LAHIRNYA PENDEKAR NAGA

LAHIRNYA PENDEKAR NAGA
122 - Teknik Manifestasi


__ADS_3

Di luar dimensi.


Sepuluh lingkaran yang ada di atas altar sudah terisi semua dengan para pendekar. Mereka adalah Wei Zhang Zihan dari Sekte Gunung Wushi, Ling Xian Shu yang menjadi perwakilan dari Sekte Seribu Pedang, Shuang Shu Chen dari Menara Rufeng, dan juga Kai yang mewakili Sekte Gunung Wushi.


Tempat lainnya diisi oleh Wang Xiao Cheng dari Sekte Tianzhi, dan Xiao Ying Hua dari Sekte Teratai Suci. Para pendekar tersebut semuanya berasal dari Aliran Putih.


Lalu tidak lama, empat orang datang dan mereka berasal dari Aliran Hitam. Keempat orang tersebut adalah pria bernama Wu Feng Hai dari Sekte Bayangan Langit, Jiao Zhi Lin dari Sekte Serigala Api, lalu Chao Mang dari Sekte Tombak Darah. Anggota terakhir adalah Zhi Mei, yang merupakan anggota Sekte Bulan Mati.


Awalnya, Wu Feng Hai membawa dua orang saudara seperguruannya. Mereka terlambat sebab lingkaran di atas altar yang kosong hanya tersisa untuk dua orang. Dia tentu tidak ingin mencari masalah dengan merebut milik anggota Sekte Bulan Mati, sehingga dia dan rekannya bermaksud melukai pendekar yang lain.


Wu Feng Hai mengetahui hampir semua identitas para pendekar yang ada di atas altar, kecuali satu orang dan itu adalah Kai. Salah satu rekan Wu Feng Hai lantas melakukan serangan, namun energi spiritual yang menyelimuti tubuh Chu Kai berubah menjadi perisai pelindung.


Rekan Wu Feng Hai sendiri terlempar keluar dari ruangan itu dan mendarat tepat di tengah-tengah kobaran api. Tidak butuh waktu lama sampai teriakan terdengar dan tubuh rekan Wu Feng Hai tersebut berubah menjadi abu.


Para pendekar yang sebelumnya bertarung dengan monster lidah api juga sudah tidak terlihat. Namun sepertinya kebanyakan dari mereka memutuskan melarikan diri sebab tahu bahwa melawan monster lidah api tidak akan berakhir baik.


Tidak adanya perlawan lagi membuat lidah api itu kembali tenang dan membutuhkan waktu lama sampai para pendekar seperti Zhi Mei dan Wu Feng Hai datang.


Mereka begitu mudah melewati kobaran api ini karena memiliki teknik rahasia masing-masing dan sejujurnya praktik mereka pun tidak bisa dianggap remeh.


Liu Han Ying yang merupakan Pendekar Suci Tingkat 3 dari Sekte Gunung Wushi datang agak terlambat. Dia melewati kobaran api itu dan masuk ke dalam rungan tempat di mana altar segel itu berada.


?!


Liu Han Ying menaikkan sebelah alisnya saat tahu bahwa di dalam ruangan ini ada beberapa pendekar dan salah satunya adalah anggota Sekte Menara Rufeng.


"Waah, Tuan Muda Shuang Ling Feng?" Liu Han Ying mendekat dan kemudian tersenyum. Dia pun berkata, "Sepertinya kau juga terlambat. Tidak ada tempat yang tersisa untuk kita, haah... Tidak beruntung, bukan?"


Shuang Lin Feng memperhatikan gadis yang selalu tersenyum ramah ini, dia tidak tahu harus mengatakan apa karena Liu Han Ying bahkan tidak membiarkannya bicara meski mengajukan pertanyaan.


"Tuan Muda Shuang Ling Feng, kau menjelajah makam kuno sampai mana?" Liu Han Ying berkata. "Aku tidak banyak menemukan harta berharga, tetapi justru bertarung dengan banyak monster. Apa barang bawaanmu tidak terlalu berat?"

__ADS_1


Shuang Mei Ning yang juga ada di dalam ruangan itu mendengar ucapan dari Liu Han Ying dan nampak cemberut. Dia tidak suka karena anggota dari Sekte Gunung Wushi itu bertingkah seolah sangat dekat dengan Shuang Lin Feng.


"Lihat dia," Shuang Hua Yi setengah berbisik, "Gadis itu jelas mengincar benda berharga yang kita kumpulkan. Kita harus mengatakan pada Tuan Muda Shuang Ling Feng untuk tidak terpancing,"


Shuang Ling Feng menatap Pendekar Suci Tingkat 3 dari Sekte Gunung Wushi ini dan lalu berujar tenang, "Nona Liu Han Ying. Kami memang mendapatnya, tapi tidak terlalu banyak. Takutnya, aku tidak bisa membagi apa pun padamu."


"Benarkah?" Liu Han Ying menggelembungkan pipinya dan berekspresi manis. Dia berkata, "Tidak masalah. Karena Tuan Muda Shuang Ling Feng sangat sopan, maka aku akan membiarkanmu kali ini."


Liu Han Ying menatap lurus ke arah altar dan melanjutkan, "Berarti sekarang kita hanya bisa menyaksikan teknik tingkat berapa yang akan didapat oleh para para pendekar itu."


Shuang Ling Feng mengikuti arah pandangan Liu Han Ying. Dia dan para pendekar lainnya menunggu sampai mereka mulai menyaksikan perubahan pada energi spiritual yang sedang menyelimuti salah satu orang ada di atas altar.


Energi spiritual yang menyelimuti pendekar lainnya pun juga satu per satu mulai bereaksi. Seseorang yang pertama kali mendapatkan kesadarannya adalah Chao Mang dari Sekte Tombak Darah.


Energi spiritual berkumpul dan melayang di atas kepala pria itu. Shuang Ling Feng dan yang lainnya menyaksikan energi itu membentuk huruf yang menjadi pertanda bahwa Chao Mang berhasil mendapatkan Teknik Tingkat Tinggi.


?!


"Waktu di dalam ruang dimensi itu sangat singkat, aku jadi tidak punya banyak waktu mencari teknik yang lebih tinggi. Sialan," Wu Feng Hai mengepalkan tangannya dan melihat ke sekitaran.


Xiao Ying Hua dari Sekte Teratai Suci terlihat mendapatkan kembali kesadarannya. Dia juga mendapatkan Teknik Tingkat Menengah dan nampak menghela napas kecewa.


Meski kesadarannya cukup lama untuk kembali, namun memang tidak banyak yang bisa ia lakukan. Ini karena ada beberapa teknik di dalam dimensi itu yang sulit sekali untuk didapatkan meski sudah ada di depan mata sekali pun.


Kesadaran Wang Xiao Cheng kembali, tepat bersamaan dengan keadaan Ling Xian Shu. Energi spiritual terbentuk di atas kepala mereka dan lebih bersinar daripada pendekar sebelumnya. Wang Xiao Cheng dan Ling Xian Shu mendapatkan masing-masing Teknik Tingkat Bumi, tentu saja langsung menarik perhatian banyak orang.


Wang Xiao Cheng mengembuskan napas pelan dan baru akan memperhatikan sekitarnya saat perhatiannya ditarik oleh energi spiritual sosok yang duduk di lingkaran, tepat di sampingnya. Subjek tersebut tidak lain adalah anggota dari Sekte Bulan Mati dan hal mengejutkannya ialah bahwa sosok ini mendapatkan Teknik Tingkat Langit yang bahkan lebih tinggi darinya.


Di sisi lain, ekspresi Liu Han Ying dan Shuang Ling Feng berubah tegang. Selama ini Sekte Bulan Mati sudah terkenal dengan anggotanya yang begitu kuat, jadi melihat Teknik Tingkat Langit kini berada di tangan sekte yang kejam itu lagi bukanlah kabar yang menyenangkan.


"Apa aku yang terakhir?" Zhi Mei dari Sekte Bulan Mati bergumam dan ia sedikit tersentak saat melihat masih ada tiga pendekar yang belum memperoleh kesadarannya.

__ADS_1


Angin tiba-tiba berhembus saat energi spiritual yang menyelimuti tubuh Shuang Shu Chen bereaksi. Dia merupakan pendekar yang pertama kali berada di atas altar ini dan sepertinya sekarang ia pun mulai memperoleh kesadarannya kembali.


!!!


Semua orang terkejut, tidak terkecuali Zhi Mei yang nampak melebarkan matanya. Teknik yang didapatkan oleh Shuang Shu Chen berada di Tingkat Manifestasi. Jelas kemampuan sosok ini akan semakin besar.


"Tuan Muda Shuang Shu Chen benar-benar mendapatkannya! Teknik kultivasi tingkat manifestasi..!!"


"Energi spiritual yang mengerikan..!"


"Bagaimana mungkin?!" Zhi Wei begitu kaget. Biar bagaimanapun, Tingkat Manifestasi adalah sebuah teknik yang sulit didapatkan dan pemuda ini benar-benar beruntung.


"Tuan Muda Shu Chen sangat hebat..!"


"Menakjubkan!"


"Tuan Muda Shuang Shu Chen-lah yang terkuat!


Shuang Shu Chen terlihat melayang di udara dengan energi spiritual yang mengelilinginya. Ia melihat ada banyak orang yang berdiri dengan tatapan menengadah hanya untuk melihatnya. Dirinya jelas menjadi pusat perhatian semua orang.


Shuang Shu Chen mendengus. Dia membatin, "Tidak perlu begitu terkejut. Inilah jarak kekuatan di antara kita yang sudah ditakdirkan,"


Semua orang jelas sangat terpukau, namun sebuah seruan membuat para pendekar itu kembali terkejut, termasuk menarik perhatian Shuang Shu Chen. Pemuda dari Sekte Menara Rufeng yang berhasil mendapatkan Teknik Manifestasi itu juga nampak tersentak.


"Masih ada orang yang kesadarannya belum kembali..!"


"Tunggu! Itu... Pendekar Suci Wei Zhang Zihan!"


"Lihat! Dan pemuda asing itu juga! Masih ada dua orang..!"


!!!

__ADS_1


******


__ADS_2