LAHIRNYA PENDEKAR NAGA

LAHIRNYA PENDEKAR NAGA
110 - Wei Zhang Zihan [2]


__ADS_3

Sama seperti Wei Shezi, keterkejutan juga nampak pada ekspresi wajah Xia Ling Qing. Gadis dari Sekte Gunung Wushi itu sedang menyaksikan dengan mata kepala sendiri makhluk besar yang selama ini hanya didengar dalam kisah legenda.


Naga merupakan makhluk yang paling sulit ditemukan di Benua Tengah. Makhluk dengan banyak misteri yang menyelimutinya ini kini muncul di hadapan Xia Ling Qing dan menjadi sebuah guncangan yang hebat.


"Itu..." Xia Ling Qing benar-benar tidak percaya dengan apa yang disaksikannya. Dan detik saat ia hendak buka suara---sebuah geraman terdengar dan makhluk besar itu pun melesat turun, ledakan dahsyat terjadi setelahnya.


Wei Shezi segera menarik lengan Xia Ling Qing dan membantu gadis itu berdiri. Dia memiliki firasat yang buruk tentang hal ini dan segera membawa Xia Ling Qing ke tempat yang lebih aman. Bahkan Wei Shezi memikirkan untuk mencari lubang dimensi karena merasa bahwa tempat ini akan hancur tidak lama lagi.


Xia Ling Qing sendiri kemungkinan terlalu syok sehingga tidak mengatakan apa pun ketika dibawa oleh Wei Shezi. Ekspresi terkejut di wajah pucatnya masih terlihat jelas. Ini adalah pertama kalinya dia melihat seekor naga secara langsung.


*


*


Pilihan Wei Shezi yang membawa Xia Ling Qing pergi benar-benar keputusan yang tepat. Ini karena tidak lama setelah kedua gadis itu pergi, tempat tersebut diterjang oleh angin kejut yang meledakkan setiap bangunan besar yang dilaluinya.


Kaki seseorang menghantam tanah dengan keras, subjek itu tidak lain adalah Feng Huang Lin. Anggota Sekte Bulan Mati tersebut dalam kondisi yang diselimuti aura pembunuh, dia menatap lurus ke depan dan tanah yang dipijaknya pun bergetar.


"Aku tidak mungkin kalah dari orang sepertimu!" Feng Huang Lin melambaikan kedua tangannya dan belasan selendang merah miliknya melesat.


Selendang-selendang itu masuk ke dalam tubuh Feng Huang Lin dan tidak butuh waktu lama sampai perubahan terjadi pada wanita itu. Tubuh Feng Huang Lin membesar dan dalam waktu sekejap berubah menjadi sesosok monster mengerikan.


Wujud itu nampak seperti kelabang raksasa, hanya saja tanpa daging dan darah. Semuanya terlihat seperti tulang-belulang, namun begitu menakutkan. Kepala monster itu berwujud tengkorak manusia dengan dua pasang tanduk. Ada tiga pasang kaki besar yang mirip seperti kaki laba-laba, namun berwujud tulang yang dipenuhi duri.


Monster itu pun mengeluarkan suara yang nyaring dan memekakkan telinga. Tanpa ragu monster tersebut melesat dan secara bersamaan seekor naga menerjang. Pertarungan sengit terjadi di antara keduanya makhluk besar itu.


!!!


Wei Zhang Zihan yang ada di tempat lain dan sedang menghadapi Nalan Shu pun kaget dengan suara dahsyat serta getaran pada tanah tempatnya berpijak. Dia pun melihat dari jarak jauh bagaimana dua monster besar saling bertarung tanpa mempedulikan situasi di sekitar mereka.


Wei Zhang Zihan sebenarnya penasaran kenapa ada seekor naga muncul di tempat ini dan juga penasaran di mana Chu Kai berada sekarang. Hanya saja berbagai pertanyaan itu tidak bisa dicari jawabannya sekarang sebab kondisinya sekarang tidak mendukung.

__ADS_1


Wei Zhang Zihan harus menghadapi Nalan Shu, salah satu Pendekar Suci Sekte Gunung Wushi yang entah bagaimana kini menjadi bagian dari Sekte Bulan Mati.


"Nalan..!" Wei Zhang Zihan sebenarnya sudah beberapa kali memanggil dan mencoba untuk menyadarkan subjek di hadapannya. Namun tidak ada respon dan justru subjek ini makin memperkuat serangan.


Nalan Shu adalah Pendekar Suci yang diakui karena memiliki gerakan yang gesit dan tajam, bahkan Wei Zhang Zihan benar-benar dibuat terpojok serta mengalami kesulitan dalam melakukan serangan balasan.


Nalan Shu sendiri menyerangnya dengan niatan membunuh yang kuat, tetapi hal itu tidak bisa dilakukan oleh Wei Zhang Zihan. Ini karena biar bagaimanapun, Nalan Shu adalah anggota Sekte Gunung Wushi dan juga rekan seperjuangannya.


"Nalan! Apa kau bisa mendengarku?" pedang Wei Zhang Zihan berbenturan dengan senjata Nalan Shu. Dia pun memperhatikan baik-baik wajah subjek ini dan melihat tatapan mata yang kosong. Nalan Shu jelas dalam sebuah pengaruh.


Wei Zhang Zihan baru akan buka suara kembali saat tiba-tiba Nalan Shu mengubah posisinya dan berusaha memberikan tendangan pada lawan. Wei Zhang Zihan yang memprediksi gerakan tersebut melompat untuk menghindar.


Masalahnya Nalan Shu seolah tidak ingin membuang kesempatan dan kembali menyerang. Dia melesat lebih gesit hingga gerakan berpedangnya sulit untuk dideteksi. Wei Zhang Zihan pun mengalami beberapa goresan dan salah satunya adalah bagian lengannya.


!!


Wei Zhang Zihan mengambil jarak dan kaget ketika menyadari luka di lengannya bukanlah luka sembarangan. Bilah pedang Nalan Shu rupanya sudah pernah dilumuri oleh racun. Segera, Wei Zhang Zihan menggunakan energi spiritual miliknya untuk mengeluarkan racun tersebut bersamaan dengan darah yang keluar membasahi pakaiannya.


Nalan Shu kembali menyerang. Dia tidak bicara satu kata pun pada Wei Zhang Zihan. Seakan subjek di hadapannya merupakan target pasti yang harus dibinasakan. Sikapnya ini membuat Wei Zhang Zihan merasa bahwa Nalan Shu telah diubah menjadi boneka yang hanya tahu membunuh musuh.


!!!


Monster kelabang yang sedang bertarung dengan seekor naga terlihat lebih diunggulkan. Tidak hanya tubuhnya yang keras, dia juga memiliki tiga pasang kaki panjang serta taring besar pada mulutnya. Bahkan setiap luka yang dia berikan mengandung racun mematikan.


Naga besar yang melawan monster itu nampak terluka, tetapi hal tidak terduga adalah luka tersebut dengan cepat tertutup dan berikutnya terdengar geraman yang dahsyat.


Monster kelabang itu mengigit bagian leher naga tersebut, namun makhluk besar itu pun mengeluarkan semburan listrik dari mulutnya dan mengenai telak ke arah tubuh kelabang raksasa. Suaranya keras dan berefek pada lingkungan sekitarnya.


Wei Zhang Zihan yang sedang bertarung dan bahkan berada jauh dari pertarungan kedua monster itu pun bisa merasakan dampak dari serangan yang terjadi.


Wei Zhang Zihan mengerti bahwa situasi ini akan semakin buruk jika ia tidak melakukan sesuatu. Dirinya pun memancing Nalan Shu untuk mengejarnya dan saat posisinya tepat, Wei Zhang Zihan pun mengeluarkan lima kertas penyegel dan melesatkannya.

__ADS_1


Membutuhkan perhitungan yang matang untuk bisa menahan Nalan Shu yang mempunyai kegesitan yang luar biasa, hanya saja bila dibandingkan dengan Nalan Shu yang dia kenal---sosok di hadapannya ini mempunyai kekurangan.


Benar. Gerakan Nalan Shu yang sekarang tidak lebih cepat daripada sebelumnya dan subjek ini pun terbilang sangat terburu-buru, bahkan seolah tidak memikirkan risiko dari setiap gerakannya. Itulah sebabnya meskipun Nalan Shu bergerak cepat, Wei Zhang Zihan dapat mencari kelemahan gadis ini.


Kertas segel yang dilesatkan Wei Zhang Zihan berhasil menahan pergerakan Nalan Shu. Pendekar Suci dari Sekte Gunung Wushi itu pun dengan segera mengeluarkan Tali Pengunci Spiritual yang kemudian bergerak cepat melilit tubuh Nalan Shu hingga gadis itu tidak bisa lagi melakukan apa pun.


Di sisi lain, monster kelabang raksasa yang walau terkena serangan besar tetap saja tidak menghentikan lilitan tubuhnya pada naga besar itu. Suara geraman terdengar ketika tulang yang membentuk kaki-kaki kecil monster kelabang tersebut kini menancap di tubuh lawannya.


Kondisi semakin memburuk saat monster kelabang itu mengeluarkan suara nyaring guna mengganggu konsentrasi dari lawan. Lilitannya kian kencang dan bahkan dia menggunakan gigitannya untuk mengoyak daging dari naga tersebut.


Di saat kondisi seolah berpihak pada musuh, lintasan cahaya terlihat dan sebuah serangan datang dari arah atas, tepat mengenai kepala monster kelabang.


!!!


Hanya satu serangan dan ledakan bagaikan sambaran petir terdengar. Serangan itu membuat kepala monster kelabang yang terbuat dari tengkorak hancur dan tubuh makhluk raksasa itu pun ambruk tidak bernyawa.


Seseorang menapak di tanah, kilatan hijau terlihat di matanya dan sangat mengejutkan bahwa subjek tersebut tidak lain adalah Chu Kai. Wei Zhang Zihan yang baru sampai dengan membawa Nalan Shu pun juga nampak tidak percaya.


Wei Zhang Zihan mendekati sosok berpakaian hitam itu. Ekspresinya masih terkejut saat ia buka suara, "Bagaimana kau melakukannya?"


Wei Zhang Zihan menatap ke arah naga besar yang memiliki begitu banyak luka dan lantas kembali mengarahkan pandangan pada Chu Kai. Dia padahal sudah berpikir bahwa pemuda ini yang telah menjadi makhluk besar itu, tetapi naga tersebut masih ada seolah-olah begitu nyata.


Chu Kai berusaha mengatur napasnya yang tidak beraturan. Dia pun menatap Wei Zhang Zihan sebelum mengulurkan tangan. Naga yang terluka itu pun langsung diselimuti oleh cahaya keemasan dan kemudian bergerak mendekat.


Wei Zhang Zihan menyaksikan bagaimana cahaya keemasan itu seolah masuk ke dalam tangan Chu Kai dan di antaranya ada yang memadat menjadi sebuah pedang.


!!!


Jelas saja kejadian itu mengejutkan, bahkan bagi Pendekar Suci seperti Wei Zhang Zihan. Teknik di mana sebuah senjata dapat diubah menjadi makhluk hidup menyerupai monster, bahkan begitu asli bukanlah teknik yang mudah dilakukan. Kultivator yang sudah berlatih selama berpuluh-puluh tahun pun mustahil untuk melakukan hal serupa.


"Kau... Siapa kau sebenarnya?"

__ADS_1


!!


******


__ADS_2