LAHIRNYA PENDEKAR NAGA

LAHIRNYA PENDEKAR NAGA
158 - Bantuan


__ADS_3

"Tetesan Embun, Hujan Matahari Pagi!" teknik berpedang yang dilakukan oleh Chu Kai kali ini adalah sebuah serangan berelemen air. Wei Zhang Zihan terlihat melebarkan mata karena sangat terkejut, bukan hanya karena kondisi yang ia lihat sekarang, tapi juga setelahnya.


Tidak hanya mengeluarkan serangan dengan unsur elemen air, Chu Kai bahkan langsung menggantinya dengan serangan jenis elemen api seolah tindakan tersebut bukan masalah yang sulit baginya.


!!!


Wei Zhang Zihan kehilangan kata-kata saking kagetnya. Fakta bahwa Chu Kai bisa dengan mudah menggunakan lebih dari dua elemen sangatlah mengejutkan. Ini karena pendekar pada umumnya hanya akan berfokus belajar satu elemen saja agar bisa mendalaminya dan menjadi seorang ahli.


Sosok yang mempunyai kualifikasi lebih tinggi dapat mengontrol lebih dari satu elemen dan mereka adalah sosok istimewa, serta banyak diberi julukan jenius.


Jadi tentu saja melihat bahwa Chu Kai mampu mengontrol hingga tiga elemen, bukankah pemuda itu sudah melampaui yang lainnya?!


"Apa dia sungguh... Bisa mengendalikan elemen yang berbeda seperti itu tanpa kesulitan?" Wei Zhang Zihan terus memperhatikan Chu Kai yang sedang bertarung melawan serigala bayangan. Dia sendiri fokus mempertahankan segel energi spiritualnya.


"Teknik berpedang, Hembusan Ekor Api..!" Chu Kai kembali melesatkan serangannya. Itu adalah serangan api yang ringan, namun dampaknya dapat dirasakan Wei Zhang Zihan.


Chu Kai yang sedang bertarung melawan Serigala bayangan tersebut mulai mengerti beberapa hal. Monster ini hanya mempunyai serangan dari geramannya dan juga terkaman selayaknya seekor binatang buas.


Lebih daripada itu, serangan makhluk ini tidak memiliki banyak variasi. Tetapi keunggulan monster ini adalah bahwa ia tidak bisa dibunuh walau dengan tebasan pedang atau lesatan energi spiritual.


"Bagaimana caranya..." Chu Kai berpikir keras saat ia tiba-tiba teringat dengan kejadian di mana pedang miliknya pernah menghisap roh-roh jahat ketika ia berada di dalam gua makam kuno.


Chu Kai pun menatap benda di tangannya dan lalu menarik napas. Dia kembali melesat, tanpa ragu mengeluarkan teknik berpedang Tarian Bunga Persik yang pernah ia lihat dari pemilik pedang ini sebelumnya.


Gerakan Chu Kai masih belum sempurna, tapi efek serangannya membawa hembusan angin yang kuat, membentuk gelombang dan mulai melesat ke arah serigala bayangan tersebut.


!!!


Tindakan yang dilakukan Chu Kai jelas sangat mengejutkan. Teknik berpedang yang sekarang digunakannya bukankah berelemen angin?! Bagaimana pemuda itu bisa melakukan hal yang luar biasa seperti ini?!


"Kau boleh juga, Nak!"

__ADS_1


!!?


Chu Kai dan Wei Zhang Zihan terkejut saat mendengar suara seruan yang asing. Sesuatu melesat, menembus dinding energi spiritual milik Wei Zhang Zihan dan menghantam punggung serigala bayangan hingga tubuh monster itu meledak menjadi asap hitam.


Seseorang yang berdiri di depan Chu Kai tidak lain adalah sosok pria dengan tubuh berotot, berambut panjang dan mempunyai rambut merah menyala.


Sosok itu berpakaian seperti warga biasa, berwarna merah gelap, dengan ikat pinggang biru muda, dan terdapat botol labu yang terikat di pinggang bagian kirinya.


Chu Kai tanpa sadar menelan ludah. Apalagi saat ia melihat subjek di depannya berbalik dan menatap ke arahnya. Sosok tersebut mempunyai wajah tegas dan senyuman yang lebar. Ekspresinya berbeda dari Wei Zhang Zihan karena pendekar suci itu mengenali pria tersebut.


"Orang yang bisa menggunakan berbagai macam elemen, kau pasti belum melakukan Tahap Pembentukan Elemen pada Dantian-mu. Tapi melihat kau dapat mengganti elemen dalam setiap seranganmu... Aku sangat terkesan. Kau mempunyai bakat," pria bertubuh besar itu berjalan ke arah Chu Kai dan terus bicara.


"A-Anda...." Chu Kai menahan napas, tidak tahu harus memberikan respon apa pada subjek di depannya.


"Aku menyukaimu. Bagaimana jika kau menjadi muridku?"


"Apa?" Chu Kai tersentak. Dia berkedip beberapa kali dan memperhatikan dengan baik sosok di hadapannya. Baru saja akan memberi respon, tubuh serigala bayangan kembali terbentuk.


Tanpa berbalik, pria di depan Chu Kai terlihat mengepalkan tangannya dan hanya satu kali gerakan ke belakang---sebuah serangan melesat dan kembali menghancurkan tubuh serigala bayangan hingga menjadi asap hitam.


"Ayo berikan hormat pada Shizun-mu,"


"Ta-tapi aku bahkan tidak tahu... Si-siapa Anda ini," Chu Kai sama sekali tidak tahu harus bagaimana merespon situasinya sekarang. Di samping itu, Wei Zhang Zihan tidak dalam kondisi yang dapat membantunya.


"Hm? Apa maksudmu tidak mengenalku?" pria itu mengerutkan kening. Dia mengambil botol labu yang ada di pinggangnya dan dengan tenang mulai meminum air dari benda tersebut.


!


Chu Kai mengenali bau kuat ini dan dia sangat tahu bahwa air dalam botol labu bukanlah air biasa, melainkan sejenis arak. Aromanya yang begitu kuat membuat hidung Chu Kai menjadi sedikit sakit.


"Kau sungguh tidak mengenaliku?" pria bertubuh kekar itu kembali buka suara. Dia tersenyum sebelum kembali mengulurkan tangan dan melakukan serangan agar tubuh serigala bayangan kembali menjadi asap hitam.

__ADS_1


"Kai! Beliau adalah Tetua Fang Tie Zhu dari Sekte Gunung Wushi. Beri hormat padanya," Wei Zhang Zihan buka suara dan membuat Chu Kai luar biasa terkejut.


"A-Anda... Pendekar Berambut Api yang terkenal dalam Perang Dinasti itu?!" Chu Kai sampai menutup mulutnya dengan tangan saking tidak percayanya.


"Hmph, kau-"


"Aku Kai, dari keluarga Chu. Aku penggemar beratmu!" Chu Kai sangat bersemangat. Dia bahkan meraih tangan Tetua Fang Tie Zhu dan membuat pria di hadapannya tersentak.


"Aku sangat terkejut. Sama sekali tidak dapat menyangka bisa bertemu Pendekar Berambut Api, Fang Tie Zhu. Tetua, Anda mengagumkan! Aku sempat berpikir bahwa mungkin aku salah mengenali orang, tapi tidak bisa dipercaya bahwa ini benar-benar Anda." Chu Kai begitu bersemangat, tingkahnya tidak bisa diprediksi.


"Kau sepertinya sangat menggemariku..."


"Benar," Chu Kai berkata. "Aku selalu mengikuti para pendekar yang sangat kuat. Aku banyak mendengar tentang Anda dan ini pertama kali aku melihat Tetua Fang Tie Zhu dari dekat. Apa sungguh aku tidak bermimpi?"


Tetua Fang Tie Zhu mendengus, dia tersenyum dan berkata. "Kau terlalu antusias. Baiklah, karena menyukaiku dan aku juga suka padamu, maka mulai hari ini kau resmi menjadi muridku."


"Sungguh?! Tapi..." senyuman Chu Kai berubah menjadi canggung. Dia perlahan menurunkan tangan Tetua Fang Tie Zhu dan mulai buka suara.


Dengan gugup, Chu Kai berkata. "Aku hanya orang biasa, ba-bagaimana bisa menjadi murid Tetua Fang yang begitu mengagumkan ini."


"Apa maksudmu?" Tetua Fang Tie Zhu berujar, "Kau adalah pendekar. Kau berbakat dan mempunyai potensi. Kau sangat pantas untuk menjadi muridku,"


Chu Kai berkedip sebelum mulai menoleh dan menatap ke arah Wei Zhang Zihan. Pendekar berwajah tampan yang masih mengendalikan segel energi spiritualnya tersebut nampak mengangguk pelan, seolah sebagai respon atas tindakannya.


Chu Kai menarik napas dan kemudian menatap Tetua Fang Tie Zhu. Dia pun menyatukan tangan dan memberi hormat, senyuman lebar terlukis di wajah pria yang berada di depannya ini.


"Bagus. Sekarang sebagai pelajaran pertama, perhatikanlah dengan baik." Tetua Fang Tie Zhu melemparkan botol labunya ke udara yang membuat Chu Kai menengadah.


Pria bertubuh besar itu pun melesat ke arah serigala bayangan dengan sebuah kepalan tangan yang diselimuti energi spiritual. Chu Kai melihatnya dan terkejut dengan warna energi spiritual milik Tetua Fang Tie Zhu.


Energi spiritual itu berwarna merah membara, bahkan Chu Kai merasakan udara di sekitarnya menjadi panas. Rasa panas yang berbeda dari serangan berelemen api miliknya.

__ADS_1


"Teknik Pernapasan Matahari, Tinju Pemusnah Iblis!"


******


__ADS_2