LAHIRNYA PENDEKAR NAGA

LAHIRNYA PENDEKAR NAGA
75 - Pedang Pendekar Naga


__ADS_3

"Ingatan apa yang kulihat tadi?" Chu Kai merasa sangat tidak nyaman. Dia tidak tahu siapa orang-orang yang terbayang di dalam kepalanya, dia tidak bisa melihat wajah mereka.


Napas Chu Kai menjadi tidak beraturan. Dia menekan dadanya sebelum perhatiannya tertuju pada benda yang lebih cocok disebut sebagai batu yang dibentuk menyerupai pedang.


"Aku merasakan bahwa pusaka itu yang dicari Long Yang Wang, tapi..." Chu Kai mulai menaiki panggung arena tersebut dan kini berada tepat di depan pedang yang menancap sangat kokoh di sebuah batu.


"............" Chu Kai menarik napas. Dia pun mulai mengulurkan tangannya dan menyentuh pedang di hadapannya. Benda ini benar-benar terasa kasar seperti batu di laut.


?!


"Tidak bisa ditarik," Chu Kai berkedip. Dia pun menggunakan tenaga yang lebih kuat, bahkan memakai kedua tangannya---tetapi pedang ini benar-benar tidak bisa ditarik.


!!!


"Ini kan batu. Tapi, ukh!" Chu Kai kembali menarik benda di hadapannya dan yakin bahwa pusaka yang disebut Pedang Pendekar Naga hanyalah batu.


"Astaga..." Chu Kai menggaruk kepalanya yang tidak gatal dan memperhatikan dengan saksama pusaka di hadapannya. Dia berpikir, "Apa tidak sesuatu yang bisa kugunakan?"


Chu Kai berkedip sebelum tanpa peringatan meninju batu yang menjadi tempat menancapnya pusaka di hadapannya. Suara ledakan dan angin kejut tercipta, namun meski dengan kekuatan yang besar---batu di depannya sama sekali tidak rusak apalagi pecah berkeping-keping.


"Tidak bisa dengan kekuatan rupanya, tapi aku yakin memang ini pedangnya." Chu Kai mengusap pipinya dan kemudian menoleh ke arah beberapa pintu ruangan.


Dia menelan ludah, "Aku harus bisa mengeluarkan benda ini sebelum para pendekar itu datang. Long Yang Wang mengatakan bahwa hanya aku yang bisa menarik pedang ini karena memiliki aura naga, tapi kenapa justru tidak bisa?"


"Apa mungkin ada syarat khusus lagi yang harus kupenuhi?" Chu Kai berpikir saat mulai terdengar suara langkah kaki. Ekspresi wajahnya pun berubah.


"Mereka semakin dekat, bagaimana ini.." Chu Kai mengepalkan tangan. Dia pun berdecak dan kemudian melompat turun dari panggung arena.


Dengan cepat Chu Kai melesat ke salah satu lorong ruangan yang tidak memiliki suara langkah kaki. Dia bersembunyi di tempat yang mempunyai penerang lebih redup dan tepat saat dia pergi---beberapa pendekar pun mulai terlihat keluar dari ruangan yang lain.


"Asal ledakan itu berasal dari tempat ini.."


"Lihat di sana!"

__ADS_1


Ada dua orang pendekar berpakaian biru tua yang sudah memasuki ruangan di dalam inti gua ini. Chu Kai dapat melihat kedua orang itu mengarahkan perhatian mereka kepada pedang yang berusaha dia ambil sebelumnya.


Chu Kai masih bersembunyi sebab mendengar suara langkah kaki yang lain. Beberapa pendekar pun mulai terlihat keluar dari ruangan yang berbeda dan ada di antara mereka yang cukup dikenal oleh Chu Kai.


Dua pemuda yang sebelumnya dia lihat adalah Hong Yue dan Han Dong Qing. Kedua orang itu merupakan pendekar dari Menara Shenlan. Chu Kai mengenali mereka bukan karena keahlian bertarung mereka yang bagus, tetapi reputasi mereka yang amat buruk.


"Hmph," Chu Kai masih ingat kejadian sebelum pemilihan pendekar naga di Sekte Gunung Wushi dimulai, Hong Yue dan Han Dong Qing itu pernah datang ke kedai miliknya lalu membuat keributan.


Tidak pernah dia lupakan bagaimana kedua manusia itu menggoda salah satu perempuan yang bekerja di kedainya, termasuk memukul dan membanting Jing Hao. Mereka sudah menyalahgunakan status sebagai pendekar.


"............."


Tidak hanya anggota dari Sekte Shenlan yang dilihat Chu Kai, tetapi juga seorang perempuan bernama Ye Chang Shi. Gadis berpakaian merah muda dan memegang kipas itu berasal dari Sekte Teratai Putih.


"Bahkan Tetua Sheng Zei Wang juga ada di sini..." Chu Kai menggumam, "Apa para pendekar yang mengikuti Konferensi Pendekar Muda di Kota Chang'An datang kemari?"


Chu Kai cukup kaget, tidak disangka bahwa kabar mengenai makam kuno di tempat ini sudah menyebar. Entah ada berapa banyak jumlah mereka semua, tetapi Chu Kai yakin bahwa sudah banyak di antara orang-orang ini yang telah kehilangan nyawanya.


Chu Kai mendengar suara seruan. Dia pun melihat Hong Yue mengambil sebuah pedang perak yang tergeletak begitu saja di tanah. Beberapa pendekar pun juga ikut mengambil pedang yang tidak ikut hancur saat Chu Kai menggunakan teknik pernapasannya tadi.


"Dilihat dari kondisi yang ada... Dan lubang besar yang memotong jalan itu... Sepertinya sudah ada orang yang tiba lebih dulu di tempat ini," Lin Zhaoxi buka suara. Dia merupakan pendekar dari Sekte Long Yu, kedatangannya pun bersama Zhui Ying.


Sheng Zei Wang yang merupakan tetua dari Sekte Menara Rufeng mendengar ucapan Lim Zhaoxi dan memang benar bahwa sebelum mereka ada di tempat ini... Sudah ada orang yang lebih dulu sampai.


Tetua Sheng Zhei Wang berpikir sebelum akhirnya buka suara. Dia berkata, "Orang ini datang dan menghancurkan hampir seluruh senjata di tempat ini. Hanya pusaka di tingkat tinggi yang tidak dia hancurkan, tetapi anehnya... Dia justru tidak mengambil senjata-senjata itu. Apakah... Mungkin saja dia mengincar sesuatu?"


"Aku sependapat dengan Tetua Sheng," Tetua Gu Yiling yang merupakan salah satu tetua dari Sekte Teratai Putih buka suara. Dia pun memberikan isyarat dengan tatapan matanya sebelum kembali bicara.


Tetua Gu Yiling berkata, "Aku rasa orang itu mengincar pusaka yang ada di sana. Tapi sepertinya dia tidak bisa mengambilnya,"


Mata para pendekar tertuju pada Tetua Gu Yiling sebelum mengikuti arah pandangan pria yang terlihat berusia 42 Tahun itu. Mereka melihat batu berbentuk pedang yang menancap kuat dan tidak sedikit di antara para pendekar itu yang menyebutnya sebagai nisan.


"Dan sepertinya..." Tetua Gu Yiling tersenyum, "Orang itu masih di sini dan sedang mengawasi kita."

__ADS_1


!!!


Ucapan Tetua Gu Yiling membuat tidak hanya Tetua Sheng Zhei Wang dan para pendekar yang ada di sekitarnya kaget, tetapi juga mengejutkan untuk Chu Kai. Pemuda dengan mata hijau alami itu bahkan tanpa sadar menahan napas.


"Mengawasi?" Tetua Sheng Zhei Wang mengedarkan pandangan dan membuat Chu Kai yang sedang bersembunyi menjadi tegang.


"Bagaimana ini... Gawat jika sampai aku ketahuan," Chu Kai menelan ludah dan tiba-tiba tersentak. Dia mendengar suara yang sama sekali berbeda dari milik manusia. Ini... Adalah suara decitan hewan kecil.


"Wah, wah~ sepertinya aku terlambat untuk menyambut para pendekar di tempat ini,"


Suara manis itu adalah milik seorang gadis. Dia berjalan keluar dari salah satu ruangan sambil tersenyum dan memain-mainkan sedikit rambut merah bergelombangnya.


Suara lonceng kecil ketika gadis cantik itu berjalan telah membuktikan identitasnya. Dia tidak lain adalah Xue Xiao Wen dari Sekte Bulan Mati. Kehadirannya membuat para pendekar yang ada menjadi waspada.


"Xue Xiao Wen..!?"


"Sebelumnya, anggota Sekte Bulan Mati banyak mengganggu dan bahkan merebut pusaka yang kita dapatkan. Sekarang wanita ini datang dengan tujuan yang jelas tidak mungkin baik untuk kita,"


"Kenapa kalian begitu tegang?" Xue Xiao Wen tersenyum. Dia memperhatikan setiap wajah pendekar di sekitarnya dan berkata, "Makam kuno ini bukan miliki siapa pun. Jadi apa tidak bisa bila anggota sekteku ikut bergabung dengan kalian?"


"Xue Xiao Wen..!" seorang pendekar berseru. Dia menunjuk Xue Xiao Wen dengan memakai pedang di tangannya. Pendekar itu berkata, "Aku berani mengatakan ini. Sektemu... Jauh lebih buruk daripada sekte aliran hitam yang lain. Kalian... Orang-orang seperti kalian suka menindas dan merebut milik orang lain."


"Itu benar. Aku sendiri melihat dengan mata kepala sendiri bagaimana setiap anggota sektemu menyerang para pendekar yang ada, merebut pusaka yang mereka dapatkan, dan bahkan dengan sengaja menarik perhatian binatang iblis lalu menjadikan kami umpan. Benar-benar tidak beradab!"


"Tuan Muda Wei Tian Yu dari Sekte Baishan, aku sama sekali tidak mengetahui tentang apa yang dilakukan anggota sekteku. Tapi jika itu sangat melukai hatiku, aku benar-benar minta maaf." Xue Xiao Wen tersenyum ramah dan berkata, "Hanya mereka yang tidak memiliki kemampuan yang banyak menghina orang lain. Jadi-"


"Kau..!"


"Benar-benar... Lebih baik kuserang saja kalian!"


?!


******

__ADS_1


__ADS_2