
Chu Kai terkejut bukan main dengan ucapan salah satu wanita ini. Dia benar-benar akan mati jika sampai tidak melakukan sesuatu untuk lolos dari kondisi ini.
"Tu-tunggu dulu!" Chu Kai buka suara dan membuat gerakan tangan Meng Yu Xia berhenti di udara.
Chu Kai menelan ludah dan dengan suara gemetar berkata, "Tolong dengarkan aku. No-Nona yang cantik, ka-kalian sangat kuat dan aku ha-hanya orang kecil. Tolong biarkan aku pergi, aku tidak melakukan apa-apa pada kalian.."
Meng Yu Xia mengerutkan keningnya dan mencibir, "Membiarkanmu pergi dan agar kau bisa mencari bantuan?"
"Jangan dengarkan dia. Membuang waktu saja," Meng Yu Ning buka suara dan membuat Chu Kai ketakutan setengah mati.
Meng Yu Xia sendiri kembali melesatkan serangannya. Itu adalah kibasan tangan yang mampu membuat serangan selebar lima meter, ini sudah lebih dari cukup untuk menghabisi nyawa seorang manusia yang lemah.
Meng Yu Xia baru akan tersenyum saat tiba-tiba garis senyumnya membeku. Tatapan matanya melebar ketika pria yang seharusnya terkena serangannya barusan bisa meloloskan diri, ini membuatnya menjadi hati-hati.
Meng Yu Ning yang berada di dahan salah satu pohon mengerutkan keningnya. Dia melihat pria asing itu berdiri di bawahnya, berada di jarak yang lumayan dan sosok itu terlihat masih berwajah terkejut.
"Menarik," Meng Yu Ning berkata, "Jadi kau seorang pendekar? Maka biarkan adikku membunuhmu dengan perlahan,"
Mendapat lirikan dari Meng Yu Ning membuat Meng Yu Xia menatap tajam ke arah pria asing tersebut. Dia pun menggerakkan kedua jarinya dan mengayunkannya.
?!
Chu Kai tidak melihat arah serangan itu datang dari mana, jadi dia tidak bisa menghindar. Hanya saja entah bagaimana tiba-tiba dia merasakan sakit di bahu sebelah kanannya.
Erangan kesakitan lantas terdengar, Chu Kai memegang bahunya dan bahkan tersungkur ke tanah. Dia berhadapan dengan seseorang yang ahli dalam teknik kutukan, jadi tentu saja Chu Kai tidak sebanding lawannya. Serangan yang sebelumnya dia hindari bahkan kemungkinan hanyalah pancingan.
Meng Yu Ning yang berada di dahan pohon nampak tersenyum tipis. Sebelum saudaranya menyerang pria ini, dia sudah lebih dulu melesatkan satu benang tipis untuk mendekat dan menempel di pakaian Chu Kai.
__ADS_1
Kemudian dengan ucapan darinya, Meng Yu Xia menggunakan teknik kutukannya dan pria ini pun menjadi seperti sekarang. Kini hanya tinggal menunggu waktu sampai pria tersebut tewas dengan cara yang paling mengenaskan.
"Tidak perlu menahannya," Meng Yu Xia tersenyum. Matanya berkilat saat berkata, "Kau cakar dan tarik saja tulang bahumu keluar. Atau apa perlu kubuat kau mencongkel matamu sendiri, hm?"
"Kurasa itu ide yang bagus," Meng Yu Ning buka suara, "Menarik jika di tempat ini pun kita memiliki hiburan,"
"Jika dia pendekar, bukankah dia murid Sekte Gunung Wushi?" Meng Yu Xia mendengus, "Tidak disangka sekte itu membesarkan murid sampah seperti ini. Dia benar-benar tidak berguna, ha ha ha."
"Aku juga heran," Meng Yu Ning berkata. "Jika orang seperti ini berada di tempat kita, dia sudah lama menjadi makanan serigala."
Meng Yu Xia tertawa di tengah-tengah suara kesakitan Chu Kai. Dia baru akan membalas ucapan saudaranya saat sebuah lesatan cahaya datang dan membuatnya terkejut. Beruntung dia bergerak cepat menghindari serangan tersebut.
!!
Meng Yu Ning juga ikut menghindar. Serangan barusan adalah lesatan lurus yang mengarah pada dirinya dan juga saudaranya. Dia pun menapak di dahan pohon lain dan dengan tatapan mata yang tajam.
Ekspresi Meng Yu Ning dan Meng Yu Xia berubah serius. Sosok yang berdiri dahan pohon itu adalah seorang gadis dengan aura pendekar yang kuat. Tatapan dingin dengan luapan amarah nampak jelas di wajah gadis cantik itu. Keduanya bahkan merasa orang ini mempunyai ekspresi marah yang tidak kalah menakutkannya dari Xue Xiaowen.
Tanpa peringatan, Meng Yu Xia langsung bergerak dan menyerang sosok tersebut, tetapi di saat yang bersamaan---lawannya juga ikut bergerak dengan teknik Aliran Tiga Lingkaran Api. Dari jurus ini bisa dipastikan itu adalah milik Xia Ling Qing.
!!!
Meng Yu Ning terkejut buka main. Dia bahkan menyerukan nama adiknya. Jelas-jelas, dirinya melihat bahwa serangan Meng Yu Xia lebih dulu dilesatkan---tetapi entah bagaimana justru adiknya itulah yang terpental bahkan sampai menabrak beberapa pohon dan kemudian terbatuk darah.
Aliran Tiga Lingkaran Api milik Xia Ling Qing merupakan teknik yang kuat dan sejauh ini belum ada satu orang pun yang dapat mematahkannya. Dan walau usianya terbilang muda, tetapi gelar sebagai Pendekar Suci tingkat pertama bukanlah sekadar isapan jempol belaka. Menghadapi gadis ini... Siapa pun harus berpikir lebih dari dua kali.
"Teknik ini... Teknik yang sempurna." Meng Yu Ning memperhatikan baik-baik gadis cantik itu dengan saksama. Dia menggumam pelan, "Generasi muda yang terkenal dengan Teknik Aliran Tiga Lingkaran Api yang sempurna hanya satu orang dan itu adalah Pendekar Suci Xia Ling Qing."
__ADS_1
Meng Yu Xia menggeram kesal dan menatap nyalang ke arah Xia Ling Qing. Kekuatan dari serangan gadis itu benar-benar hebat. Dia sampai mengalami luka dalam dan masih memuntahkan darah saat ini.
"Kurang Ajar..!" Meng Yu Ning melihat kondisi adiknya dan marah. Dia mengayunkan tangan dan benang lain muncul dari jari-jarinya, melesat menyerang Xia Ling Qing.
!!
Serangan kejutan tersebut berhasil dihindari bahkan dibalas oleh Xia Ling Qing. Gadis cantik itu kembali menggunakan Aliran Tiga Lingkaran Api miliknya dan berbalik membuat lawannya kesulitan. Benang yang merupakan teknik Meng Yu Ning bahkan berhasil diputus oleh serangan itu.
Xia Ling Qing tidak ingin mengambil jeda, dia menghadapi lawan yang kuat dan karenanya dia tidak akan bermain-main. Bahkan saat Meng Yu Xia yang bersiap memberi serangan kejutan padanya---dia justru sudah lebih dulu menyerang wanita itu. Meng Yu Ning terkejut karena tidak menduga disela-sela pertarungan antara dirinya dengan Xia Ling Qing... Gadis ini masih menargetkan adiknya.
"Keterlaluan..! Akan kubunuh kau..!" Meng Yu Ning menggeram marah, tetapi lawannya yang buka suara membuatnya terkejut.
"Kemarahanmu bahkan belum sebanding denganku," suaranya penuh penekanan dan bahkan membuat hantaman bagi siapa pun yang menatap serta mendengarnya bicara.
Xia Ling Qing berkata, "Beraninya kalian menggangu di wilayah Sekte Gunung Wushi. Kalian pikir... Tempat ini mudah dibentak?!"
!!
Serangan kembali datang dan meski Meng Yu Ning menggunakan kekuatan penuhnya---dia sama sekali tidak bisa menahan apalagi menghindar. Dia terkena serangan Aliran Tiga Lingkaran Petir dan memuntahkan darah.
Xia Ling Qing hampir menghabisi musuhnya saat dia mulai terganggu dengan erangan kesakitan dari Chu Kai. Dia terkejut melihat ekspresi pucat pemuda itu dan tanpa ragu melesat.
Xia Ling Qing menarik Chu Kai dan kemudian membawa pergi pemuda tersebut. Dia terlihat merangkul Chu Kai dan terbang melintasi hutan. Xia Ling Qing meninggalkan Meng Yu Ning dan Meng Yu Xia yang saat ini terluka.
Dia tahu seharusnya tidak membiarkan lawan begitu saja, tetapi saat ini lebih penting untuk menyelamatkan seseorang. Apalagi saat keadaan subjek itu sangat mengkhawatirkan.
Di sisi lain, karena terputusnya benang-benang dari Meng Yu Ning---warga kota Lianyi yang sebelumnya dipaksa bergerak kini tumbang. Hanya saja erangan kesakitan masih terdengar dan membuat khawatir para pendekar Sekte Gunung Wushi. Mereka berusaha membantu warga dan membawa mereka ke tempat yang lebih baik.
__ADS_1
******