
Tetua Sheng Zei Wang dari Sekte Menara Rufeng yang berada di tempat kejadian juga menyaksikan bagaimana tindakan Xia Ling Qing yang dengan terang-terangan memusuhi Sekte Bulan Mati.
Tetua Sheng Zei Wang tahu bahwa banyak perguruan yang tidak suka pada sekte dari aliran hitam tersebut, bahkan sesama aliran hitam pun memusuhi Sekte Bulan Mati.
Tapi masalahnya mereka tidak bisa secara terang-terangan menunjukkan rasa tidak suka itu. Ini karena Sekte Bulan Mati mempunyai kemampuan yang tidak main-main. Mereka bisa membuat sebuah kota menghilang dalam semalam saat benar-benar serius.
"Xia Ling Qing," Xue Xiaowen tersenyum dan berkata, "Apa kau tahu konsekuensi dari tindakanmu ini?"
"Aku tidak peduli dengan reputasi sektemu atau apa pun. Kau di sini akan mati sekarang juga."
!!
"Lindungi Nona Xue Xiaowen!" seruan Zhu Liu membuat para anggota Sekte Bulan Mati menggunakan kekuatan mereka yang masih tersisa.
Ada sekitar enam orang yang menghadapi Aliran Tiga Lingkaran Api dari Xia Ling Qing, namun tidak satu pun dari mereka yang bisa menahannya terlalu lama. Serangan itu cepat dan kuat, bahkan baru berhenti saat targetnya mati.
Untuk melindungi Xue Xiaowen pun, ada di antara anggota sekte yang menggantikan tempat gadis itu. Anggota Sekte Bulan Mati yang sangat berani itu tewas tanpa bisa melakukan serangan balasan.
Para pendekar lain yang tahu bagaimana emosi Xia Ling Qing ketika sedang marah pun memutuskan untuk segera pergi. Bahkan Tetua Sheng Zei Wang juga tidak berniat untuk ikut campur dalam masalah ini.
Mereka sebenarnya bisa saja bekerja sama untuk menghabisi putri dari Tetua Sekte Bulan Mati, apalagi kondisi Xue Xiaowen sedang terluka. Namun ada hal lain yang harus lebih diperhatikan jika berani mempunyai niatan membunuh gadis berambut merah itu.
"Xia Ling Qing!" Zhu Liu berseru, "Kau benar-benar sudah mencari mati..!"
Xia Ling Qing tidak mengatakan apa pun dan menerjang anggota Sekte Bulan Mati. Perginya para pendekar membuat ruang di sekitarnya luas sehingga tidak ada yang perlu dicemaskan. Bahkan jika pun ada yang tinggal, dia tetap tidak akan peduli jika serangannya mengenai mereka.
"Ling Qing..!" Wei Zhang Zihan berusaha memanggil rekannya untuk menghentikan ini semua. Dia mencemaskan keselamatan Xia Ling Qing jika melukai Xue Xiaowen. Putri dari Sekte Bulan Mati itu mempunyai penjaga yang teramat kuat.
AAAH..!!
Dua orang anggota Sekte Bulan Mati terbakar karena serangan dari Xia Ling Qing. Gadis itu bahkan dengan berani menarik kepala salah satu anggota tersebut dan memenggalnya tepat di depan mata Xue Xiaowen.
Xia Ling Qing tanpa ragu melemparkan kepala yang dipegangnya dan hampir mengenai Xue Xiaowen andai tidak ditahan oleh Tang Wu Shang. Sekarang anggota Sekte Bulan Mati yang tersisa hanyalah Tang Wu Shang, Zhu Liu, dan tiga anggota Sekte Bulan Mati lainnya.
Tang Wu Shang sendiri tidak menyerang karena dialah yang ditugaskan untuk terus menjaga Xue Xiaowen. Karenanya saat ini yang bergerak maju adalah Zhu Liu dan tiga anggota sekte yang lain.
Chen Xiao Yan dan Huang Zhang serta para murid Sekte Giok Putih hendak membantu Xia Ling Qing yang bertarung dengan anggota Sekte Bulan Mati. Kapan lagi mereka bisa mengalahkan dan mendesak sekte yang sangat kejam tersebut, jika bukan sekarang?
Tetapi masalahnya, serangan Xia Ling tidak mengenal kawan atau pun lawan. Mendekat sedikit saja, maka merekalah yang mungkin akan terbunuh.
"Apa kekuatan nona itu sebesar ini? Dia sangat hebat," salah satu anggota Sekte Giok Putih bahkan sampai menahan napas saking tidak percayanya.
"Kau mendengar namanya tadi?" Chen Xiao Yan angkat bicara, "Dia adalah Pendekar Suci Xia Ling Qing dari Sekte Gunung Wushi."
!!
"Pendekar Suci?!"
"Tunggu. Jika dia adalah Pendekar Suci Xia Ling Qing, maka pendekar yang satunya..."
"Pendekar Suci Wei Zhang Zihan!" tepat ketika seruan itu terdengar, sebuah lesatan melintas dan tiga di antara empat orang anggota Sekte Bulan Mati yang dihadapi Xia Ling Qing terkena serangan dan terlempar jauh.
Di udara, tubuh ketiga orang itu meledak dengan bagian tubuh yang menyebar hingga ke berbagai arah. Api dari ayunan pedang Xia Ling Qing membakar potongan-potongan daging itu dan di waktu bersamaan gadis itu pun berhasil mencengkeram leher Zhu Liu.
Serangan yang membunuh tiga anggota Sekte Bulan Mati secara sekaligus dibuat oleh Wei Zhang Zihan. Pemuda itu terpaksa turun tangan karena tidak mungkin membiarkan Xia Ling Qing bergerak sendirian. Bahaya karena masalah ini sudah tidak bisa dihindari lagi.
"Xia Ling Qing!" Tang Wu Shang berseru, "Kau sudah membuat kesalahan besar!"
"Kalian yang melakukannya lebih dulu," suara Xia Ling Qing dingin. Dia menatap Xue Xiaowen yang tidak bicara dan tanpa ragu menusuk dada Zhu Liu dengan pedangnya.
Aakh!
__ADS_1
Itu adalah untuk pertama kalinya Xue Xiaowen memperlihatkan raut wajah yang tidak biasa. Tatapan matanya tajam dan senyuman yang selalu menghiasi wajahnya selama ini juga menghilang. Gadis berambut merah itu terlihat mulai mengepalkan tangannya dan tahu benar sedang diprovokasi oleh Xia Ling Qing.
"Selanjutnya kau yang akan merasakannya," Xia Ling Qing menarik pedangnya dan membuat Zhu Liu tersungkur dan memuntahkan darah.
Xia Ling Qing dengan dingin berkata, "Sengaja tidak langsung kubunuh dia agar kau bisa melihat dengan jelas bagaimana sakitnya kematian itu."
!!
Tang Wu Shang mengepalkan tangannya kala menyaksikan Xia Ling Qing menendang Zhu Liu dan kemudian menusuk lengan gadis itu hingga terdengar suara jeritan.
"Xia Ling Qing!" Wei Zhang Zihan berseru dan tepat setelah itu, sebuah tekanan yang sangat besar datang.
Para anggota Sekte Giok Putih yang masih ada di tempat tersebut langsung terjatuh dan memuntahkan darah. Tekanan ini membuat dada mereka sangat sesak, bahkan tubuh pun seolah dihantam batu yang amat berat.
Xia Ling Qing juga sampai dibuat berlutut dan lintasan cahaya yang seakan berasal dari langit hendak mengenalinya, tetapi Wei Zhang Zihan menggunakan kekuatannya untuk menahan serangan itu walau harus mengalami luka dalam yang cukup parah.
!!!
Tekanan itu masih ada dan semakin kuat. Yang tidak terpengaruh dengan tekanan ini adalah Xue Xiaowen, Tang Wu Shang, dan Zhu Liu.
"Berhenti," Xue Xiaowen buka suara dan detik itu juga tekanan dan serangan tersebut menghilang. Hanya saja kondisi anggota Sekte Giok Putih, juga kondisi Xia Ling Qing dan Wei Zhang Zihan sama sekali tidak baik-baik saja.
"Kau memprovokasiku, Nona Xia Ling Qing.." Xue Xiaowen berujar tanpa nada, gerakan pelan tangannya menciptakan selendang merah yang mulai mengelilingi tubuhnya dan juga Tang Wu Shang.
Selendang merah lain mengelilingi tubuh Zhu Liu serta anggota Sekte Bulan Mati yang sudah tewas karena terkena serangan dari Xia Ling Qing.
Xue Xiaowen berkata, "Akan kuingat ini... Dan pasti akan membalasnya lebih dari yang kau lakukan."
Selendang merah itu menghilang bersamaan dengan para anggota Sekte Bulan Mati. Xue Xiaowen, Zhu Liu yang sedang terluka, bahkan potongan tubuh anggota Sekte Bulan Mati yang terbakar tidak lagi terlihat. Yang tersisa di tempat itu hanyalah anggota Sekte Giok Putih dan Xia Ling Qing.
Wei Zhang Zihan yang berdiri hampir saja ambruk andai tidak menggunakan pedangnya sebagai penyangga tubuh. Dia menatap Xia Ling Qing yang dalam kondisi berlutut dan memuntahkan cukup banyak darah.
Amarah Xia Ling Qing masih belum memudar, itu terlihat jelas pada ekspresi wajahnya. Dia mungkin saja masih ingin bergerak menyerang Xue Xiaowen, tetapi tubuhnya bisa jadi tidak kuat lagi melakukannya.
Anggota Sekte Giok Putih, Xia Ling Qing, dan Wei Zhang Zihan masih bertahan sekarang adalah karena tekanan itu masih belum terlalu kuat. Apalagi, Xue Xiaowen memintanya berhenti di waktu yang tepat. Jika tidak, maka tubuh mereka akan langsung meledak.
*
*
Chu Kai masih berada di atas dan menunggu Wei Zhang Zihan dan Xia Ling Qing. Dia sama sekali tidak tahu apa yang terjadi di dasar tebing saat ini. Di samping itu, Wei Shezi pun tiba-tiba menghilang entah karena apa.
Di hadapan Chu Kai sekarang berdiri seorang anak remaja yang tak lain adalah Long Yang Wang. Para pendekar yang berhasil naik tidak melihat keduanya sebab mereka berada di sisi lain tebing. Para pendekar itu pun juga nampak tidak peduli dan seolah hanya ingin pulang sekarang.
Suasana di antara Chu Kai dan Long Yang Wang terasa begitu tegang. Remaja berjubah dan bertudung hitam itu menyilangkan tangan lalu mulai buka suara.
"Kau sudah mendapatkan pedangnya?" Long Yang Wang bertanya.
"Pertama-tama, aku ingin penjelasannya darimu." Chu Kai memperhatikan subjek di hadapannya dan berujar tanpa nada, "Kenapa kau melakukan hal itu?"
"Apa maksudmu?"
"Tidak perlu berpura-pura. Kau yang menyebar kabar tentang pedang itu. Ini bukanlah Pedang Pendekar Naga, tapi sebuah Pedang Iblis. Dan kau tahu bahwa untuk mendapatkannya... Senjata ini membutuhkan pengorbanan."
Chu Kai menyilangkan tangan dan berkata, "Kau... Bermaksud mengorbankanku."
".............." Long Yang Wang menatap Chu Kai sebelum mendengus. Dia pun berkata, "Apa kau percaya takdir?"
Chu Kai mengerutkan kening. Long Yang Wang pun melanjutkan, "Jika aku benar-benar ingin mengorbankanmu... Maka kau sekarang tidak akan berdiri di sini."
"Pedang itu memang adalah Pedang Pendekar Naga, tetapi setelah banyak orang mewarisinya dan menggunakannya untuk ambisi mereka masing-masing.... Pedang itu pun mengalami kontradiksi."
__ADS_1
"Apa... Maksudmu?"
"Dia benar."
?!
Chu Kai tersentak saat mendengar suara Wei Shezi. Wanita ini seolah berbisik di telinganya, tetapi dia tidak bisa melihat atau merasakan keberadaannya.
"Aku bicara dalam pikiranmu, anak itu benar."
Suara Wei Shezi kembali terdengar. Chu Kai pun menarik napas dan berusaha bersikap tenang. Dia menyilangkan tangan dan menatap Long Yang Wang.
Remaja bertudung hitam itu berkata, "Seperti yang kukatakan. Pedang itu mengalami kontradiksi dan menjadi senjata haus darah. Pedang Pendekar Naga ada di dalamnya, jadi itu milikmu. Sementara aku hanya butuh Pedang Iblisnya, jadi berikan."
Chu Kai tersentak. Dia mengerutkan kening karena sama sekali tidak mengerti. Ucapan Long Yang Wang seakan-akan membahas dua pedang, tetapi dia hanya memegang satu.
"Anak itu pintar, tapi sepertinya terburu-buru akan sesuatu hingga tidak menjelaskannya lebih rinci padamu." Wei Shezi berkata, "Akan kukeluarkan pedangnya. Ulurkan tanganmu,"
"Tapi aku masih tidak percaya dia,"
"Kau percaya saja padaku,"
"Kau bahkan lebih aneh lagi karena tiba-tiba masuk dalam pikiranku."
"Astaga..." Wei Shezi menghela napas. Dia pun berujar tenang, "Dengarkan. Anak ini adalah keturunan dari salah satu roh kuno. Bukankah sudah kuberitahu padamu sebelumnya, kan? Intinya pedang di tanganmu sebenarnya ada dua. Pedang Pendekar Naga adalah roh dari pedang itu, sementara Pedang Iblis yang anak ini inginkan adalah cangkang pedangnya. Jadi serahkan saja, kau akan lihat sendiri nanti."
"..............."
"Ayolah, semua akan baik-baik saja. Selesaikan sekarang dan pergi menolong temanmu,"
Chu Kai menarik napas dan mengulurkan tangannya. Asap putih tipis terbentuk dan memadat menjadi sebuah pedang. Wei Shezi sebenarnya yang menyimpan senjata itu, tapi dia menggunakan tangan Chu Kai untuk mengeluarkan pedang iblis sehingga terlihat seolah-olah bahwa memang pemuda bermata hijau alami inilah yang menyimpannya.
"Sebenarnya... Apa yang ingin kau lakukan dengan pedang ini?" Chu Kai bertanya.
Long Yang Wang menerima pedang tersebut dan menjawab, "Sudah kubilang bahwa aku memerlukannya untuk menyelamatkan ibuku."
"Bukankah saat itu kau bilang hanya pendekar naga yang bisa menggunakan pedang ini?"
"Benar, memang hanya kau yang bisa menggunakannya karena langit menunjukmu sebagai Pendekar Naga. Yang kubutuhkan hanyalah pedang iblisnya saja,"
"Tapi kenapa kau tidak mengatakan ini sebelumnya?"
"Karena jika kukatakan, maka kau tidak akan menolongku." Long Yang Wang sangat percaya diri menjawab. Dia pun menarik napas dan kemudian mengeluarkan api rubah miliknya.
!!
Chu Kai melebarkan mata. Dia melihat pedang tersebut terbakar dan mulai mengeluarkan suara dengingan. Angin seketika bergerak berbalik arah dan Chu Kai bisa melihat ada benang-benang merah yang merupakan energi spiritual sedang menyelimuti pedang tersebut.
Semakin lama memperhatikannya, Chu Kai pun melihat bahwa di antara benang-benang merah itu ada warna lain yang nampak lebih gelap sebelum akhirnya mulai membentuk warna keemasan.
"Hanya kau yang bisa menariknya. Sekarang giliranmu," Long Yang Wang buka suara dan detik itu juga benang-benang keemasan keluar dari pedang di tangannya.
Chu Kai menyaksikan benang spritual tersebut mengarah pada bayangan pedang yang saat ini dipegang oleh Long Yang Wang. Entah kenapa, tetapi dia merasa bahwa ada aura yang memanggilnya mendekat.
Seakan-akan tangan Chu Kai bergerak sendiri, dia pun menyentuh bayangan pedang itu dan cahaya keemasan berkumpul di tangannya, memadat sebelum akhirnya menjadi pedang yang mirip dengan Long Yang Wang. Hanya saja pada bagian sarung pedangnya---itu terlihat sangat hitam dengan ukiran naga.
Chu Kai hanya sebentar memegangnya sebelum akhirnya pedang itu menghilang entah ke mana. Dia benar-benar terkejut dengan apa yang baru saja terjadi. Sementara itu, api rubah Long Yang Wang telah padam dan remaja itu pun kembali bicara.
"Aku ingin meminta maaf karena sebelumnya memanfaatkanmu dan sama sekali tidak memberikan penjelasan apa pun. Sekarang aku berterima kasih karena berkatmu, aku bisa menyelamatkan ibuku." Long Yang Wang menyatukan tangan dan memberi hormat. Tindakannya membuat Chu Kai berkedip.
"Semoga kita bertemu lagi. Jaga dirimu," Long Yang Wang melambaikan jubahnya dan lantas melesat pergi begitu saja. Chu Kai terlalu lambat merespon, pemuda itu pun hanya bisa kaget dan tidak percaya dengan apa yang barusan dia alami.
__ADS_1
******