
Serangan Long Yang Wang dan Xia Ling Qing menciptakan ledakan yang besar. Chu Kai sampai menggunakan lengan kanannya untuk menahan kekuatan angin yang merupakan efek serangan kedua orang tersebut.
Selendang-selendang merah masih nampak bergerak sebelum akhirnya melesat dengan cepat. Long Yang Wang dan Xia Ling Qing yang menyadari hal itu pun dengan spontan melompat menghindar.
!!
Selendang itu berkumpul di satu titik dan mulai saling menggulung. Long Yang Wang kembali melemparkan api rubahnya dan langsung membakar gulungan selendang tersebut. Hanya saja api miliknya dengan cepat memadam dan ini membuat Long Yang Wang terkejut.
Xia Ling Qing dan Chu Kai melihat sebuah kaki di balik gulungan selendang itu. Perlahan tubuh seseorang mulai nampak, membawa aura yang menekan bahkan membuat Xia Ling Qing tanpa sadar menahan napasnya.
Sosok di hadapan Chu Kai sekarang adalah seorang wanita dengan pakaian berwarna merah menyala. Subjek tersebut mempunyai kulit yang putih pucat dengan mata merah menyala.
Rambut wanita ini terlihat sangat hitam dan dia di kelilingi oleh selendang daging yang bergerak. Chu Kai menahan napas ketika menyaksikan wanita di hadapannya tersenyum dengan gigi yang memiliki taring, bahkan tidak ada yang terlihat cantik dengan kuku panjang milik subjek tersebut.
Xia Ling Qing memegang kuat pedangnya dan saat menyaksikan wanita di hadapannya memiringkan kepala---dia pun langsung menyerang. Chu Kai berseru, namun sudah terlambat. Xia Ling Qing telah mengeluarkan teknik Aliran Tiga Lingkaran Api miliknya.
Serangan terkuat itu belum pernah ada yang bisa mematahkannya sampai sekarang. Hanya Xia Ling Qing tidak bisa selalu mengeluarkan teknik tersebut sebab membutuhkan jeda dan kebanyakan pertarungannya berlangsung cepat. Padahal dia memerlukan persiapan untuk melesatkan satu serangan tekniknya.
!!
Teknik Aliran Tiga Lingkaran Api benar-benar berhasil mengenai lawan, tetapi hal yang sangat mengejutkan adalah fakta bahwa hanya dengan satu lambaian tangan---serangan dari Xia Ling Qing berhasil ditahan.
"Tidak mungkin...."
"Nona Xia..!" Chu Kai berseru ketika dua selendang melesat hendak menyerang Xia Ling Qing. Beruntung gadis cantik itu bergerak cepat dan segera menangkisnya.
Dengusan seseorang membuat Chu Kai menoleh. Sosok wanita berpakaian merah itu mulai berjalan dan terlihat mengulurkan tangan untuk menyentuh bagian bawah matanya. Dia menatap Xia Ling Qing sebelum mulai buka suara.
".......... Aku sangat suka ini. Sebelumnya begitu jarang manusia datang kemari. Beruntungnya~ sangat beruntung. Sekali banyak orang yang datang, salah satu di antara mereka adalah yang paling ingin kumakan."
Xia Ling Qing merasakan aura membunuh yang kuat. Dia memegang kuat pedangnya namun kaget ketika serangan yang dilesatkan oleh wanita di hadapannya justru mengarah ke tempat Chu Kai berada.
!!
Xia Ling Qing terkejut, dia bahkan tidak sempat berseru untuk memperingatkan Chu Kai. Serangan tersebut sangat kuat, mirip seperti serangan yang telah membunuh banyak kultivator selama ini. Mustahil Chu Kai bisa menghindar atau justru menahannya, apalagi sebelumnya Xia Ling Qing melihat dengan jelas bahwa Chu Kai tidak bersiap untuk sebuah serangan kejutan.
"Kai..!"
Dalam ledakan yang dilihat oleh Xia Ling Qing, kobaran api juga nampak meninggi. Suhu udara di ruangan ini pun berubah. Xia Ling Qing kembali memanggil Chu Kai, namun kobaran api itu terus menyala membakar tubuh pemuda tersebut.
"Kai-" Xia Ling Qing bergegas melesat, namun sebuah selendang datang dan menghadang jalannya. Dia menatap tajam wanita siluman itu ketika sebuah cahaya melintas di dekatnya.
!!!
Tiga selendang menghalangi serangan itu, tapi cakar kuat dari sosok penyerang tersebut tetap mampu merobek benda di hadapannya. Xia Ling Qing menyaksikan lambaian jubah hitam dari seorang remaja laki-laki bertudung yang sudah berani menyerang wanita siluman itu.
__ADS_1
"Kau sepertinya lupa dengan kehadiranku," Long Yang Wang mengepalkan tangannya dan bersamaan dengan itu---api yang membakar tubuh Chu Kai perlahan menghilang. Dialah sosok yang sudah melindungi pemuda itu dari serangan musuh.
"Hmph, hanya binatang iblis biasa. Huan Shui ini akan segera melenyapkanmu..!" wanita bermata merah tersebut merentangkan tangan dan belasan kain merahnya kembali melesat.
Long Yang Wang menggunakan serangan cakar miliknya untuk merobek kain daging yang mendekat. Darah terciprat dari setiap serangan yang diberikannya. Di sisi lain, Chu Kai ikut mengayunkan pedang dan menahan serangan selendang lainnya.
Xia Ling Qing pun tidak tinggal diam. Dirinya kembali menggunakan Teknik Aliran Tiga Lingkaran Api yang dengan cepat menargetkan wanita bernama Huan Shui tersebut.
Long Yang Wang tanpa menoleh ke arah Chu Kai, dirinya pun berkata. "Kau lindungilah aku."
?!
Chu Kai berbalik dan menyaksikan bagaimana tubuh Long Yang Wang diselimuti api putih keperakan. Dalam waktu sekejap, subjek itu berubah menjadi seekor rubah berukuran cukup besar. Xia Ling Qing terlihat melebarkan mata karena perubahan tiba-tiba dari sosok remaja di hadapannya.
Huan Shui mendengus, "Dengan kau mengubah ukuran tubuhmu menjadi besar... Justru itu akan membuatmu lebih mudah diserang."
Huan Shui melambaikan tangannya dan selendang yang berada di langit-langit tempat ini melesat untuk menyerang Long Yang Wang. Xia Ling Qing menarik napas dan kemudian bergegas menebas kain bertekstur layaknya daging tersebut.
Chu Kai sendiri menggunakan serangan tusukan ringan yang melesat dengan sangat kuat, tepat ke arah Huan Shui. Tindakannya yang tanpa bisa diprediksi tersebut terlihat mengejutkan lawan. Hanya saja seolah memiliki pikiran sendiri, kain Huan Shui bergerak menjadi pelindung.
Rubah perak yang merupakan wujud Long Yang Wang ikut menyerang dengan cara menyemburkan api dari mulutnya. Berikutnya adalah serangan dari Xia Ling Qing. Mereka seolah tidak membiarkan lawan mengambil tindakan untuk menyerang.
Serangan ketiganya sangat cepat dan saling bersahutan satu sama lain. Ini bukan tanpa alasan. Baik Chu Kai, Long Yang Wang, dan Xia Ling Qing menyadari bahwa lawan mereka sangatlah kuat. Ketiganya merasa bahwa mereka tidak boleh memberikan jeda. Satu saja kesalahan, maka merekalah yang akan kalah.
Chu Kai mendengarnya dan berseru, "Dia mulai melemah."
Xia Ling Qing dan Long Yang Wang semakin mempercepat serangan mereka setelah Chu Kai bicara demikian. Keduanya mulai bisa merasakan lawan hanya dapat bertahan tanpa bisa melakukan serangan balasan.
Di saat Long Yang Wang hendak melesatkan api rubahnya---sebuah serangan mendadak datang dari arah yang tidak terduga. Chu Kai yang kala itu memfokuskan diri pada indra pendengarannya langsung berbalik dan kemudian melindungi Long Yang Wang.
!!!
Serangan Chu Kai yang tiba-tiba berubah arah membuka sedikit celah dan ini dimanfaatkan dengan cepat oleh lawan. Xia Ling Qing dan Long Yang Wang terlempar sangat kuat hingga membentur dinding. Xia Ling Qing sampai memuntahkan darah dan rubah perak yang besar itu kembali ke wujud manusianya.
"Nona Xia..!" Chu Kai terkejut. Keputusannya telah membuat kedua orang yang dikenalnya tersebut terluka. Hanya saja, keadaan seolah tidak membiarkannya mengkhawatirkan Xia Ling Qing dan Long Yang Wang terlalu lama. Dia kini harus berhadapan dengan sosok yang seharusnya sudah dikalahkan sebelum dirinya ke tempat ini.
!!
Chu Kai tidak salah lihat. Seseorang yang kini berjalan mendekat tidak lain adalah Wei Shezi, ular kalajengking yang sebelumnya dia temui.
"Gawat. Serangan Tanpa Aliran dari Teknik Pernapasan Naga benar-benar tidak mempan padanya. Padahal sebelumnya... Tidak ada yang bisa bertahan dari serangan itu. Bagaimana ini..." Chu Kai berusaha memikirkan cara untuk dapat mengatasi situasinya. Satu tindakan ceroboh saja, maka tidak hanya dia yang akan tamat---Long Yang Wang dan Xia Ling Qing pun akan ikut tiada.
"Huan Shui, kau terlihat sangat menyedihkan." Wei Shezi yang sekarang ini dalam wujud manusia nampak menyeringai menyaksikan sosok dari Huan Shui yang terluka parah.
"Tsk, tidak seharusnya kau ada di sini."
__ADS_1
!!
Chu Kai terkejut. Dia memperhatikan Huan Shui dan Wei Shezi secara bergantian dan bisa tahu bahwa kedua subjek tersebut bukanlah kawan. Mereka bahkan saling menyindir satu sama lain.
"Hmph, aku juga tidak ingin berada di tempatmu. Tapi..." Wei Shezi tiba-tiba menghilang dan muncul tepat di depan Chu Kai hingga membuat pemuda itu membeku.
Tangan kanan Wei Shezi menyentuh dada Chu Kai dan seolah memeluk pemuda tersebut. Dia tersenyum ke arah Huan Shui dan kembali berkata, "Pria ini... Dia adalah milikku."
"Kau sudah membuat kesalahan dengan melepaskannya. Dia sekarang adalah milikku," Huan Shui mendapatkan kembali kekuatannya dan lambaian kain merah mulai bergerak, bahkan sampai mengubah bentuk menjadi besar.
Dengan suara yang setengah berbisik, Wei Shezi berkata. "Aku melepaskanmu kali ini. Bawa temanmu pergi dan hancurkan kristal ungu yang kau lihat di jalan. Itu akan membuat sinar matahari masuk dan membakar roh yang bersemayam di tempat ini. Pergilah,"
!!!
Chu Kai melebarkan mata. Dia bahkan belum sempat bereaksi dan Wei Shezi melesat untuk menyerang Huan Shui. Bahkan ketika salah satu selendang daging hendak menyerang Long Yang Wang, Wei Shezi langsung menghalanginya.
!!
Chu Kai tidak bisa memahami apa yang terjadi, tetapi Xia Ling Qing yang terbatuk darah membuat dirinya tidak punya pilihan. Pemuda itu bergegas dan menggendong Xia Ling Qing. Dia pun berusaha untuk membawa Long Yang. Chu Kai merangkul kedua orang ini dan segera keluar dari ruangan.
"Apa itu tadi? Dia benar-benar melepaskan kami." Chu Kai terus bergerak dan masih bisa mendengar suara keras karena pertarungan dua makhluk yang sama-sama mengincar nyawanya.
"Tunggu. Apa mungkin sebelumnya... Wanita itu hendak menyerang Huan Shui? Tapi akulah yang justru menganggap bahwa dia ingin membunuh Long Yang Wang. Ini..."
"Jangan percaya padanya..."
Chu Kai terkejut. Suara setengah serak dari Xia Ling Qing membuatnya menghentikan langkah. Chu Kai perlahan menurunkan gadis ini dan lantas buka suara.
"Kau baik-baik saja?"
"Sama sekali tidak," Xia Ling Qing sulit untuk menopang tubuhnya. Dia hendak dibaringkan tetapi menolak karena tempat ini masih belum aman.
"Dia... Adalah roh jahat... Dan roh jahat tidak suka berbagi." Xia Ling Qing berusaha menerangkan. Dia berkata, "Jika kau... Mengikuti yang dia inginkan... Itu mungkin akan menyelamatkan kita dari roh jahat lainnya. Tapi pada akhirnya.... Dia akan menjadi lawan terakhir dan sulit dikalahkan."
"Jangan... Jangan pernah percaya padanya," Xia Ling Qing kehilangan kesadarannya dan membuat Chu Kai panik.
"Bagaimana ini? Nona Xia? Wang Yang? Ga-gawat," Chu Kai memperbaiki posisinya dalam membawa kedua temannya. Dia menggendong mereka masing-masing di bahu walau akan terasa tidak nyaman untuk dua subjek ini. Chu Kai tidak punya pilihan, apalagi harus meninggalkan salah satu di antara keduanya.
"Tempat yang aman... Aku harus membawa mereka ke tempat yang aman." Chu Kai menarik napas dan kemudian bergerak.
Dia tidak sadar sedang mengarah ke tempat di mana banyak ruangan di hadapannya dan para pendekar yang terlihat mulai memperebutkan harta dalam makam kuno itu. Sebagian bahkan kini mulai saling membunuh dan di antara orang-orang itu... Ada roh jahat yang sedang menyamar untuk memperoleh makanannya sendiri.
Masalahnya. Semakin dalam Chu Kai bergerak, maka hawa keberadaannya kian terasa oleh para roh dan binatang iblis yang menjadi penghuni gua makam kuno ini. Mereka mengincar Chu Kai yang merupakan satu-satunya pemilik dari aura naga.
*****
__ADS_1