
"Sebenarnya dari mana datangnya para mayat hidup ini?" seorang pendekar merasa frustrasi. Dia sudah mengerahkan kemampuan terbaik yang dimilikinya dan hampir mencapai batas.
Pendekar itu mengingat bahwa sebelumnya, ia dan beberapa rekannya sedang menjelajah tempat lain setelah mendapatkan beberapa senjata pusaka berkualitas tinggi. Namun di tengah perjalanan, ada pendekar lain yang nampak berlari seolah dikejar oleh sesuatu.
Tidak butuh waktu lama sampai diketahui bahwa para pendekar itu lari karena sudah tidak sanggup melawan mayat-mayat hidup yang bahkan saat tubuhnya terpotong pun---akan langsung tersambung kembali seperti semula.
!!
"Sialan. Bagaimana ini?" seorang pendekar panik di tengah-tengah pertarungannya. Ia berkata, "Para mayat hidup ini tidak hanya cepat, tetapi sulit dikalahkan. Tidak seperti manusia yang jika kepalanya tertebas akan mati, mayat-mayat hidup ini dipenggal seperti apa pun juga tetap saja dapat bergerak dan menyerang kita."
"Informasi yang kudapat bahwa makam kuno ini tidak memiliki jebakan berupa mayat hidup, lalu sebenarnya dari mana mereka muncul?!"
"Inilah mengapa aku tidak mau ikut dalam penjelajahan makam kuno. Kita memang bisa mendapatkan banyak harta berharga, tapi itu tidak akan berguna jika tidak bisa keluar dari tempat ini hidup-hidup."
"Lalu kenapa kau ikut?!"
"Kalian jangan bertengkar! Coba lihat situasi ini. Kita semua akan tewas jika tidak bekerja sama. Ayo cepat..!"
!!
Pertarungan itu masih berlangsung. Wei Zhang Zihan yang berada di tempat kejadian juga ikut mendengarkan ucapan para pendekar yang ada di sekitarnya. Dia memang sebelumnya sudah menggunakan 12 Tebasan Angin, tapi itu belum cukup sebab lawannya benar-benar gesit dalam menghindar.
"Kita akan memancing mereka ke tempat yang luas. Ayo lewat sini..!" seorang pendekar buka suara dan bertindak bagaikan pemimpin. Dia lantas melakukan serangan untuk menarik perhatian para mayat hidup itu dan kemudian mulai melesat.
Para pendekar termasuk Wei Zhang Zihan mengikutinya, namun ada juga di antara pendekar yang menggunakan kesempatan itu untuk melarikan diri sebab tidak mau terlibat dalam hal yang tidak menguntungkan ini.
"Biarkan para pendekar aliran putih itu yang membereskan mayat-mayat hidup yang ada. Kita pergi ke arah sini, ayo!" seorang pendekar yang mengajak beberapa temannya, mereka melewati ruangan yang lain dan saat beberapa mayat hidup hendak menyusul mereka---para pendekar itu dengan cepat memblokir jalan dengan membuat sebuah segel pelindung.
"Hei..! Kenapa kalian lewat sana?! Tsk, sialan."
"Benar-benar licik. Mereka sengaja melakukannya untuk membuat para mayat hidup itu jadi menargetkan kita."
"Tidak perlu pedulikan mereka, belok kiri..!"
"Para mayat hidup itu semakin cepat. Ini gawat..!"
"Aaah....!"
Wei Zhang Zihan langsung menghentikan langkahnya dan berbalik. Dia melesatkan serangan yang mengenai satu mayat hidup saat salah satu pendekar terjatuh. Hampir saja pendekar itu mendapatkan luka yang parah.
"Cepat bangun dan pergi." Wei Zhang Zihan buka suara. Dia memakai teknik serangan 12 Tebasan Angin yang membuat para mayat hidup itu terdorong beberapa meter, bahkan ada yang sampai terjatuh dengan tubuh terpisah.
Pendekar yang ditolong Wei Zhang Zihan langsung pergi. Dan bersamaan dengan itu, dia pun menyaksikan hal yang menakutkan.
__ADS_1
Penampilan mayat-mayat hidup itu memang tidak bisa lagi digambarkan. Beberapa orang yang bersamanya bahkan sampai muntah dan dengan ekspresi wajah yang pucat.
Mereka kini berada salah satu ruangan yang luas, salah satu pendekar bertindak sebagai pemimpin dan kemudian mengarahkan pendekar lainnya. Dia berencana mengalahkan para mayat hidup ini di sini.
Masalahnya, saat pendekar itu menghitung... Hanya ada sekitar 9 orang yang dapat membantu dirinya. Sementara pendekar yang lain dalam keadaan yang terluka hingga tidak mungkin memberikan bantuan yang maksimal.
"Gawat," pendekar tersebut menelan ludah. Dia mendengar suara menakutkan para mayat hidup yang kini semakin mendekat.
"Apa kita... Bisa keluar dari tempat ini hidup-hidup?"
*
*
Di ruangan lain di dalam makam kuno terlihat Wei Shezi yang sedang membantu memapah Xia Ling Qing. Dia memperhatikan gadis cantik berpakaian biru muda ini dan kemudian mulai buka suara, "Bagaimana keadaanmu sekarang?"
"Aku baik-baik saja sekarang,"
"Kau yakin? Wajahmu terlihat masih pucat,"
"Aku sudah tidak apa-apa,"
Wei Shezi tidak bertanya lagi. Dia memang berhasil mengeluarkan racun di dalam tubuh Xia Ling Qing, namun tidak dengan racun dingin gadis ini.
"Sekte Gunung Wushi,"
Wei Shezi sebenarnya sudah tahu, hanya saja dia tidak punya topik lain. Dirinya pun bertanya, "Sekte Gunung Wushi itu... Apa termasuk aliran putih?"
"Mn,"
"Apa aku boleh mengatakan sesuatu?"
"Apa?"
"Aku rasa racun dingin di tubuhmu memiliki hubungan dengan aliran hitam. Bukankah biasanya seperti itu? Perguruan di kedua aliran sering kali terlibat dalam pertengkaran dan yah... Bahkan melakukan tindakan yang dapat dikatakan sangat merugikan orang lain."
Xia Ling Qing menatap sejenak wanita yang ada di dekatnya sebelum tanpa nada berkata. "Racun dingin ini... Adalah ulah dari Sekte Bulan Mati. Mereka merupakan perguruan terkuat dari aliran hitam,"
Wei Shezi tersentak, "Bagaimana kau bisa sampai terlibat dengan mereka? Apalagi jika kau tahu bahwa Sekte Bulan Mati itu adalah yang terkuat dari aliran hitam?"
"Mereka yang suka melibatkan diri lebih dulu dan bahkan mengganggu orang lain. Apa yang bisa kulakukan selain melawan? Apa aku harus diam dan hanya melihat tindakan mereka yang tidak manusiawi?"
Xia Ling Qing penuh kebencian saat berkata, "Aku tidak akan pernah memaafkan apa yang sudah Sekte Bulan Mati lakukan. mereka tidak hanya membuat masalah di tempat tinggalku, tetapi juga pada orang lain. Sekte Bulan Mati adalah musuh yang seharusnya dimusnahkan,"
__ADS_1
"Gadis ini... Dia benar-benar menyimpan dendamnya," Wei Shezi baru akan buka suara ketika lantai yang dipijaknya terasa bergetar.
?!
Xia Ling Qing tersentak dan begitu pula dengan Wei Shezi. Kedua gadis itu langsung menatap lurus ke depan dan tidak butuh waktu lama sampai sebuah ledakan tercipta.
Wei Shezi bergerak cepat dan melindungi Xia Ling Qing dengan menggunakan energi spiritual miliknya. Dia melebarkan mata saat melihat ada seekor tikus dengan ukuran yang sangat besar muncul begitu saja dari dalam tanah.
Binatang itu sama sekali tidak biasa. Ia adalah makhluk dengan kulit tubuh berwarna merah tua dengan mata hijau menyala. Tikus itu mempunyai bulu yang runcing dan ekor yang diselimuti kilatan-kilatan petir.
Xia Ling Qing menarik pedangnya dan hendak melawan saat pergelangan tangannya diraih oleh seseorang. Dia pun menoleh dan tahu bahwa wanita di dekatnya-lah yang sedang menahannya.
"Apa yang kau lakukan?" Xia Ling Qing buka suara.
Wei Shezi berkata, "Kau tidak perlu melakukan apa pun. Biar aku yang menghadapinya,"
Wei Shezi menatap lurus ke depan sebelum akhirnya mendengus. Dia tersenyum dan berkata, "Kebetulan sekali aku memang sedang lapar."
Xia Ling Qing baru akan bertanya saat Wei Shezi melesat dan tanpa peringatan langsung terlibat pertarungan dengan binatang monster itu. Dia memperhatikan gerakan wanita tersebut yang tidak hanya cepat, tetapi juga mematikan.
Hewan yang diserang oleh Wei Shezi adalah sejenis binatang iblis dengan level tinggi. Makhluk ini menggunakan bulu-bulu tajamnya sebagai bentuk perlindungan dan ia menyerang dengan memakai ekor yang panjang.
Petir menyambar, namun Wei Shezi dengan cepat melambaikan kipas miliknya. Tidak hanya mampu menahan serangan dari hewan itu, ia pun juga berhasil memberikan luka yang cukup serius.
Dengan beberapa gerakan kipas lainnya, Wei Shezi membuat hewan itu tidak mempunyai kesempatan melawan dan tewas dengan bagian tubuh yang terpisah-pisah.
Kemampuan Wei Shezi yang hebat itu membuat Xia Ling Qing bahkan tidak bisa mengalihkan perhatiannya. Jika itu adalah kultivator lain, maka pasti akan membutuhkan waktu yang tidak singkat untuk mengalahkan binatang iblis tersebut. Namun Wei Shezi justru melakukannya hanya dengan beberapa gerakan saja.
"Baiklah, ayo pergi." Wei Shezi kembali dan hendak membantu Xia Ling Qing berjalan kembali saat tangannya tiba-tiba ditepis.
"Kau ini.... Sebenarnya siapa?" Xia Ling Qing buka suara. Ucapannya membuat Wei shezi berkedip.
Dengan ekspresi wajah yang serius dan nada suara yang dingin, Xia Ling Qing bertanya. "Bagaimana kau bisa melakukan itu? Siapa sebenarnya.... Kau ini?"
Tidak ada yang salah dari pertanyaan Xia Ling Qing. Dia merasa tidak asing dengan Wei Shezi seolah pernah bertemu wanita ini sebelumnya, tetapi entah di mana.
Jika diperhatikan dengan saksama, wanita ini nampak mempunyai usia yang tidak terlalu jauh berbeda darinya. Mungkin hanya 3 atau 4 Tahun perbedaan, dan karena hal itulah yang membuat Xia Ling Qing tidak menyangka dengan kekuatan yang dimilikinya oleh Wei Shezi.
"Seingatku... Aku tidak mempunyai kenalan dekat yang memiliki kekuatan sebesar milikmu," Xia Ling Qing buka suara. Dia berkata, "Tapi jika aku melihatmu dengan baik.... Kau jelas orang yang tidak asing. Kita... Seperti pernah bertemu di suatu tempat,"
?!
******
__ADS_1