
Ruan Zhao Sheng melesat dan tanpa aba-aba melesatkan serangan yang kuat. Chu Kai sangat terkejut, dia berusaha menahan serangan itu dengan menyilangkan kedua tangan di depan wajahnya, tetapi usaha itu justru sia-sia.
Serangan Ruan Zhao Sheng membuat Chu Kai terlempar dan menghantam tanah dengan keras. Pemuda itu terbatuk dan rasa sakit menjalar dari punggung hingga ke seluruh tubuhnya.
Chu Kai berusaha bangun. Dia meringis, "Ini... Serangannya lebih kuat dari milik Pendekar Wei dan nona Xia."
Chu Kai menekan dadanya. Karena serangan dari Ruan Zhao Sheng, dia akhirnya mengerti bahwa selama ini serangan Wei Zhang Zihan dan Xia Ling Qing tidak pernah memiliki niat untuk menghabisinya. Dan sosok di depannya ini.... Benar-benar menginginkan nyawanya.
"Pendekar Ruan. Sebelumnya aku sudah menolongmu, lantas kenapa kau melakukan ini? Jelas sekali aku tidak terlibat dengan permasalahan antara kau dengan Pendekar Shuang Ling Feng, tetapi kau justru ingin membunuhku." Chu Kai mencoba bicara sambil di dalam hati menilai kemampuan dari subjek di hadapannya.
Ruan Zhao Sheng memegang kuat pedangnya dan berkata, "Pendekar Chu. Aku juga tidak ingin seperti ini. Sejujurnya aku tidak ingin terlibat pertarungan denganmu, kau orang yang sudah menyelamatkanku. Tapi masalahnya kau sudah kubiarkan pergi, kenapa tetap datang dan mencoba menolong Shuang Ling Feng?"
Ruan Zhao Sheng berujar, "Pendekar Chu. Apa kau lupa? Orang ini hampir saja membunuhmu tadi andai kau tidak kuselamatkan. Jika Shuang Ling Feng siuman, maka dia pasti akan mengincar nyawamu."
Ruan Zhao Sheng bernapas pelan dan berkata, "Pergilah Pendekar Chu. Aku tidak ingin menjadi jahat dan justru menghabisimu di sini."
"................." Chu Kai memperhatikan subjek di depannya. Dia saat ini tidak memegang senjata dan tidak mungkin pria di depannya akan menunggunya untuk mencari pedang. Lagipula di tempat semacam ini... Di mana dia harus mencari senjata?
Chu Kai mencoba bicara kembali. Dia berkata, "Pendekar Ruan. Aku juga tidak ingin terlibat dengan permasalahanmu. Tetapi sebagai seorang pendekar yang berasal dari Aliran Putih, tidakkah menyerang seseorang yang tak sadarkan diri adalah perbuatan yang curang?"
Ruan Zhao Sheng tersentak mendengar ucapan pemuda bermata hijau alami di depannya. Dia pun tertawa dan tindakannya membuat Chu Kai tersentak.
Ruan Zhao Sheng menggeleng, "Ha ha ha. Pendekar Chu, hanya anak kecil yang akan berpikir bahwa pendekar dari aliran putih tidak mungkin berbuat curang. Kau sebaiknya ubah pikiranmu itu jika masih ingin bertahan hidup di dunia ini."
"Pendekar Ruan, aku yakin bahwa pendekar dari aliran putih memiliki prinsip. Tapi satu hal ini bisa kupastikan. Kau jelas... Bukan bagian dari mereka,"
Binar mata Ruan Zhao Sheng berubah. Dia melesat sangat cepat dan tanpa peringatan kembali menyerang Chu Kai. Kondisi di tempat itu tidak mempunyai pepohonan karena sebelumnya meledak akibat dampak dari Teknik Pernapasan Naga milik Chu Kai.
__ADS_1
!!
Serangan Ruan Zhao Sheng begitu kuat, tetapi beruntung sebab kali ini Chu Kai bisa menghindarinya tepat waktu. Hanya saja kali serangan datang lagi di saat yang bersamaan.
Chu Kai tidak punya pilihan dan mengeluarkan Teknik Pernapasan Naga. Kali ini dia memakai teknik tersebut sebagai perisai dan membuat serangan Ruan Zhao Sheng bukan hanya mampu ditahan, tetapi juga membuat pria itu terlempar cukup jauh.
!!!
Chu Kai terkejut. Itu hanya sebagian kecil dari kekuatannya. Sebuah Teknik Pernapasan Naga yang baginya hanya memiliki dampak serangan paling ringan. Namun entah kenapa teknik itu masih tetap bisa membuat efek yang tidak main-main.
"Pendekar Ruan..!" Chu Kai tentu saja khawatir. Tempat tujuannya setelah ini adalah Sekte Bian Xi di mana Ruan Zhao Sheng tinggal. Jika pria ini sampai tewas karena serangannya, maka akan sulit baginya untuk memasuki wilayah Sekte Bian Xi.
Chu Kai bergegas ke tempat Ruan Zhao Sheng dan kaget ketika melihat pria berpakaian kuning dengan corak daun lima jari itu muntah darah. Dia merasa tidak enak hati, tetapi juga takut untuk mendekat karena mungkin saja orang ini akan kembali menyerang.
"Pendekar Ruan, kau tidak apa-apa?" Chu Kai bertanya. Suaranya terdengar gugup. Dia bahkan meminta maaf.
Ruan Zhao Sheng terbatuk, napasnya tidak beraturan tetapi dia masih mendengar ucapan dari Chu Kai. Dia pun menatap pemuda yang mempunyai bekas luka cakaran pada pelipisnya itu.
Chu Kai tersentak. Walau Ruan Zhao Sheng terlihat menahan rasa sakit di tubuhnya, tetapi pria ini masih sempat-sempatnya lebih memikirkan tentang bagaimana dia bisa memiliki kekuatan yang besar.
"Jelas sekali..." Ruan Zhao Sheng mencoba bicara kembali. Dia berkata, "Jelas sekali bahwa kau hanyalah pelayan kedai yang beruntung dipilih menjadi Pendekar Naga. Kau.. Bahkan mempunyai praktik kultivasi yang rendah, tapi kenapa kau bisa sekuat ini?!"
Chu Kai berkedip. Dia memperhatikan sekitar dan saat memastikan bahwa tidak ada orang lain selain dirinya dan Ruan Zhao Sheng, dia pun mulai berjalan sedikit lebih dekat.
"........... Pendekar Ruan, apa yang sedang kau bicarakan?" Chu Kai buka suara. "Hanya anak kecil yang akan berpikir bahwa seorang pelayan kedai tidak mungkin memiliki kekuatan selayaknya pendekar. Dan kau telah salah besar tentangku,"
Tanpa nada, Chu Kai berkata. "Aku dipilih menjadi Pendekar Naga bukanlah sebuah keberuntungan. Tidak ada orang yang menginginkan hal ini, karena kenapa? Kelahiran Pendekar Naga sama saja dengan pertanda bahwa perdamaian dunia kian memudar dan iblis akan bangkit kembali."
__ADS_1
Melihat Ruan Zhao Sheng terkejut membuat Chu Kai kembali berkata, "Aku adalah orang yang paling tidak ingin menyaksikan kisah sejarah yang hanya kudengar... Dan kini justru akan kembali menjadi nyata di depanku. Jadi jika kau tidak memiliki permasalahan yang benar-benar parah dengan Pendekar Shuang Ling Feng, maka hentikanlah tindakanmu untuk menghabisinya."
Chu Kai berkata, "Pudarnya rasa kemanusiaan merupakan pertanda kekacauan dunia dan kebangkitan iblis. Jangan biarkan aku lupa... Dan justru membunuhmu,"
Ruan Zhao Sheng menekan kuat dadanya di samping pandangan matanya yang kian memudar. Dia kesal dan marah, tetapi tidak bisa berbuat apa pun karena rasa sakit di seluruh tubuhnya. Padahal dia tidak diserang oleh Chu Kai, dia hanya terkena efek dari pertahanan pemuda ini dan justru sekarang menjadi sulit bahkan untuk bergerak.
Chu Kai tersentak ketika tiba-tiba saja subjek yang dilihatnya ambruk dan tidak sadarkan diri. Dia bergegas sambil memanggil nama Ruan Zhao Sheng.
"Pendekar Ruan? Pendekar Ruan..!" Chu Kai menepuk-nepuk pelan lengan Ruan Zhao Sheng dan lantas memeriksa denyut nadi pada leher pria ini.
Meskipun Ruan Zhao Sheng sudah menyerang dan bermaksud membunuhnya, tetapi Chu Kai sama sekali tidak ada niatan untuk mencari gara-gara dengan pria ini. Dia memang memiliki kekuatan, tetapi bukanlah hal yang bijak jika menggunakannya untuk membunuh lawan. Manusia hanya mempunyai satu nyawa dan itu sangat berharga.
Chu Kai menghela napas lega saat tahu bahwa Ruan Zhao Sheng ternyata tidak mati, tetapi meski demikian---dia masih belum merasa tenang sebab pria ini sepertinya mengalami luka dalam yang cukup serius.
"................" Chu Kai mengangguk pelan dan sudah memutuskan. Dia pun mengambil pedang Ruan Zhao Zheng dan kemudian mengangkat tubuh pendekar ini.
Chu Kai menggendong Ruan Zhao Sheng di punggungnya dan membawa pendekar dari Sekte Tianzhi tersebut ke tempat di mana dia menempatkan Shuang Ling Feng. Hanya saja Chu Kai tersentak sebab sosok Shuang Ling Feng sudah tidak ada dan bahkan pedang pendekar itu pun menghilang.
?!
Chu Kai mengedarkan pandangannya dan merasa kebingungan, "Kapan.. Dia pergi? Aku bahkan tidak mendengar suara langkah kaki. Apa mungkin saat Pendekar Ruan menyerangku?"
Tidak ada orang lain lagi selain Chu Kai dan sosok pria yang digendongnya. Dia pun juga tidak melihat ada bekas pertarungan baru dan karena itulah dia yakin bahwa Shuang Ling Feng benar-benar meninggalkan tempat ini sendirian.
"................." Chu Kai mengembuskan napas. Dia masih tidak mengerti ada masalah apa antara Shuang Ling Feng dengan Ruan Zhao Sheng, tetapi untuk saat ini... Hal itu bukanlah masalah penting baginya sekarang.
Chu Kai pun pergi dengan tetap menggendong Ruan Zhao Sheng di punggungnya. Dia yakin bahwa Wei Zhang Zihan dan Xia Ling Qing sekarang pasti sudah lama menunggunya di Kota Bian Xi.
__ADS_1
Seharusnya Chu Kai tidak menolong Ruan Zhao Sheng, tetapi mungkin karena dia berpikir bahwa orang ini akan bisa berguna ketika dia tiba di wilayah Sekte Tianzhi. Lagipula, membunuh Ruan Zhao Sheng tidak akan menghasilkan apa pun baginya. Chu Kai lebih membutuhkan banyak informasi mengenai Sekte Tianzhi dan tentang tanaman herbal yang diinginkannya.
******