LAHIRNYA PENDEKAR NAGA

LAHIRNYA PENDEKAR NAGA
28 - Penyembunyian


__ADS_3

Xia Ling Qing perlahan turun ketika berada di pinggiran sungai. Dia membawa Chu Kai bersamanya.


Gadis berpakaian biru muda itu tersentak saat melihat darah di menetes di bibir pemuda ini. Dia memukul lengan Chu Kai dan dengan marah berkata, "Bodoh. Apa yang kau lakukan?! Kenapa kau mengigit bibirmu! Apa kau mau mati?!"


"Berteriak jika kau kesakitan. Jangan menahannya," Xia Ling Qing benar-benar kesal. Dia menepis kasar tangan Chu Kai dan segera membuka pakaian bagian atas pemuda ini.


"No-Nona Xia..!" Chu Kai sangat kesakitan, tapi dia masih sadar dengan apa yang dilakukan oleh gadis ini. Tentu saja dia begitu terkejut.


"Jangan bergerak atau aku tidak akan membantumu." Xia Ling Qing kaget melihat banyak sekali bekas cakaran di punggung pemuda ini. Bekas tersebut sudah sangat lama, tetapi dari yang terlihat tentu saja tidak bisa dibayangkan betapa menyakitkannya itu.


Xia Ling Qing bernapas pelan, di antara bekas cakaran yang ada---dia bisa melihat bercak ungu kehitaman pada bahu Chu Kai yang ternyata sudah menyebar. Dia sedikit kagum sebab pemuda ini bisa mengendalikan diri untuk tidak menggila. Jika itu orang lain, kemungkinan besar dia sudah memotong leher sendiri karena tidak sanggup menahan rasa sakit ini.


"Untuk yang satu ini kau benar-benar membuktikan diri bahwa kau tidak hanya bodoh, tetapi juga tidak waras." Xia Ling Qing mengeluarkan sebuah belati dan memegang pundak Chu Kai. Suaranya ketus, "Diam dan jangan bergerak."


Chu Kai tidak punya tenaga untuk membalas ucapan Xia Ling Qing. Dia menggigit bibirnya dan kembali mendapat tamparan di lengan yang membuatnya mengerang kesakitan.


"Sudah kubilang diam, kan?" Xia Ling Qing mengalirkan energi spiritual miliknya dan belati di tangannya menjadi panas. Dia pun mulai menusuk sedikit kulit di bahu Chu Kai hingga mengeluarkan darah.


Xia Ling Qing memang pernah melihat tubuh bagian atas pemuda ini saat Chu Kai diobati di desa Bai Nang, tetapi waktu itu sama sekali tidak sedekat sekarang. Apalagi ini adalah kali pertama tangannya bersentuhan langsung dengan kulit pemuda dewasa yang sejujurnya agak sedikit menegangkan.


Xia Ling Qing berusaha untuk tetap tenang dan tidak memikirkan hal yang lain. Tindakan yang dia lakukan berikutnya membuat subjek lain terkejut dan membeku di saat yang bersamaan.


!!


Gadis itu mengeluarkan darah melalui luka yang dia buat di bahu Chu Kai. Dia mengisap darah yang ada dan meludahkannya. Xia Ling Qing melakukan hal yang sama berulang kali hingga warga ungu gelap pada kulit Chu Kai perlahan memudar.


Kedua tangan Chu Kai mencengkram kuat pakaiannya. Dia menahan rasa sakit tetapi berusaha untuk bicara. Suaranya pelan saat berkata, "Aku tidak tahu kenapa Nona Xia membantuku. Bukankah... Nona sangat tidak suka padaku?"


Xia Ling Qing kembali memudahkan darah. Suaranya ketus saat berkata, "Itu benar. Aku sangat membencimu. Kau pikir pria bodoh dan tidak berguna sepertimu layak disukai? Kau hanya menjadi beban. Begitu merepotkan,"


"La-lalu kenapa kau tetap menolong?" jujur saja Chu Kai tidak menyangka dengan betapa pedasnya ucapan gadis ini. Dia bahkan terlihat cemberut saat berkata, "Harusnya kau tinggalkan aku saja. Aku juga tidak meminta bantuan darimu,"


Xia Ling Qing menatap pria ini dan kemudian berdiri tiba-tiba. Dia mendengus, "Benar. Harusnya aku meninggalkanmu di tempat itu dan membiarkanmu tewas mengenaskan. Kau membuang banyak waktuku,"


"Dasar gadis jahat,"


"Apa kau bilang?" bentakan Xia Ling Qing membuat Chu Kai terlonjak kaget. Gadis itu terlihat menyilangkan tangan dan menatap dingin ke arah pemuda yang duduk di pinggir sungai.


Melihat rasa terkejut pada pemuda ini membuat Xia Ling Qing berdecak, "Sekali lagi kau bicara seperti itu maka akan kupotong kepalamu dan melemparkannya ke sungai."


"................"

__ADS_1


Xia Ling Qing menghela napas dan mulai berjalan pergi. Dia bermaksud melesat, tetapi kemudian mendengar suara subjek lain yang terdengar berbeda.


"Tunggu," Chu Kai buka suara. Dia memakai kembali pakaiannya dan berusaha berdiri. Xia Ling Qing berbalik dan menatap tanpa ekspresi padanya.


"Aku berterima kasih karena Nona Xia sudah membantuku. Kebaikan ini pasti akan kubalas,"


Xia Ling Qing memperhatikan pemuda di hadapannya dan kemudian mendengus. Dia pun melesat pergi dan meninggalkan Chu Kai sendirian. Gadis cantik itu sebenarnya baik, tetapi terkadang ucapannya sering kali menyakitkan hati.


Chu Kai sendiri tersentak saat Xia Ling Qing pergi begitu saja, padahal dirinya masih ingin bicara. Dia pun menggeleng pelan dan lantas meringis karena rasa sakit pada bahunya.


Ekspresi Chu Kai berubah serius. Dia melihat darahnya sendiri di jari-jarinya dan matanya seketika berkilat. Ingatan pada beberapa waktu lalu terlintas di kepalanya.


Sebelumnya Chu Kai berniat menghadapi Meng Yu Xia dan Meng Yu Ning, tetapi di waktu bersamaan dia mendengar suara lesatan yang akrab di telinganya dan memutuskan untuk tidak melakukan tindakan.


Chu Kai memang belum banyak belajar di Sekte Gunung Wushi dan karenanya dia perlu berhati-hati. Apalagi jika dia memperlihatkan sesuatu yang asing bagi orang lain, dia bisa saja dianggap sebagai monster. Identitasnya dan hubungannya dengan Hutan Mogui bisa terungkap.


".............." Chu Kai melangkah mundur, dia pun berbalik dan kemudian berlari ke tempat di mana Meng Yu Xia dan Meng Yu Ning berada. Tujuannya adalah menyelesaikan apa yang diperbuat oleh Xia Ling Qing tadi.


*


*


Di tempat lain, Meng Yu Xia terlihat begitu marah sampai-sampai menghancurkan beberapa pohon hingga tumbuhan itu mati dan tumbang. Serangan Xia Ling Qing sebelumya membuat dia mengalami luka dalam.


Meng Yu Ning pun sama marahnya dengan Meng Yu Xia. Dia tidak pernah menyangka bahwa benang miliknya berhasil diputuskan oleh seorang pendekar. Apalagi pendekar itu masih berusaha belasan tahun. Ini sungguh merusak harga dirinya.


Meng Yu Ning kembali mengeluarkan benang di jari-jari tangannya dan kali ini warnanya pun berubah merah. Urat menonjol di dahinya saat dia berkata, "Tidak ada pengampunan untuk Sekte Gunung Wushi. Mereka semua akan kuhabisi malam ini juga,"


"Tidak seharusnya kalian marah mengingat apa yang sedang terjadi di sini merupakan ulah kalian sendiri."


!?


Suara asing itu membuat Meng Yu Ning dan Meng Yu Xia spontan menoleh. Tatapan mata mereka tajam sebelumnya akhirnya berubah menjadi mengerutkan kening karena melihat siapa yang ada.


"Kau..." Meng Yu Xia melihat seorang pemuda berdiri tidak jauh di hadapannya dan sosok itu tidak lain adalah orang tidak berguna yang sebelumnya dia temui.


"Bukankah dia murid sampah Sekte Gunung Wushi?" Meng Yu Xia mendengus. Dia meledek, "Apa yang kau lakukan? Kembali lagi untuk merasakan siksaan dariku?"


"Bukankah dia yang diselamatkan gadis itu tadi? Sampah yang bersembunyi di balik punggung seorang wanita," Meng Yu Ning berujar dingin dan ucapannya membuat Meng Yu Xia tersenyum sinis.


"................." Chu Kai menyentuh batang sebuah pohon di sampingnya. Ekspresi wajahnya tidak terlihat karena tertutup oleh kegelapan, tetapi suaranya tenang saat dia bicara.

__ADS_1


"Ah... Maaf jika memperlihatkan kesan seperti murid sampah. Karena itulah aku datang untuk memperbaikinya. Setidaknya mengirim kalian menuju keabadian,"


Dalam kegelapan malam, warna mata Chu Kai terlihat lebih jelas dan membuat terkejut kedua Meng bersaudara itu. Di saat yang bersamaan, energi spiritual hitam keluar dari tangan Chu Kai dan langsung menyelimuti pohon yang disentuhnya.


!!!


Suasana berubah menegangkan dan bahkan udara di sekitar pun berbeda. Meng Yu Ning tahu ini buruk dan tanpa peringatan langsung melesatkan serangan dari benang merah miliknya.


Meng Yu Xia sendiri melebarkan mata ketika melihat energi spiritual aneh membentuk bayangan hitam selayaknya hewan dengan tubuh besar, meliukkan badannya dan memiliki surai disertai cakar. Bahkan ada mata yang bersinar merah dan detik itu juga wujud hewan tersebut pun terlihat jelas.


!!!


Meng Yu Ning juga sangat terkejut, apalagi serangannya berhasil dipatahkan begitu mudah. Dia bukannya tidak tahu situasinya sekarang, tetapi dia lebih kepada tidak percaya bahwa sosok yang dianggap murid sampah ini justru mempunyai kemampuan mengerikan.


"Ti... Tidak mungkin.."


Teknik Pernapasan Naga... Geraman!


!!!


Energi spiritual yang terlihat itu membentuk hewan sejenis naga berukuran besar, ada beberapa bagian yang belum sempurna tetapi ini pun sudah cukup membuat kejutan.


Geraman yang kuat dari hewan besar itu menciptakan angin kejut dan ledakan besar. Meng Yu Ning dan Meng Yu Xia sudah berusaha menghindar, tetapi jangkauan serangan lawan begitu luas hingga mereka tidak bisa melarikan diri.


Kedua wanita itu terpental sangat jauh karena tidak bisa menangkis apalagi menahan serangan yang ada. Lesatan serangan itu bahkan membuat pepohonan yang dilaluinya meledak dengan kepingan yang menyebar hampir ke segala arah.


Masalah lainnya, teknik yang dilakukan Chu Kai ini luar biasa dahsyat dan saking kuatnya... Dia membuat lawannya sudah tewas sebelum tubuh mereka menghantam tanah. Kondisi kedua Meng bersaudara itu bahkan sampai tidak berbentuk.


Chu Kai sendiri masih berdiri di tempat yang sama dan pohon yang dia pegang sudah mengering sebelum akhirnya runtuh menjadi debu. Dadanya naik-turun dan Chu Kai berusaha mengatur napas walau keringat dingin nampak di pelipisnya.


Chu Kai memejamkan mata dan mengepalkan kedua tangannya. Detakan jantungnya cepat dan dia merasa gelisah. Jelas sekali bahwa dia merasakan beban karena sudah mengambil nyawa orang lain lagi.


"Kepalaku sakit.." Chu Kai menekan dahinya dan seketika tersentak, "A-Ayah..! Ayah!"


Chu Kai mengingat ayahnya yang masih perlu bantuan sekarang. Dia pun bergegas untuk melihat kondisi ayahnya yang semoga saja dalam keadaan baik tanpa luka parah.


Pemuda dengan bekas luka di pelipis kanannya itu sebenarnya tidak sepayah yang terlihat. Chu Kai mempunyai kemampuan kultivasi, hanya saja dasar kultivasinya tidak sama seperti pendekar lain pada umumnya.


Kemampuan Chu Kai adalah membunuh, membinasakan kehidupan entah itu manusia, hewan, atau tumbuhan. Bahkan tekniknya ini tidak memilih mana kawan dan lawan, intinya apa pun yang dilewati oleh serangannya tersebut tidak akan bisa selamat. Inilah yang membuat dia harus menyembunyikannya tidak peduli apa pun.


Kemampuan Chu Kai ini mirip dengan Aliran Tiga Lingkaran Petir milik Xia Ling Qing, tetapi lebih menakutkan lagi. Teknik Xia Ling Qing mengunci lawan dan mengejarnya. Aliran Tiga Lingkaran Api tidak akan membiarkan lawan lolos dan mutlak mengenai mereka.

__ADS_1


Sementara itu, Teknik Pernapasan Naga milik Chu Kai mempunyai serangan yang melebar dan untuk mengendalikan agar tidak sampai meluas ke berbagai arah---Chu Kai membutuhkan konsentrasi yang tidak main-main. Tekniknya kurang sempurna, tetapi dampaknya tetap mengerikan. Dan karena hal itu jugalah yang membuat kepalanya akan berdenyut sakit.


******


__ADS_2