
Xia Ling Qing melesat, menapak di atas makhluk berwujud burung phoenix yang ia ciptakan dari energi spiritual miliknya. Meski mempunyai racun dingin di dalam tubuhnya, namu kegigihan Xia Ling Qing untuk semakin kuat tidak pernah berubah.
Dia pun telah berada di Tingkat Perciptaan Wujud yang mana harusnya ia mempunyai kendala dalam peningkatan Tingkat Kultivasi sebab racun dingin tersebut.
Shuang Shu Chen, Wei Zhang Zihan, serta Liu Han Ying pun ikut melompat. Ketiga orang itu menaiki burung phoenix milik Xia Ling Qing, bahkan Shuang Ling Feng pun juga ikut bersama mereka.
Shuang Shu Chen menarik napas dan mulai mengeluarkan energi spiritual miliknya. Karena ia mempunyai elemen api yang sama dengan Xia Ling Qing, energi spiritualnya pun dapat menyatu dengan baik. Shuang Shu Chen memakai energi itu untuk menyelimuti burung phoenix Xia Ling Qing dan agar gadis ini tidak berusaha sendirian.
"Kita sudah pernah melatih kerja sama ini sebelumnya, sekarang ayo lakukan." Shuang Shu Chen pun buka suara dan detik itu juga, Xia Ling Qing pun mengarahkan burung phoenix miliknya untuk mulai bergerak.
Teknik penciptaan wujud yang dimiliki oleh Xia Ling Qing sedikit berbeda dari teknik milik orang lain. Burung phoenix yang dibuat oleh Xia Ling Qing dari energi spiritualnya mampu mengeluarkan suara bagaikan burung phoenix sungguhan.
Seseorang yang menapak di punggung burung ini dapat merasakan rasa hangat serta halus dan lembutnya bulu burung tersebut. Ini jelas merupakan tingkatan tinggi dari Teknik Penciptaan Wujud.
Makhluk besar itu terbang di atas lautan yang airnya nampak berwarna hitam pekat. Kendala yang mereka hadapi tidak hanya aroma racun serta serangan para monster ular, tetapi juga tekanan yang berasal dari dasar laut dan jujur inilah mengapa para pendekar tidak segera menyeberangi laut di hadapan mereka.
Energi spiritual para pendekar itu akan ditarik dengan kuat oleh tekanan yang ada. Jika saja energi seorang pendekar tidak banyak, maka ia tidak akan dapat bertahan di udara dan jatuh ke air. Belum lagi, monster ular akan datang dan mereka pun harus bisa menghindarinya. Salah sedikit saja, maka akan berakibat fatal.
Aakh!
!!
Xia Ling Qing dan yang lainnya menatap ke bawah, tempat di mana banyak terdengar suara teriakan kesakitan. Mereka menyaksikan para pendekar melawan monster ular dan sebagian besar diserang dari belakang oleh pendekar lainnya.
"Licik sekali," Liu Han Ying buka suara. Dia benar-benar tidak habis pikir para pendekar itu menyerang rekan sendiri untuk bisa lolos dari serangan monster ular.
__ADS_1
".............." Shuang Shu Chen sendiri tidak mengatakan apa pun, ia fokus mengalirkan energi spiritualnya untuk menjadi perisai burung phoenix ini sekaligus melindunginya bersama yang lain dari racun monster ular.
Xia Ling Qing juga tidak berkata apa-apa. Dia mempercepat gerakan phoenix api miliknya. Ia tidak mempunyai kewajiban untuk menolong orang yang jelas-jelas berasal dari aliran hitam dan lagi---mereka adalah manusia dengan sifat yang sangat serakah.
Shuang Ling Feng sendiri nampak berekspresi kasihan. Raut wajahnya diketahui oleh Shuang Shu Chen dan pemuda dari Sekte Menara Rufeng itu pun tanpa nada berkata, "Yang mereka lakukan seharusnya meninggalkan tempat ini setelah tahu tidak bisa menyeberang. Namun yang terjadi justru sebaliknya, mereka bahkan mengorbankan orang lain untuk menyelamatkan diri sendiri."
Nada suara Shuang Shu Chen menjadi dingin saat berkata, "Orang-orang seperti itu... Sama sekali tidak layak untuk dikasihani apalagi dilindungi."
Shuang Ling Feng tersentak, ia menatap Shuang Shu Chen namun tidak mengatakan apa pun. Di sisi lain, Wei Zhang Zihan memperhatikannya tetapi Pendekar Suci dari Sekte Gunung Wushi itu hanya bernapas pelan tanpa mengucapkan satu patah kata pun.
Wei Zhang Zihan fokus pada apa yang ada di hadapannya. Ada monster ular yang hendak melahap mereka. Wei Zhang Zihan pun dengan cepat menarik pedangnya dan melesatkan serangan.
!!!
Serangan Wei Zhang Zihan yang kuat dengan tepat mengenai wajah dari monster ular itu. Hanya saja bukan darah monster yang memercik keluar, tetapi asap hitam yang tidak lain adalah racun mematikan.
Xia Ling Qing dan yang lainnya pun berhasil sampai ke Pulau Yèzi. Burung phoenix yang mereka tunggangi kembali berubah menjadi energi spiritual sebelum akhirnya menghilang saat mereka menapakkan kaki kembali di tanah.
Pulau Yèzi cukup luas, ada banyak pohon besar di tempat ini dan wilayahnya pun dekat dengan sebuah pulau yang mempunyai gunung berapi aktif. Pulau Yèzi sangat subur sehingga banyak binatang yang tinggal di hutan ini.
Di salah satu bagian Pulau Yèzi, tepatnya di wilayah pinggiran---ada sebuah bunga raksasa yang bunganya masih terlihat belum mekar. Bunga itu memiliki akar kecil yang merambat, menyelimuti kuncup bunga, dan suasana di sekitarnya begitu mencekam.
Xia Ling Qing dan yang lainnya segera pergi ke lokasi di mana bunga besar itu berada. Hanya mereka bukanlah orang pertama yang tiba di tempat ini.
Ada seorang pria yang duduk bersila di depan kuncup bunga raksasa. Pakaian pria itu serba putih, dia mempunyai tangan yang nampak bagai milik orang tua, tetapi dari wajahnya... Sosok tersebut justru terlihat bagai seseorang yang masih berusia belasan tahun.
__ADS_1
!!!
Ada simbol bulan sabit kecil di dahi pria itu. Xia Ling Qing dan yang lainnya terkejut bukan main saat mengetahui bahwa simbol tersebut adalah penanda bahwa subjek di depan mereka tidak lain berasal dari Sekte Bulan Mati.
"Dia..." Liu Han Ying sampai menahan napas. Sosok yang disaksikannya merupakan anggota Sekte Bulan Mati dan tidak hanya itu, sosok ini adalah salah satu dari 12 Pilar Bulan.
"Makhluk ini sudah berada dalam naungan dewa api. Sekarang menjadi milik Sekte Bulan Mati. Kalian... Para anak muda, pergilah."
Suara tanpa nada itu terdengar bagai milik pria tua, namun rasanya agak aneh sebab subjek yang bicara mempunyai wajah seperti pemuda menawan berusia belasan tahun.
Pria dari Sekte Bulan Mati ini bernama Feng Hao Yan. Dia merupakan pendekar berusia 89 Tahun dan selama ini selalu memuja Dewa Api. Kehadirannya di Pulau Yèzi merupakan sesuatu yang bahkan tidak diprediksi oleh siapa pun, termasuk Shuang Shu Chen.
Xia Ling Qing pun demikian. Awalnya ia merasa bahwa Sekte Bulan Mati juga pasti akan mengirim anggota sekte mereka, namun tidak disangka sosok yang dikirim ke tempat ini adalah salah satu dari 12 Pilar Bulan.
Shuang Ling Feng menelan ludah, ekspresi wajahnya pucat saat ia berkata. "A-apa yang harus kita lakukan sekarang? O-orang itu jelas bukanlah sosok yang mudah dihadapi,"
Liu Han Ying mengerti kekhawatiran Shuang Ling Feng. Dia sendiri juga merasa bahwa bila mereka menyatukan kekuatan sekali pun, mustahil untuk mengalahkan orang ini. Shuang Shu Chen merupakan pendekar yang bukan hanya sangat kuat, tetapi memiliki pengalaman bertarung yang melebihi mereka semua.
Xia Ling Qing, Shuang Shu Chen, dan Wei Zhang Zihan bahkan tidak bisa memikirkan tindakan yang harus mereka lakukan. Jelas bahwa Bencana Besar tidak boleh sampai jatuh ke tangan orang jahat, apalagi Sekte Bulan Mati. Tetapi yang terjadi justru sebaliknya.
Xia Ling Qing dan yang lainnya tidak mungkin menyerahkan Bencana Besar begitu saja dan pulang sambil melupakan semua yang terjadi. Namun masalahnya mereka sendiri pun tidak melihat ada peluang menang jika menghadapi Feng Hao Yan dari Sekte Bulan Mati.
Shuang Shu Chen masih berpikir saat beberapa pendekar mulai tiba di tempat ini. Ia menoleh dan melihat para pendekar tersebut yang memiliki bau darah di pakaiannya. Mereka pun nampak sangat meninggikan dirinya sendiri.
"Itu bencana besarnya..!" seorang pendekar berseru. Di tangan kanannya nampak sebuah pedang yang cukup banyak memiliki bekas darah, entah itu darah manusia atau darah monster ular.
__ADS_1
Shuang Shu Chen mendengar seruan itu dan merasa tidak nyaman. Tangannya terkepal saat ia membatin, "Jika orang-orang ini bertindak gegabah dan mengundang kemarahan anggota 12 Pilar Bulan itu... Maka situasi ini akan sangat buruk,"
******