LAHIRNYA PENDEKAR NAGA

LAHIRNYA PENDEKAR NAGA
102 - Lembah Tanah Berapi


__ADS_3

Lembah Tanah Berapi


Pemandangan di lembah tanah berapi hanya sebuah hamparan tanah berbatu dengan warna kemerahan. Ada sedikit rumput yang tumbuh di tempat ini, beberapa terlihat pohon mati dan sejauh mata memandang---tempat ini memiliki aura yang cukup menegangkan.


Bila dilihat dari atas, lembah ini seluas dua kota besar namun dengan sebuah bangunan dari batu berbentuk limas di tengah-tengahnya. Dan bila diperhatikan dengan saksama, terlihat gulungan energi spiritual berbentuk kubah yang menutupi bangunan tersebut.


Kubah inilah yang disebut sebagai segel pelindung dari makam kuno sehingga tidak sembarangan orang dapat memasukinya. Segel ini hanya melemah setiap 50 Tahun sekali dan karena itulah generasi sekarang cukup beruntung bisa mendapati makam kuno ini.


Salah seorang pendekar yang berada di balik batu besar nampak memperhatikan sekitar dan lantas bertanya pada rekan di sampingnya. Pendekar berpakaian hijau itu berkata, "Kubah segel itu sudah melemah. Tapi kenapa tidak ada satu pun dari mereka yang mau bergerak?"


"Ini tidak sesederhana yang kau duga," rekan pendekar tersebut berkata. "Segel itu harus dibuka dan jika tekniknya salah, maka segel tersebut bisa menjadi kuat dan bangunan makam kuno akan menghilang. Kita terpaksa harus menunggu 50 Tahun lagi agar makam kuno itu muncul kembali,"


!!


Mendengar jawaban rekannya, membuat pendekar yang nampak berusia 25 Tahun itu tersentak. Dia menelan ludah dan berkata, "La-lalu siapa yang akan membuka segelnya?"


"Kita akan menunggu para kultivator dari 5 Sekte Besar. Mereka pasti datang sebentar lagi,"


"Li-lima Sekte Besar itu--"


"Lihat!!"


Seruan seseorang membuat kedua pendekar itu dan yang lainnya menengadah. Mereka melihat seekor burung phoenix dan ada empat orang yang menunggangi binatang tersebut.


"Mereka adalah kultivator dari Sekte Menara Rufeng..!"


Burung phoenix itu mulai menapakkan kakinya di tanah dan dengan sebuah ayunan tangan... Hewan tersebut menghilang. Pemandangan itu memberikan fakta bahwa phoenix yang mereka lihat bukanlah binatang yang sebenarnya, tetapi sebuah teknik.


"Penciptaan Wujud..! Itu adalah Teknik Penciptaan Wujud..!" seorang pendekar berseru, ekspresinya terlihat terkejut bercampur kagum.

__ADS_1


"Auranya kuat sekali..."


"Mereka salah satu dari Lima Sekte Besar. Dia adalah Tuan Muda Shuang Shu Chen dari Sekte Menara Rufeng..!"


!!!


"Generasi terkuat disepanjang Dinasti Zhou, Tuan Muda Shuang Shu Chen!"


"Banyak juga orang yang datang," Shuang Mei Ning yang sebelumnya menaiki phoenix terlihat memperhatikan orang-orang di sekitarnya. Dia datang bersama Shuang Hua Yi, Shuang Ling Feng, dan tentu saja Tuan Muda Shuang Shu Chen.


Shuang Shu Chen dan ketiga rekannya adalah pendekar muda dari Sekte Menara Rufeng. Mereka datang sebagai perwakilan untuk memasuki makam kuno ini dan seperti yang terlihat... Shuang Shu Chen populer di mata banyak orang.


Banyak sekali pendekar yang mengagumi Shuang Shu Chen. Di usianya yang ke-19 Tahun ini... Dia adalah sosok pemuda dengan wajah tampan dan bakat yang luar biasa di usia. Praktik kultivasinya berada di Tingkat Kultivasi Surgawi Tahap Penciptaan Wujud.


Shuang Shu Chen dari Sekte Menara Rufeng ini sudah lama membentuk akar spiritual api. Dia pun bahkan mencapai tahap penciptaan wujud yang mampu membentuk binatang seperti burung phoenix barusan hanya dengan energi spiritual miliknya. Kekuatannya benar-benar besar.


"Di sini terlalu berisik," Shuang Shu Chen buka suara. Nadanya datar saat berkata, "Aku akan mencari tempat yang tenang. Jadi jangan biarkan orang lain mendekatiku,"


"Senior Shuang Shu Chen benar-benar luar biasa. Ke mana pun dia pergi.. Senior selalu menjadi pusat perhatian~" Shuang Mei Ning terlihat gembira. Ini juga merupakan pertama kali baginya untuk bisa menjalankan misi bersama dengan Shuang Shu Chen. Dia sudah menyakinkan diri untuk meninggalkan kesan yang baik.


Di sisi lain, Shuang Hua Yi juga baru akan bicara saat suara keributan terdengar di antara para pendekar. Pandangan matanya lantas tertuju pada barisan pendekar yang nampak membuka jalan untuk seseorang.


"Mn?" Shuang Mei Ning mengerutkan kening. Dia berkedip saat menyaksikan ada sosok gadis berpakaian biru muda yang berjalan mendekat. Di samping subjek itu pun terlihat pemuda dengan pakaian berwarna serupa.


"Dia Pendekar Suci Xia Ling Qing dari Sekte Gunung Wushi..! Di sampingnya, jangan bilang..."


"Pendekar Suci Wei Zhang Zihan!!"


"Waaah, aku tidak percaya bisa melihat mereka sedekat ini. Aura mereka benar-benar berbeda,"

__ADS_1


Xia Ling Qing sama sekali tidak terpengaruh dengan pandangan orang-orang di sekitarnya. Dia memandang lurus ke arah kubah segel pada makam dan sepertinya mereka belum terlambat.


Ekspresi Xia Ling Qing sedikit berubah saat merasakan aura yang bergerak mendekat. Para pendekar di sekitarnya menengadah dan melihat dua lintasan cahaya di langit dengan warna berbeda.


Satu cahaya berwarna merah dan kemudian menghantam tanah. Suara keras terdengar dan angin kejut tercipta. Wei Zhang Zihan melihat ada dua pemuda yang berdiri dan seakan adalah wujud dari cahaya merah tersebut. Dua subjek ini tidak lain adalah Wang Xiao Cheng dan Ruan Zhao Shen dari Sekte Tianzhi.


Cahaya lainnya berwarna biru dan itu terlihat membentuk bunga teratai dari kumpulan energi spiritual. Para pendekar menyaksikan ada tiga orang gadis cantik di tengah bunga teratai itu. Mereka merupakan kultivator dari Sekte Teratai Suci, Xiao Feng Mian, Xiao Li Wei, dan Xiao Ying Hua.


Keriuhan terjadi dan itu karena kehadiran orang-orang yang berbakat ini. Apalagi semua pendekar tahu bahwa Sekte Teratai Suci adalah salah satu dari Lima Sekte Besar yang hanya diisi oleh para kultivator wanita.


Salah satu kecantikan terkenal di Sekte Teratai Suci adalah sosok Xiao Ying Hua. Dia merupakan gadis dengan rambut hitam selembut sutra, bola mata jernih yang indah dan suara merdu. Auranya yang penuh pesona mampu membuat banyak orang tidak bisa mengalihkan pandangan darinya.


"Nona Xiao Ying Hua, dia adalah Pesona Teratai Suci yang juga sudah berada di Tingkat Penciptaan Wujud. Luar biasa..!"


"Aku benar-benar beruntung datang kemari. Mereka merupakan generasi muda berbakat dari Dinasti Zhou..!!"


Ada seorang pendekar yang juga baru akan bicara ketika hembusan angin tiba-tiba saja berubah arah. Udara di sekitar mereka pun menjadi lebih mencekam dan entah bagaimana terasa dingin.


!!!


Semua orang terkejut, bahkan Wei Zhang Zihan bisa merasakan dentuman yang keras di dalam dadanya. Ini merupakan firasat tidak enak dan sejujurnya sudah sangat akrab. Hembusan angin ini merupakan pertanda kehadiran sesuatu yang paling tidak disukainya.


Para pendekar yang lain pun juga merasakan hal serupa. Mereka bahkan sampai menahan napas saat mulai melihat kemunculan selendang merah di tanah yang mulai bergerak melingkar. Aura gelap yang menguar langsung membungkam mulut semuanya.


Ada tiga orang yang mulai menampakkan wujud saat selendang itu perlahan turun dan kemudian menyatu dengan pakaian salah satu dari tiga subjek tersebut. Xia Ling Qing memegang kuat pedangnya dan ekspresi wajahnya benar-benar seakan sangat membenci subjek ini.


"Ramai sekali~" suara manis itu terdengar, tetapi justru membuat siapa pun yang mendengarnya menjadi tegang, dan lainnya justru terlihat tidak suka.


Subjek di hadapan mereka tidak lain adalah anggota dari Sekte Bulan Mati, Feng Huang Lin, Tang Wu Shang, dan seorang remaja bernama Zhi Mei. Ketiga orang ini berasal dari Sekte Aliran Hitam yang merupakan salah satu dari Lima Sekte Besar di Dataran Tengah.

__ADS_1


******


__ADS_2