LAHIRNYA PENDEKAR NAGA

LAHIRNYA PENDEKAR NAGA
42 - Paviliun Merak Putih


__ADS_3

"Kau mau ke mana?" Wei Zhang Zihan bertanya ketika Chu Kai terus mengikutinya.


Melihat bahwa pemuda bermata hijau alami ini kebingungan membuat Wei Zhang Zihan lantas menghela napas. Dia pun berkata, "Kau adalah peserta. Tempatmu bukan di sini,"


"Benarkah?" Chu Kai mengedarkan pandangan dan kemudian berkata, "Lalu aku harus ke mana?"


"Ruangan itu. Ikuti saja para pendekar di sana, sekarang pergilah."


Chu Kai berkedip dan kemudian mengangguk pelan. Dia memang melihat beberapa orang yang berjalan ke sebuah lorong yang berlawanan arah dengan Wei Zhang Zihan. Dirinya pun berjalan dan mengikuti para pendekar yang berasal dari berbagai sekte itu.


Paviliun Merak Putih merupakan tempat yang berada di bawah kepemilikan pemimpin Kota Cang'An bernama Duan Lou Wu. Pria berusia 68 Tahun yang sekaligus adalah pemilik dari Asosiasi Merak Putih yang tidak hanya dikagumi oleh para pendekar aliran putih, tetapi juga dihormati oleh para pendekar aliran hitam.


Chu Kai berjalan di belakang para pendekar muda dan sama sekali tidak mendahului siapa pun. Dia memperhatikan tampilan bangunan ini dan selalu berdecak kagum. Dia sudah lama mendengar nama Merak Putih dan tahu siapa pemilik paviliun ini sekaligus mengenai asosiasi. Duan Lou Wu bisa dibilang menarik perhatiannya sama seperti kelima Pendekar Suci.


"Aku sudah lama ingin pergi ke Chang'An dan sama sekali tidak disangka akan bisa menginjakkan kaki ke tempat ini. Waah.."


"Saudaraku?"


Chu Kai tersentak saat bahunya ditepuk ringan oleh seseorang. Dia pun menoleh dan melihat ada seorang pria berpakaian hijau muda yang nampaknya memang memanggilnya tadi.


"Aku ingin bertanya, apa yang terjadi denganmu?"


"Apa?" Chu Kai keheranan dengan pertanyaan yang tiba-tiba ini.


Pemuda berpakaian hijau tersebut berkata, "Namaku Tang Lian dari Sekte Tang. Aku penasaran sejak tadi karena kepala dan kedua tanganmu diperban seperti itu,"


"Ah... Ini? Aku mendapat bimbingan seseorang dan inilah hasilnya. Namaku sendiri Kai, dari keluarga Chu."


Tang Lian terkejut. Dia spontan berkata, "Apa kau Pendekar Naga itu?!"


!!!


Seruan dari Tang Lian membuat para pendekar di sekitarnya menoleh. Chu Kai sendiri kaget dengan betapa antusiasnya subjek yang baru saja dikenalnya ini.


Tang Lian berkata, "Aku benar-benar ingin sekali bertemu Pendekar Naga. Waah... Tidak kusangka hari ini akan datang. Oh iya, apa benar Master Zhuang itu sangat tampan?"


"Apa? Jadi kau menanyakan tentangku hanya untuk tahu tentang Master Zhuang?"


"A ha ha, Saudaraku. Aku bercanda, kau ini.." Tang Lian menepuk punggung Chu Kai dan lantas berkata. "Kudengar kau bukan berasal dari Sekte Gunung Wushi, bagaimana kau bisa ditunjuk menjadi Pendekar Naga?"


"Pendekar Naga dari mana? Jelas saja kepala dan tangannya diperban. Mana ada Pendekar Naga yang seperti itu, ha ha ha."


?!


Tang Lian dan Chu Kai menoleh saat mendengar sebuah suara bernada ejekan. Tidak hanya satu orang, tetapi beberapa pendekar di sekitar mereka juga nampak membicarakannya.


"Pendekar Naga yang ditunjuk Sekte Gunung Wushi memang sangat payah. Kudengar kau adalah pelayan di sebuah kedai makanan? Apa kau ingin melindungi dunia dari iblis dengan menjadi pelayannya?"


"Kurasa dia akan mengundang Iblis itu untuk menginap dan makan di kedainya,"


"Orang-orang di Sekte Gunung Wushi memang sudah tidak waras. Mereka menunjuk orang yang tidak semestinya untuk menjadi Pendekar Naga. Sudah jelas mereka telah berputus asa,"


Tang Lian mengepalkan tangannya mendengar berbagai ucapan itu. Dia menepuk pelan bahu Chu Kai dan berkata, "Jangan dengarkan apa pun yang mereka katakan."


"Mn, tidak apa-apa. Terima kasih," Chu Kai memang tidak masalah mendengar ledekan itu, hanya saja dia khawatir jika Xia Ling Qing mendengar hal serupa. Apalagi, emosi gadis itu kadang berapi-api.


"Konferensi Pendekar Muda itu... Apa sebuah pertandingan?" Chu Kai buka suara. Orang yang bisa diajak bicara untuk saat ini memang hanya Tang Lian. Pemuda ini terbilang cukup ramah terhadapnya.


"Benar, tapi sebelum itu kita harus melewati proses pendaftaran dulu." Tang Lian bersilang tangan dan mengerutkan kening, "Kau kemari dengan siapa?"


"Pendekar Suci Xia Ling Qing dan juga Pendekar Suci Wei Zhang Zihan. Memangnya kenapa?"


Tang Lian berkedip. Dia menggaruk pelan kepalanya dan berujar, "Pantas kalau begitu. Dari karakter mereka... Kurasa mereka tidak menjelaskan apa pun padamu,"


"Aku hanya diminta berusaha sebaik mungkin untuk membuktikan diri,"


Tang Lian tersenyum dan mengangguk pelan, "Itu benar. Sejujurnya kabar mengenai Pendekar Naga sudah tersebar. Apalagi mengenai identitasmu yang tidak biasa. Selain orang-orang yang tadi, banyak yang meragukan pilihan Master Zhuang. Bisa dibilang... Banyak yang menganggap ini lelucon,"


"Maksudmu kehadiranku adalah lelucon untuk mereka?"

__ADS_1


"Maafkan aku, Saudaraku. Aku hanya mengatakan apa yang kudengar,"


Chu Kai memperhatikan pemuda di dekatnya ini dan menarik napas. Dia membatin, "Apa karena anggapan itu... Banyak orang yang mengincarku termasuk dari Sekte Bulan Mati. Jika demikian... Sepertinya aku memang harus melakukan sesuatu. Orang-orang ini... Hanya akan mati jika berhadapan denganku."


Chu Kai menggeleng pelan. Dia berkata, "Anggapan bahwa seseorang lemah hanya karena dia bukan berasal dunia pendekar bisa membahayakan. Memandang rendah orang lain dapat menjadi kematian bagi diri sendiri. Kemudian untuk Saudara Tang Lian, bagaimana pendapatmu tentangku?"


Tang Lian tersentak mendengar ucapan sekaligus pertanyaan dari pemuda ini. Dia pun memperhatikan Chu Kai dan berkata, "Kau punya tubuh yang ideal dan terlihat tangkas. Sejujurnya fisikmu ini tidak meragukan, tapi dengan balutan perban... Kau... Ehm.."


"Apa terlihat konyol?"


"Maafkan aku," Tang Lian menggaruk pelan kepalanya yang tidak gatal dan tersenyum pahit. Memang kata itu yang dipikirkan olehnya saat melihat pemuda di sampingnya.


Chu Kai tersenyum, "Saudara Tang Lian orang yang baik. Sekte Tang itu... Apa berasal dari Kota Duxian?"


"Oh, kau tahu?! Benar. Aku berasal dari Kota Duxian. Apa kau pernah ke sana?"


"Tidak juga," Chu Kai menggeleng. "Aku tahu karena Sekte Tang terkenal dengan keahlian berpedangnya. Ehm... Apa namanya itu..."


"Tujuh Pedang Pesona. Kau harus melihatnya,"


"Ah, benar. Itu dia! Kota Duxian terkenal karena Tujuh Pedang Pesona dari Sekte Tang. Apa kau pendekar yang terkenal dengan keahlian berpedangnya?!" Chu Kai menjadi antusias.


Tang Lian tertawa dan melambaikan tangan, "Sayangnya bukan. Aku hanya murid biasa. Yang terkenal itu adalah Tuan Muda Sekte Tang. Dia seorang yang jenius,"


"Lalu bagaimana kau bisa ada di sini?" Chu Kai memang tidak pernah mendengar nama Tang Lian ini. Bisa dipastikan subjek di sampingnya bukan tokoh terkenal ataupun pendekar yang berpengaruh.


Tang Lian mengusap pipinya dan berujar pelan, "Aku ini pengikut setia Tuan Muda. Datang dan menyemangatinya saat beliau bertarung adalah tugasku,"


"Tsk, tsk, tsk. Pantas kau bersikap sok akrab denganku. Kau pasti berpikir karena aku bekerja di kedai jadi kau seenaknya, begitu? Bilang saja kau juga adalah pelayan," Chu Kai mendengus. Dia berjalan lebih cepat dan membuat Tang Lian tersentak.


"Saudaraku, tunggu dulu..!" Tang Lian menghela napas, "Aiyo. Bukannya begitu, Kawanku. Aku seperti ini karena kau terlihat seperti orang baik dan mudah diajak bicara,"


Tang Lian setengah berbisik saat berkata, "Kau tahu. Kebanyakan pendekar, apalagi mereka yang mempunyai status... Seperti sekumpulan phoenix. Mereka hanya akan bergaul dengan yang statusnya serupa. Sama sekali tidak melihat orang lain,"


Chu Kai menarik napas dan mengangguk pelan. Dia mengerti maksud dari pemuda ini. Memang sedikit di antara pendekar yang akan bersikap ramah pada orang lain. Kebanyakan mereka hanya akan menghargai penguasa, atau pendekar yang mempunyai status, serta praktik yang tinggi.


"Jadi apa kau pun ikut menjadi peserta dalam konferensi ini?" Chu Kai buka suara kembali dan membuat Tang Lian menyilangkan tangan.


"Entahlah, kurasa kau bisa melakukan yang terbaik." Chu Kai cukup lama berbicara dengan Tang Lian dan bahkan pemuda itu menemani dirinya menemui pegawai yang mencatat nama mereka agar bisa ikut dalam konferensi.


Permulaan dari Konferensi Pendekar Muda adalah pada tahap pendaftarannya. Setelah menuliskan nama, para pendekar perlu diberikan ujian permulaan dan yang lolos akan menjadi anggota konferensi.


Chu Kai yang baru pertama kali melakukan ini semua tentu saja merasa gugup, tetapi juga penasaran. Di sisi lain, antusias yang serupa dengan miliknya juga nampak di wajah Tang Lian. Pemuda dari Sekte Tang tersebut begitu bersemangat ketika memasuki sebuah panggung arena yang luas.


Tempat ini ada di bagian terdalam paviliun. Chu Kai bahkan kagum sebab Paviliun Merak Putih mempunyai panggung arena di dalam bangunannya, apalagi dengan atap yang terbuka.


Panggung ini di kelilingi oleh bangunan dengan dua lantai dan dia bisa melihat orang-orang duduk di lantai atas. Hanya saja karena terhalang tirai, Chu Kai jadi tidak tahu tempat duduk Xia Ling Qing dan Wei Zhang Zihan.


Ada banyak orang di sekitar Chu Kai. Dia baru saja akan buka suara ketika salah satu tirai di lantai atas berkibar dan seseorang melesat turun. Tang Lian dan para pendekar di sekitar Chu Kai langsung mengarahkan pandangan ke sosok yang sedang berdiri di atas panggung arena.


Pakaian ungu kehitaman pria tersebut berkibar. Dia adalah sosok yang nampak berusia 58 Tahun, namun dengan tubuh yang kekar. Pria itu menatap tajam ke depan dan sebuah aliran tenaga dalam melesat.


!!


Chu Kai terkejut. Aliran tenaga dalam itu mengarah padanya dan membuat dirinya terpental. Nyaris saja dia menabrak dinding dengan keras andai Tang Lian tidak segera melesat dan menahan tubuhnya.


"Saudara Kai...!" Tang Lian tersentak saat Chu Kai terbatuk darah. Kejadian yang berlangsung cepat dan tidak terduga itu mengejutkan semua orang.


Xia Ling Qing dan Wei Zhang Zihan yang berada di salah satu ruangan sampai menyingkap tirai di hadapan mereka karena terlalu terkejut dengan keadaan ini. Keributan seketika tercipta.


Pria berusia 58 Tahun itu bernama Xiao Mu Zheng. Dia berasal dari salah satu sekte aliran hitam dan bisa terlihat jelas rasa tidak suka yang nampak pada wajahnya.


Xia Ling Qing mengepalkan tangannya dan kemudian melesat turun. Dia menapak di lantai arena sebelum buka suara.


Xia Ling Qing menatap sosok di depannya dan berkata, "Apa maksud tindakanmu ini, Tuan Xiao Mu Zheng? Kenapa kau menyerang anggota sekteku?"


"Hmph, apa yang bisa kukatakan Nona Xia Ling Qing. Anggota sektemu itu sudah menghabisi nyawa salah satu dari orang-orangku,"


!!

__ADS_1


Chu Kai tersentak. Dia menekan dadanya dan teringat dengan kejadian tempo hari, saat di mana dirinya dijebak dan hampir saja tewas terkena reruntuhan bangunan jika tidak diselamatkan oleh Xia Ling Qing.


"Sepertinya ada kesalahpahaman di sini," Xia Ling Qing berujar tanpa nada. "Aku yang menghabisi nyawa anggotamu. Kau melakukan pembalasan dendam pada orang yang salah,"


"Nona Xia..." Chu Kai menatap Xia Ling Qing dan seolah tahu tatapan tersebut---Xia Ling Qing pun menoleh sejenak padanya.


Chu Kai tahu benar bahwa yang menghabisi nyawa anggota Xiao Mu Zheng adalah dirinya. Gadis berpakaian biru muda itu jelas sedang berbohong atau mungkin... Ini adalah cara Xia Ling Qing melindunginya.


Xia Ling Qing mengeluarkan pedangnya dan menatap Xiao Mu Zheng. Dia berkata, "Anggota sektemu yang lebih dulu ingin menyakiti orangku. Jadi bagaimana bisa aku membiarkannya tetap hidup setelah apa yang dia lakukan?"


Xia Ling Qing mendengus, "Sayang sekali aku hanya meninggalkan mayat anggota sektemu di sana. Padahal seharusnya aku menebas kepalanya dan membawakannya untukmu,"


"Xia Ling Qing..!" Xiao Mu Zheng berteriak dan angin kejut tercipta karena tenaga dalamnya. Para pendekar di sekitar mereka terdorong mundur, beberapa sampai menabrak orang lain.


Xia Ling Qing menggunakan pedangnya untuk menahan tekanan dari tenaga dalam pria tua ini. Dia mengayunkan pedangnya dan segera melesat.


"Xia Ling Qing...!" Wei Zhang Zihan tersentak karena Xia Ling Qing begitu berani menantang seorang pendekar seperti Xiao Mu Zheng.


Walau identitas Xia Ling Qing yang merupakan Pendekar Suci, tetapi tetap saja dia terlalu muda. Praktik gadis itu berada di akhir Tingkat Kultivasi Duniawi, sementara Xiao Mu Zheng berada di awal Tingkat Kultivasi Surgawi.


"Nona Xia..!" Chu Kai berseru. Dia hendak berlari ke tempat Xia Ling Qing ketika seseorang meraih lengannya.


"Jangan ke sana. Itu berbahaya..!" Tang Lian mencegah Chu Kai pergi. Dia berkata, "Ayo ke tempat yang aman. Serangan nyasar dari pertarungan mereka bisa mengenai kita."


"Tapi Nona Xia--"


"Kau ke sana pun tidak akan bisa membantu apa pun. Ayo ke sini..!"


!!!


Xia Ling Qing terpental dan menghantam dinding, tepat ketika Chu Kai berbalik. Gadis cantik itu terbatuk, tetapi segera berdiri. Dia menatap tajam ke arah Xiao Mu Zheng dan kembali menyerang.


Xiao Mu Zheng buka suara, "Aku sebenarnya tidak ingin melakukan ini pada seorang gadis muda, tapi sepertinya kau memang perlu diberi pelajaran."


Pada dasarnya kemampuan Xiao Mu Zheng berada di atas Xia Ling Qing dan karena itulah tidak butuh waktu lama sampai dia bisa membalik keadaan. Pria tersebut menyerang dan membuat pedang Xia Ling Qing terpental. Wei Zhang Zihan bergegas menangkis serangan yang hampir mengenai tubuh Xia Ling Qing.


Xiao Mu Zheng mengibaskan tangan, hendak menyerang kembali ketika suara seseorang membuatnya tersentak.


"Tuan Xiao Mu Zheng. Tolong kendalikan amarah anda,"


?!


Wei Zhang Zihan menengadah. Seseorang yang bicara barusan tidak lain adalah pimpinan Kota Chang'An, Duan Lou Wu. Sosok itu berusia 68 Tahun dengan pakaian serba putih.


"Tuan Xiao Mu Zheng, ini adalah tempat pendaftaran awal untuk konferensi. Anda bisa menantang siapa pun, tetapi bukan saatnya. Tolong Tuan bermurah hati," Duan Lou Wu menyatukan tangan dan membungkuk hormat.


"Tuan Duan Lou Wu, maaf jika aku sedikit kelewatan di tempatmu." Xiao Mu Zheng buka suara, namun tatapan matanya mengarah pada Chu Kai dan berkata. "Hanya saja sebuah insiden di kota milikmu ini... Sudah membuat salah satu dari orang-orangku tewas. Entah dia bersalah atau tidak, tetapi aku tidak bisa menerimanya sama sekali."


Xiao Mu Zheng berujar, "Anggotaku itu kubawa ke tempat ini untuk mengikuti konferensi dan seseorang sudah menghabisinya. Walaupun dia bocah nakal dan suka mencari masalah, tidak seharusnya dia tewas seperti itu."


Titik keringat terlihat terbentuk di dahi Xia Ling Qing, gadis itu jelas mengalami luka dalam. Tapi meski demikian, dia masih saja bersikap angkuh dan berkata sambil menatap Xiao Mu Zheng.


"Tetua Xiao Mu Zheng benar," Xia Ling Qing buka suara. "Harusnya anggota sektemu tidak tewas secepat itu. Kematiannya terlalu mudah pada orang yang sudah menyakiti orangku,"


"Kau!"


"Nona Xia," sebuah suara lembut perempuan dari lantai dua terdengar. Meski pelan, tetapi semua orang dapat mendengarnya dengan jelas. Bahkan orang seperti Chu Kai pun bisa merasakan aura yang menekan hanya dengan mendengar suara tersebut.


"Tindakan Tetua Xiao Mu Zheng mungkin saja salah, tetapi yang Nona Xia lakukan tidak sepenuhnya benar. Kota Chang'An memiliki aturan dan itu adalah dengan tidak membunuh sesama pendekar."


Jari lentik seseorang menyingkap pelan tirai di hadapannya. Tang Lian dan Chu Kai melihat seorang gadis dengan rambut merah panjang dan bergelombang. Gadis itu memiliki pakaian berwarna senada dengan rambutnya, namun dengan corak anggrek bulan.


Terdapat lukisan bulan sabit kecil di kening gadis itu. Wajah dan sosoknya sangat dikenali baik oleh Chu Kai, maupun Xia Ling Qing sendiri.


"Kau..." Xia Ling Qing mengepalkan erat kedua tangannya. Amarah terlihat pada wajahnya saat dia tahu siapa sosok yang berdiri sambil tersenyum itu.


"Xue... Xiaowen..." Tang Lian bergumam dan tanpa sadar menelan ludah. Sosok yang dia lihat tidak lain adalah putri Grand Elder Sekte Bulan Mati, gadis yang terkenal sangat kejam sekaligus orang yang sudah memberikan racun dingin pada Xia Ling Qing.


Tang Lian berkeringat dingin, "Ba-bagaimana dia bisa ada di sini? Ga-gawat... Tempat ini bisa dalam bahaya."

__ADS_1


!!!


******


__ADS_2