LAHIRNYA PENDEKAR NAGA

LAHIRNYA PENDEKAR NAGA
61 - Perangkap


__ADS_3

Tidak jauh di hadapan Chu Kai, ada seekor beruang berbulu landak. Hewan itu mempunyai tubuh besar dengan geraman menakutkan. chu Kai hendak menelan ludah ketika terlihat goresan di pipi kirinya, darah mengucur pada goresan tersebut.


!!


Luka Chu Kai tidak terlalu dalam, namun tetap saja terasa perih. Itu merupakan luka karena terjangan dari beruang berduri landak barusan, tetapi beruntung karena hewan itu hanya sekali menerjang dirinya.


Long Yang Wang sendiri memperhatikan subjek di hadapannya dan kemudian berujar tanpa nada. "Hindari lesatan durinya sebisa mungkin,"


"Apa?" Chu Kai tersentak dan spontan kaget ketika Long Yang Wang langsung melesat. Anak remaja itu bertarung melawan seekor beruang berbulu landak dan tidak butuh waktu lama sampai pertarungan tersebut menjadi sangat sengit.


Hewan buas itu melesatkan duri di tubuhnya dan beberapa terlempar ke arah Chu Kai. Long Yang Wang sendiri menghindari beberapa duri dan menangkis serangan lainnya. Dia bahkan membalas dengan menyerang hewan besar tersebut menggunakan jarum beracun.


Chu Kai juga terlihat menghindar walau dia tidak bisa masuk ke dalam pertarungan Long Yang Wang. Dirinya menelan ludah dan merasa bahwa pertarungan ini akan berlangsung lama. Entah berapa banyak waktu yang harus dia habiskan agar bisa bertahan dengan serangan nyasar beruang berbulu landak tersebut.


"Hei..! Kau harusnya berhati-hati..!" Chu Kai berseru saat dia melompat untuk menghindari lesatan dari duri binatang iblis itu.


Dia yang tidak bisa selalu menghindar pun dengan cepat mengambil salah satu duri beruang berbulu landak dan menggunakannya seperti memakai senjata. Chu Kai menangkis duri yang datang tanpa menggunakan Teknik Pernapasan miliknya.


Long Yang Wang cukup mudah mengalahkan beruang berbulu landak tersebut. Senjata beracun yang dimilikinya efektif untuk membuat lawan lumpuh. Long Yang Wang lantas mengambil duri landak di sekitar kakinya dan mengalirkan energi spiritual.


Duri di tangan Long Yang Wang diayunkan dan itu menebas kepala beruang di hadapannya. Tindakannya membuat Chu Kai tersentak dan tanpa sadar menahan napas.


"Ayo masuk," Long Yang Wang memimpin jalan dan membuat Chu Kai bergegas mengejarnya.


"Sebenarnya tempat apa ini?" Chu Kai berhasil menyusul Long Yang Wang dan berjalan di sampingnya. Dia bertanya, "Apa kau yakin kau sudah berada di lokasi yang tepat?"


"Kita tidak akan tahu sampai menemukan pedang itu,"


Chu Kai berkedip. Dia sedikit meringis saat menyentuh pipinya yang terluka. Dirinya pun buka suara, "Kau mencari pedang pendekar naga. Tapi lokasinya itu berada di tempat yang..."


"Kau tenang saja," Long Yang Wang menyela. "Karena aku membutuhkanmu untuk mengambil pedang itu, maka pasti aku akan melindungimu."


!!


"Dia sama sekali tidak mengerti," Chu Kai merasa agak frustrasi. Remaja laki-laki ini terus berjalan seolah mereka sudah ada di tempat yang tepat. Padahal sebenarnya lokasi ini berada jauh dari tempat yang seharusnya mereka tuju.


Chu Kai mengerutkan kening dan tentu saja merasa keheranan, "Jelas bahwa dia memiliki petanya. Tetapi kenapa dia membawaku kemari? Dia sendiri bahkan bersikap seolah tidak mengetahui apa pun. Mungkinkah... Dia memang tidak tahu yang sebenarnya?"

__ADS_1


Chu Kai memperhatikan Long Yang Wang dan kemudian buka suara, "Yang aku tahu...Gua di mana Pedang Pendekar Naga itu berada tidak mungkin di tempat seperti ini. Lihat saja, jalurnya cukup mudah dilalui dan tempat ini pun bisa dikatakan tidak terlalu tersembunyi. Untuk pedang yang begitu diincar... Seseorang seharusnya sudah mendapatkannya sejak lama."


"Lalu apa kau pikir peta ini adalah sebuah kebohongan?"


Chu Kai berkedip, "Apa aku bisa melihatnya? Kau tidak membiarkanku melihat peta itu sebelumnya. Mungkin saja aku bisa tahu sesuatu,"


Long Yang Wang menoleh. Dia memperhatikan Chu Kai sebelum menarik napas. Dirinya pun memberikan sebuah gulungan pada pemuda yang saat ini berjalan di sampingnya.


Chu Kai memperhatikan isi dari gulungan di tangannya dan mengerutkan kening. Peta ini sedikit mirip dengan yang diberikan oleh Tabib Diao Lin Wang padanya, namun tentu saja masih ada beberapa perbedaan.


"................." Chu Kai bernapas pelan dan berkata, "Aku tidak seharusnya mengatakan ini, tetapi tidakkah kau terlihat mudah percaya pada orang lain?"


Long Yang Wang mengerutkan kening, "Apa maksudmu?"


"Meskipun berasal dari aliran putih, para pendekar Sekte Tianzhi bukanlah orang yang akan selalu bertindak di atas kejujuran. Peta ini... Jelas sudah dimanipulasi,"


Memperhatikan bahwa remaja di sampingnya tersentak membuat Chu Kai kembali berkata, "Kau memang sangat kuat. Tetapi sepertinya kewaspadaanmu masih perlu ditingkatkan lagi. Orang-orang dapat memanfaatkan... Dirimu yang mudah percaya dan polos seperti ini,"


Chu Kai mengembalikan peta di tangannya kepada Long Yang Wang. Remaja lelaki itu memperhatikan isi gulungan tersebut dengan saksama sambil mencari apa yang dianggap manipulasi oleh pemuda di sampingnya ini.


"Di sini," Chu Kai menunjuk salah satu titik dan berkata, "Seharusnya ada lokasi Tebing Juéwàng tetapi tempat ini hanya menunjukkan hutan bambu. Aku merasa peta ini sudah dimanipulasi sebab tebing itu sangat terkenal, apalagi lokasinya yang masih berada di wilayah Sekte Tianzhi."


"................."


Long Yang Wang melebarkan matanya. Dia memegang kuat peta di tangannya dan terlihat bahwa tatapan matanya berubah tajam. Long Yang Wang terlihat menahan amarah karena gulungan peta di tangannya telah dimanipulasi. Dia teringat ketika benda ini dipegang oleh Tetua Sekte Tianzhi, Wang Fang Bubai.


Long Yang Wang mendengus, pandangannya gelap saat dia berujar dingin. "Tua Bangka itu... Dia memang tidak pernah membiarkanku untuk menyelamatkan ibuku,"


"Ha ha," Long Yang Wang tertawa dingin. "Sekarang sepertinya aku punya alasan yang kuat untuk menghabisinya,"


!


Chu Kai tersentak saat Long Yang Wang berbalik dan hendak keluar dari gua tersebut. Hanya saja baru beberapa langkah, pintu gua yang harusnya tidak jauh di hadapan mereka kini telah berubah menjadi lorong panjang dengan dua jalur.


"Apa yang terjadi?!" Chu Kai jelas saja terkejut. Dia menatap lorong gua di hadapannya dan sama sekali tidak mengerti bagaimana bisa mulut gua tempatnya masuk sebelumnya menjadi tidak ada.


Long Yang Wang mengedarkan pandangan. Dinding gua ini bisa dibilang cukup terang akibat bunga bulan yang tumbuh liar, belum lagi ada serangga bercahaya di gua ini hingga tidak seorang pun yang akan sadar bahwa cahaya dari arah luar sudah tidak ada.

__ADS_1


!!!


Belum sempat Chu Kai memperoleh jawaban dari pertanyaan atas kepanikannya, sebuah suara keras tiba-tiba muncul dan disusul dengan suara geraman. Dia menatap lurus ke depan dan merasa sangat khawatir.


Long Yang Wang berdecak, "Kau bisa bertarung kan? Kita akan menghadapi itu sebentar lagi,"


"A-apa?" Chu Kai semakin cemas. Dia tidak tahu maksud Long Yang Wang, tetapi setelah suara geraman itu kian mendekat---dirinya pun tidak bisa untuk mengatakan bahwa dia tidak pandai dalam bertarung.


!!


Tidak jauh di hadapan Chu Kai sekarang, segerombolan beruang berbulu landak datang dengan cepat. Long Yang Wang melesat tanpa menunggu Chu Kai bersiap, dia melemparkan jarum beracun miliknya dan menumbangkan beberapa beruang yang ukurannya tidak terlalu besar.


"Gawat!" Chu Kai menelan ludah. Beberapa beruang mengeluarkan suara keras dan melesatkan duri yang tidak sedikit. Chu Kai jelas tidak bisa menghindari serangan itu.


"Apa yang kau lakukan?! Hadapi mereka!" Long Yang Wang berseru. Dia sekarang berada di jarak yang cukup jauh dari Chu Kai sehingga tidak bisa membantu pemuda itu. Sebenarnya dia sendiri sedang fokus melawan beberapa beruang yang lain.


"Aku benar-benar akan mati," Chu Kai merasakan jantungnya berpacu kencang. Dia pun menarik napas dan segera mengeluarkan sebuah teknik pernapasan naga.


Itu adalah Teknik Pernapasan Naga... Tanpa Jejak milik Chu Kai. Di mana serangan lawan akan menghilang dan ini hanya berlaku bila serangan tersebut termasuk serangan yang luas dan cepat seperti hujaman anak panah milik anggota Sekte Bulan Mati yang pernah Chu Kai hadapi.


Duri-duri tajam yang dilesatkan oleh para beruang berbulu landak itu menghilang di udara dan bersamaan dengan hal tersebut, Long Yang Wang bisa merasakan aura naga yang kuat.


Dia sejenak menatap ke arah Chu Kai dan tersentak saat samar-samar matanya menangkap angin tipis yang menyelimuti tubuh pemuda itu. Long Yang Wang hanya melihatnya sejenak tetapi yakin bahwa angin itu membentuk seekor naga dengan surai di kepalanya.


"Aura Naga... Sekuat itu!" Long Yang Wang terkejut. Dia sebenarnya tidak terlalu berharap, tetapi sungguh tidak disangka bahwa pemuda yang dia bawa ke tempat ini memang memiliki aura naga yang besar.


!!!


Seekor beruang bertubuh lebih besar dari yang lain datang dan langsung menerjang Long Yang Wang, bahkan di saat remaja lelaki itu baru saja dikejutkan dengan aura naga milik Chu Kai.


Long Yang Wang tidak bisa menahan serangan tersebut, apalagi menangkisnya. Di dalam jarak yang sesingkat itu---Chu Kai berseru dan lantas melesat ke tempat Long Yang Wang dengan sebuah serangan.


"Teknik Pernapasan Naga... Tanpa Aliran..!"


!!!


Beruang berbulu landak yang dilalui oleh Chu Kai terlihat tumbang dengan tubuh kering menghitam, mulut dan mata mereka meleleh dan bahkan tanaman bunga bulan yang menjadi penerang tempat ini semuanya mati.

__ADS_1


Suasana menjadi sangat gelap dan hanya suara lesatan angin yang terdengar. Bahkan geraman sebelumnya dari para beruang berbulu landak itu sudah tidak lagi terdengar. Seolah-olah tempat tersebut telah tertelan oleh kegelapan.


******


__ADS_2