
"Kai..!!" Liu Han Ying berseru, begitu pula dengan Wei Zhang Zihan. Mereka segera melesat untuk menolong Chu Kai, namun tiba-tiba saja Xia Ling Qin berseru.
"Awas!!"
!?
Liu Han Ying dan Wei Zhang Zihan segera melompat, aura mencekam di detik saat seruan Xia Ling Qing terdengar membuat mereka mampu menghindari bahaya.
Bunga raksasa yang sebelumnya tenang kembali menggila. Ini mungkin karena bunga itu sempat tertahan oleh teknik pernapasan naga milik Chu Kai, tetapi sekarang berbeda.
Chu Kai yang terkena serangan Feng Hao Yan tidak sempat mengendalikan kembali teknik pernapasan miliknya, bunga raksasa itu pun menjadi semakin liar dan menyerang secara membabi buta.
Para pendekar terkejut dengan perubahan bunga raksasa itu. Mereka mencoba melawan menyerahkan kekuatan terbaik yang mereka miliki, namun tetap saja sulit karena yang mereka hadapi bukanlah makhluk biasa, melainkan sebuah bencana.
"Ini buruk, kita akan mati jika terus melawannya."
"Aku harus mencari cara untuk bisa pergi dari sini."
"Menghindar!"
BAAAAM..!!
Aaakh!
Ledakan tercipta di tanah yang tidak jauh dari tubuh lima orang pendekar. Serangan itu berasal dari belakang dan tidak terduga. Kelima pendekar itu pun sampai terhempas ke depan dan segera dijerat oleh akar-akar menjalar milik bunga raksasa.
"Tidaak-aakh!"
Seorang pendekar langsung dimakan, empat lainnya juga hampir saja tewas andai sebuah tusukan cahaya tidak melintas dan memotong akar yang melilit tubuh para pendekar itu.
Sesuatu melompat di atas kepala Shuang Ling Feng dan membuat pemuda itu tersentak. Ia pun berkedip saat melihat seekor binatang kecil dengan tubuh panjang berdiri tidak jauh di hadapannya.
Binatang itu mempunyai bulu putih dan ia tidak lain adalah carpelai milik Chu Kai yang bernama Xiao Bai. Binatang itu memiliki mata bulat berwarna hitam, namun ketika dalam suasana yang serius---hewan tersebut mempunyai kilat kemerahan pada matanya.
Akar-akar dari bunga raksasa yang sempat terpotong kini kembali memanjang dan menyerang Xiao Bai. Hanya saja carpelai berbulu putih itu melompat dan terlihat kedua pipinya mengembang, ia pun melesatkan serangan dari mulutnya dan itu adalah lintasan cahaya yang sama seperti lintasan cahaya yang menolong para pendekar sebelumnya.
Shuang Shu Chen yang berada di sisi lain bergerak, pemuda itu menarik pedangnya dan berkata. "Aku akan melawan anggota Sekte Bulan Mati itu, kalian hadapi bunga raksasanya."
Ucapan Shuang Shu Chen tidak hanya mengarah pada Xia Ling Qing, tetapi juga para pendekar yang lain. Dia tidak menunggu jawaban dan langsung melesat ke arah Feng Hao Yan dengan sebuah teknik berpedang yang sangat kuat.
SLAAASH..!
__ADS_1
Teknik ayunan pedang Shuang Shu Chen menciptakan lidah api yang menyala, berkobar, dan mengarah tepat ke tempat Feng Hao Yan berada. Anggota dari Sekte Bulan Mati itu menggunakan kedua jarinya dan energi spiritual terbentuk menyerupai sebuah pedang.
BAAAAM...!!
Serangan Shuang Shu Chen berhasil di tangkis, tapi tetap saja menimbulkan ledakan yang dahsyat. Shuang Shu Chen melihat energi spiritual milik lawannya yang berbentuk pedang dan ia pun tersentak.
Seorang pendekar yang berada di Tingkat Penciptaan Wujud bisa saja membentuk hewan raksasa dan bahkan senjata dengan energi spiritual miliknya, namun tidak banyak dari pendekar tingkat penciptaan wujud yang mampu menjadikan hasil ciptaannya itu sebagai senjata untuk menghadapi lawan.
Bahkan hal paling umum yang bisa dilakukan oleh pendekar tingkat penciptaan wujud hanyalah membuat objek ciptaannya sebagai sesuatu yang bisa digunakan untuk terbang. Jika memakainya bertarung, konsentrasi dan energi spiritual yang diperlukan sangatlah besar.
Feng Hao Yan yang bisa membuat pedang dari energi spiritualnya dan digunakan menghadapi lawan jelas bukanlah kabar baik untuk Shuang Shu Chen. Namun jika mengingat usia dari anggota Sekte Bulan Mati ini dan kemungkinan penggunaan teknik terlarang... Maka Shuang Shu Chen tidak terlalu terkejut.
"Mencoba melawan pengikut Dewa Api... Kau sungguh bernyali." Feng Hao Yan bersuara dingin. Dia tiba-tiba saja menghilang dan lantas muncul tepat di depan Shuang Shu Chen dengan tusukan jarinya.
BAAAAM...!!
Ledakan besar tercipta, angin kejut terasa sangat panas dan dari apa yang terlihat... Shuang Shu Chen tidak sempat menghindari serangan kejutan itu.
Feng Hao Yan sendiri baru akan merasa telah menyingkirkan satu serangga kecil, namun ia tiba-tiba tersentak saat tahu bahwa serangan yang dilakukannya justru tidak mengenai lawan.
Seseorang.... Telah menahan Tusukan Pedang Energi Api miliknya..!
!!?
"Kau seharusnya sudah mati," Feng Hao Yan tidak menyangka bahwa sosok yang ia lawan sebelumnya masih berdiri dan bahkan telah menyelamatkan nyawa orang lain.
Sejujurnya Feng Hao Yan terkejut karena pukulan bara api tak tertandingi miliknya tidak membunuh subjek di hadapannya ini. Padahal serangannya itu benar-benar mengenai dada Chu Kai.
"Harusnya kau mati dengan lubang besar di dadamu," Feng Hao Yan kembali buka suara. Pemuda yang ada di hadapannya hanya berdiri dan dengan tajam menatap ke arahnya.
"Aku hanya ingin merasakan sekuat apa pukulan bara api tak tertandingi milikmu. Sungguh, itu serangan yang mematikan." Chu Kai menarik napas dan dengan kemudian mendengus saat berkata, "Namun sekuat apa pun sebuah serangan... Itu sama sekali tidak berguna jika tidak bisa membunuh targetnya,"
!!!
Chu Kai mengatur posisi kakinya dan itu berlangsung sangat cepat. Feng Hao Yan terdorong mundur dan pertarungan antara kedua orang ini kembali terjadi, Shuang Shu Chen pun turut serta di dalamnya dan bekerja sama membantu Chu Kai.
Serangan dengan suara bagai sambaran petir dan angin kejut yang mengeluarkan hawa panas menghiasi pertarungan ketiganya. Makin lama, posisi mereka terus mengarah hingga ke dalam hutan yang lebat.
BAAAAM...!
BAAAAM...!
__ADS_1
Dahan pepohonan tertebas oleh serangan Chu Kai sebelum akhirnya meledak. Begitu pula dengan semak belukar yang terkena serangan dari Shuang Shu Chen.
!!
BAAAAM...!
Serangan dari pedang energi spiritual Feng Hao Yan menciptakan retakan dalam yang terbakar kala mengenai tanah. Jangkauan dalam sekali ayunan pedang itu bahkan mampu membelah empat buah pohon besar hingga terbakar.
"Kalian sudah mengundang kemarahan Dewa Api," mata Feng Hao Yan berkilat bagaikan api membara. Pedang dari energi spiritual miliknya menyebar dan menyelimuti seluruh tubuhnya. Ia pun melesat naik dengan tangan yang mulai direntangkan.
Shuang Shu Chen tersentak. "Gawat, dia hendak membakar seluruh pulau ini."
"Apa?" Chu Kai terkejut. Dia tahu Feng Hao Yan adalah orang yang sangat kuat dan ia pernah mendengar bahwa sosok tersebut mampu membakar habis sebuah desa sendirian. Namun untuk melakukannya pada pulau sebesar ini, seberapa tinggi praktik lawan yang ia hadapi sekarang?!
"Pendekar Shuang Shu Chen, apa kau yakin?!" Chu Kai benar-benar tidak ingin mempercayai apa yang ia dengar, tetapi ekspresi wajah Shuang Shu Chen jelas bukanlah ciri-ciri orang yang akan bercanda di situasi seperti sekarang.
Chu Kai berusaha berpikir secepat mungkin. Matanya pun menyipit dan sebuah lubang hitam tercipta tepat di samping Shuang Shu Chen hingga membuat pemuda itu tersentak.
"Pendekar Shuang Shu Chen, segera bawa pergi nona Xia dan yang lainnya keluar dari pulau ini. Aku menghargai bantuanmu,"
"Kau..."
"Cepatlah. Kita tidak punya banyak waktu bahkan untuk memberi penjelasan," sakit menyerang kepala Chu Kai namun ia berusaha menahannya.
Shuang Shu Chen memegang kuat pedangnya dan kemudian tanpa ragu melesat ke dalam lubang hitam tersebut. Sedetik saat Shuang Shu Chen sudah masuk ke dalam sana, seketika itu juga lubang hitam tersebut menghilang namun dengan suara sambaran petir.
"Aakh!" Chu Kai memegang dahinya sedikit menutupi mata kirinya. Terlihat darah menetes menuruni pipi Chu Kai dan itu tidak lain berasal dari matanya.
Teknik Lubang Hitam miliknya sebenarnya merupakan teknik yang tidak hanya menguras banyak energi spiritual, tetapi juga mempunyai hubungan dengan Tenaga Dalam Mental.
Chu Kai bukanlah pendekar yang memiliki dantian cacat, ia adalah seorang kultivator dengan Teknik Pernapasan Kuno yang sangat kuat. Namun karena kekuatan teknik pernapasan ini, dirinya membutuhkan sumber energi lain dan karena itulah ia mempelajari Tenaga Dalam.
Mempelajari Energi Spiritual yang merupakan sumber energi utama para pendekar dan Tenaga Dalam yang dilatih khusus hanya pada mereka tidak mampu berkultivasi sangatlah membebani. Belum lagi, Chu Kai tidak hanya mempelajari satu tenaga dalam---melainkan Enam Jenis Tenaga Dalam.
Ini sudah enam bulan sejak ia terperangkap di dalam makam kuno dan berlatih di sana. Kemampuannya berkembang, tetapi jelas bahwa itu belum sempurna dan sekarang dirinya jelas terlihat telah memaksakan diri.
"Teknik Manifestasi yang merupakan Lubang Dimensi ini membutuhkan waktu yang lama agar bisa kau kuasai dengan sangat baik. Kau hanya dapat menggunakannya dua kali dalam sebuah pertarungan dan kusarankan agar kau tidak menggunakannya lebih dari itu."
Peringatan Wei Shezi seolah kembali terdengar.
Chu Kai sebelumnya sudah menggunakan teknik manifestasi tersebut saat ia baru pertama kali datang kemari dan satunya lagi untuk menahan serangan Feng Hao Yan. Namun ia justru kembali memakainya pada Shuang Shu Chen dan benar bahwa inilah rasa sakit yang dikatakan oleh Wei Shezi jika ia memaksakan diri.
__ADS_1
******