuat pendekar suci itu menatap ke arahnya.
"Ini aneh sekali," Tabib Yun Zhen buka suara. "Selama ini... Kau adalah orang yang sangat murah senyum. Tetap sekarang aku jarang melihat senyumanmu seperti biasanya,"
"Mn, aku akan berusaha mengobatinya."
"Terima kasih, Tetua..."
*
*
Suara keras yang berasal dari serangan Chu Kai tidak hanya berdampak hingga ke tempat Liu Han Ying berada, tetapi juga di halaman utama Sekte Gunung Wushi.
Kebanyakan murid yang sedang berlatih berpedang di bawah bimbingan Tetua Bai Lian Yi terjatuh karena tanah yang dipijak mereka bergetar, bahkan Liang Yimu sampai ditindih oleh salah satu rekannya.
"AAAH..! Menjauh dariku..!"
"Tuan Muda, maaf. Maafkan aku..!"
__ADS_1
"Aduuh... Kau sialan," Liang Yimu merintih. Dia pun dibantu bangun oleh murid Sekte Gunung Wushi yang bisa dikatakan menjadi pengikut setianya. Dia memang adalah tuan muda angkuh yang dahulu pernah ditemui Chu Kai.
Selain Liang Yimu, ada juga murid bernama Tian Zhuang. Dia anggota Sekte Gunung Wushi yang sopan, kepribadiannya berbanding terbalik dengan Liang Yimu.
"Getaran yang keras barusan... Mungkinkah ada serangan yang mendekat?" Tian Zhuang berujar namun dari ucapannya... Banyak murid Sekte Gunung Wushi yang merasa tegang.
"Kalian semua bahwa murid junior ke tempat yang aman, aku akan memeriksanya." Tetua Bai Lian Yi memberi perintah. Tian Zhuang dan yang lainnya menyatukan tangan, memberi hormat dan segera melesat melaksanakan tugas tersebut.
Bukan hanya Tetua Bai Lian Yi yang mencari sumber dari getaran itu, tetapi juga Wei Zhang Zihan dan Xia Ling Qing. Kedua pendekar suci tersebut sebenarnya berada di dalam hutan dan berlatih di tempat masing-masing.
Getaran tanah di tempat Wei Zhang Zihan dan Xia Ling Qing lebih kuat karena kedua pendekar ini berada tidak terlalu jauh dari wilayah kediaman Tetua Zhang Lao. Itulah sebabnya Wei Zhang Zihan dan Xia Ling Qing adalah orang pertama yang datang, mereka jelas sangat terkejut menyaksikan apa yang terjadi.
!!!
Tepat di hadapan Xia Ling Qing, ada banyak murid Sekte Gunung Wushi yang terbaring dan seolah kesulitan bergerak. Mereka semua menderita luka dan jelas sangat babak belur, bahkan ada di antara orang-orang ini yang pakaiannya mengalami banyak koyakan.
"Dia itu sangat kuat.. Aduuh..."
"A-aku masih bisa berdiri-ukh! Tidak kuat lagi..."
Haah... Haah....
Xia Ling Qing dan Wei Zhang Zihan sampai kehilangan kata-kata. Para pendekar ini jelas sudah dihajar secara sepihak namun saat sedang berpikir siapa pelakunya... Sebuah suara keras terdengar. Keduanya pun segera mencari tahu asal suara tersebut.
!!
Para murid Sekte Gunung Wushi yang sebelumnya menghadapi Chu Kai sebenarnya terlempar lumayan jauh dari danau. Alhasil ketika Xia Ling Qing dan Wei Zhang Zihan sampai di lokasi, keduanya teramat terkejut dengan siapa yang mereka lihat.
Ada dua sosok yang berdiri di atas air dan saling berhadapan. Kedua orang itu sangat dikenali oleh Wei Zhang Zihan dan Xia Ling Qing. Dua sosok ini tidak lain adalah Tetua Zhang Lao dan Chu Kai.
"Kau sepertinya terlalu percaya diri hingga bahkan mengatakan aku pun harus bersama mereka untuk melawanmu," Tetua Zhang Lao berdiri tegak, satu tangannya terlihat berada di belakang pinggang dan ekspresi wajahnya tenang.
Wei Zhang Zihan menyaksikan Tetua Zhang Lao masih begitu baik-baik saja, sementara di Chu Kai yang ada di sisi lain terlihat berusaha keras mengatur napasnya. Pakaian pemuda bermata hijau alami itu bahkan sangat basah kuyup.
Dengan tenang, Tetua Zhang Lao berkata. "Sepertinya memang harus aku sendiri yang turun tangan untukmu,"
"Mohon bimbingannya, Tetua." Chu Kai menghunuskan pedang kayunya. Sedetik berikutnya, ia dan Tetua Zhang Lao sama-sama melesat.
__ADS_1
!!!
******