LAHIRNYA PENDEKAR NAGA

LAHIRNYA PENDEKAR NAGA
63 - Awal Dari Badai


__ADS_3

Di dasar Tebing Juéwàng, dalam sebuah gua yang menjadi objek makam kuno---terlihat Wang Xiao Cheng yang sedang bertarung dengan binatang iblis berwujud laba-laba kabut.


Binatang iblis tersebut memiliki ukuran yang cukup besar dengan tubuh berwarna putih disertai pola melingkar di kedelapan kakinya. Laba-laba kabut itu mempunyai mata yang berwarna hijau dan menyerang dengan menyemburkan cairan asam berwarna hitam.


Wang Xiao Cheng terlihat cukup mudah untuk menghindari setiap semburan asam dari binatang iblis ini, tetapi memang dia agak kesulitan membunuh laba-laba tersebut sebab monster ini mampu menyembunyikan tubuhnya di antara kabut tebal yang ada.


Wang Xiao Cheng sudah lama menjelajah gua yang memiliki banyak lorong ini. Dia berada di bagian yang paling dalam dan bahkan sudah menemukan beberapa ruangan yang mempunyai harta berharga.


Dia hanya tidak menyentuh satu pun kepingan emas yang dilihatnya sebab tujuannya adalah Pedang Pendekar Naga dan tempat dari pusaka itu berada di pusat dari gua makam kuno ini.


!!


Semburan asam hitam dari laba-laba kabut kembali datang. Wang Xiao Cheng mengalirkan energi spiritual pada bilah pedangnya dan melesat dengan menggunakan sebuah teknik berpedang.


Kilau Tusukan Angin merupakan teknik yang sering dipakai oleh Wang Xiao Cheng. Dalam satu serangan, akan muncul lima lintasan angin dengan kekuatan besar yang mengarah langsung ke target.


Dan karena keadaan di kedua sisi Wang Xiao Cheng adalah dinding batu, maka serangan ini pun tidak bisa dihindari oleh lawannya. Bahkan asam dari monster itu pun kalah kuat dari serangan yang dilesatkan oleh Wang Xiao Cheng.


Hanya dalam waktu beberapa menit, Wang Xiao Cheng kembali berhasil menumbangkan lawannya. Dia melompat dan meninggalkan monster laba-laba kabut yang telah tumbang dalam kondisi sekarat tersebut.


Tindakan Wang Xiao Cheng yang tidak lantas membunuh monster laba-laba kabut adalah karena dia tahu hal menarik tentang makhluk ini. Monster laba-laba kabut akan membelah diri jika dibunuh dan itu merupakan sesuatu yang merepotkan jika sampai terjadi.


Di sisi lain, monster ini pun mempunyai regenerasi tubuh yang hebat walau untuk menyembuhkan luka-lukanya... Monster ini membutuhkan waktu setidaknya selama 10 menit.


"................." merupakan keputusan yang bijak jika Wang Xiao Cheng memanfaatkan waktu jeda tersebut dengan segera melesat cepat ke bagian paling dalam gua makam kuno ini.


Selain itu, Wang Xiao Cheng tahu bahwa cepat atau lambat---para pendekar dari beberapa tempat akan segera datang kemari. Dia bisa memanfaatkan monster laba-laba kabut ini untuk menghalangi para pendekar yang datang mengincar pusaka berharap yang ada di dalam makam kuno ini.


*


*


Jauh di tempat lain, Chu Kai dan Long Yang Wang terlihat melesat di antara rimbunan pepohonan. Mereka sudah menjauh dari wilayah yang pohon dan rerumputan yang telah mati akibat terkena dampak serangan Chu Kai.


?!


Long Yang Wang tersentak saat melihat ada seseorang yang datang ke arah mereka. Dia pun menapakkan kakinya di salah satu dahan pohon dan memperhatikan bahwa subjek yang dilihatnya merupakan orang yang sebelumnya sudah menyelamatkannya dari para warga kota saat itu.


"Pendekar Wei?" Chu Kai menapakkan kakinya di tanah. Orang yang dilihatnya dan orang yang diperhatikan oleh Long Yang Wang tadi tidak lain adalah Wei Zhang Zihan.

__ADS_1


"Pendekar Wei, kau datang kemari?" Chu Kai menghampiri Wei Zhang Zihan. Dia menggaruk kepalanya yang tidak gatal sebab merasa canggung dan juga tidak tahu harus berkata apa pada sosok berpakaian biru muda di hadapannya ini.


"Kau dari mana saja?" Wei Zhang Zihan buka suara. Dia sebenarnya berusaha mengejar saat Chu Kai dibawa pergi oleh Long Yang Wang dan tidak disangka bahwa anak remaja ini begitu cepat melesat hingga dia butuh waktu untuk bisa menyusul mereka.


"Itu...." Chu Kai menatap sejenak ke arah Long Yang Wang yang berada di atas pohon sebelum kembali bicara pada Wei Zhang Zihan. Dia pun mulai buka suara.


Chu Kai berkata, "Anak itu membawaku ke gua tempat makam kuno berada, tapi justru lokasi itu adalah jebakan. Yaah... Sepertinya Tetua Besar Sekte Tianzhi sedikit bermain-main dengannya,"


"Aku tidak peduli tentang itu," Wei Zhang Zihan berujar, "Yang ingin kuketahui adalah kenapa kau tidak memberontak saat dia membawamu?"


"Itu karena aku kaget," Chu Kai beralasan. "Dia tiba-tiba menarik dan membawaku pergi, siapa yang tidak terkejut."


Chu Kai mengembuskan napas, "Tapi saat ini semuanya sudah-"


"Apa alasan dia membawamu?" Wei Zhang Zihan menyela dan membuat Chu Kai tersentak.


"Pendekar Wei..."


"Dia tidak mungkin sembarangan membawa pergi seseorang," Wei Zhang Zihan berujar tanpa nada. "Katakan, apa yang dia inginkan darimu?"


Long Yang Wang melompat turun dan menapak tepat di depan Chu Kai. Dia menatap Wei Zhang Zihan dan berkata, "Dia memiliki aura naga dan orang ini bisa membantuku untuk mengambil pusaka yang seharusnya menjadi milikku."


"He-hei..!" Chu Kai menegur Long Yang Wang, "Kau tidak boleh bicara seperti itu. Sosok di hadapanmu adalah Pendekar Suci Wei Zhang Zihan, apa kau mau mati?"


"Hmph," Long Yang Wang mendengus, "Aku juga adalah pendekar bahkan sosok yang berasal dari klan Rubah Perak. Sementara pendekar suci dari Sekte Tianzhi hanya manusia, mereka mudah untuk dihabisi."


!!


Chu Kai kaget, mulutnya sampai terbuka karena mendengar ucapan kasar dari bocah berusia 14 Tahun ini. Dia mengepalkan tangan dan dengan tiba-tiba langsung menjitak kepala Long Yang Wang hingga anak itu merintih.


"Kau-"


"Apa?" Chu Kai menatap Long Yang Wang dan berkata, "Dengar Bocah. Aku memutuskan untuk membantumu, jadi jangan sampai aku merasa bahwa ini bukanlah pilihan yang tepat. Bersikap baiklah padanya, apalagi Pendekar Wei pernah menyelamatkanmu. Ayo minta maaf,"


"Kau..." Long Yang Wang mendapat tatapan mata yang tajam dari Chu Kai. Dia cemberut, tetapi kemudian mengembuskan napas.


Long Yang Wang menatap Wei Zhang Zihan dan kemudian membungkuk pelan. Dia pun berujar, "Aku... Minta maaf karena sudah bicara kasar. Aku tidak sempat berpikir jernih karena khawatir pada keselamatan ibuku, tolong maafkan aku."


Chu Kai mengulurkan tangan dan mengusap pelan kepala Long Yang Wang. Dia membuat remaja itu tersentak dan langsung menatap ke arahnya.

__ADS_1


Chu Kai tersenyum dan berkata, "Lihat. Begini jauh lebih baik,"


"............. Lepaskan tanganmu," Long Yang Wang menepis tangan Chu Kai. Dia lantas mendengus dan kemudian melesat lebih dulu.


Chu Kai menggeleng pelan melihat anak remaja itu yang pergi dan meninggalkannya bersama Wei Zhang Zihan. Dia pun berkata, "Kita harus pergi ke Tebing Juéwàng sekarang. Saat ini... Kemungkinan besar para murid Sekte Tianzhi sudah ada di sana,"


Chu Kai melesat, Wei Zhang Zihan pun mengikut pemuda itu. Kakinya menapak di sebuah dahan pohon sebelum kembali melayang. Pandangannya lurus ke depan saat dia mulai buka suara.


Wei Zhang Zihan bertanya, "Kenapa kau ingin menolongnya? Pusaka yang anak itu inginkan... Adalah senjata leluhur dari Sekte Tianzhi,"


"Aku hanya penasaran," Chu Kai berkata. "Jika benar itu adalah pusaka milik Sekte Tianzhi, lantas mengapa Long Yang Wang mengatakan hanya orang yang mempunyai aura naga yang bisa mengambil pusaka itu?"


Wei Zhang Zihan tersentak, dia menatap Chu Kai dan berkata. "Kau memiliki aura naga?"


"Entahlah, Long Yang Wang berkata aku memilikinya. Aku sendiri... Tidak tahu apa pun,"


"Selain itu..." Chu Kai kembali berkata, "Meski tanpa kabar Pedang Pendekar Naga ada di sana... Aku harus tetap pergi ke Tebing Juéwàng. Salah satu dari bahan penawar racun dingin... Berada di tempat itu,"


Wei Zhang Zihan melambatkan lesatannya dan membuat Chu Kai berada di depan. Dia menatap punggung pemuda ini dan merasa bahwa subjek di hadapannya benar-benar niat untuk mencari penawar racun dingin untuk mengobati Xia Ling Qing.


Wei Zhang Zihan bernapas pelan. Pandangan matanya turun sejenak sebelum dia mulai mengembuskan napas. Ekspresi wajahnya seolah bahwa Wei Zhang Zihan tahu sesuatu, namun menyembunyikan kebenaran itu dari Chu Kai.


Apalagi saat Chu Kai membahas tentang obat penawar racun dingin, perubahan ekspresi Wei Zhang Zihan terlihat jelas. Dia mungkin saja menyembunyikannya karena tidak tahu bagaimana harus menjelaskan ini pada Chu Kai.


Penawar racun dingin mustahil dibuat dan siapa pun yang berusaha mencari bahan-bahan pembuatannya tidak akan bisa selamat. Wei Zhang Zihan tahu karena sudah banyak anggota sektenya yang tidak pernah kembali dari mencari obat penawar tersebut.


Wei Zhang Zihan memutuskan untuk terus mengikuti Chu Kai. Dia akan mengawasi dan segera membawa Chu Kai pergi bila situasi sudah mulai tidak terkendali.


Perjalanan ke Tebing Juéwàng lumayan jauh. Wei Zhang Zihan dan Chu Kai melesat di antara pepohonan. Namun tidak butuh waktu lama sampai keduanya merasakan kehadiran banyak orang.


Kaki Chu Kai menapak di sebuah dahan pohon, dia berhenti. Wei Zhang Zihan juga terlihat menapak di dahan pohon lain. Mereka menyaksikan sendiri ada banyak sosok yang terbang dari celah-celah dedaunan. Karena jarak, maka keberadaan Wei Zhang Zihan dan Chu Kai tidak diketahui.


"Mereka..." Chu Kai melebarkan mata mulai tahu apa yang membuat para pendekar itu melesat hendak ke arah Tebing Juéwàng.


"Gawat, apa kabarnya sudah menyebar?" Chu Kai menjadi khawatir. Long Yang Wang saat ini sudah sangat jauh di depan dan dari yang dia saksikan, para pendekar yang melesat di atasnya tersebut bukan berasal dari Sekte Tianzhi.


"Kita harus sampai ke sana lebih dulu," Wei Zhang Zihan buka suara dan kemudian kembali melesat. Chu Kai mengangguk dan menyusul Pendekar Suci dari Sekte Gunung Wushi itu.


******

__ADS_1


__ADS_2