
Feng Huang Lin terkejut saat selendang miliknya dipegang oleh Chu Kai. Selendang itu pun mengencang, namun tangan Chu Kai sama sekali tidak mau melepaskan benda tersebut.
Feng Huang Lin berekspresi masam dan lantas menggerakkan jarinya. Selendang lain muncul dan menerjang Chu Kai dari belakang, namun Xia Ling Qing segera melesat dan menangkis benda itu. Dia menggunakan serangan yang membuat selendang lawannya terpotong menjadi beberapa bagian dan terlihat terbakar.
"Untuk apa kau datang kemari?" Xia Ling Qing berujar ketus pada Chu Kai, dia berkata. "Feng Huang Lin adalah anggota Sekte Bulan Mati, dia bukanlah lawanmu."
"Pergi dan selamatkan orang lain saja, Nona Xia." Chu Kai berujar tanpa nada. Ini pertama kalinya dia tidak bicara dengan senyum bodoh atau rasa gugup saat bersama Xia Ling Qing dan itu sejujurnya membuat subjek lain tersentak.
Tanpa peringatan, Chu Kai menerjang Feng Huang Lin. Dia menggunakan tangan kosong untuk bertarung dengan wanita tersebut dan bahkan berani menggenggam selendang milik Feng Huang Lin.
Xia Ling Qing tentu saja syok. Pasalnya senjata Feng Huang Lin yang terlihat lembut itu sangat berbahaya. Selendang merah dari wanita cantik itu dapat menjadi tajam. Kedai Bulan Merak yang terbelah merupakan bukti betapa dahsyatnya kekuatan dari selendang itu.
Tubuh Chu Kai bisa saja tertebas, menjadi potongan daging jika tidak hati-hati. Namun kenyataan yang mengejutkan adalah bahwa tubuh Chu Kai sama sekali tidak terluka meski menahan serangan Feng Huang Lin dengan lengannya.
!!!
"Tidak mungkin..." Feng Huang Lin tersentak. Dia tidak main-main saat menyerang. Semua gerakan selendangnya sangatlah kuat dan mematikan, namun entah bagaimana pemuda di hadapannya ini tidak terluka sama sekali.
"Apa dia memiliki.... Kulit tulang besi?" Feng Huang Lin menyerang sambil melangkah mundur. Dia merupakan penyerang jarak jauh, jadi tentu saja sebisa mungkin dirinya akan menjaga jarak dengan lawan.
Apa yang diucapkan wanita berusia 27 Tahun itu merupakan salah satu jenis kulit dan tulang yang didapatkan oleh seorang pendekar di tingkatan praktik tertentu. Kulit tulang ini sangat berbeda dari kulit tulang biasa sebab begitu kuat hingga mampu menahan senjata tajam jenis apa pun.
Feng Huang Lin tentu tidak tahu bahwa Chu Kai sebenarnya tidak memiliki jenis kulit dan tulang seperti itu. Pemuda bermata hijau alami itu telah dilindungi oleh sosok Wei Shezi.
Siluman ular kalajengking itulah yang menjadi pelindung Chu Kai dari serangan selendang milik Feng Huang Lin. Dia melepaskan energi spiritual untuk membungkus kulit tubuh Chu Kai agar dapat kebal dari serangan anggota Sekte Bulan Mati tersebut.
__ADS_1
"Kau berhutang padaku," suara Wei Shezi terdengar. Dia berkata, "Bayaran atas perlindungan ini adalah roh iblis. Mengerti?"
"Terserah padamu," Chu Kai mengepalkan tangannya dan kabut tipis berkumpul, memadat lalu membentuk sebuah senjata.
Wei Shezi terkejut sebab kejadian yang satu ini bukanlah perbuatannya. Dia merasa bahwa Chu Kai tanpa sadar menggunakan energi spiritual miliknya untuk menarik keluar Pedang Pendekar Naga.
"Hei, hei. Kau belum bisa menggunakan pedang itu-!!" peringatan Wei Shezi terlambat. Chu Kai mengayunkan pedang di tangannya yang langsung memberikan serangan dahsyat bahkan Feng Huang Lin pun sampai dibuat tidak bereaksi.
!!!
Xia Ling Qing tidak tahu harus berkata apa. Dia bukannya tidak ingin membantu Chu Kai, tetapi saat ini dia melihat Liu Han Ying kerepotan dengan binatang iblis berwujud ikan yang jumlahnya cukup banyak itu. Bahkan binatang iblis tersebut dapat naik ke darat dan terlihat mengejar warga sampai ada yang menggigit leher seorang lelaki tua.
Xia Ling Qing tidak punya pilihan selain membantu Liu Han Ying walau konsentrasinya terpecah sebab memikirkan keselamatan Chu Kai. Pemuda itu masih termasuk baru ditunjuk menjadi Pendekar Naga dan belum mengerti banyak serangan, apalagi pemuda itu juga tidak tahu kekuatan sebenarnya dari Feng Huang Lin.
Xia Ling Qing tidak bisa mengabaikan Chu Kai, tetapi saat menyaksikan bagaimana pemuda itu menyerang Feng Huang Lin---kecemasan yang dirasakannya seolah lenyap. Pemuda itu meskipun sangat konyol, namun mempunyai jiwa seorang petarung.
"Jadi kau Pendekar Naga itu..." Feng Huang Lin buka suara. Urat tipis berwarna kehitaman langsung terbentuk dan menyebar dengan cepat di leher, wajah, serta seluruh tubuhnya.
!!
Perubahan terjadi pada matanya yang kini berubah warna menjadi merah sepenuhnya. Tangannya lantas berayun dan belasan selendang merah melesat dengan kecepatan yang luar biasa.
Serangan tersebut membabi buta, membuat banyak bangunan di sekitarnya berantakan dan melukai warga sekitar. Chu Kai yang sangat kaget dengan kejadian ini menatap tajam ke arah Feng Huang Lin.
"Apa yang kau dapatkan dari melakukan ini semua?" suara Chu Kai dingin. Napasnya tidak beraturan dan ekspresi wajahnya jelas sekali memperlihatkan amarah yang besar. Tetesan darah bahkan terlihat di sela-sela jarinya yang mencengkeram kuat pedang pusakanya.
__ADS_1
Tanpa menjawab, Feng Huang Lin kembali melesatkan serangan. Namun kali ini Chu Kai bergerak cepat dan menebas semua selendang merah miliknya, pertarungan tersebut terlihat sangat sengit di mana kerusakan banyak bangunan menjadi dampaknya.
Murid Sekte Gunung Wushi yang melihat kembang api permintaan bantuan sebenarnya sudah lama bergerak. Mereka menyebar ke berbagai tempat, mengungsikan para warga kota ke lokasi yang lebih aman.
Hanya saja, kekacauan yang terjadi tidak membuat segalanya berjalan mudah. Apalagi ada jenis binatang iblis berwujud ikan yang sangat ganas menyerang warga hingga membuat jalannya penyelamatan menjadi semakin sulit.
Liu Han Ying yang sebelumnya sudah melakukan pertarungan sengit kini mulai terlihat kesal. Dia sudah membunuh banyak binatang iblis berwujud ikan, tetapi setiap kali tubuh mereka tertebas entah di bagian apa pun---binatang iblis itu akan kembali hidup.
Tidak hanya hidup, bahkan dari potongan tubuh lainnya juga membentuk binatang iblis berwujud ikan yang baru. Liu Han Ying sangat kerepotan dan sejujurnya pertarungan ini begitu menguras tenaga.
"Kau baik-baik saja?" Xia Ling Qing datang membantu. Teknik berpedangnya mampu membakar beberapa binatang iblis, namun yang mengejutkan adalah makhluk-makhluk itu sama sekali tidak mati.
!!
Liu Han Ying menyadari keterkejutan di wajah Xia Ling Qing. Dia pun berkata, "Mereka jenis binatang yang menguasai elemen api dan air. Membakarnya sama sekali tidak berguna,"
"Tsk, lantas bagaimana?!" Xia Ling Qing menghindari lesatan serangan beberapa binatang iblis. Dia mendengar Liu Han Ying bicara kembali.
"Aku juga tidak tahu. Jika ditebas, mereka justru semakin banyak. Ini tidak ada habisnya," Liu Han Ying tidak bisa terus melakukan serangan yang kuat karena itu akan cepat menguras tenaganya. Belum lagi, para anggota Sekte Gunung Wushi yang sedang menolong warga kota juga memperparah kondisi.
Liu Han Ying berkata, "Mereka menyerang dan menebas makhluk-makhluk ini hingga semakin banyak. Masalahnya jika tidak menebasnya, tubuh makhluk ini akan makin membesar dan serangannya pun menjadi semakin kuat."
"Benar-benar sulit," Xia Ling Qing berusaha memikirkan penyelesaian atas masalah ini. Dia dan Liu Han Ying pun terkejut saat mendengar sebuah teriakan melengking.
!!!
__ADS_1
******