
Kehadiran anggota Sekte Bulan Mati membuat Xia Ling Qing memegang kuat pedangnya. Dia hendak mengambil satu langkah untuk menerjang Feng Huang Lin ketika tangannya diraih oleh Wei Zhang Zihan.
"Kendalikan dirimu," Wei Zhang Zihan bersuara pelan. "Ada banyak orang yang melihat, mereka juga memiliki dendam pribadi dengan Sekte Bulan Mati, tetapi menunggu waktu yang tepat membalas semuanya."
Xia Ling Qing menatap wajah pria di depannya dan kemudian mendengus. Dia pun lantas memandang dingin pada ketiga anggota Sekte Bulan Mati itu, apalagi pada Feng Huang Lin.
Ingatannya tentang perbuatan wanita itu yang menyerang Kota Lianyi terakhir kali masih begitu jelas. Andai tidak mengingat wajah Sekte Gunung Wushi miliknya, maka sekarang ini dia sudah menyerang habis-habisan ketiga orang itu, bahkan jika harus mati.
"Ah... Ini sungguh keberuntungan~" Feng Huang Lin tersenyum dan berkata, "Aku sudah lama ingin bertemu Tuan Muda Wang Xiao Cheng dari Sekte Tianzhi. Anda terlihat semakin tampan~"
"Hmph," Wang Xiao Cheng berjalan pergi, sama sekali tidak tertarik untuk bicara dengan wanita berbahaya dari Sekte Bulan Mati tersebut.
Feng Huang Lin justru semakin tersenyum lebar. Dia memandang ke sekitaran dan melihat anggota Sekte Menara Rufeng. Dirinya pun berujar, "Langit benar-benar memberikanku berkah. Tuan Muda Shuang Shu Chen dan bahkan Pendekar Suci Wei Zhang Zihan pun ada di sini. Ini pertama kalinya aku melihat Tiga Ketampanan Dinasti Zhou berkumpul dalam satu tempat~"
Ucapan Feng Huang Lin memang tidak salah. Shuang Shu Chen, Wang Xiao Cheng, dan Wei Zhang Zihan mempunyai nama besar mereka sendiri. Ketiganya tidak hanya mempunyai penampilan yang hebat, tetapi juga bakat yang luar biasa. Hanya saja jika dibandingkan dari sumber daya setiap sekte, maka Menara Rufeng-lah yang lebih unggul.
Sekte Menara Rufeng berada di peringkat ketiga di antara 5 Sekte Besar, sementara Sekte Tianzhi berada di peringat terakhir. Ada pun yang menempati posisi keempat adalah Sekte Teratai Suci yang hanya menerima murid perempuan. Lalu untuk peringkat kedua di tempati oleh Sekte Bulan Mati, itulah sebabnya sangat berbahaya bila berurusan dengan perguruan yang satu ini.
Untuk Sekte Gunung Wushi, perguruan ini tidak termasuk dalam 5 Sekte Besar Daratan Tengah walaupun mempunyai 13 Tetua. Penyebabnya adalah sekte ini tidak memiliki sumber daya sebesar perguruan yang lain.
Meski demikian, tidak ada perguruan yang berani meremehkan Sekte Gunung Wushi. Tentu, Sekte Lembah Iblis adalah pengecualian karena perguruan ini memang sangat suka membuat banyak masalah.
"Apa hanya aku atau memang nona Xue Xiaowen dari Sekte Bulan Mati tidak ada di tempat ini?" seorang pendekar bergumam. Dia sudah melihat generasi muda Dinasti Zhou yang luar biasa, namun rasanya masih ada kekurangan.
"Benar, benar. Aku juga tidak melihatnya. Nona Xue Xiaowen dari Sekte Bulan Mati adalah satu dari Empat Keindahan Fana. Dia memiliki pesona yang beracun, tapi juga sulit untuk diabaikan."
"Kau ini, aku justru lebih suka Nona Xiao Ying Hua. Dia mempunyai senyuman yang indah, begitu anggun dan kepribadian yang lembut."
"Apa pun pilihan kalian, aku hanya menyukai Pendekar Suci Xia Ling Qing. Dia adalah kecantikan kedua dari Keindahan Fana. Aliran Tiga Lingkaran Api miliknya bahkan tidak bisa dipatahkan oleh siapa pun,"
"Tunggu. Jika Pendekar Suci Xia Ling Qing adalah yang kedua... Lantas siapa yang pertama?"
"Kau tidak tahu?!"
!!!
Para pendekar yang sedang berbicara itu langsung membeku saat mencium bau harum dan terlihat kelopak bunga persik yang rupanya tercipta dari energi spiritual.
__ADS_1
Hembusan angin yang lembut menarik semua perhatian dan bahkan sentuhan kelopak bunga itu tidak hanya menenangkan, tetapi juga menyembuhkan luka dalam dari beberapa pendekar.
?!
"Ini...."
"Kau bertanya siapa gadis tercantik di generasi muda Dinasti Zhou, bukan? Maka kau kini akan melihatnya. Dialah Dewi Keindahan Dinasti Zhou...!" seorang pendekar buka suara dan di saat yang sama---kelopak bunga berkumpul di satu titik dan membentuk wujud seseorang di udara.
Helaian rambut putih yang lembut bagaikan awan,
Mata berwarna ungu muda dan jernih,
Wajahnya yang tertutupi oleh cadar tidak mampu menyembunyikan kecantikannya yang bahkan mampu mengalahkan ratusan bunga.
"Maaf atas keterlambatannya. Aku perwakilan dari Sekte Seribu Pedang, Ling Xian Shu."
!!!
Suara merdu yang begitu mudah menaklukkan hati setiap pria. Subjek yang telah membuat banyak orang terpesona dan sosok yang tidak akan memberikan perhatian kedua pada orang biasa. Ling Xian Shu adalah gadis yang hidup di dunia berbeda dari siapa pun.
"Pendekar Lian Fang tidak bisa hadir, jadi karena itu aku datang menggantikannya. Kuharap kehadiranku tidak merepotkan kalian," Ling Xian Shu berujar tanpa nada.
"Bagaimana mungkin itu merepotkan," Shuang Shu Chen tersenyum, "Nona Xian Shu terlalu merendahkan diri sendiri. Justru akulah yang merasa terhormat karena bisa bertemu dengan Nona di sini,"
"Anda terlalu berlebihan,"
"Waah... Bahkan pria tampan seperti Tuan Muda Shuang Shu Chen pun menyukainya, aku benar-benar iri~"
"Dia memang sangat cantik, jadi mustahi sosok seperti Pendekar Shuang Shu Chen tidak tertarik."
"Hei..! Jangan hanya melihat wanita cantik saja, cepat hancurkan segelnya!"
"Kami datang tidak untuk melihatmu menggoda Nona Ling Xian Shu. Cepat hancurkan segelnya..!"
!!
Ruan Zhao Sheng tersentak mendengar ada di antara pendekar yang melakukan protes. Dia baru akan bicara ketika sebuah energi spiritual menyebar dan dua pendekar itu langsung terjatuh tanpa peringatan. Kejadian ini jelas membuat suasana menjadi berubah.
__ADS_1
Shuang Shu Chen menatap dingin pria yang sudah berani bicara seperti itu padanya. Dia berkata, "Jika kalian sedang terburu-buru, maka mengapa tidak membuka segel makam kuno ini sendiri? Kami dari 5 Sekte Besar pun tidak perlu ikut ambil bagian."
"Dan satu hal lagi, jaga kesopanan kalian saat bicara denganku." Shuang Shu Chen berujar dingin, "Karena siapa pun yang berani lancang.. Maka akan kuhancurkan tanpa belas kasih."
Energi spiritual yang dikeluarkan oleh Shuang Shu Chen dari Sekte Menara Rufeng tersebut memang tidak main-main. Bahkan kedua pendekar yang menjadi target dari tekanan itu sampai merasakan gemetar di tubuh mereka.
Tang Wu Shang yang merupakan anggota Sekte Bulan Mati nampak mendengus. Dia meledek dua pendekar yang sudah lancang dan sepertinya tidak mengenal dengan baik bagaimana sifat dari sosok Pendekar Shuang Shu Chen ini.
"Tuan Muda Shu Chen, sebaiknya kita mulai sekarang." Shuang Ling Feng buka suara. Dia akhirnya bicara untuk pertama kalinya karena merasa situasi akan semakin tidak terkendali jika Shuang Shu Chen tidak dihentikan sekarang.
"Ayo kita mulai," Xiao Ying Hua dari Sekte Teratai Suci juga merasa bahwa memang ini waktu yang tepat untuk menghancurkan segel pada makam kuno.
"Baiklah, semuanya bersiap." Shuang Shu Chen melayang naik di udara. Wang Xiao Cheng dari Sekte Tianzhi dan Xiao Ying Hua menyusulnya.
Untuk membuka kubah segel pada makam kuno memang membutuhkan gabungan dari kekuatan 5 Sekte Besar. Xia Ling Qing dan Wei Zhang Zihan yang tidak ikut andil di dalamnya hanya melihat bagaimana Shuang Shu Chen dan para pendekar yang lain mengeluarkan energi spiritual mereka.
Satu serangan yang besar itu mampu menciptakan retakan pada kubah segel dan tidak butuh waktu lama sampai terdengar suara kubah segel yang pecah. Para pendekar yang menyaksikannya sampai terpukau.
Ling Xian Shu seolah tidak ingin berlama-lama dengan orang lain sehingga saat kubah segel terbuka, dia pun langsung melesat tanpa mengatakan apa pun. Shuang Shu Chen terlihat berekspresi buruk sebab secara tidak langsung, Ling Xian Shu sudah menolaknya.
Shuang Shu Chen mengepalkan tangan dan kemudian melesat memasuki makam. Sekte Besar yang lain juga ikut, termasuk mereka yang berasal Sekte Bulan Mati.
"Hei..! Kita juga harus cepat bergerak atau mereka akan mengambil semuanya!" seorang pendekar berseru. Dia pun melesat bersama yang lainnya dan memasuki makam kuno.
"Ling Qing'Er," Wei Zhang Zihan buka suara dan membuat Xia Ling Qing mengangguk pelan.
"Aku mengerti. Kita tidak hanya datang untuk Teknik Manifestasi, tetapi juga menghentikan anggota Sekte Bulan Mati dari mengambil pusaka berharga makam itu."
"Mn, ayo pergi." Wei Zhang Zihan dan Xia Ling Qing melesat. Mereka juga masuk ke dalam makam kuno. Ada banyak ruangan yang beberapa di antaranya menyimpan harta berharga dan senjata pusaka.
Saat tidak ada lagi pendekar di luar makam, barulah tampak seseorang menapak di tanah dan seperti telah melakukan perjalanan yang jauh. Pakaian biru muda miliknya terlihat di lambai-lambaikan angin. Subjek tersebut tidak lain adalah Pendekar Suci Liu Han Ying.
"Hmm... Sepertinya kita terlambat," Liu Han Ying tersenyum. Dia berbalik ke belakang dan melihat bayangan seseorang yang berjalan mendekat.
Liu Han Ying berkata, "Aku ingin tahu reaksi mereka saat melihatmu. Kemampuanmu benar-benar berkembang pesat, ayo~"
******
__ADS_1