
Ucapan Chu Kai yang menggantung membuat Wei Zhang Zihan tersentak. Dia dan pemuda bermata hijau alami itu pun mulai bergegas ke tempat mereka sebelumnya terjatuh.
Chu Kai melebarkan matanya saat melihat Nalan Shu terbaring dengan tubuh yang masih terikat. Gadis kecil itu berada di antara reruntuhan dan dalam kondisi yang tidak sadarkan diri.
"Pendekar Nalan Shu?!" Chu Kai terkejut. Nalan Shu tidak sadarkan diri dan naga dari klan kuno itu seolah sudah menargetkan gadis kecil tersebut.
Jarak Chu Kai dan Wei Zhang Zihan masih cukup jauh, sementara naga yang bertubuh besar itu tanpa peringatan langsung menyemburkan api dari mulutnya ke arah Nalan Shu.
!!!
Wei Zhang Zihan dan Chu Kai terkejut bukan main sebab terlambat menyelamatkan Nalan Shu. Hanya saja tepat ketika semburan api itu hendak menyentuh Nalan Shu... Tiba-tiba saja satu kelopak bunga muncul dan api dari naga tersebut pun terserap masuk ke dalam kelopak bunga itu.
Kelopak bunga lain juga muncul di depan Chu Kai dan pemuda bermata hijau itu berkedip. Tidak butuh waktu lama sampai aroma bunga menyeruak dan ada banyak kelopak bunga beterbangan entah dari mana.
Ekspresi wajah Wei Zhang Zihan serius. Dia memperhatikan bagaimana kelopak bunga itu berkumpul di salah satu titik dan sosok wanita pun terlihat.
Subjek itu mempunyai rambut putih panjang dengan mata berwarna ungu jernih. Wajahnya tertutup cadar tipis dan dia memakai pakaian berwarna merah muda. Dia merupakan sebuah kecantikan yang luar biasa mengagumkan dan bahkan Chu Kai pun sampai membuka mulut saking tidak percaya dengan apa yang ia lihat.
"Pendekar Wei..." Chu Kai berkedip beberapa kali, dia kesulitan menelan ludah dan lantas berkata. "Apa... Aku tidak salah lihat? Dia... Bukankah Nona Ling Xian Shu dari Sekte Seribu Pedang?!"
"Kenapa kau begitu antusias?"
"Tentu saja. Aku tidak pernah melihat Nona Ling Xian Shu dari jarak sedekat ini. Dia mengagumkan!" Chu Kai begitu senang, namun dengan cepat bahunya dipukul Wei Zhang Zihan dan ia pun disadarkan oleh situasi di sekitarnya.
Sosok yang dilihat Wei Zhang Zihan dan Chu Kai memang adalah Ling Xian Shu. Pendekar dari Sekte Seribu Pedang itu awalnya ada di ruangan lain dalam lokasi jantung makam. Kemudian tidak butuh waktu lama sampai muncul sebuah lubang dimensi dan ia pun masuk ke dalamnya.
Ling Xian Shu pun tiba di dalam sebuah ruang yang berdinding batu dan tidak butuh waktu lama sampai ia menyadari bahwa lubang dimensi itu membawanya ke sebuah istana bawah tanah. Dia sedang menjelajahi tempat ini saat mulai mendengar suara yang keras.
Mencari tahu asal suara itu membuat Ling Xian Shu merasa bahwa ada pertarungan sengit yang sedang berlangsung, tepat di atasnya. Ia pun mencoba mencari jalan untuk keluar dan justru tiba di aula istana ini. Dan sekarang di depannya terlihat seekor naga berukuran besar.
Tidak hanya makhluk mengerikan itu, tetapi ada seorang gadis kecil yang dalam kondisi terikat bahkan sebelum ia mengetahui apa yang sebenarnya terjadi---naga tersebut tanpa peringatan langsung menyemburkan api. Ling Xian Shu pun dengan cepat bertindak.
"Pendekar Nalan Shu..!"
__ADS_1
Sebuah seruan membuat Ling Xian Shu menoleh. Gadis bercadar tipis itu pun melihat seorang pemuda yang bergegas menghampiri gadis kecil yang terbaring di lantai. Dia juga melihat ada pemuda lain yang memegang pedang dan seolah menjaga rekannya dari serangan naga berikutnya.
"Pendekar Nalan Shu?" Chu Kai menepuk pelan pipi Nalan Shu dan berusaha menyadarkan anak perempuan itu. Dia hendak melepaskan tali yang mengikat Nalan Shu, namun kaget karena tali ini bukanlah tali biasa.
"Apa yang kau lakukan?" Wei Zhang Zihan menyadari tindakan yang hendak dilakukan oleh pemuda berpakaian hitam ini.
"Pendekar Wei, tali Nona Nalan harus dilepas. Dia pasti kesakitan,"
"Jangan lakukan itu," Wei Zhang Zihan berkata. "Saat ini Nalan Shu masih dalam pengaruh. Dia akan menyerangmu jika sampai kau melepas tali itu,"
"Tapi-"
"Dia benar," suara Ling Xian Shu terdengar dan sosok itu kini menapak lembut di dekat Chu Kai. Tindakannya membuat pemuda bermata hijau itu tanpa sadar menahan napas.
Chu Kai berusaha menahan diri sejak tadi. Dia pun berdiri dan kemudian maju satu langkah dan tanpa peringatan langsung meraih tangan gadis bercadar tipis di hadapannya. Tindakan tersebut tidak hanya membuat gadis berambut putih itu kaget, tetapi juga Wei Zhang Zihan.
Chu Kai berkata, "Pendekar Ling Xian Shu. Aku Kai dan penggemar beratmu."
!!
Wei Zhang Zihan berkedip, dia menyaksikan bagaimana Chu Kai menaik-turunkan tangan Ling Xian Shu dan nampak senang menyalami gadis berambut putih itu. Di sisi lain, Ling Xian Shu sama sekali tidak menyangka akan ada yang berani menyentuh tangannya seperti ini.
"Terima kasih, Pendekar Kai." Ling Xian Shu buka suara. Dia sebenarnya tidak tahu harus memberikan respon seperti apa dan bila diperhatikan baik-baik... Pemuda ini memang terlihat sangat mengaguminya.
Kelopak bunga milik Ling Xian Shu masih terlihat dan nampak berputar perlahan. Kelopak bunga yang indah itu seolah berperan sebagai perisai dan juga sebagai pengalih perhatian, sehingga naga dari klan kuno itu tidak menyerang begitu saja.
"Mengagumkan. Suara Pendekar Ling Xian Shu juga sangat indah. Ah, aku minta maaf." Chu Kai baru sadar dengan tindakannya dan ia pun melepaskan pegangan tangannya pada gadis bercadar di hadapannya.
"Pendekar Ling, apa boleh kuminta tanda tanganmu?" Chu Kai kembali buka suara. "Ah, atau Pendekar Ling bisa menuliskan namamu di sapu tanganku."
Wei Zhang Zihan berkedip. Tindakan Chu Kai yang satu ini sangat tidak terduga. Pemuda bermata hijau alami itu mengeluarkan sebuah sapu tangan berwarna biru dari kantong lengannya dan terus saja bicara. Dia menghela napas dan merasa perlu bertindak.
"Berhentilah, Kai." Wei Zhang Zihan menendang bokong Chu Kai dan membuat pemuda itu terkejut. Chu Kai merintih, tetapi tanpa rasa bersalah... Dia pun kembali buka suara.
__ADS_1
Wei Zhang Zihan berkata, "Perhatikan situasi kita saat ini. Apa pantas merepotkan seorang pendekar dengan hal tidak jelas seperti itu?"
"Shh... Pendekar Wei," Chu Kai mengusap pelan bokongnya dan berkata. "Bertemu dengan Pendekar Ling itu kemungkinannya hanya 1% bagi orang sepertiku. Aku tentu saja harus memanfaatkan kesempatan ini dengan baik. Kau sama sekali tidak mengerti rasanya menjadi orang biasa yang menggemari seseorang,"
"Pendekar Kai, tapi benar apa yang dikatakan oleh Pendekar Wei Zhang Zihan." Ling Xian Shu buka suara dan ia pun menatap ke arah naga yang berjalan semakin dekat dengan mereka.
Tanpa nada, Ling Xian Shu menatap naga dari klan kuno itu dan berkata. "Saat ini... Ada hal yang lebih penting untuk segera di selesaikan daripada apa pun,"
"Baiklah, aku mengerti." Chu Kai masih dengan wajah yang senang saat ia mendengar suara Ling Xian Shu. Permintaan gadis berambut putih ini memang sangat sulit ditolak.
"Tuan-Tuan, Xian Shu akan menjadi penyerang utama. Kalian bisa membantu Xian Shu untuk memecah konsentrasi makhluk besar itu," Ling Xian Shu melangkah lebih dulu dan kemudian langsung melesat. Sekali lambaian tangan, sebuah pedang terbentuk dari kelopak bunga miliknya.
Wei Zhang Zihan memperhatikan gerakan berpedang Ling Xian Shu sebelum akhirnya menatap ke arah Chu Kai, "Bawa Nalan Shu pergi dari sini. Aku akan membantunya,"
"Tapi-"
"Dan juga..." Wei Zhang Zihan menyela. Nada suaranya serius saat berkata, "Bukankah kau menyukai Xia Ling Qing? Kenapa bertindak seperti itu pada gadis yang lain?"
Chu Kai tersentak dan segera menjawab. Dia berkata, "Nona Xia Ling Qing itu adalah calon istriku. Aku menjadi penggemar Pendekar Ling Xian Shu karena keahlian berpedangnya, tapi jika melihatnya sebagai gadis yang kusuka... Nona Xia Ling Qing tidak akan tergantikan."
"Hmph, tidak tahu malu." Wei Zhang Zihan melesat, ucapannya membuat Chu Kai tercengang. Dia terlihat mengayunkan pedang dan kemudian fokus menghadapi naga dari klan kuno tersebut, membantu Ling Xian Shu.
Chu Kai menggaruk pelan kepalanya seolah tidak mengerti mengapa ia bisa disebut 'Tidak tahu malu' oleh Wei Zhang Zihan. Dia pun menarik napas dan kemudian mengarahkan pandangan pada Nalan Shu.
Pertarungan sengit terjadi antara makhluk besar penjaga tempat ini dengan dua pendekar yang sangat terkenal. Chu Kai menggendong Nalan Shu dan kemudian membawanya pergi ke tempat yang lebih aman.
Meski Ling Xian Shu adalah pendekar yang kuat dan Wei Zhang Zihan juga tidak bisa dipandang remeh, namun kedua orang itu jelas masih membutuhkan bantuan. Dan karena itulah setelah Chu Kai meletakkan Nalan Shu di tempat yang dirasa aman---dirinya pun lantas kembali lagi dan masuk dalam pertarungan yang terjadi.
"Aku yang akan memancingnya! Kalian cari tahu titik lemahnya dan bantu dari belakang..!" Chu Kai mengeluarkan pedang pendekar naga miliknya dan menerjang monster naga tersebut. Tindakan yang tiba-tiba itu membuat Ling Xian Shu dan Wei Zhang Zihan tersentak.
"Kai..!"
******
__ADS_1