
Suasana setelah serangan itu menjadi sunyi selama beberapa saat. Chu Kai terkejut dengan apa yang dilakukannya dan bisa melihat para pendekar ini menatap ke arahnya, entah apa arti tatapan mereka itu.
"Aku...." Chu Kai kesulitan mencari kata yang tepat untuk bicara. Dia membuang pedang kayu di tangannya dan terlihat menunduk.
"Kau ternyata monster," Tetua Zhang Lao buka suara dan membuat Chu Kai tersentak. Bahkan Qin Shou, Jing Hao, dan para murid Sekte Gunung Wushi yang ada di tempat itu terkejut mendengar ucapannya.
Chu Kai menatap pria yang berdiri tidak jauh di hadapannya, "Te-Tetua Zhang..."
"Dengan kekuatan seperti itu, harusnya kau tidak perlu menahan diri. Beristirahatlah sejenak terlebih dahulu," nada suara Tetua Zhang Lao yang terdengar itu rupanya tidak menunjukkan kebencian sama sekali.
Dia tidak menyebut Kai 'monster' seolah sangat membenci orang ini. Itu... Bisa dibilang adalah jenis pujian yang sejujurnya dapat membuat orang salah paham.
Chu Kai sempat berpikir yang bukan-bukan, tapi syukurlah semua baik-baik saja. Dia pun mengusap-usap pelan dadanya sebelum akhrinya melesat menuju daratan, tempat di mana Jing Hao berada.
"Kai... Kau sangat keren," Jing Hao memuji Chu Kai, dia bahkan mengangkat jempol tangannya sebagai tanda dari rasa kagum.
"Saudaraku, kau ternyata punya kekuatan yang luar biasa. Dari mana kau mempelajarinya? Kau harus mengajariku kapan-kapan, oke?" Qin Shou tersenyum dan tingkahnya membuat Chu Kai berkedip.
Pertarungan dua orang pendekar Sekte Gunung Wushi kembali berlangsung. Chu Kai yang saat ini sedang memperhatikan kedua pendekar itu nampak merasakan tatapan beberapa orang dan ia pun menoleh.
Para pendekar di sekitarnya ini bukannya merasa takut apalagi waspada terhadapnya, mereka justru memperlihatkan raut wajah yang senang, penuh semangat, dan seolah kagum pada kekuatannya.
Chu Kai tersenyum canggung, dia menggaruk pelan pipinya yang tidak gatal dan menunduk, terlihat agak malu. Salah satu pendekar yang usianya sekitar 27 Tahun nampak berujar pelan.
"Hei, Kai. Selanjutnya aku ingin menghadapimu," pendekar itu tersenyum lebar dan menunjuk diri sendiri sambil berkata, "Teknik berpedangmu sangat keren. Aku pasti akan mematahkannya!"
"Aku juga ingin melawanmu!"
"Hadapi aku juga, Kai..!"
"Dia Pendekar Naga yang terpilih itu, kan? Teknik berpedangnya sangat hebat. Aku yakin dia bahkan belum mengeluarkan teknik pernapasan saat bertarung, bukankah ini artinya dia akan semakin kuat jika memakainya? Luar biasa..."
Chu Kai tertegun. Reaksi orang-orang sungguh tidak seperti bayangannya. Dia pikir akan dianggap sebagai monster dan ditakuti, namun nyatanya reaksi mereka justru sebaliknya. Dalam hati... Sejujurnya di menghela napas lega.
BAAAAM...!
__ADS_1
Suara ledakan kembali menyadarkan Chu Kai. Pertarungan dua pendekar di hadapannya berlangsung sangat cepat. Kedua murid Sekte Gunung Wushi itu sama-sama mempunyai serangan berelemen air, mereka kuat baik dari segi penyerangan hingga pertahanan.
Menyaksikan pertarungan di hadapannya membuat Chu Kai mengetahui maksud dari pelatihan ini. Tetua Zhang Lao ingin ia bisa mempelajari setiap teknik bertarung orang lain, mencari celah pada gerakan mereka yang mana juga bisa saja menjadi celah pada gerakannya.
"Tidak banyak gerakan pedang yang sia-sia. Mengagumkan," Chu Kai melihat gerakan salah satu murid Sekte Gunung Wushi yang bertarung itu dan mulai bisa menebak siapa yang lebih unggul.
Tetua Zhang Lao kembali menghentikan pertarungan murid-muridnya. Dia lantas kembali menatap Chu Kai dan kemudian menyuruh pemuda itu untuk bertarung, kali ini lawan Chu Kai adalah dua orang pendekar.
Tentu saja Chu Kai tersentak, di depannya sekarang ada dua pendekar berusia 26 Tahun dan dengan tubuh yang lumayan berotot. Dari sorot mata mereka, kedua pendekar tersebut seperti sudah banyak mengalami rasa hampir menginjakkan kaki ke gerbang kematian.
"Ini merupakan kehormatan bisa bertukar beberapa pemikiran dengan Pendekar Naga. Aku Zhou Zi, senang berkenalan denganmu."
"Aku Chang Bai Sheng, mohon kerja samanya."
Kedua pendekar itu menyatukan tangan dan kemudian memberi hormat. Chu Kai yang merasa canggung pun juga ikut menyatukan tangan. Sebelumnya ia menjatuhkan pedang kayu miliknya ke dalam danau dan sekarang di tangannya ada pedang kayu yang baru.
Menghadapi dua orang sebenarnya tidak menguntungkan bagi Chu Kai, apalagi kedua lawannya ini sudah mempunyai energi spiritual yang berwujud. Mereka adalah para pendekar pengguna elemen api dan angin.
BAAAAM...!
TRAAANG...!
Zhou Zi tidak tinggal diam. Dia bekerja sama memberikan serangan dari dua arah pada Chu Kai dan dalam waktu hampir bersamaan. Serangan itu tidak hanya cepat, tetapi juga seolah menahan agar Chu Kai tidak bisa memiliki kesempatan untuk memperbaiki posisinya, apalagi sampai mengambil napas.
"Kerjasama mereka..." seorang pendekar berekspresi kagum. Dia berkata, "Kerjasama kedua orang itu sangat hebat. Mereka seperti sudah sering berlatih bersama, jelas sekali dari cara mereka menjadi penutup bagi kelemahan masing-masing."
Qin Shou mendengar ucapan pemuda yang berada tidak jauh darinya dan dia pun setuju. Jing Hao yang berada di sampingnya hendak buka suara ketika terdengar ledakan disertai angin panas yang kuat. Mereka sama sekali tidak bisa mengalihkan pandangan dari pertarungan Chu Kai.
!!!
*
*
Kota Yanshi, wilayah pinggiran.
__ADS_1
Suara kaki yang menapak di dahan-dahan pohon terdengar. Ada sekitar empat orang dengan seragam berwarna biru muda yang sedang melesat, seolah mengejar sesuatu.
Para pendekar dengan usia berbeda-beda ini tidak lain adalah kultivator dari Sekte Gunung Wushi. Dua di antara mereka nampak seperti pemuda berusia 32 Tahun dan dengan wajah yang tegas. Ada seorang wanita di antara para pendekar itu yang terlihat memegang pedang dengan bilah putih keperakan, memantulkan cahaya matahari.
Tidak hanya berlatih pedang dan meningkatkan teknik kultivasi, para murid Sekte Gunung Wushi sebenarnya sering kali melakukan misi dan itu merupakan misi yang berhubungan dengan kemanusiaan.
Sekte Gunung Wushi menerima misi apa pun yang memiliki hubungan dengan permintaan bantuan dari manusia biasa pada umumnya. Mereka lebih mengedepankan menolong orang yang membutuhkan daripada fokus mencari makam kuno yang hendak dimonopoli.
Tap
Murid Sekte Gunung Wushi yang berhak untuk pergi menjalankan misi adalah mereka yang sudah mencapai Tahap Kultivasi Surgawi dan semakin tinggi tingkatan kultivasi mereka, maka misi yang diberikan akan lebih sulit.
Chu Kai yang baru saja pulang setelah sudah lama pergi tentu tidak menerima misi apa pun. Dia memang mempunyai sesi latihan yang berat, namun beruntung sebab Tetua Zhang Lao cukup perhatian dengan memberinya waktu istirahat.
Dengan melawan para pendekar yang memiliki keahlian khusus dalam teknik berpedang mereka, Chu Kai dapat mempelajari sesuatu. Di sisi lain, para murid Sekte Gunung Wushi yang menyaksikan pertarungannya juga bisa belajar sesuatu dari teknik berpedang yang ia lakukan.
Tap
Keempat murid Sekte Gunung Wushi ini tentu tidak mengetahui keberadaan Chu Kai yang sekarang sudah pulang meski mereka dulunya sangat ingin melihat siapa sosok Pendekar Naga yang sudah dipilih oleh Master Zhuang.
Di samping itu, Chu Kai, Qin Shou, dan yang lainnya juga tidak mengetahui bahwa keempat pendekar ini berada di wilayah pinggiran Kota Yanshi dan sedang menjalankan sebuah misi.
Mereka berempat mengejar sesuatu, sebuah gumpalan kain berwarna merah yang terus melesat, bahkan kain itu mulai memanjang dan memasuki salah satu celah bangunan.
"Gawat, jangan biarkan dia melarikan diri..!" salah satu murid Sekte Gunung Wushi berseru. Dia dan teman-temannya melompat, menapak di atas bangunan, dan terus mengikuti kain merah itu.
??
Keempat pendekar Sekte Gunung Wushi itu mengerutkan kening. Tepat di antara bangunan yang tinggi, ada lokasi dengan banyaknya bangunan-bangunan tua, apalagi sudah lama sejak tempat ini tidak lagi dihuni manusia.
Para pendekar itu mulai menapak lembut dan tidak jauh di hadapan mereka... Kain merah yang keempat pendekar ini kejar juga mulai melayang turun dengan cara berputar ringan.
Kain merah itu terus berputar dan perlahan mulai memunculkan sosok seorang wanita. Subjek itu tersenyum lebar dan dari wajahnya... Ia jelas tidak lain adalah salah satu anggota Sekte Bulan Mati, Xu Huan.
!!!
__ADS_1
******