LAHIRNYA PENDEKAR NAGA

LAHIRNYA PENDEKAR NAGA
47 - Tujuan Baru


__ADS_3

Chu Kai terkejut dengan ucapan yang dia dengar. Dia tidak bisa percaya bahwa sosok seperti Diao Lin Wang bahkan tidak memiliki penawar untuk racun dingin.


"Tabib Diao, tapi bagaimana mungkin? Racun Dingin... Sungguh Tabib Diao tidak bisa berbuat sesuatu?"


".............."


Diao Lin Wang menarik napas dan kemudian mengeluarkan sebuah kantong brokat kecil dari kantong lengan pakaiannya. Dia menyerahkan benda tersebut pada Chu Kai dan berkata, "Ada lima pil di dalam kantong itu. Pil yang kubuat tidak bisa menyembuhkan racun dingin, tetapi mampu untuk setidaknya mengurangi efek rasa sakitnya."


Diao Lin Wang berujar, "Kuberikan semua padamu dan selain itu aku juga ingin meminta bantuanmu. Apakah bisa?"


"Tabib Diao..."


"Aku memang sedang berusaha untuk membuat penawar dari Racun Dingin. Tetapi sulit melakukannya sendiri, dan dengan identitasku... Aku tidak bisa secara terang-terangan membuat penawar racun ini."


"Kenapa... Bisa begitu..?"


"Aku dan Master Zhuang-mu sama. Kami tidak bisa menetap di satu tempat. Sebagai tabib, aku tidak terikat pada aliran manapun dan karena itulah aku bisa saja dianggap musuh oleh siapa pun." Diao Lin Wang berkata, "Meski tidak terlihat. Namun sebenarnya aku diawasi oleh berbagai pihak dan satu di antara mereka yang paling berbahaya adalah wilayah tempat racun dingin berada."


!!


"A-Apakah itu... Sekte Bulan Mati?"


"Mereka adalah Sekte Aliran Hitam yang paling berbahaya. Tidak ada sekte yang berani untuk menyinggung mereka, tetapi Sekte Bulan Mati ini justru sangat suka bersinggungan dengan siapa pun. Mereka tidak hanya mempunyai wilayah yang luas, tetapi para pendekar di sana pun memiliki praktik kultivasi yang tinggi."


Diao Lin Wang mengembuskan napas dan berkata, "Akan buruk akibatnya jika mereka tahu. Ini tidak hanya tentang keselamatanku, tetapi keselamatan banyak orang. Pendekar Kai... Apa kau mau membantu?"


Chu Kai tersentak. Dia menatap Diao Lin Wang dan seakan tidak sadar... Dia justru bertanya, "Bantuan apa yang Tabib Diao inginkan?"


Diao Lin Wang mengeluarkan sebuah gulungan dari kantong lengan pakaiannya dan berkata, "Aku ingin kau membantuku mengumpulkan beberapa jenis tanaman ini. Aku menandai setiap lokasinya walau sejujurnya... Ini bisa dibilang tidak mudah."


Chu Kai menerima gulungan tersebut dan lalu membaca isinya. Dia cukup kaget sebab benda di tangannya adalah peta Dataran Tengah dan dengan lingkaran merah di beberapa tempat. Dia juga melihat ada gambar tanaman herbal disertai nama tanaman itu.


"Ini....."


"Itu adalah bahan-bahan yang kubutuhkan untuk mengembangkan penawar dari Racun Dingin," ucapan Diao Lin Wang membuat mata Chu Kai melebar. Dia pun melanjutkan, "Aku tidak bisa mempercayai orang lain untuk tugas ini. Tetapi karena Zhuang Yu Chen sendiri yang memilihmu, maka aku tidak punya keraguan padamu. Yaah... Tentu saja aku tidak akan memaksa jika kau tidak mau. Lagipula, tugas ini memang sangat berat."


"Tidak Tabib Diao," Chu Kai bernapas pelan. Dia menatap subjek di hadapannya dan dengan yakin berkata, "Akan kulakukan. Akan kubantu Tabib Diao untuk mengumpulkan berbagai tanaman herbal ini,"


"Nak, kau tidak perlu memaksakan diri..."


"Sama sekali tidak," Chu Kai dengan serius berkata, "Selama ini nona Xia Ling Qing selalu menyelamatkanku. Dia terkena racun dingin pun juga karena aku. Sekarang kesempatan datang, jadi aku ingin... Kali ini akulah yang akan menyelamatkannya."


Diao Lin Wang tersenyum dan mengangguk pelan. Dia mengarahkan pandangan ke arah lantai dan tidak butuh waktu lama sampai terdengar suara kucing. Chu Kai tersentak dan segera menoleh.


!!


"Itu?!" jelas saja Chu Kai kaget dan keheranan melihat ada seekor kucing dewasa dengan bulu hitam yang entah muncul dari mana.


Padahal di dalam ruangan ini sebelumnya hanya ada dirinya dan Diao Lin Wang. Pintu kamar ini pun tertutup dan tidak mungkin kucing itu melompat masuk dari jendela. Itu hal yang mustahil sebab ini adalah salah satu ruangan yang ada di lantai dua.


Kucing berbulu hitam itu melompat naik ke pangkuan Diao Lin Wang. Kejadian tersebut membuat Chu Kai kembali melebarkan mata. Dia Lin Wang dengan tenang mulai buka suara.


Pria tampan dengan pakaian serba putih itu berkata, "Jīnzi adalah Kucing Bulan. Dia merupakan binatang iblis yang selalu kutugaskan untuk mengirim pesan. Jika kau berhasil menemukan tanaman herbal yang ada di peta itu, Jīnzi akan datang dan mengambilnya."


Chu Kai mengangguk, "Aku mengerti. Tapi sebenarnya bagaimana kucing Tabib Diao bisa masuk kemari?"


Diao Lin Wang tersenyum. Dia mengusap lembut kepala kucing hitam di pangkuannya sebelum hewan tersebut melompat turun dan kembali mengeluarkan suara khas kucing. Di saat yang bersamaan, kucing itu pun menghilang begitu saja dan membuat Chu Kai terlonjak kaget.


!!


"Ta-Tabib Diao..! Barusan itu...!" Chu Kai begitu syok. Ini pertama kalinya dia melihat ada binatang yang tiba-tiba bisa menghilang begitu saja, dan bahkan tepat di depan matanya.


Diao Lin Wang berkata, "Jika suara Jīnzi terdengar untuk yang pertama kalinya, maka dia akan muncul. Lalu suara kedua akan membuatnya menghilang. Begitulah cara Kucing Bulan berpindah-pindah tempat,"


"Waah..." Chu Kai berkedip, "Aku sama sekali tidak menduga ini. Maksudku... Bukankah manusia dan binatang iblis itu... Saling bermusuhan?"

__ADS_1


"Mn, benar. Meskipun telah terjadi perjanjian bahwa binatang iblis dan manusia tidak akan saling melewati batasan wilayah dan sepakat untuk tidak menyerang satu sama lain, tetapi bukan berarti permusuhan tidak tercipta."


Diao Lin Wang memberikan penjelasan, "Pada dasarnya setiap makhluk mempunyai keserakahan. Mereka tidak akan bisa puas jika hanya mendapat satu pencapaian. Selalu ingin menang dan bahkan berani mengorbankan apa pun agar tujuannya tercapai. perjanjian antara binatang iblis dan manusia... Adalah hal yang dangkal dan mudah sekali diputuskan,"


Diao Lin Wang berkata, "Entah kau tahu ini atau tidak, tetapi di antara binatang iblis ada yang secara sadar menculik manusia, bahkan memangsa mereka. Di sisi lain, ada juga manusia yang memburu binatang iblis untuk kepentingannya sendiri. Jīnzi.... Merupakan binatang iblis yang kutemukan saat dia masih sangat bayi. Induknya tewas dalam sebuah tragedi,"


"..............." Chu Kai menurunkan pandangan dan dengan pelan berkat, "Meskipun dunia ini dipenuhi oleh orang-orang yang serakah, tetapi di saat ada satu orang yang begitu peduli pada makhluk lain seperti Tabib Diao... Maka dunia ini masih memiliki harapan untuk berubah menjadi lebih baik."


Diao Lin Wang tersentak mendengar kata-kata dari pemuda bermata hijau di hadapannya. Dia tersenyum dan berkata, "Tapi satu orang saja yang peduli tidak akan banyak membawa perubahan."


"Ah..." Chu Kai merenungkannya. Apa yang dikatakan oleh Diao Lin Wang memang benar dan dia tidak bisa melakukan bantahan.


"Hanya saja..." Diao Lin Wang kembali buka suara, "Aku tidak ingin berhenti di satu titik dan itu hanya diriku sendiri. Aku ingin kau juga ikut membantu... Melakukan hal-hal yang baik, dan menolong mereka yang benar-benar butuh bantuan tanpa membedakan manusia atau bahkan binatang iblis."


!!


Chu Kai menatap pria di hadapannya. Dia menelan ludah dan menggeleng pelan. Ini hal yang mustahil untuk dilakukan jika mengingat siapa dirinya yang sebenarnya.


"Tabib Diao..." suara Chu Kai bergetar seolah menahan sesuatu. Dia menarik napas dan berkata, "Apa kau bisa memperhatikanku?"


".................."


"Postur tubuh, garis wajah, dan warna mata ini... Aku bukan berasal dari Dataran Tengah. Bagi semua orang, aku hanyalah orang asing." Chu Kai berujar, "Faktanya tidak ada orang yang bisa menerima orang asing menjadi bagian dari mereka. Lantas bagaimana aku dapat membuat perubahan? Bukankah bagi mereka... Aku ini sama saja dengan binatang iblis yang mereka benci?"


Diao Lin Wang, "Ada dua tipe manusia di dunia ini. Mereka dengan hati yang baik dan mereka dengan hati yang buruk. Kau akan selalu bertemu dengan kedua tipe manusia ini, bahkan dalam setiap perjalananmu. Tidak peduli manusia seperti apa yang kau temui... Kau hanya harus menjadi dirimu sendiri."


Diao Lin Wang berkata, "Orang-orang yang menyukaimu akan memberimu kekuatan dan semangat untuk terus bergerak. Lalu orang-orang yang membencimu akan membuatmu belajar menjadi lebih bijaksana dan dewasa. Mereka akan mengajarkanmu... Cara menjadi manusia yang sebenarnya."


!!


Ucapan sosok berpakaian serba putih di hadapannya mengingatkan Chu Kai pada apa yang dikatakan oleh ayahnya. Dia menutup mata sejenak, menelan ludah sebelum kemudian tersenyum.


Mata Chu Kai terlihat sedikit berair saat berkata, "Tabib Diao benar. Aku... Hampir saja melupakan tekadku. Dan karena Tabib Diao... Kali ini aku tidak akan pernah melupakannya,"


*


*


Chu Kai kembali ke tempat di mana Xia Ling Qing dan Wei Zhang Zihan berada. Saat itu, wajah Xia Ling Qing tidak lagi pucat dan bahkan kondisi membaik dari gadis ini bisa diperhatikan dengan nada suara serta sikap kasarnya kepada Chu Kai.


"Kau ini dari mana saja?" Xia Ling Qing buka suara. Dia berkata, "Apa kau membuat masalah lagi?"


"Ti-tidak..." Chu Kai melambaikan tangan dan menggeleng pelan. Dia gugup, tetapi berusaha untuk tetap bicara.


Chu Kai berujar, "No-Nona Xia kan tahu bahwa aku... Pergi menemui Tabib Diao Lin Wang,"


"Hmph,"


"Lantas apa yang dikatakan Tabib Diao?" Wei Zhang Zihan buka suara. Dia membuat pemuda bermata hijau alami ini menoleh ke arahnya.


Chu Kai menjawab, "Tabib Diao memberikanku pil yang bisa digunakan oleh Nona Xia Ling Qing untuk menahan rasa sakit dari Racun Dingin. Hanya saja..."


Chu Kai menurunkan pandangan. Suaranya pelan saat berkata, "Aku minta maaf karena Tabib Diao ternyata tidak memiliki penawar dari racun dingin."


"Siapa yang memintamu melakukannya?" Xia Ling Qing dengan ketus berkata, "Kapan aku meminta bantuan darimu?!"


"No-Nona Xia.." Chu Kai tersentak.


"Racun Dingin bukanlah masalah. Yang ingin kukatakan adalah kenapa kau memberitahu Tabib Diao Lin Wang?" Xia Ling Qing terlihat tidak suka. Dia mengepalkan tangannya dan dengan kasar berkata, "Apa kau ingin memberi tahu seluruh dunia bahwa aku terkena racun dingin karena kalah dari Xue Xiaowen, hah?"


"Xia Ling Qing, dia hanya berusaha membantumu." Wei Zhang Zihan angkat bicara.


"Kalau begitu bantu aku," Xia Ling Qing menyatukan tangannya dan menatap Chu Kai. "Jangan membantuku terlalu banyak,"


!!

__ADS_1


Chu Kai tertegun. Dia menatap saat Xia Ling Qing mengambil pedangnya dan melangkah keluar dari ruangan ini. Gadis itu bahkan tidak menerima kantong brokat berisi pil yang dia dapatkan dari Tabib Diao Lin Wang.


"..............." Chu Kai menatap punggung Xia Ling Qing yang semakin lama makin menjauh sebelum akhirnya tidak lagi terlihat. Sekarang di dalam ruangan ini hanya ada dirinya dan Wei Zhang Zihan.


"Pendekar Wei..." suara Chu Kai pelan, nyaris tidak terdengar. "Apa aku melakukan kesalahan? Nona Xia... Terlihat marah."


"Dia memang seperti itu. Tidak suka mendapat bantuan dari orang lain dan paling tidak menyukai dianggap lemah," Wei Zhang Zihan mengembuskan napas dan berujar, "Kau membawakan pil semacam itu membuatnya tersinggung. Dia akan merasa bahwa kau melihatnya sebagai seseorang yang tidak berdaya,"


"Benarkah?!" Chu Kai tersentak, "Tapi aku tidak pernah berpikiran seperti itu. Pendekar Wei-"


"Dia akan baik-baik saja nanti, tidak perlu khawatir." Wei Zhang Zihan menyela. Dia pun kembali bertanya, "Sebenarnya kenapa kau begitu lama? Apa saja yang kau bicarakan dengan Tabib Diao Lin Wang?"


Chu Kai menatap pemuda berpakaian biru muda di depannya ini dan kemudian mulai menjawab, "Tabib Diao... Memintaku untuk membantunya mencari tanaman herbal. Aku... Aku menyanggupinya,"


"Tanaman herbal?"


Chu Kai memperlihatkan gulungan di tangannya dan berkata, "Tabib Diao memberiku ini. Peta di mana tanaman herbal itu berada,"


Wei Zhang Zihan mengambil gulungan yang diberikan Chu Kai dan melihat isi di dalamnya. Dia mengerutkan kening dan ekspresinya berubah sesaat kemudian. Hal itu dengan jelas disadari oleh Chu Kai.


"Pendekar Wei? Kau kenapa..?"


"Entah kau ini polos, lugu, atau memang bodoh?" Wei Zhang Zihan menatap Chu Kai dan berkata, "Tanaman herbal yang ingin kau kumpulkan itu kebanyakan ada di wilayah aliran hitam dan di tempat tinggal binatang iblis. Bahkan ada tanda di wilayah Sekte Bulan Mati. Apa kau sadar saat menyanggupi akan mencari tanaman herbal ini, huh?"


Chu Kai menurunkan pandangan dan berkata, "Aku tahu itu. Aku melihatnya dengan jelas bahwa wilayah yang akan kudatangi adalah tempat berbahaya."


"Lalu kenapa kau menyetujuinya?"


"...................."


Melihat pemuda bermata hijau ini diam membuat Wei Zhang Zihan lantas menebak, "Apa ini bahan untuk obat penawar racun dingin?"


Chu Kai tersentak. Menyadari bahwa tebakannya benar membuat Wei Zhang Zihan mendengus. Pendekar Suci dari Sekte Gunung Wushi itu menggeleng pelan.


Chu Kai berkata, "Aku ingin menyelamatkan nona Xia. Bahkan jika nantinya nona Xia menolak kebaikan ini,"


"Terlalu berbahaya, apa kau tahu?"


"Tentu saja," tangan Chu Kai terkepal saat dia berkata, "Aku bahkan tahu bahwa dengan teknik bela diriku yang sekarang... Itu akan terlihat sangat mustahil. Aku adalah orang yang paling tahu bagaimana lemahnya aku jika dibandingkan dengan pendekar yang lain,"


"Kau tidak lemah," Wei Zhang Zihan buka suara dan membuat Chu Kai tersentak. Dia pun tanpa nada berkata, "Kau sudah mengalahkan Xue Xiaowen dalam pertarungan... Dan apa yang terjadi sebelumnya jelas membuktikan bahwa kau tidaklah lemah."


Wei Zhang Zihan berkata, "Teknik berpedangmu dan kemampuanmu dalam bertarung hanya perlu lebih diasah. Pengalaman akan bisa membentuk dirimu menjadi yang seharusnya. Aku akan ikut,"


!!


Chu Kai tersentak, "Pendekar Wei... Kau..."


"Kau tidak bisa pergi sendirian. Kau masih termasuk baru menjadi seorang pendekar dan dunia ini bukan tempat yang aman. Kita akan pergi bersama," Wei Zhang Zihan mengembalikan gulungan milik Chu Kai.


"Pendekar Wei ingin menemaniku..?" Chu Kai tidak masalah, justru dia lega karena sosok seperti Wei Zhang Zihan berinisiatif membantu.


"Tapi Pendekar Wei... Bagaimana dengan nona Xia? Dia.. Barusan pergi dan.."


"Xia Ling Qing akan datang. Bukankah dia selalu menjadi penyelamatmu di saat-saat genting?" Wei Zhang Zihan mengambil pedangnya dan berujar, "Dia... Sama sekali tidak layak untuk dicemaskan. Sekarang ayo pergi,"


!!


Chu Kai tersentak dan bergegas mengikuti Wei Zhang Zihan. Dia berkata, "Pendekar Wei. Tapi bagaimana dengan konferensinya?"


"Tujuanmu ikut konferensi bukannya sudah tercapai? Kau sudah bertemu dengan Tabib Diao Lin Wang. Jadi sekarang urusan di tempat ini sudah selesai, tidak ada gunanya kita tetap tinggal."


"Kalau begitu--Pendekar Wei, tunggu..!"


******

__ADS_1


__ADS_2