
Bila diibaratkan Tingkat Kultivasi Duniawi adalah langkah dasar membentuk fondasi, maka Tingkat Kultivasi Surgawi merupakan tahapan penyempurnaan. Dari sinilah kultivasi seorang kultivator dimulai.
Chu Kai mengembuskan napas, rasa sakit yang sebelumnya ada kini berangsur-angsur mulai menghilang. Dia merasakan ada sesuatu di dalam dirinya yang berubah, seolah tubuhnya seperti telah dibentuk ulang.
"Apa... Sebenarnya perasaan ini...?" Chu Kai membatin sambil memperhatikan kedua telapak tangannya. Ada angin tipis di sekitar jari-jarinya dan dia dapat melihat warna biru setipis sutra yang menyentuh ujung jarinya.
"Aku akan memujimu untuk pencapaian pertamamu ini," suara Wei Shezi terdengar. Dia pun kembali berkata, "Kau sekarang bisa beristirahat atau membersihkan dirimu. Kita akan melanjutkan pelatihannya esok hari."
Helaan napas Wei Shezi terdengar saat ia berkata, "Aku sebenarnya ingin agar kau langsung saja berlatih tahap selanjutnya. Tetapi terburu-buru melakukan sesuatu bukanlah hal baik, jadi aku memberimu waktu untuk istirahat."
Suara Wei Shezi semakin lama makin pelan, seolah-olah wanita tersebut sudah menahan kantuknya. Chu Kai mendengus pelan dan berpikir bahwa alasan memberinya waktu untuk istirahat hanyalah agar Wei Shezi bisa tidur.
Chu Kai tidak melakukan protes apa pun sebab bila diingat baik-baik, roh ular kalajengking itu sudah memberikan banyak bantuan padanya selama ini. Apalagi terakhir kali yang dia ingat, Wei Shezi mengatakan bahwa kekuatannya sudah terkuras banyak.
"Apa kau baik-baik saja?" Chu Kai buka suara. Dia bertanya, namun tidak terlalu berharap akan menerima jawaban.
"........... Mn, aku hanya akan tidur."
"Kau... apa tidak bisa muncul di hadapanku?"
"Aku kehabisan banyak energi, tidak dapat memperlihatkan diri. Kau jangan bicara padaku lagi,"
"Tapi... Yang kau bilang waktu itu. Ro-roh iblis?"
"Roh iblis adalah sumber kekuatanku. Kau akan mendapatkannya nanti saat menjelajah makam kuno, jadi tidak ada lagi percakapan."
!!
Chu Kai tersentak, dia memanggil Wei Shezi beberapa kali dan tidak ada jawaban. Dirinya pun menarik napas dan lantas menggeleng pelan. Pandangannya kini mulai terarah pada kolam yang ada di ruangannya sekarang.
Chu Kai memutuskan untuk menghilangkan dahaga terlebih dahulu dan menimbang apakah akan membuka pakaian lalu masuk ke dalam kolam atau menggunakan sesuatu untuk membilas tubuhnya.
Tidak ada alat mandi di tempat ini dan itu membuat Chu Kai menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Dia pun menurunkan tangannya untuk mengambil sedikit air kolam saat sesuatu terjadi.
?!
__ADS_1
Karena mempunyai kemampuan melihat warna Qi, Chu Kai bisa merasakan bahwa air di dalam kolam ini bukanlah air biasa. Dia mengerutkan kening dan kemudian mencoba membuktikan kecurigaannya.
Chu Kai melepaskan pakaiannya dan kemudian masuk ke dalam kolam. Air ini terasa segar dan benar saja, ada banyak energi spiritual yang berada di kolam ini dan itu menyentuh kulitnya, membuatnya semakin rileks.
"Apa mungkin..." Chu Kai berkedip. Dia pun mulai memperbaiki posisinya dan kemudian memejamkan mata.
Pemuda yang memiliki banyak bekas luka di punggungnya tersebut mempraktekkan pelajaran yang selama ini diajarkan oleh Wei Shezi. Dia mencoba merasakan Qi di sekitarnya dan perlahan menyerapnya masuk ke dalam tubuh untuk kemudian dikontrol. Bahkan sedikit demi sedikit, Chu Kai mencoba mengumpulkan Qi tersebut ke dalam Dantian miliknya.
*
*
Di bagian lain gua, Xia Ling Qing sendiri mulai mencapai Tingkat Kultivasi Surgawi tahap penyulingan tubuh. Dia menggunakan energi spiritual yang diserapnya untuk memperkuat otot, tulang, dan sumsum. Tingkatan ini sudah termasuk tinggi dan menjadi bukti bahwa ia mempunyai kelebihan.
Xia Ling Qing sebenarnya terlahir dengan Dantian Phoenix Api, namun praktiknya belum sampai pada tahapan pembentukan elemen atau akar spiritual. Ini dapat dikatakan bahwa dia kuat, tetapi kemampuan sesungguhnya dari Dantian Phoenix Api miliknya belum terlihat.
Perkembangan untuk sampai di titik tersebut sebenarnya hanya membutuhkan satu langkah lagi. Jika Xia Ling Qing berhasil melakukan peningkatan di tahap penyulingan tubuh, maka dia akan bisa memasuki tahapan pembentukan elemen. Hanya saja, untuk kultivator seusia Xia Ling Qing---tindakan ini masih terlalu berisiko.
Putri dari Tetua Besar Sekte Gunung Wushi itu tahu batasan dari kemampuannya sendiri. Apalagi Xia Ling Qing tahu dengan jelas bahwa dia akan sulit melakukan perkembangan bila di tubuhnya masih ada racun dingin.
Xia Ling Qing tahu benar bahwa penawar racun ini hanya dimiliki oleh Sekte Bulan Mati. Namun meskipun harus tewas secara mengenaskan, ia tidak akan pernah memohon pada sekte yang sudah banyak membuat kerusakan, bahkan jika sekte itu adalah pilihan terakhir satu-satunya.
Di saat Xia Ling Qing masih berlatih, seorang pemuda terlihat sedang berjalan-jalan di setiap lorong ruangan ini. Subjek laki-laki itu tidak lain adalah Chu Kai, pria tersebut baru saja selesai membersihkan dirinya.
Chu Kai penasaran dengan gua ini. Tidak banyak lorong yang dilihatnya, namun setiap lorong yang ada merupakan sebuah ruangan yang seolah diperuntukkan bagi para murid Sekte Gunung Wushi untuk berlatih.
Chu Kai masuk lebih dalam hingga tiba pada sebuah ruangan yang lebih luas dari semua ruangan yang pernah dilihatnya. Di dalam ruangan itu terdapat kolam air terjun dan ada bekas sayatan pedang pada lantai serta dinding gua.
"Seseorang... Kemungkinan pernah berlatih pedang di tempat ini," Chu Kai bergumam saat tangannya mulai terulur menyentuh dinding yang memiliki banyak bekas sayatan tersebut.
Chu Kai merasakan bahwa kedalaman bekas setiap pedang berbeda-beda. Itu menimbulkan kecurigaan bahwa seseorang yang berlatih pedang di tempat ini tidak hanya satu orang dan entah bagaimana bersamaan dengan hal itu... Dirinya pun kembali mendengar suara Wei Shezi.
"Kau menemukan sebuah teknik berpedang,"
!!
__ADS_1
"Kau tidak tidur?" Chu Kai bertanya. Dia cukup tersentak karena Wei Shezi bicara begitu tiba-tiba.
"Aku istirahat sebentar dan rasanya agak menjengkelkan sebab kau sepertinya tidak tahu apa pun tentang bekas di dinding itu,"
"Itu karena yang kulihat hanyalah sayatan serampangan seolah seseorang sedang melampiaskan amarahnya dengan benda mati,"
"Ya ampun, kau payah sekali." Wei Shezi menghela napas, dia berkata. "Apa yang kau lihat sekarang ini adalah sebuah teknik berpedang. Kedalaman yang berbeda-beda menjelaskan bahwa itu dilakukan secara berulang-ulang,"
Wei Shezi melanjutkan, "Gunakan Qi milikmu dan alirkan sedikit ke dinding itu."
"Seperti ini?" Chu Kai sudah tahu caranya mengontrol Qi sehingga dia bisa dengan mudah mengalirkan Qi ke telapak tangannya dan cukup muda mengeluarkannya.
Qi berwarna biru itu menyebar ke dinding dengan tekanan yang besar dan membuat Chu Kai kaget. Pemuda bermata hijau itu pun lantas menarik tangannya kembali karena merasa bahwa dia sudah melakukan kesalahan.
"A-aku hanya mengalirkannya sedikit. Kenapa jadi seperti ini?!" Chu Kai syok menyaksikan bekas sayatan di dinding tersebut mulai bersinar kebiruan seolah terisi Qi. Kini sayatan dengan ketebalan yang sama menjadi jelas dalam penglihatannya.
"Teknik berpedang ini..." Chu Kai menarik napas. Dia baru akan buka suara ketika mendengar Wei Shezi mendengus.
"Kurasa kau memikirkannya. Tentu saja. Kau dapat mempelajarinya,"
"Be-benarkah? Tapi bagaimana caranya?" Chu Kai memperhatikan dengan saksama dan masih belum mengerti di mana dia harus memulai dan gerakan apa yang dapat menciptakan bekas sayatan semacam itu.
"Akan kuperlihatkan simulasinya," Wei Shezi berkata. "Alirkan Qi di telapak tanganmu dan keluarkan. Akan kupinjam energi spiritualmu sebentar,"
Chu Kai melakukan apa yang diperintahkan dan dia melebarkan mata saat melihat Qi berwarna biru berkumpul tidak jauh di hadapannya. Energi itu membentuk sebuah tubuh layaknya manusia dan mulai melakukan gerakan berpedang.
"Wei Shezi, ba-bagaimana kau bisa melakukan ini?!" Chu Kai tidak tahu harus berkata apa selain rasa syok yang dilihatnya.
"Ada banyak hal yang dapat kuperbuat, tetapi tentunya tidak akan kuperlihatkan semuanya padamu. Kau mungkin akan mati karena terkejut," Wei Shezi berkata, "Sekarang kau berlatih dengan melihat teknik subjek di hadapanmu."
Chu Kai memperhatikan sosok ciptaan Wei Shezi yang berbentuk manusia, namun dengan warna biru disertai pedang yang berwarna serupa dan tidak dapat bicara. Sosok itu hanya bergerak, mempraktekkan teknik berpedang yang ada di pada dinding gua.
Chu Kai juga mengeluarkan pedangnya, itu adalah Pedang Pendekar Naga dan awalnya ia kesulitan untuk mengikuti subjek di depannya ini. chu Kai berulang kali salah hingga perlahan mulai menghafal setiap gerakan dari teknik berpedang tersebut walau memang butuh waktu yang lumayan lama.
Chu Kai terus berlatih dan tanpa mengetahui bahwa teknik berpedang yang dipelajarinya adalah Sembilan Gerakan Mematikan. Teknik ini dianggap sebagai teknik terlarang karena terlalu berbahaya. Bahkan di masa lalu teknik ini mampu membunuh ratusan nyawa dan merupakan sejarah kelam dari Sekte Gunung Wushi.
__ADS_1
******