
Kota Lianyi meskipun diserang oleh anggota Sekte Bulan Mati, namun setidaknya tempat ini tidak sampai diratakan dengan tanah. Para warga kota masih bisa bernapas lega sebab serangan hanya datang sekali, meskipun jujur saja kesedihan terasa kental menyelimuti kota ini.
Ada banyak orang yang terluka dan kehilangan salah satu bagian tubuh mereka. Namun juga tidak sedikit yang berhasil diselamatkan. Lainnya adalah korban yang tewas secara mengenaskan dan bahkan telah menjadi debu karena terbakar dalam kobaran api.
Para murid Sekte Gunung Wushi bersama dengan warga lain berusaha memperbaiki kondisi kota di beberapa tempat. Mereka membersihkan puing-puing bangunan, mencari seseorang yang kemungkinan masih bisa diselamatkan, bahkan sampai ada yang mengumpulkan tulang-belulang dan meletakkannya di sebuah titik pengumpulan.
Perbaikan itu masih berlangsung selama dua minggu terakhir ini. Jing Hao setiap hari selalu menjenguk Shen Liang yang terbaring di tempat tidur. Dia mengganti perban Shen Liang dan dibantu oleh para pelayan di kediaman ini.
Shen Liang tertidur tanpa kesadaran ataupun perasaan, bahkan tidak menyadari apa yang sudah terjadi di dunia luar. Dia pun mulai membuat gerakan pertamanya saat sebulan telah berlalu dan mengetahui hal ini membuat Jing Hao sangat terkejut sekaligus senang.
"Saudara Jing..." Shen Liang mulai bersuara, nadanya masih lemah.
"Liang'Er, bagaimana perasaanmu?" Jing Hao berujar pelan. Raut wajahnya senang, tetapi juga merasa agak khawatir karena kondisi temannya yang masih sangat lemah.
"Saudara Jing.... Syukurlah kau baik-baik saja," Shen Liang bernapas pelan. Dia menatap Jing Hao dan mencoba untuk tersenyum. Dia pun melihat sekeliling dan lantas bertanya, "Kai... Di mana tuan muda Kai?"
"Kai sedang membantu membangun kembali rumah-rumah penduduk di Kota Lianyi. Dia selalu mengkhawatirkanmu, tapi sekarang Kai pasti akan senang melihatmu. Kau harus istirahat agar sembuh total dan kejutkan dia,"
*
*
Di masa-masa perbaikan itu, Chu Kai pun juga ikut membantu. Pemuda bermata hijau alami itu telah menyia-nyiakan waktu latihannya dengan menolong warga kota untuk memperbaiki tempat ini.
Waktu latihan Chu Kai sebenarnya sama sekali tidak terbuang percuma. Dia memindahkan balok-balok kayu sambil terus melatih Teknik Pernapasannya. Bahkan disela-sela waktu pekerjaannya, Wei Shezi mengajarkannya hal yang lain. Kini, Tingkat Kultivasi Duniawi milik Chu Kai telah mencapai tahap 五 *[Wǔ].
^^^*[Wǔ] \= Lima^^^
"Aku memang tidak bisa mengharapkan apa pun karena usiamu. Kau benar-benar lambat dalam memulai kultivasi," suara Wei Shezi terdengar saat Chu Kai sedang beristirahat. Pemuda itu nampak melihat tanda di punggung tangannya.
__ADS_1
Wei Shezi melanjutkan. "Aku tidak bisa mengharapkan hasil yang cepat, tetapi karena kau sangat gigih pada setiap latihan yang kau jalani ini.... Aku jadi bisa memastikan kau lambat, tapi mempunyai potensi."
"Tapi... Aku merasa seperti tidak ada yang berubah. Hanya... Aku jadi terbiasa dengan banyak pekerjaan berat sekarang. Latihan ini... Sama sekali tidak seperti aku adalah seorang kultivator,"
Wei Shezi menghela napas, "Apa kau tidak percaya padaku? Kau yang sekarang ini benar-benar berbeda daripada yang sebelumnya."
"................."
"Kau ternyata tidak tahu mana dari dirimu yang berbeda. Benar, kan?" Wei Shezi buka suara. Dia pun kembali memberikan penjelasan.
"Yang kuajarkan padamu adalah tahapan dari Tingkat Kultivasi Duniawi. Pertama adalah Yī [一 ] yang berfokus pada Pernapasan. Lalu Èr [二 ] yang berfokus pada pelatihan penguatan otot. Kau lumayan terampil di sini karena sudah sering melakukannya dan itu membuatmu dapat sampai pada tingkat Sān [三]."
Wei Shezi kembali berkata, "Di tingkat ini adalah pelatihan untuk melancarkan aliran darah. Waktumu menguasainya lumayan lama dan jujur tidak sesuai dengan harapanku. Aku bahkan berpikir kau hanya akan sampai pada tingkatan ini, tetapi ternyata kau bisa melakukannya."
"Lalu bagaimana dengan tingkatan selanjutnya?" Chu Kai buka suara. Dia berkata, "Kau pernah menjelaskan padaku bahwa saat tingkat praktikku berada di tahap Sì [四], itu berarti aku akan fokus berlatih memperkuat tulang. Lalu Wǔ [五] yang memfokuskan pelatihan pada penambah stamina. Tapi hanya ini? Aku merasa benar-benar tidak ada perubahan apa pun."
Chu Kai melakukan seperti yang dikatakan oleh Wei Shezi. Dia bergumam, "Aku hanya merasa sedikit lebih baik daripada orang-orang lainnya, tapi ini masih belum bisa dikatakan sebagai level pendekar-apa itu?!"
Chu Kai langsung membuka matanya lebar. Dia tersentak dan seolah sangat terkejut dengan apa yang baru saja dirasakannya. "A-apa yang barusan itu?!"
"Hmph, kupikir kau sudah mulai memasuki tahap berikutnya dalam Tingkat Kultivasi Duniawi."
"Wei Shezi, itu..."
"Tingkatan Liù [六] adalah pelatihan untuk bisa merasakan Qi. Energi spiritual alam dan langkah pertama membuka peluangmu untuk sampai pada Tingkat Kultivasi Surgawi."
"Pada umumnya, para pendekar ingin langsung bisa merasakan Qi. Mereka pun menggunakan berbagai cara, termasuk mengkonsumsi herbal khusus. Namun kau berlatih dari yang paling dasar di bawah bimbinganku, sehingga pondasimu akan menjadi semakin kokoh. Sekarang katakan, apa yang kau lihat?"
Chu Kai menelan ludah dan menjawab, "Itu seperti... Aku merasakan angin, tetapi hangat. Rasanya sehalus sutra saat menyentuh kulitku dan ada perasaan mengalir yang sama, seakan bercampur dengan darahku. Ini... Aku sungguh tidak tahu bagaimana menjelaskannya..."
__ADS_1
Chu Kai menyentuh dadanya yang terasa berdebar lebih cepat. Dia pun berkata, "Aku merasakan keakraban. Aku pernah merasakan hal semacam ini, tetapi hanya saat memakai Teknik Pernapasan Naga. Namun waktu itu aku sama sekali tidak tahu bagaimana melakukannya, itu terjadi begitu saja."
"Tentu, ini karena saat kau berada di Hutan Móguǐ... Mereka mengajarimu secara terburu-buru." Wei Shezi berujar, "Sekarang kau bisa merasakan Qi dan kini kita akan lebih mendalaminya kembali."
Chu Kai menarik napas dan kemudian mulai menutup matanya. Dia mendengarkan ucapan Wei Shezi yang mulai menjelaskan tentang tahapan Liù [六] pada Tingkat Kultivasi Duniawi.
"Qi atau yang kita sebut energi spiritual alam pada dasarnya tidak berwarna dan manusia awam sulit untuk merasakannya. Energi ini tercampur pada udara, tanah, air, api, dan segala unsur di sekitarmu. Yang kita lakukan sekarang adalah merasakan energi spiritual ini di dalam salah satu unsur alam yaitu angin. Apa kau bisa merasakannya?"
"Mn, tapi..." Chu Kai tidak membuka matanya saat berujar, "Kau bilang bahwa Qi ini tidak berwarna tapi kenapa aku justru... Bisa melihatnya."
"Mn? Warna apa yang kau lihat?"
"Itu seperti benang sutra... Berwarna biru. Kadang menyatu dan menyentuh kulitku sebelum akhirnya menyebar. Aku juga melihat... Aku menghirupnya masuk dalam napasku, mengalir di antara warna merah darah dan rasanya hangat."
!!!
"Kau mempunyai indera yang tajam. Aku sama sekali tidak menyangka bahwa kau akan bisa melihat sampai sejauh itu. Baiklah, apa kau dapat mengendalikan energi spiritual itu?"
"............. Cukup sulit. Aku biasanya dapat melakukan ini saat emosiku memuncak atau dalam situasi menekan, tetapi ini sulit jika melakukannya dalam kondisi yang tenang."
"Justru karena itulah kau harus belajar," Wei Shezi baru akan bicara ketika mendengar Chu Kai kembali bersuara.
Chu Kai berkata, "Aku... Mulai bisa. Tapi ini hanya untuk di dalam tubuhKu,"
"Energi spiritual yang ada di dalam tubuh umumnya mengikuti arah aliran darah. Jadi aku ingin kau mencoba untuk mengalirkan energi spiritual itu berlawanan arah dengan aliran darahmu,"
Chu Kai memfokuskan diri melakukan apa yang dikatakan Wei Shezi. Dia membutuhkan waktu yang lumayan lama untuk bisa melakukannya, bahkan Chu Kai harus menghentikan latihannya itu karena dipanggil oleh salah satu murid Sekte Gunung Wushi.
******
__ADS_1