
"Ayo cepat! Jangan sampai kita tidak dapat bagian!"
Seruan para pendekar nampak memenuhi makam kuno. Mereka berlari, saling berlomba dan menginvasi setiap ruangan. Tidak jarang ada kelompok pendekar yang saling bertarung. Mereka seolah bertingkah seperti pemilik dari makam kuno ini.
"Keluar! Aku yang pertama kali menemukan ruangan ini."
"Sialan. Ruangan ini sudah kosong!"
"Cepat, cepat! Lewat sini..!"
Liu Han Ying yang baru saja melangkah masuk nampak menggeleng pelan menyaksikan para pendekar ini yang sangat terburu-buru. Dia sendiri hanya berjalan tenang dan seseorang mengikutinya dari belakang.
"Mereka antusias sekali," Liu Han Ying menarik napas dan berkata, "Aku hanya berharap tidak ada segel atau jebakan yang mengancam nyawa. Karena percuma saja mengambil harta di tempat ini jika mereka tidak bisa keluar hidup-hidup,"
"Aku akan ke sana,"
Liu Han Ying tersentak saat sosok yang bersamanya tiba-tiba pergi begitu saja. Dia bahkan belum sempat merespon dan orang itu sudah melesat menjauh.
"Hei..!" Liu Han Ying menggeleng pelan, "Sejak kapan dia tidak punya sopan santun seperti ini. Haiih... Sekarang aku harus ke mana?"
Liu Han Ying memperhatikan sekitarnya dan kemudian tersenyum, "Baiklah. Seperti yang diharapkan... Dia sudah banyak berubah. Aku akan ke tempat yang lain,"
Dari suara berat barusan dan siluet yang terlihat, bisa dipastikan bahwa yang datang bersama Liu Han Ying ke tempat ini adalah sesosok laki-laki. Subjek itu memakai pakaian berwarna hitam dengan sebuah pita hijau yang mengikat rambut panjangnya.
Makam kuno ini mempunyai pencahayaan yang baik dengan lampu kristal di beberapa tempat. Lampu itu sebenarnya tidak pernah padam karena menyerap energi spiritual yang ada di sini dan karena hal tersebut, para penjarah makam sama sekali tidak kesulitan melihat jalan.
Suara lesatan dari sosok berpita hijau tersebut terdengar. Setiap langkahnya begitu ringan dan aliran napasnya pun sangat tenang. Dia adalah sosok dengan penampilan maskulin dan tubuh yang kokoh. Fitur wajahnya seolah diukir dengan sangat tajam, jenis keterampilan rapi, dan walau memiliki bekas luka di pipi sebelah kanannya---subjek tersebut tetap terlihat menawan.
Sosok itu tidak hanya bagus dipandang, ia juga mempunyai warna mata hijau alami yang tidak semua orang bisa miliki. Bahkan postur wajahnya yang asing dan berbeda dari kebanyakan orang di seluruh Dataran Tengah membuat sosoknya sulit untuk dilupakan. Subjek tersebut tidak lain adalah Chu Kai.
Setelah melakukan pelatihan tertutup, Chu Kai mengalami banyak perkembangan. Praktiknya kini berada di Tingkat Kultivasi Surgawi Tahap Pembentukan Elemen. Dia datang ke tempat ini selain untuk menjalankan misi dari Tetua Sekte Gunung Wushi, juga untuk memperoleh sumber daya sekaligus menepati janjinya pada Wei Shezi.
"Di depan belok kanan, aku merasakan gelombang kekuatan yang kuat." suara Wei Shezi terdengar. Dia mengarahkan ke sebuah ruangan yang tertutup oleh dinding batu.
__ADS_1
Chu Kai bersiap dengan kepalan tangan. Satu tinjuan pun mendarat dan meledakkan dinding di hadapannya. Pemandangan gundukan spirit stone dan demonic core langsung menyambut kehadirannya.
Wei Shezi banyak memberikan penjelasan tentang spirit stone dan demonic core ini. Kedua benda itu sangat berharga untuk peningkatan praktik kultivasi seseorang dan belum lagi... Harga kedua benda ini sangat mahal. Jadi melihat ada gundukan benda berharga sebanyak ini... Chu Kai tidak bisa untuk tak mematung.
"Wei Shezi, ini..."
"Sudah kubilang kau tidak akan menyesal mengikuti perintahku. Di tempat ini tidak hanya ada spirit stone dan demonic core, tetapi juga roh iblis yang terperangkap dalam bola kristal. Roh iblis ini setidaknya bernilai sepuluh kali lipat lebih tinggi daripada demonic core." suara Wei Shezi terdengar gembira. Bisa terbayang reaksi senangnya karena melihat tumpukan benda berharga ini.
Wei Shezi berkata, "Kau sekarang gunakan teknik yang sudah kuajarkan. Kita akan menjarah semua kemewahan ini~"
Chu Kai menggeleng pelan, dia pun menarik napas dan kemudian membentuk sebuah segel tangan. Angin bercampur energi spiritual bergerak memutar dan menciptakan sebuah gulungan yang terbuka lebar.
Suara seolah kertas gulungan itu ditarik kuat nampak terdengar dan berikutnya merupakan pemandangan di mana setiap benda berharga di tempat ini terhisap ke dalam gulungan tersebut. Hanya dalam waktu singkat, ruangan ini benar-benar menjadi kosong.
Gulungan itu pun kembali tertutup dan lantas menghilang. Teknik yang dipakai oleh Chu Kai barusan adalah sebuah teknik penyimpanan benda-benda berharga. Wei Shezi menyebut teknik ini sebagai 'Gulungan Spasial'.
Dengan gulungan ini, Chu Kai bisa menyimpan banyak barang dan kapasitas gulungannya ini akan semakin besar tergantung dari seberapa tinggi tingkat praktiknya. Teknik ini pun tidak dimiliki oleh sembarangan orang dan mungkin hanya Wei Shezi atau makhluk sejenis roh kuno sepertinya yang tahu teknik tersebut.
"Apa sekarang kekuatanmu sudah pulih?" Chu Kai bertanya saat sedang bergegas ke ruangan yang lain.
Wei Shezi menjawab, "Tentu saja. Kau sangat beruntung karena aku hanya membutuhkan roh iblis untuk memulihkan kekuatanku~"
Kabut seketika terbentuk dan menjadi gumpalan di sekitar Chu Kai. Tidak butuh waktu lama sampai kabut itu berkumpul di satu titik dan memadat. Sosok wanita cantik berpakaian merah terlihat dan membuat Chu Kai menghentikan langkahnya.
Pemuda bermata hijau alami itu sudah lama tidak melihat wajah subjek di hadapannya. Dia memperhatikan sosok yang tersenyum padanya dan kemudian mulai buka suara.
Chu Kai berkata, "Pakaianmu berubah. Kau seperti... Menjadi lebih sopan,"
"Kenapa kau malah membicarakan hal itu?" Wei Shezi mendengus, kabut menyelimuti tangannya dan seketika tercipta sebuah kipas berwarna senada dengan pakaiannya.
Sambil melambaikan kipasnya, Wei Shezi berkata. "Ini penampilanku saat sedang senang, kau harusnya lebih antusias lagi~"
"Aku sudah pernah melihat wujud aslimu, jadi kau ingin berpenampilan secantik dan juga semenarik apa pun--itu tidak akan berpengaruh apa pun padaku."
__ADS_1
"Tsk, bukankah karena kau hanya melihat gadis itu? Siapa namanya?"
"Nona Xia Ling Qing!" Chu Kai tersentak seolah tersadar akan sesuatu, "Aku harus mencari nona Xia Ling Qing sekarang."
?!
Wei Shezi tersentak saat Chu Kai bergegas dan meninggalkannya. Dia menghela napas, "Lihat dia. Jika sudah menyangkut gadis itu, maka aku pun akan langsung dilupakan."
Tubuh Wei Shezi kembali berubah menjadi kabut sebelum akhirnya menghilang. Dia selama ini tinggal di dalam Pedang Pendekar Naga yang ada pada Chu Kai. Dan karena merupakan penjaga pusaka tersebut dalam waktu yang sangat lama, Wei Shezi pun tidak bisa meninggalkan pedang itu. Dia seakan mempunyai keterikatan dengan Pedang Pendekar Naga.
Karenanya meskipun kekuatan Wei Shezi pulih, wanita tersebut sama sekali tidak melakukan pemberontakan apalagi meninggalkan Chu Kai. Di samping itu, dia dan pemuda bermata hijau alami ini sebenarnya sudah membuat sebuah kesepakatan yang besar.
Chu Kai terus bergerak hingga di sebuah tempat yang tak lain adalah aula pusat dari makam kuno ini. Dia mengerutkan kening saat menyaksikan ada banyak orang yang sedang melesatkan energi spiritual mereka.
"Semuanya jangan menyerah!" seorang pendekar berseru. "Kita harus menghancurkan segel ini supaya bisa mengambil harta di dalamnya..!"
"Harta apa yang sedang mereka perebutkan?" Chu Kai tidak bisa melihat dengan jelas karena terlalu banyak orang yang menghalangi pandangannya.
"Sepertinya mereka ingin menghancurkan segel yang menutupi altar itu," Wei Shezi muncul di samping Chu Kai dan melambaikan kipasnya.
Wei Shezi berkata, "Benda di atas altar itu adalah Tujuh Pusaka Bumi. Mereka jelas sangat menginginkannya karena harta karun sebagus itu memberikan banyak kekuatan yang besar."
"Tapi aku sudah punya pedang. Jadi lebih baik membiarkan mereka memilikinya,"
Wei Shezi berkedip. Dia pun menutup kipasnya dan mengetuk kepala Chu Kai sambil berkata, "Kita tidak datang kemari untuk berbagi kebaikan tapi untuk menjarah makam. Pedang pusaka milikmu jika diberi makan pusaka bumi seperti itu, maka kekuatannya akan sangat luar biasa."
"Apa maksudmu memberi makan..." Chu Kai menatap Wei Shezi dan wanita itu nampak tersenyum. Dia melebarkan matanya dan di waktu bersamaan... Senyuman Wei Shezi kian merekah.
"Aku tahu kau sudah mengerti," Wei Shezi melambaikan kipas merahnya dan berkata, "Pedang Pendekar Naga yang ada padamu... Adalah pedang yang bisa menyerap kekuatan dari pusaka lain.
!!!
******
__ADS_1