LAHIRNYA PENDEKAR NAGA

LAHIRNYA PENDEKAR NAGA
98 - Pelatihan Tertutup


__ADS_3

Chu Kai terkejut saat tiba-tiba pintu gua ditutup dari luar dengan sebuah batu besar. Di saat yang sama, dia mulai melihat cahaya muncul dari bebatuan kecil yang menempel di langit-langit gua. Suasana menjadi cukup terang, namun entah mengapa perasaan Chu Kai sama sekali tidak tenang.


Dia harus berada di tempat ini dan itu bersama dengan Xia Ling Qing. Chu Kai menelan ludah beberapa kali dan berusaha untuk tidak cemas, namun ekspresi wajahnya memucat saat dia ingat bahwa emosi subjek di sampingnya sedang tidak stabil.


Chu Kai mengatupkan bibirnya, dia tahu bahwa jika memulai pembicaraan dengan Xia Ling Qing, maka mungkin saja gadis ini akan langsung menarik pedang dan menusuk lehernya. Dia memang menyukai gadis ini, tetapi dia masih jauh lebih menyayangi nyawanya sendiri.


Xia Ling Qing berdiri di sana dengan ekspresi yang dingin sebelum dia menatap ke arah Chu Kai. Pemuda bermata hijau itu menjadi tegang karena seolah merasakan tatapan yang sangat berbahaya.


Tanpa peringatan, Xia Ling Qing benar-benar menarik pedangnya dan menghunuskannya. Bilah senjata itu berhenti saat menyentuh kulit leher Chu Kai. Dia pun mulai buka suara.


Nadanya dingin saat Xia Ling Qing berkata, "Aku akan melakukan pelatihan tertutup jadi jangan berani menggangguku."


!!


Chu Kai tidak bergerak di tempatnya. Dia bahkan tanpa sadar menahan napas dan baru tersadar saat Xia Ling Qing menyarungkan pedangnya kembali dan lantas berjalan pergi. Gadis itu memasuki salah satu lorong gua dan meninggalkan Chu Kai yang masih membeku karena rasa syok.


"Gadis itu benar-benar kasar," suara Wei Shezi terdengar dan Chu Kai pun mulai bisa mengambil napas.


"Astaga... Kupikir aku akan mati," Chu Kai menelan ludah. Ekspresi pucat masih terlihat di wajahnya.


"Apa itu gadis yang kau sukai?" Wei Shezi berkata, "Jujur saja aku tidak menyukai kepribadiannya. Dia tidak memiliki sifat yang lemah lembut seperti seorang gadis pada umumnya. Sangat disayangkan, padahal wajahnya begitu cantik."


Chu Kai mengusap-usap lehernya yang hampir saja dipenggal. Dia menanggapi ucapan Wei Shezi dan berkata, "Kau mungkin tidak suka kepribadian nona Xia. Tapi aku menyukainya,"


"Hmph, itulah sebabnya aku merasa kau mempunyai kecenderungan 'M'." Wei Shezi menghela napas dan berkata, "Baiklah. Sekarang kau terkurung dan tidak punya pilihan selain berlatih. Jadi ayo cari tempat,"


Chu Kai mulai berjalan sampai sesekali memperhatikan sekelilingnya. Gua ini terbilang cukup luas dengan beberapa lorong dan ada nuansa hangat yang dirasakan oleh Chu Kai.


"Ini..... Qi?" Chu Kai bergumam.


Tingkat praktiknya saat ini berada di tahap Liù [六] dan artinya dia memiliki kemampuan merasakan Qi. Hanya saja seperti sebelumnya, Chu Kai sedikit istimewa sebab tidak hanya mampu merasakan Qi---dia dapat melihat warna Qi itu ketika bersentuhan dengan kulitnya.


Chu Kai melewati sebuah lorong dan masuk ke sebuah ruangan. Dia melihat Xia Ling Qing duduk bersila di atas sebuah batu berukuran besar. Gadis itu terlihat fokus bermeditasi dan sepertinya sedang meningkatkan praktiknya. Dia pun mendengar suara Wei Shezi yang memintanya untuk mencari ruangan lain.

__ADS_1


Chu Kai berjalan lurus dan menemukan sebuah ruangan yang memiliki kolam air di dalamnya. Dia terpukau dan memperhatikan sekitarnya sebelum berdecak kagum. Tempat ini nyaman dan mempunyai udara yang menenangkan.


"Ini sempurna. Kau ambil tempatmu," Wei Shezi buka suara dan kemudian Chu Kai mulai duduk bersila di pinggir kolam.


"Konsentrasi dan coba rasakan Qi yang ada di sekitarmu," Wei Shezi melanjutkan.


Chu Kai menarik napas dan melakukan apa yang dikatakan oleh Wei Shezi. Tidak sulit baginya untuk merasakan Qi yang ada di sekitarnya termasuk Qi yang mengalir di dalam tubuhnya.


"Kita akan melanjutkan pengontrolan Qi yang sebelumnya kau pelajari. Kali ini cobalah untuk memasukkan Qi yang ada di sekitarmu ke dalam tubuh, akan kubantu untuk tahapan permulaannya."


Chu Kai menutup matanya dan mulai latihan di bawah bimbingan Wei Shezi. Dia mengontrol Qi di sekitarnya, memasukkannya melalui saluran pernapasan dan melakukan hal tersebut secara berulang-ulang.


"Saat kau mulai bisa mengontrol Qi dengan baik, maka coba kumpulkan itu di satu titik di dalam tubuhmu. Aku akan membantu membuatkan tempat yang dapat menampung energi spiritual ini,"


Wei Shezi menggunakan sedikit kekuatannya untuk menciptakan inti energi sementara di dalam tubuh Chu Kai. Inti itu mirip seperti dantian, namun terlalu rapuh. Hanya saja ini sudah lebih cukup sebagai media latihan.


Pengontrolan Qi sebenarnya sulit dan umumnya seseorang membutuhkan sekitar dua sampai tiga minggu untuk dapat menguasainya. Namun karena Chu Kai pernah diajari saat di Hutan Móguǐ, maka secara tidak langsung dia dapat melakukannya lebih cepat.


Pengontrolan Qi yang dilakukan oleh Chu Kai berlangsung selama dua hari. Dia berusaha mengumpulkan energi spiritual di inti yang dibuat Wei Shezi, menahannya agar tidak bocor keluar dan kemudian mengumpulkan lebih banyak lagi.


Tepat di malam ketiga, Wei Shezi pun berkata. "Kurasa kau sekarang sudah siap untuk tahap berikutnya. Ini adalah langkah pengumpulan Qi untuk membentuk Dantian."


"Dantian?"


"Itu mengacu pada wilayah di mana Qi seseorang terkonsentrasi. Sederhananya, ini adalah inti spiritual yang harus kau bentuk sebagai dasar menjadi seorang kultivator,"


Wei Shezi menjelaskan, "Tingkat Kultivasi Duniawi adalah tahapan di mana seseorang berlatih agar lebih kuat dari manusia biasa. Kemudian terbentuk tidaknya Dantian adalah pertanda apakah kau memiliki bakat menjadi kultivator atau hanya sekedar pendekar."


"Memang apa bedanya?" Chu Kai mengerutkan kening. Jelas di heran dengan ucapan Wei Shezi sebab baginya kultivator dan pendekar sama saja.


"Sebenarnya tidak terlalu jauh berbeda. Namun aku bisa memberikanmu beberapa gambaran ini. Kultivator menggunakan energi alam dan membentuk Dantian. Sementara pendekar menggunakan energi alam untuk membentuk Lingkaran Tenaga Dalam. Kultivator fokus pada pelatihan energi alam, sementara pendekar fokus pada pelatihan tenaga dalam untuk menajamkan indera mereka."


Wei Shezi melanjutkan, "Perbedaan paling besar adalah bahwa kultivator bisa memakai energi alam untuk memperpanjang usia mereka, namun pendekar memiliki batasan pada usianya. Tidak semua pendekar dapat disebut kultivator, namun kultivator sudah pasti adalah pendekar. Apa kau mengerti?"

__ADS_1


"Lalu... Mana yang lebih kuat?"


"Ini tergantung pada bakat seseorang." Wei Shezi menjawab, "Meskipun seorang kultivator memiliki kelebihan pada usianya, namun tidak menutup kemungkinan mereka akan tewas dibunuh oleh seorang pendekar. Apalagi kultivator sangat bergantung pada energi alam yang disebut Qj ini. Jika dia berada pada wilayah yang minim energi


alam, maka bahaya pasti akan mengancamnya."


"Lalu bagaimana dengan pendekar?"


"Pendekar tidak bisa menggunakan energi alam untuk penyembuhan diri seperti kultivator. Mereka tidak bisa terbang di langit atau menaiki pedang terbang dan mereka tidak terikat dengan energi alam. Hanya saja, tidak terikat bukan berarti lemah. Sejujurnya mereka akan sangat kuat bahkan bila kondisi di sekitar sangat minim dengan energi alam."


"Lalu... Apa yang harus kupilih?"


"Tidak ada yang menyuruhmu memilih, kau sudah beruntung sejak awal."


!!


"Bukankah aku sudah menyegel kekuatanmu sebelumnya? Kau mempunyai dantian yang tidak sempurna dan kau hanya perlu memperbaikinya. Dantian... Adalah identitas seorang kultivator,"


Chu Kai bernapas pelan. Dia banyak menerima penjelasan dan arahan dari Wei Shezi, bahkan roh yang bersemayam dalam dirinya selama ini membantu saat ia mulai melakukan tahap pembentukan dantian.


Tidak sulit untuk melakukannya sebab Dantian Chu Kai sudah terbentuk sejak awal, hanya saja memang belum sempurna. Dia hanya perlu mengumpulkan Qi, mengontrolnya untuk memperbaiki dantian yang cacat itu sehingga bisa digunakan.


Hanya saja, risiko dari memperbaiki dantian yang tidak sempurna cukup besar sebab jika gagal---maka akan berdampak pada kelumpuhan permanen.


Wei Shezi tentu tidak mengatakan fakta ini pada Chu Kai. Dia hanya memberitahukan bahwa proses memperbaiki dantian ini akan sedikit menyakitkan. Masalahnya, kata 'sedikit' yang diucapkannya Wei Shezi sangat keterlaluan.


!!


Chu Kai berekspresi pucat dan banyak keringat yang mengucur di dahinya. Ini bukan lagi 'sedikit menyakitkan', tetapi rasanya seperti ada bagian dalam tubuhnya yang disayat tipis dan kemudian diremas kuat.


"Kenapa rasanya sesakit ini?!" Chu Kai tidak mengerti mengapa masih sangat sakit, padahal dantiannya jelas sudah terbentuk.


Pemuda bermata hijau itu berjuang selama enam jam lebih hingga terdengar suara ledakan di dalam dirinya. Ini adalah pertanda bahwa ia telah berhasil menyelesaikan tahapan di Tingkat Kultivasi Duniawi dan bahkan praktiknya pun kini memasuki Tingkat Kultivasi Surgawi.

__ADS_1


******


__ADS_2