
Gua makam kuno tempat Chu Kai berada memiliki banyak jalan dan bahkan ruangan yang tidak terhitung jumlahnya. Salah satu tempat yang kini dipenuhi oleh suara benturan pedang adalah lokasi di mana Wei Zhang Zihan berada.
Pemuda yang merupakan salah satu Pendekar Suci dari Sekte Gunung Wushi tersebut telihat menghadapi seekor binatang iblis bersama Chen Xiao Yan dan Huang Zhang. Tidak hanya kedua pendekar dari Sekte Giok Putih itu, tetapi ada juga pendekar lain yang membantu mereka.
Makhluk yang mereka hadapi sebenarnya agak aneh untuk disebut sebagai binatang iblis. Subjek itu memiliki bagian tubuh atas yang mirip manusia, namun bagian bawahnya berbentuk batang tanaman dengan akar yang berada kuat di dalam tanah.
Kulit monster itu berwarna hijau, begitu kurus sehingga tulang rusuknya terlihat. Tidak ada rambut di kepalanya, tetapi justru ada semacam bunga besar yang terhubung dengan punggungnya. Bunga itu berwarna merah gelap dengan bagian dalam yang berwarna putih.
Urat-urat tipis kemerahan menghiasi bunga itu dan sama sekali tidak terlihat indah. Wei Zhang Zihan melihat bahwa subjek di hadapannya mempunyai empat tangan dan gigi taring yang mengeluarkan lendir di mulutnya seolah-olah itu adalah air liur yang menetes karena melihat santapan lezat.
Di antara batangnya yang besar, ada bunga lain yang tumbuh dan mengeluarkan bau busuk yang sangat menyengat. Meski tidak beracun, namun bau tersebut tetap saja mengganggu konsentrasi para pendekar di tempat ini.
!!
"Bersiaplah. Dia akan menyerang lagi..!" Chen Xiao Yan berseru dan bersamaan dengan hal tersebut---monster di hadapannya pun kembali melakukan serangan.
Makhluk ini menyerang dengan menggunakan suaranya. Dia akan berteriak nyaring yang akan membuat gelombang suara. Gelombang yang bisa memadat dan dapat meledakkan siapa pun yang menjadi targetnya. Wei Zhang Zihan dan para pendekar di tempat ini benar-benar harus fokus jika tidak ingin berakhir kehilangan nyawa.
"Huang Zhang!" Chen Xiao Yang menyerukan nama temannya saat serangan monster justru mengarah pada Huang Zhang. Beruntung sebab Wei Zhang Zihan sigap dan menahan serangan tersebut dengan ayunan pedangnya.
Wei Zhang Zihan menatap tajam makhluk mengerikan di hadapannya dan kemudian menarik napas. Dia pun melesat dengan Teknik 12 Tebasan Angin. Gerakannya yang cepat dan tajam membuat mata biasa sulit mengikutinya.
!!!
Dua tangan monster itu memajang ketika ia berteriak. Serangan 12 Tebasan Angin dari Wei Zhang Zihan mengenainya, tetapi buruknya adalah tangan monster itu luar biasa keras hingga serangan yang harusnya berdampak parah justru sama sekali tidak berefek apa pun.
Salah satu pendekar menggeram, "Sialan. Kita harus melakukan sesuatu. Jika terus seperti ini, maka kitalah yang akan tewas..!"
"Kelemahannya.... Pasti makhluk ini memiliki kelemahan."
Wei Zhang Zihan mendengarnya. Dia juga sedang memikirkan tentang bagaimana agar makhluk di hadapannya dapat melemah, tapi tetap saja semakin menyerang monster itu... Makin kuat juga serangan balasan yang harus dia hadapi.
"Satukan kekuatan dan serang dia dari berbagai arah," Huang Zhang mengusulkan dan membuat Chen Xiao Yan dan beberapa pendekar di sekitarnya mengangguk setuju.
Wei Zhang Zihan pun demikian dan lantas mulai melesat. Dia kembali menggunakan teknik berpedang terkuatnya, begitu pula dengan para pendekar yang lain. Monster tersebut dengan cepat membungkus tubuhnya ketika serangan datang.
!!!
__ADS_1
Ledakan yang kuat tercipta sampai membuat angin kejut menyebar. Huang Zhang, Chen Xiao Yan dan terlempar akibat angin kejut. Para pendekar yang lainnya juga ikut mengalami hal serupa. Bahkan ada di antara pendekar itu yang sampai menghantam dinding dengan kuat.
Monster itu kembali memperlihatkan wujudnya dan hendak melesatkan serangan dari mulutnya. Dia akan menyerang para pendekar yang belum bersiap ketika tiba-tiba sebuah kilauan cahaya datang dari atas kepalanya.
Tepat saat monster itu menengadah, ayunan pedang yang berselimut angin datang dan langsung menghantam kepala makhluk itu hingga terdengar bunyi bagaikan hantaman petir. Suara yang begitu keras dan bahkan membuat lantai bergetar.
Kibaran jubah biru muda seseorang terlihat dan mata tajam yang merupakan subjek penyerang makhluk itu pun terlihat. Serangan berikutnya datang dan kini menargetkan dada dari monster mengerikan tersebut. Chen Xiao Yan sampai kesulitan berdiri karena getaran pada lantai.
"Pendekar Wei..!" Huang Zhang melebarkan matanya saat menyaksikan bahwa orang yang menyerang monster tersebut adalah Wei Zhang Zihan. Ini berarti sebelumnya, pemuda itu tidak ikut terlempar kala mendapatkan serangan dari monster mengerikan tersebut.
"Akan kualihkan perhatiannya. Kalian incar akarnya," Wei Zhang Zihan buka suara dan kembali melesat. Ucapannya membuat Huang Zhang dan yang lainnya terkejut.
!!
Monster di hadapan mereka memang sangat kuat dan sulit ditumbangkan. Pendekar yang saat menyerang dan membuat kesalahan karena meremehkan makhluk ini sudah lama menjadi potongan daging. Yang tersisa hanya para pendekar yang berusaha untuk bertahan hidup sebisa mungkin.
Chen Xiao Yan menyaksikan bagaimana Wei Zhang Zihan bergerak sangat cepat dan kini menjadi target dari serangan monster tersebut. Dia tahu bahwa pendekar dari Sekte Gunung Wushi itulah yang lebih banyak menyerang selama ini. Dan sudah seharusnya Wei Zhang Zihan sudah kehabisan tenaga, namun yang nampak di hadapannya justru sebaliknya.
Wei Zhang Zihan sama sekali tidak terlihat lelah. Ekspresi pemuda menawan itu bahkan tidak berubah dan sorot matanya benar-benar menandakan bahwa dia baru akan berhenti jika sudah membunuh makhluk menyeramkan ini.
"Usahanya tidak boleh sia-sia. Ayo..!" salah satu pendekar berseru dan mengerahkan seluruh kekuatannya untuk satu serangan yang kuat.
"Selama nyawa kalian masih ada, bahkan jika harus menyeret kaki kalian yang patah... Tidak boleh ada yang menyerah! Kita habisi makhluk itu di sini, sekarang juga..!" pendekar lainnya berseru sebelum melesat dengan kekuatan yang luar biasa.
Monster mengerikan itu mengeluarkan suara teriakan yang dahsyat seolah memberikan perlawanan terkuat yang dimilikinya. Wei Zhang Zihan menggunakan 24 Gelombang Ribut yang membuat ledakan-ledakan kuat setiap kali dirinya mengambil langkah.
Serangan monster itu berbenturan dengan serangan Wei Zhang Zihan dan menciptakan sambaran petir di udara. Keempat tangan monster itu melesat untuk menyerang para pendekar, namun kali ini berhasil ditebas.
Chen Xiao Yan menggunakan teknik terkuat dari Sekte Giok Putih dan mengarahkannya tepat ke bagian akar dari monster tersebut, begitu pula dengan serangan pendekar lainnya. Kerjasama mereka begitu luar biasa dan kini kelemahan monster itu pun mulai terlihat.
"Sekali lagi..!"
Tidak ada yang getar. Monster ini memang mempunyai level yang tinggi dan sudah banyak pendekar yang mati karenanya. Namun bahkan Wei Zhang Zihan sendiri tahu alasan para pendekar itu tewas adalah karena sangat percaya diri pada kemampuan masing-masing sehingga tidak bisa bekerja sama.
Selain itu, para pendekar tersebut yang berasal dari sekte berbeda-beda sehingga saling menunjukkan rivalitas terhadap satu sama lain. Mereka pun meremehkan lawan dan tidak berniat untuk saling membantu, bahkan termasuk membiarkan rekan sendiri tiada.
Tetapi apa yang terjadi sebelumnya berbeda dengan yang sekarang. Para pendekar yang bertarung bersama Wei Zhang Zihan seolah melupakan perbedaaan masing-masing dan kini saling bekerjasama. Hasilnya pun mulai terlihat di mana makhluk yang mereka hadapi kini telah menunjukkan tanda-tanda kesakitan.
__ADS_1
"Akar itu terus tertanam di tanah. Dia tidak bisa pergi kemana pun. Kita punya peluang..! Jangan pernah kendurkan serangan kalian!"
"Baik!"
Tidak peduli siapa yang memimpin, para pendekar itu telah melihat momentum yang berharga. Wei Zhang Zihan sendiri adalah sosok yang tidak banyak bicara, tetapi tindakan yang dia lakukan benar-benar membangkitkan semangat para pendekar yang bersamanya.
!!!
Lesatan serangan terkuat dari para pendekar tersebut mengenai tepat ke tubuh monster yang mereka hadapi. Walau tubuh monster itu keras, namun jika terus terkena serangan yang sama kuatnya berkali-kali... Maka cangkang yang tak dapat tertembus itu pun kini bisa dipecahkan.
Ledakan tercipta dan membuat bagian tubuh monster itu terlempar ke berbagai arah. Angin kejut menguar memenuhi ruangan dan para pendekar berusaha menahan tekanan yang dahsyat tersebut agar tidak terlempar.
Wei Zhang Zihan menapakkan kakinya di lantai. Dia berusaha mengatur napas saat merasa silau dengan sesuatu. Dirinya pun melihat ada sebuah batu ungu yang seolah muncul setelah serangan yang meledakkan monster mengerikan barusan.
"Apa itu...?"
"Mungkinkah... Demonic Core?"
Huang Zhang mengerutkan kening. Objek yang tidak jauh di hadapannya terlihat seperti batu kristal, namun terlalu besar untuk disebut sebagai Demonic Core. Dia baru akan buka suara ketika tersentak saat menyaksikan objek itu mulai retak.
!!
Suasana belum sepenuhnya tenang sebab tiba-tiba saja muncul sesuatu yang aneh. Wei Zhang Zihan tidak tahu harus mengatakan apa. Dia merasa keheranan, namun dari kondisi yang terlihat---bukan hanya dirinya yang merasa demikian.
Chen Xiao Yan baru akan buka suara ketika mendengar sebuah seruan. Seketika itu juga dia dan para pendekar yang lain menoleh. Ada yang mengerikan nama pendekar Wei Zhang Zihan.
"Pendekar Wei...!"
Wei Zhang Zihan tersentak dan segera berbalik. Seseorang berlari ke arahnya dan subjek itu tidak lain adalah Chu Kai. Pemuda itu bahkan tidak sendirian, tetapi membawa dua orang yang tidak sadarkan diri dan dia mengenali keduanya.
"Kai..."
"Pendekar Wei.." Chu Kai mengembuskan napas lega karena akhirnya berhasil menemukan Wei Zhang Zihan. Dirinya baru akan bicara ketika terkejut dengan udara di tempat ini yang berubah begitu cepat.
"Apa yang terjadi dengan mereka?" Wei Zhang Zihan bertanya saat melihat Xia Ling Qing dan Long Yang Wang tidak sadarkan diri. Chu Kai sendiri tidak menjawab dan justru berekspresi begitu serius.
".............." Chu Kai menoleh dan pandangannya tertuju pada batu kristal ungu yang semakin retak tersebut. Dia pun menurunkan Long Yang Wang dan Xia Ling Qing sebelum dengan tiba-tiba merebut pedang Wei Zhang Zihan.
__ADS_1
!!!
******