LAHIRNYA PENDEKAR NAGA

LAHIRNYA PENDEKAR NAGA
67 - Ular Kalajengking


__ADS_3

Suara cekikikan terdengar dan membuat Chu Kai kaget. Dia melihat makhluk besar yang menggeliat di dalam kabut. Chu Kai mengikuti arah sosok tersebut yang seolah sedang mengelilingi dirinya.


"Aku sudah lama menunggu," suara sosok itu merupakan milik wanita. Nadanya menggema saat berkata, "Pendekar Naga... Ratusan tahun aku menunggu dan sekarang kau kini ada di depanku..."


!!


Chu Kai terkejut mendengar tawa yang keras. Makhluk itu mulai menampakkan wujudnya yang merupakan sejenis ular kalajengking dengan tubuh bagian atas yang memiliki wujud manusia dengan rambut yang menyatu dengan kabut.


"Jiwa manusia yang sudah banyak kubunuh selama ini... Bahkan tidak sebanding dengan jiwa milik Pendekar Naga. Memakan jantung dan melahap jiwamu akan menjadikanku abadi dan tidak terkalahkan. Ini... Sungguh sebuah keberuntungan,"


Makhluk di hadapan Chu Kai merupakan wanita dengan kuku jari hitam yang panjang. Wajahnya putih pucat dengan mata yang merah menyala. Dia memiliki tanda yang aneh di kedua pipinya dan itu pun juga sama dengan yang ada di lehernya. Giginya bergerigi dan separuh tubuhnya yang lain tampak seperti ekor ular dengan sisik yang sangat keras serta tajam.


"Jadi inilah wujudmu yang sebenarnya?" Chu Kai buka suara. Dia memegang kuat pedang di tangannya dan tetap memasang sikap waspada. Dari yang terlihat jelas bahwa subjek di hadapannya ini akan sulit dilawan.


"Aku tidak punya waktu, masih ada janji yang harus kutepati." Chu Kai berujar dan kemudian melesat. Hanya saja dia terpental karena aura yang dikeluarkan oleh makhluk di hadapannya.


Ekor ular tersebut besar dan tidak bisa disembunyikan oleh kabut. Tidak hanya ukurannya, bahkan rasa keras yang ada pada sisiknya membuat siapa pun akan merasa menabrak dinding baja bila menghantam permukaan ekor itu dan inilah yang Chu Kai rasakan sekarang.


Chu Kai terbatuk, dia terjatuh ke tanah setelah punggungnya menghantam ekor dari sosok mengerikan yang ada di hadapannya. Makhluk ini mendekat sambil memperlihatkan seringai yang mengerikan.


"Binatang Iblis atau Roh Jahat...? Aku sama sekali tidak bisa menebak, tetapi akan kucoba menggunakan Teknik Pernapasan Naga." Chu Kai baru akan mengatur rencana ketika subjek di hadapannya menggerakkan ekornya. Ini membuat Chu Kai segera melompat naik untuk menghindari serangan yang datang.


Di udara, monster yang dia hadapi tidak membiarkannya mengeluarkan teknik serangan. Chu Kai terlempar karena terkena kibasan ekor dari sosok wanita jadi-jadian itu.


"Kenapa kau harus repot-repot untuk melawan," monster wanita itu tersenyum dan tanpa peringatan melilit tubuh Chu Kai dengan ekornya. Dia tersenyum dan membawa pemuda itu untuk lebih dekat padanya.


"Kau berhadapan dengan Wei Shezi, bagaimana bisa kau lepas dariku? Hm?"


Chu Kai tidak bisa bergerak, napas dari wanita ini bahkan terasa menekan untuknya. Dia merasa bahwa akan sulit untuk menghadapi subjek ini, namun di sisi lain dia juga harus cepat menyusul Wei Zhang Zihan.


"Ka-kau bilang namamu Wei Shezi?" Chu Kai mencoba bicara. Dia berkata, "Aku sama sekali tidak tahu tentangmu. Kau pasti... Hanyalah makhluk biasa dan lemah, seperti laba-laba kecil yang menunggu di sarangnya untuk makan."


Wei Shezi menatap tajam ke arah Chu Kai dan dengan gigi bergemeretakan dia berkata, "Kalau saja bukan karena segel di tempat ini. Aku pasti sudah lama keluar dan membunuh semua manusia yang ada di sana!"


"Segel?"


"Tapi tidak masalah. Karena kau sekarang ada dan dengan memakan jiwamu... Aku akan mendapatkan kekuatan yang besar!" Wei Shezi kembali tertawa, kedua tangannya yang memiliki kuku jari panjang mulai menyentuh bahu dan juga leher Chu Kai.


"Kau... Tidak sabaran yah.." Chu Kai menahan rasa sakit akibat lilitan dari makhluk ini. Dia benar-benar terkurung dan yakin hanya dengan sekali remasan kuat, maka tubuhnya pasti akan terkoyak menjadi beberapa bagian.


"Sisiknya keras dan tajam. Aku bisa merasakan tanganku seperti diiris, bagaimana ini? Teknik Pernapasan Naga? Tapi lukaku terlalu parah. Ukh,"


"Kau tenang saja, setelah aku memakan jiwamu... Maka kau tidak akan kesakitan lagi."


"Gawat." Chu Kai tidak bisa memikirkan cara untuk lolos dari situasinya sekarang ini. Dia juga tidak mungkin mengharapkan siapa pun untuk datang dan menolongnya, Wei Zhang Zihan sudah lama pergi.


"Begitu lebih baik," Wei Shezi bersuara pelan. Subjek di hadapannya tidak mampu untuk melawan lagi. Dia juga tidak berniat memakan jiwa ini secara pelan karena masih memiliki hal yang harus dilakukan.


Orang-orang yang masuk ke dalam gua makam kuno itu ada sebagian yang mempunyai kekuatan besar. Dia jelas tidak akan melepas mereka semua, namun yang paling pertama adalah menikmati hidangan pembuka yang luar biasa ini.


Di saat Wei Shezi akan menggigit leher Chu Kai, sebuah serangan tiba-tiba datang dan mengenai kepalanya. Selanjutnya merupakan ledakan beruntun di bagian ekor Wei Shezi yang melilit tubuh Chu Kai.


!!!

__ADS_1


Hampir saja tubuh Chu Kai terkoyak andai tidak ada ledakan itu. Dia terjatuh dan Wei Shezi sendiri berubah kembali menjadi kabut. Hanya saja terdengar teriakan memekakkan telinga dan dengan suara menggema.


Seseorang melesat, menangkap tubuh Chu Kai yang terjatuh dan membawanya menjauh dari kabut yang kembali membentuk tubuh makhluk mengerikan tadi.


Chu Kai terbatuk. Napasnya tidak beraturan, namun tetap saja dia mencoba melihat siapa yang sudah menolongnya tadi.


"Kau...."


Subjek di hadapan Chu Kai, sosok berjubah hitam dengan tudung tersebut tidak lain adalah Long Yang Wang. Chu Kai meringis, tetapi masih berusaha untuk buka suara.


"Bagaimana kau bisa ada di sini? Bukankah sebelumnya kau pergi?" Chu Kai buka suara disela-sela rasa sakitnya.


Long Yang Wang menyilangkan tangan dan mendengus, "Bagaimana bisa aku mencari pedang itu tanpa aura Pendekar Naga. Tidak mungkin kutemukan tanpa... Bantuanmu,"


Saat mengatakan kata terakhir itu, suara Long Yang Wang menjadi sedikit menggumam. Dia sebenarnya anak yang baik dan Chu Kai pun tahu hal tersebut. Long Yang Wang tipe anak yang menyembunyikan sikap perhatiannya di balik ucapannya yang kasar.


Remaja lelaki berusia 14 Tahun itu sebelumnya memang masuk ke dalam gua, tapi kemudian keluar lagi bersamaan saat bebatuan jatuh karena diserang oleh Wei Zhang Zihan.


Tindakannya yang berani itu membuat Wei Zhang Zihan, Chen Xiao Yan dan Huang Zhang terkejut bukan main. Chen Xiao Yan bahkan berseru memanggilnya, namun bebatuan sudah lebih dulu menutupi mulut gua makam kuno.


Long Yang Wang yang berada di luar tentu saja menyaksikan bagaimana Chu Kai memakai Teknik Pernapasan Naga miliknya. Remaja itu tahu ini teknik yang mengerikan dan untuk lolos darinya---dia menutupi tubuhnya dengan api rubah.


Sebenarnya Long Yang Wang takut jika api rubah miliknya tidak bisa menahan efek serangan Chu Kai yang luas itu, tetapi ternyata langit membantunya.


Api rubah memang merupakan pertahanan yang kuat dari klan Rubah Perak dan tidak hanya memiliki kemampuan penyembuhan yang luar biasa, tetapi juga salah satu sumber energi kehidupan yang kuat. Karena api ini, Long Yang Wang yakin bahwa ibunya pasti masih baik-baik saja sekarang.


"Kurang ajar! Beraninya kau menyerangku..!" Wei Shezi telah kembali dalam wujudnya yang sebelumnya. Dengan mata merahnya, dia terlihat menggeram marah.


!!!


Rasa hangat menyelimuti tubuh Chu Kai, tetapi sama sekali tidak panas atau menyakitkan. Justru, dia menyaksikan bagaimana luka di kulit punggung tangannya yang terluka kini menutup kembali. Chu Kai bisa merasakan luka-lukanya disembuhkan dengan kekuatan yang dahsyat.


Wei Shezi melesatkan serangan dan di saat yang sama, Long Yang Wang pun maju untuk menahan serangan tersebut. Remaja itu meninggalkan Chu Kai yang masih diselimuti oleh api rubah miliknya. Api berwarna putih keperakan itu akan menghilang dengan sendirinya saat luka Chu Kai sembuh sepenuhnya.


"Beraninya kau menggangguku. Aku akan menghabisimu..!" Wei Shezi menggerakkan ekornya yang besar dan kuat, namun Long Yang Wang dengan cepat menghindarinya.


Chu Kai menyaksikan kabut mulai berkumpul dan menyelimuti tempat pertempuran Long Yang Wang. Firasatnya memburuk apalagi saat dia mulai mendengar banyak suara yang jelas bukanlah milik manusia.


"Aku tidak bisa mengukur kekuatan monster itu, tetapi ini jelas bahaya." api yang menyelimuti tubuh Chu Kai mulai memudar. Bekas luka cakaran di wajahnya menghilang, namun memang hanya sejenak sebelum bekas itu terlihat kembali.


Chu Kai menyentuh bekas cakaran yang ada di pelipis kanannya itu dan mengembuskan napas. Dia menggeleng pelan dan berusaha untuk tidak mengingat kejadian di masa dia mendapatkan bekas cakaran ini.


Chu Kai memegang kuat pedang di tangannya dan kemudian melesat. Dia memasuki pertarungan antara Long Yang Wang dengan Wei Shezi. Kabut di sekitarnya sama sekali tidak menjadi penghalang bagi Chu Kai untuk menemukan targetnya.


"Nak! Kau baik-baik saja?"


"Menjauhlah dari sini..!"


!!!


Long Yang Wang dan Chu Kai terkena serangan dari ekor Wei Shezi. Mereka terpental hingga menghantam tanah dengan keras. Long Yang Wang merasakan sakit pada punggungnya, sama halnya dengan yang dirasakan Chu Kai.


"Ukh. Dia besar, tetapi sangat gesit bergerak. Ini bukan ide yang bagus untuk melawannya," Chu Kai meringis dan mencoba untuk bangun.

__ADS_1


"Apa kau pikir kita punya pilihan untuk bisa melepaskan diri darinya?" Long Yang Wang berkata, "Makhluk itu tidak hanya ukurannya yang besar, tetapi pengetahuannya tentang tempat ini juga luas. Kita jelas berada di sarangnya,"


Serangan kembali datang dan membuat Long Yang Wang melompat menghindar. Chu Kai pun ikut melakukannya dan kini berdiri di samping remaja lelaki itu.


"Akan kuhadapi dia, kau bantu aku." Long Yang Wang melesat dan membuat Chu Kai terkejut.


"Hei..! Tunggu! Apa yang kau lakukan?!" Chu Kai terlambat. Long Yang Wang telah tertutupi oleh kabut yang tebal dan hanya Wei Shezi yang nampak menggeliatkan ekornya dengan penuh amarah.


Chu Kai berusaha menghindari angin kejut dari kibasan ekor monster di hadapannya ketika tiba-tiba saja muncul binatang iblis lain dari balik kabut. Bentangan ekor makhluk itu berwarna putih keperakan dengan corak biru menyala.


!!!


Tidak hanya satu, Chu Kai melihat dua ekor yang sama besarnya dan dengan warna serupa. Dia bahkan menyaksikan dengan mata kepala sendiri sosok hewan bertubuh besar dan dengan kibasan ekornya---kabut di sekitarnya pun menghilang.


"Yang Wang...?" Chu Kai mencari keberadaan Long Yang Wang, tetapi remaja lelaki itu tidak ada. Hanya seekor rubah berukuran besar yang berdiri dengan posisi membelakanginya. Dan seolah mendengar suara petir di dalam kepalanya, Chu Kai terkejut saat mengerti maksud dari ucapan Long Yang Wang tadi.


"Yang Wang?!" Chu Kai berseru dan rubah besar di hadapannya menggeram sebelum akhirnya melompat ke arah Wei Shezi. Rubah itu melesatkan api biru dari mulutnya dan di saat yang sama Chu Kai benar-benar yakin bahwa binatang iblis yang dilihatnya sekarang merupakan wujud dari Long Yang Wang.


"Rupanya binatang iblis sudah bekerja sama dengan manusia. Akan kubunuh kalian di sini..!" Wei Shezi merubah seluruh tubuhnya dan menjadi ular besar dengan dua tanduk di kepala. Dia menyemburkan kabut beracun dari mulutnya.


Rubah perak dengan corak biru menyala itu tanpa gentar melompat untuk menghindari semburan kabut beracun. Di udara, dia kembali melesatkan api rubah dari mulutnya tetapi ular yang dia hadapi menahannya dengan memakai ekornya yang besar dan keras.


Itu adalah pertarungan dua hewan raksasa dan Chu Kai merasa tidak boleh tinggal diam. Dia pun menggunakan pedang di tangannya dan ikut menyerang, membantu rubah perak itu untuk mengalahkan Wei Shezi.


Chu Kai menggunakan Teknik Pernapasan Naga dengan serangan tusukan ringan yang sejujurnya sudah sangat kuat, bahkan mampu memecah sebuah bukit berbatu. Tetapi saat serangannya itu mengenai kulit dari ular jelmaan Wei Shezi, serangan Chu Kai sama sekali tidak berdampak.


"Bagaimana ini? Dia mungkin terlihat seperti binatang iblis, tetapi sebenarnya makhluk itu adalah roh jahat. Long Yang Wang tidak mungkin bisa menahannya dalam waktu lama. Aku harus mencari cara lain,"


Chu Kai berusaha memikirkan sesuatu yang bisa paling tidak melemahkan kekuatan Wei Shezi, setidaknya membuat kulit monster ular kalajengking itu bisa ditembus oleh senjata.


!!


Chu Kai teringat sesuatu dan segera merogoh sesuatu dalam kantong pakaiannya. Terlihat ada lima kertas jimat di tangan Chu Kai dan benda tersebut adalah pemberian dari murid Sekte Gunung Wushi sebagai perbekalan untuknya. Setiap murid sekte memang diberikan kertas jimat ini untuk berjaga-jaga jika dalam misi bertemu dengan roh jahat.


"Kata murid itu ini hanya perlu dilemparkan," Chu Kai menghindari serangan nyasar dari pertarungan Wei Shezi dengan Long Yang Wang. Di udara, dia pun melesatkan kertas jimat di tangannya yang kemudian menempel di tubuh monster ular tersebut.


Di saat yang sama, rubah perak yang sedang melawan Wei Shezi menyemburkan api dari mulutnya yang tepat mengenai mata monster itu hingga terdengar suara yang keras. Tidak sampai di sana, rubah itu pun menggerakkan ketiga ekornya yang tepat menghantam tubuh monster ular hingga membuatnya terpental. Berikutnya merupakan ledakan dari kertas jimat yang dilesatkan oleh Chu Kai barusan.


!!


Monster ular dengan kulit yang keras nan tajam itu menghantam tanah. Menyaksikan kondisi ini membuat Chu Kai melihat celah pada pertahanan ular tersebut. Dia pun segera melesat dan tanpa membuang waktu mengincar mata merah monster ular itu.


Suara keras yang memekakkan telinga terdengar. Kulit Wei Shezi yang berubah menjadi monster ular memang sangat keras dan tajam, tetapi dia masih memiliki bagian tubuh yang lembut dan itu adalah matanya. Chu Kai memanfaatkan hal ini dan memakai Teknik Pernapasan Naga yang difokuskan hanya melesat lurus ke arah mata Wei Shezi.


"Teknik Pernapasan Naga, Serangan Satu Cakaran..!"


!!!


Monster ular itu hendak menyemburkan kabut beracun dari mulutnya, tetapi serangan Chu Kai lebih dulu mengenai matanya. Suara yang menggelegar terdengar dan tidak butuh waktu lama sampai tubuh monster ular itu meledak.


Rubah perak yang sebelumnya bertarung dengan Wei Shezi langsung melindungi Chu Kai dengan menyelimutinya menggunakan ekor. Ledakan yang terjadi menerbangkan potongan daging dan juga kabut yang begitu menyesakkan. Bahkan angin kejut tersebut sampai terlihat menyembur dari atas tebing.


******

__ADS_1


__ADS_2