
Wei Zhang Zihan mengerutkan kening. Ia baru saja akan buka suara, namun Chu Kai dengan cepat melesat dan kemudian berdiri di depan Feng Hao Yan.
"Pendekar Pukulan Bara Api Tak Tertandingi, aku banyak mendengar tentangmu. Selama ini aku hanya sering mendengar namamu, tidak disangka bisa bertemu langsung. Aku Chu Kai, Sang Pendekar Naga."
!
"Hmph, jadi kau yang selama ini membuat dunia gempar."
Kehadiran Chu Kai dan reaksi yang ia perbuat tidak hanya mengejutkan untuk orang lain, tapi juga untuk teman-temannya sendiri. Liu Han Ying datang dan berdiri tepat di samping Wei Zhang Zihan.
Kening Liu Han Ying mengerut, "Kenapa Chu Kai memperkenalkan dirinya seperti itu? Apa dia tidak tahu siapa orang yang dihadapinya sekarang?"
Wei Zhang Zihan tanpa menoleh, ia pun berkata. "Kurasa sebaliknya. Dia tahu identitas Feng Hao Yan dan karenanya bersikap demikian,"
Wei Zhang Zihan dan Liu Han Ying memperhatikan dengan saksama. Mereka melihat Chu Kai berjalan seolah mengelilingi Feng Hao Yan dan reaksi Feng Hao Yan pun juga terlihat berbeda. Seakan-akan kedua pendekar tersebut sedang saling mengukur kemampuan masing-masing.
Shuang Shu Chen dan Xia Ling Qing juga menyaksikan hal ini, namun kewaspadaan mereka tetap terjaga. Hanya saja... Entah bagaimana bunga raksasa yang sebelumnya begitu liar menyerang kini nampak diam meski akar-akar menjalar miliknya masih saja bergerak, tetapi memang tidak mengancam.
"Pendekar Feng Hao Yan..." Chu Kai buka suara. Carpelai kecil di bahunya melompat dan berlari entah kemana. Nadanya serius saat berkata, "Kehebatanmu di masa lalu sungguh membuatku kagum. Tapi tentu saja... Sekarang bukan lagi era di mana kau bisa berbuat sesukamu,"
Feng Hao Yan mendengus, "Kudengar identitas Pendekar Naga hanyalah orang biasa. Tapi tidak kusangka mulutmu cukup menyebalkan,"
"Tentu," Chu Kai mendengus. Dia tersenyum dan berkata, "Aku sebenarnya sedang berpikir... Melawan seorang pendekar sepertimu sama sekali tidak pantas bagiku. Kau... Kurasa akan sangat malu bila sampai kalah dari orang biasa sepertiku,"
"Hoh, begitu sombong." Feng Hao Yan mulai menaikkan dua jarinya dan kemudian berkata, "Keangkuhanmu akan menghilang setelah disucikan dengan api suci sang dewa,"
!!
Liu Han Ying kaget, "Gawat. Kai..!"
__ADS_1
Gelombang angin yang sangat kuat muncul dalam sekali hunusan jari Feng Hao Yan. Dari angin itu terlihat membentuk objek bagaikan pedang besar yang sangat tajam. Serangan itu mengarah langsung ke tempat di mana Chu Kai berada.
"Hmph, lemah." Chu Kai hanya berdiri di tempatnya. Sama sekali tidak melakukan apa pun, namun sesuatu yang mengejutkan terjadi di detik yang sama.
Lubang hitam muncul di udara, tepat di depan Chu Kai dan serangan Feng Hao Yan tertarik ke dalam lubang hitam tersebut. Liu Han Ying dan Shuang Ling Feng beserta para pendekar yang lain nampak tercengang menyaksikan hal ini.
Tanpa peringatan, Chu Kai menghentakkan kakinya dan kemudian melesat ke arah Feng Hao Yan. Lubang hitam di depannya seketika menghilang saat ia menerobos begitu saja. Detik selanjutnya, pertukaran serangan terjadi antara Chu Kai dengan Feng Hao Yan.
BAAAM...!
Tiga buah ledakan tercipta dalam waktu yang hampir bersamaan. Serangan itu berasal dari tenaga dalam milik Chu Kai dan Feng Hao Yan. Keduanya kembali bertukar serangan, bertarung dengan menggunakan tangan kosong.
BLAAAAR...!
Tinju Chu Kai yang mengayun di udara telah menciptakan ledakan bagai sambaran petir. Feng Hao Yan menggunakan dua jarinya untuk melesatkan tenaga dalam yang serupa dan ledakan itu menahan serangan lawan.
Di Dataran Tengah, manusia yang mempunyai bakat kultivasi menggunakan energi spiritual yang biasa disebut Qi untuk meningkatkan kemampuannya. Mereka yang berada di tingkat praktik tertentu bahkan mampu membuat wajah muda dan berumur panjang.
Lalu untuk manusia yang tidak memiliki bakat berkultivasi, mereka menggunakan cara lain yakni mengolah energi di dalam diri yang sering kali disebut sebagai Tenaga Dalam.
Tingkat praktik mereka berbeda dari orang yang berkultivasi, namun kekuatan seseorang yang berlatih Tenaga Dalam juga tidak bisa dianggap sepele. Hanya saja memang, mereka yang berlatih Tenaga Dalam tidak mempunyai beberapa kelebihan yang dimiliki oleh mereka yang berlatih kultivasi.
Feng Hao Yan sebenarnya merasa sangat aneh dengan lawannya. Dia sebenarnya mengetahui satu hal ini, sebuah fakta besar di mana manusia yang berlatih Tenaga Dalam tidak bisa menggunakan Dantian di dalam tubuhnya, entah dantian itu tidak terbentuk atau justru cacat. Namun dantian dari lawannya ini jelas baik-baik saja.
"Berlatih kultivasi dan tenaga dalam secara bersamaan... Kau jelas sedang menggali kuburmu sendiri." Feng Hao Yan buka suara. Dia menggerakkan masing-masing dua jari pada tangan kanan dan kiri miliknya.
Helaian rerumputan datang seperti gelombang angin, mengelilingi tubuh Feng Hao Yan sebelum melesat cepat ke arah Chu Kai. Helaian rumput itu menajam, jelas merupakan teknik pembunuh yang mengerikan.
Chu Kai menghindari serangan itu dengan cara melesat ke atas. Tubuhnya berputar di udara dan detik berikutnya dia pun mengarahkan kepalan tinjunya. Tenaga Dalam yang keluar membuat urat-urat terlihat jelas di tangannya, di samping itu tenaga dalam tersebut juga bercampur energi spiritual yang membuat serangan Chu Kai luar biasa dahsyat.
__ADS_1
BLAAAAR..!
!!
Serangan Feng Hao Yan dihempaskan begitu saja. Anggota dari Sekte Bulan Mati tersebut melebarkan matanya dan kemudian mulai mengeluarkan Pukulan Bara Api miliknya.
BAAAAM...!
Ledakan bertubi-tubi datang dan sampai membuat Chu Kai terdorong mundur. Pemuda bermata hijau alami itu sampai memuntahkan banyak darah dan anehnya... Ia bereaksi seolah sangat terkejut.
"Sa-sakit..." Chu Kai menekan dadanya. Dia pun menatap lurus dan terlihat begitu kaget, "Ini... Sebenarnya ada apa?"
?!
Ekspresi wajah Chu Kai berubah seperti orang kebingungan. Dia baru saja akan buka suara saat Feng Hao Yan datang dengan serangan yang benar-benar kuat. Segera, Chu Kai pun mengeluarkan Pedang Pendekar Naga miliknya dan menghentikan serangan tersebut.
BAAAAM...!
Pukulan Feng Hao Yan yang membentur bilah pedang Chu Kai begitu keras, angin kejut yang bercampur kobaran api terlihat. Chu Kai sendiri merasakan panas di kulitnya karena serangan orang ini, dia menggunakan kekuatannya untuk mendorong serangan Feng Hao Yan.
"Ukh," Chu Kai hampir tidak bisa menahan tekanan ini. Di sisi lain, dia merasa ada yang salah dengan dirinya. Seakan-akan ia tahu sudah memprovokasi Feng Hao Yan, tetapi juga lupa bagaimana dia melakukannya.
"Jangan-jangan... Masalah itu muncul lagi," Chu Kai hanya tahu satu alasan mengapa dirinya bisa seperti ini. Wei Shezi pernah menjelaskan tentang 'Iblis Hati' padanya dan hanya itu saja yang memungkinkan baginya untuk bisa bertindak impulsif.
"Di mana kepercayaan dirimu yang tadi, huh?" Feng Hao Yan buka suara. Dia menggerakan tangannya yang lain dan segera mengatur posisi kakinya. Ia pun tanpa peringatan langsung memberikan pukulan yang sangat hebat dan itu tepat mengenai dada Chu Kai.
!!!
******
__ADS_1