LAHIRNYA PENDEKAR NAGA

LAHIRNYA PENDEKAR NAGA
126 - Kekejaman


__ADS_3

PERINGATAN..!


EPISODE MENGANDUNG ADEGAN KEKERASAN YANG TIDAK PANTAS DITIRU. HARAP SELALU BIJAK DALAM MEMBACA DAN TERIMA KASIH SUDAH MAMPIR.^^


*


*


Hampir saja Zhi Mei menghantam lantai dengan keras andai ia tidak segera mengalirkan energi spiritual ke kakinya. Dia yang kini bisa mempertahankan posisi berdirinya pun kembali melesatkan benang berbentuk jaring laba-laba.


Warna pada jaring itu berubah merah dan ini membuat Chu Kai ragu untuk langsung menerjangnya. Pemuda itu pun berusaha menghindari serangan tersebut dengan mengambil beberapa jarak.


Chu Kai menggunakan serangan tusukan tajam miliknya dan tersentak ketika serangannya itu justru tidak berefek pada serangan jaring Zhi Mei. Energi spiritual yang melesat dari teknik tusukan tajamnya meledak saat bertabrakan dengan serangan Zhi Mei, namun energi spiritual itulah yang lebih dulu menghilang.


"Kau tidak akan bisa mengatasi seranganku ini. Teknik darah milikku hanya akan berhenti saat mencabik-cabikmu!" Zhi Mei berseru. Dia kembali mengeluarkan serangan benang merah miliknya dan itu dengan cepat melesat ke arah lawan.


Ekspresi wajah Chu Kai tidak terlihat jelas, tapi warna mata pemuda itu berkilau kehijauan. Ia pun menggerakkan tangan kanannya hingga mulai terbentuk petir-petir kecil, seolah keluar dari dalam tubuhnya.


Serangan Zhi Mei datang dan bersamaan dengan itu, sebuah lingkaran hitam terbentuk di udara tanpa peringatan. Lingkaran tersebut sangat besar, bagaikan terbuat dari kepulan asap hitam yang bergerak melingkar dengan percikan petir di sekelilingnya.


!!!


Zhi Mei terkejut bukan main, lingkaran yang ia lihat seperti lubang hitam dan semakin besar. Siapa pun yang menatap lubang ini seolah akan merasa dilahap begitu saja. Tidak mungkin orang akan tenang bila menyaksikan hal menakutkan seperti ini.


Serangan Zhi Mei terhisap ke dalam lubang hitam itu. Saking kagetnya, anggota dari Sekte Bulan Mati tersebut sampai membeku di tempat. Ekspresi wajahnya nampak sangat tidak percaya dengan apa yang ia saksikan.


"Mu-mustahil..." Zhi Mei memperhatikan lubang dimensi yang masih ada dan semakin membesar itu. Dia tanpa sadar menelan ludah, "Te-teknik macam apa itu?! Ba-bagaimana dia bisa melakukannya?!"


Asap hitam yang terus berputar itu semakin mendekat. Zhi Mei seolah berdiri di hadapan sebuah lubang hitam yang siap menelannya ke dalam kegelapan tidak terbatas. Ia menggeram dan menggunakan tekniknya untuk mengirim para mayat hidup miliknya.


Zhi Mei menggunakan mayat-mayat hidup itu untuk menyerang lubang dimensi yang bahkan memiliki petir-petir kecil. Dia melebarkan mata saat menyaksikan para mayat hidup miliknya justru terhisap ke dalam lubang hitam itu dan bahkan tidak melepaskan satu pun di antara mereka.


"Sialan! Sebenarnya teknik apa yang kau gunakan?!" Zhi Mei berseru. Nadanya begitu nyaring. Bahkan serangan dari benang merah miliknya juga tidak berkutik melawan lubang hitam itu.


Asap hitam yang terus bergerak melingkar itu terus membesar dan mulai mengeluarkan suara bagai gemuruh, sangat menakutkan. Zhi Mei tidak mendapatkan jawaban atas pertanyaannya dan ia pun bergegas menghindar. Hanya saja lubang hitam itu seolah bergerak mendekatinya.


Zhi Mei mempercepat langkahnya. Dikejar oleh lubang hitam yang dapat menghisap apa pun membuatnya merasakan perasaaan yang selama ini tidak pernah ia rasakan sebelumnya.

__ADS_1


Rasa itu adalah ketakutan.


Benar. Ini pertama kalinya ia merasakan ketakutan setelah selama ini dirinya-lah yang selalu menyebarkan rasa takut. Dia berusaha memikirkan cara untuk melarikan diri dari situasi ini ketika lubang hitam menakutkan itu semakin mendekat.


Zhi Mei terus melesat dan sepertinya lupa sesuatu. Sebuah terjangan datang dari arah samping kanan dan mengenainya hingga menghantam tanah dengan sangat keras.


!!!


Suara debaman dari terjangan itu sangat besar. Zhi Mei tidak bisa bergerak karena ada sebuah tangan yang mencengkeram lehernya dengan kuat. Dia sulit untuk melihat sosok yang sudah menyerangnya barusan, tetapi tidak butuh waktu lama sampai pandangannya jelas.


Subjek yang menyerang Zhi Mei tidak lain adalah lawan yang ia hadapi. Pemuda berusia 18 Tahun dengan sebuah bekas luka cakaran di pelipis sebelah kanannya itu merupakan Pendekar Naga yang terpilih dari Sekte Gunung Wushi.


Pemuda yang seharusnya masih baru dan belum mengetahui banyak tentang dunia para pendekar ini telah membuatnya dalam situasi yang buruk. Sosok ini tidak lain adalah Chu Kai.


"Ukh! Kau.."


"Tenanglah, aku tidak akan membiarkanmu mengalami kematian yang sama seperti dua rekanmu itu. Kau... Akan merasakan yang lebih parah dari apa yang mereka alami." suara Chu Kai dingin, ekspresi wajahnya tidak terlihat namun dari tatapan matanya---dia jelas tidak sedang bercanda.


Zhi Mei berusaha memberontak, tetapi ini sama sekali tidak berguna karena cengkeraman di lehernya begitu kuat. Rasanya kekuatan cengkeraman ini menghentikan aliran darah naik ke otaknya.


Zhi Mei segera terbatuk, rasanya begitu sakit. Di sisi lain, Chu Kai hanya menatap dingin gadis muda di bawahnya dan kemudian kembali melakukan sesuatu. Lubang hitam yang sebelumnya mengejar anggota Sekte Bulan Mati ini sudah tidak terlihat lagi.


AAAH..!!


Zhi Mei menjerit, tangan kirinya ditusuk oleh sebuah pedang dan pelakunya tidak lain adalah Chu Kai. Dia menahan rasa sakit tersebut dan berniat untuk melakukan serangan balasan ketika sebuah kaki menginjak punggungnya hingga ia kembali merasakan sakit.


"Jangan menganggap bahwa sikapku ini sangat kejam," nada suara Chu Kai dingin. Dia berkata, "Apa yang kulakukan ini bahkan belum sebanding dengan kekejaman yang Sekte Bulan Mati lakukan."


Aaakh..!


"Setiap jari tanganmu akan kuputuskan agar kau bisa merasakan apa yang dialami warga kota Lianyi. Akan kubuat kau membayar semua rasa sakit mereka hingga tetesan darah terakhirmu,"


"Tidak--AAAKH...!!"


Zhi Mei berteriak. Dia mencoba melepaskan diri dan tidak menyangka saat tubuhnya dibalik. Dia pun bisa melihat wajah dari pemuda ini yang membuatnya sangat terkejut.


Meskipun dia menghadapi Chu Kai, namun entah bagaimana dia melihat seolah ada orang lain di dalam tubuh pemuda ini. Sebuah subjek dengan aura mengerikan yang penuh rasa haus darah. Suaranya bahkan sampai tercekat di tenggorokannya.

__ADS_1


!!!


Mata Chu Kai berkilat hijau. Dia pun mulai menggerakkan pedang di tangannya dan melakukan sesuatu yang benar-benar tidak bisa dianggap manusiawi.


Suara tebasan pedang terdengar, darah memercik di mana-mana, dan bahkan siapa pun yang mendengarkan akan bisa tahu bahwa di antara suara tebasan dan jerit penuh kesakitan itu ada bunyi retakan tulang.


Teriakan nyaring dari Zhi Mei perlahan memudar dan cahaya dari mata anggota Sekte Bulan Mati itu pun menghilang. Satu-satunya yang terlihat adalah kepalanya dengan mata terbuka lebar dan leher yang dipenuhi darah. Lalu untuk bagian tubuh lainnya, itu jelas sangat sulit digambarkan.


!!!


Chu Kai tersentak, dia melebarkan matanya seolah mulai sadar dengan apa yang terjadi. Ini membuatnya sangat terkejut dan bahkan langsung terjatuh ke belakang dengan ekspresi wajah yang luar biasa terkejut.


"A-apa yang sudah... A-aku lakukan?!"


Chu Kai melihat hal yang benar-benar menakutkan di depannya. Ada banyak potongan daging dan organ tubuh yang bercecaran. Dia melihat kedua tangannya yang dipenuhi darah merah-kehitaman dan seketika menjadi gemetar.


Ekspresi wajah pemuda itu jelas menunjukkan bahwa ia sama sekali tidak sadar dengan apa yang dilakukannya. Entah bagaimana dia bisa melakukan hal yang sangat kejam ini. Bahkan terlihat, napas Chu Kai mulai tidak beraturan dan wajahnya yang nampak sangat pucat.


"Ti-tidak mungkin. A-aku..."


"Luar biasa~"


?!


Chu Kai terkejut. Dia mendengar suara asing di dekatnya dan spontan menoleh. Hanya saja di tempat ini tidak ada orang selain dirinya dan tubuh Zhi Mei yang sudah sangat berantakan.


"Pemandangan indah semacam ini... Sudah lama kurindukan~"


Suara itu kembali datang. Dari nadanya, suara ini milik seorang pemuda. Tetapi Chu Kai sama sekali tidak melihat siapa pun. Suara ini seakan dekat dengannya, tetapi entah bagaimana.


"Si-siapa yang bicara?!" Chu Kai buka suara. Dia mengedarkan pandangan sebelum tiba-tiba dirinya mulai menatap lurus ke arah pedang pendekar naga di tangannya.


"Apa mungkin...."


!!!


******

__ADS_1


__ADS_2