LAHIRNYA PENDEKAR NAGA

LAHIRNYA PENDEKAR NAGA
56 - Menuju Sekte Tianzhi


__ADS_3

Chu Kai tersentak, suara subjek di depannya memang seperti milik anak berusia remaja, tapi ini tidak terlalu mirip dengan suara manusia dan juga bukan suara orang mati, apalagi milik siluman.


"Long Yang Wang...?"


Pendengaran Chu Kai tidak pernah salah. Dia bisa membedakan jenis dari setiap suara yang didengarnya. Bakat istimewa yang bahkan tidak dimiliki oleh manusia atau pendekar lain pada umumnya.


Manusia, binatang biasa, binatang iblis, siluman, orang mati, dan juga makhluk jenis lainnya... Mereka mempunyai ciri khas pada suara masing-masing. Hanya saja memang di antara makhluk ini, Chu Kai akan kesulitan jika itu tentang binatang iblis dan siluman.


Umumnya, suara binatang iblis dan siluman yang berada di tingkat praktik tertentu menjadi sulit untuk dideteksi oleh Chu Kai. Namun jika bisa berhadapan dekat seperti ini, dia akan akan terlalu kesulitan. Anak laki-laki bernama Long Yang Wang ini... Mempunyai suara yang berada di antara milik manusia dan juga binatang iblis.


"Darah Campuran..."


Chu Kai hanya bisa mengingat kata ini jika memperhatikan subjek di hadapannya. Dia menatap remaja tersebut dan kemudian berkata, "Long Yang Wang... Namamu cukup bagus, tapi aku tidak pernah mendengar tentang marga Long. Dari mana asalmu?"


"Margaku ada di belakang nama. Itu untuk membedakan identitasku dengan manusia, sama seperti warna matamu."


"Kau..." Wei Zhang Zihan menatap anak laki-laki yang duduk di dekatnya ketika mendengar ucapan tersebut. Dan seolah menyadarinya, anak itu pun ikut menoleh.


Long Yang Wang berkata, "Terima kasih karena kau menyelamatkanku dan untuk rotinya. Walau itu hambar dan keras, tapi setidaknya lebih baik daripada kelaparan."


"Dengar," Chu Kai buka suara. "Kau belum menjawab pertanyaanku. Kau ini berasal dari mana dan apa yang sedang kau lakukan di tempat ini? Warga kota mengira bahwa kau adalah siluman dan karena menyelamatkanmu, nama baik Pendekar Wei Zhang Zihan serta Sekte Gunung Wushi kini dicap buruk."


"Aku tidak pernah meminta untuk diselamatkan,"


"Apa?" Chu Kai tersentak. "Kau ini anak yang tidak tahu terima kasih,"


Long Yang Wang mendengus sebelum pada akhirnya kembali menatap Wei Zhang Zihan. Dia pun berujar, "Untuk yang kau lakukan... Aku sudah membalasnya. Orang-orang di luar itu... Mereka tidak akan ingat apa pun dengan kejadian hari ini. Kalian akan baik-baik saja,"


"Apa maksudmu?" Chu Kai bertanya dan memperhatikan anak laki-laki ini dengan saksama.


"Binatang iblis mempunyai kemampuan khusus dan untuk kasusnya... Dia merupakan ahli dalam penggunaan jarum energi spiritual,"


!!!


Suara asing tersebut membuat Chu Kai dan Wei Zhang Zihan spontan mengarahkan pandangan mereka. Seseorang yang bicara barusan tidak lain Ruan Zhao Sheng, pendekar dari Sekte Tianzhi itu rupanya sudah mulai sadarkan diri.


"Pendekar Ruan?" Chu Kai dengan sigap membantu Ruan Zhao Sheng yang nampak sedikit kesulitan untuk duduk.


"Apa Pendekar Ruan baik-baik saja?" Chu Kai bertanya dengan nada yang khawatir. Dalam hati dia bertanya-tanya tentang sejak kapan Ruan Zhao Sheng sadarkan diri.


Ruan Zhao Sheng mengangguk pelan sebagai jawaban. Dia menatap remaja di hadapannya dan lantas berkata, "Memiliki darah manusia dan binatang iblis... Kau darah campuran. Di mana orang tuamu?"


Long Yang Wang memperhatikan subjek di hadapannya. Keningnya sedikit naik saat dia buka suara, "Bukankah kau yang harusnya lebih tahu di mana mereka bila dibandingkan denganku?"


?!

__ADS_1


Chu Kai dan Wei Zhang Zihan tersentak saat mendengar ucapan dari Long Yang Wang. Apa yang dikatakan remaja laki-laki ini seolah menandakan bahwa subjek tersebut memiliki hubungan dengan Ruan Zhao Sheng.


"Aku sama sekali tidak mengerti maksudmu. Apa yang kau katakan?" Ruan Zhao Sheng sendiri nampak kebingungan. Ini pertama kali dia bertemu dengan anak ini, tetapi mengapa sosok di hadapannya bicara seperti itu? Seakan bahwa dia mengenal orang tua remaja laki-laki ini.


"Kau berasal dari Sekte Tianzhi, tetapi jika kau tidak tahu siapa aku... Maka mungkin kau hanyalah murid baru."


"Apa?" Ruan Zhao Sheng tidak menyangka akan mendengar ucapan seperti itu dari seorang bocah. Dia berkedip dan kemudian berkata, "Aku sudah menjadi murid di usia 7 Tahun. Bagaimana mungkin aku tidak tahu tentang perguruanku sendiri. Kau-"


"Hmph, bahkan jika kau sekarang berusia 30 hingga 40 Tahun... Tetap saja kau masih terlalu awam di sekte itu. Aku... Long Yang Wang akan pergi ke Sekte Tianzhi dan menagih janji seseorang,"


Ruan Zhao Sheng tersentak. Dia baru akan bicara ketika rasa sakit di dadanya kembali. Chu Kai spontan memegangi lengan Ruan Zhao Sheng dan tindakan ini disaksikan oleh Wei Zhang Zihan.


Long Yang Wang memperhatikan Ruan Zhao Sheng dan kemudian berkata, "Kau bertanya pun tidak akan mengerti dengan maksud dan tujuanku. Jauh lebih baik jika kau pulang dan mengobati lukamu itu,"


"Kau... Tu-tunggu!" Ruan Zhao Sheng meringis. Anak remaja yang dilihatnya bangun dan mulai berjalan keluar. Long Yang Wang kembali menutupi kepalanya dengan tudung dan sama sekali tidak bicara lagi.


"Berhenti-"


"Pendekar Ruan, lukamu.." Chu Kai khawatir. Ruan Zhao Sheng terbatuk darah dan napas pria berpakaian seba putih ini mulai tidak beraturan.


"Aku... Aku tidak bisa membiarkannya pergi ke sekte." Ruan Zhao Sheng berusaha menahan rasa sakit akibat luka dalamnya. Suaranya pelan saat berkata, "Dia darah campuran. Sekte Tianzhi... Tidak boleh sampai dimasuki oleh makhluk seperti itu,"


Chu Kai memperhatikan Ruan Zhao Sheng sebelum menatap Wei Zhang Zihan. Dia pun berkata, "Pendekar Wei. Tolong bantu aku menahan anak itu,"


Wei Zhang Zihan sejak tadi memang tidak melakukan tindakan apa pun, bahkan ketika Long Yang Wang melangkah pergi. Dia hanya duduk bersila dan menatap Chu Kai sejenak sebelum berujar tenang.


"Tapi..." Chu Kai menatap Wei Zhang Zihan sebelum mulai menarik napas. Dia pun berkata, "Kalau begitu tolong jaga Pendekar Ruan sebentar. Aku ingin menemui anak itu dan bicara dengannya,"


"Kai, sebaiknya kau jangan bertindak ceroboh..." Wei Zhang Zihan belum sempat menyelesaikan ucapannya ketika Chu Kai sudah berjalan keluar dari kuil.


*


*


Chu Kai mencari keberadaan Long Yang Wang dan hanya menemukan para warga kota yang saat ini masih belum sadarkan diri. Dia melihat berusaha mencari ke sekitaran dan sama sekali tidak bisa menemukan anak laki-laki bertudung hitam tersebut.


"Di mana anak itu..?" Chu Kai menggaruk pipinya sebelum kembali untuk menemui Wei Zhang Zihan. Kebetulan saja pemuda yang ingin dia temui kini berjalan keluar dari kuil sambil memapah Ruan Zhao Sheng.


"Pendekar Ruan, bagaimana keadaanmu?" Chu Kai bertanya saat berada di depan Ruan Zhao Sheng.


Wei Zhang Zihan bernapas pelan dan menjawab, "Dia butuh tabib."


"Tidak... Aku..." Ruan Zhao Sheng meringis. Suaranya lemah saat berujar, "Aku baik-baik saja..."


"Pendekar Ruan," Chu Kai berkata, "Bagaimana kau bisa baik-baik saja jika keadaanmu seperti ini? Kau jelas membutuhkan pengobatan dari tabib,"

__ADS_1


"Tidak, aku... Aku harus segera pulang ke sekte.." napas Ruan Zhao Sheng tidak beraturan. Dia berujar, "Ada hal yang harus kusampaikan pada Shizun sekarang."


"Tapi kau terluka," Chu Kai melihat wajah Ruan Zhao Sheng yang begitu pucat dan menjadi cemas. Dia pun menatap Wei Zhang Zihan dan bertanya, "Apa Pendekar Wei tidak bisa mengobati Pendekar Ruan?"


"Aku sudah mencobanya tadi, tetapi memang tidak bisa menyembuhkan luka dalamnya secara penuh. Dia tetap harus dirawat oleh seorang tabib,"


"Tidak perlu, aku sungguh baik-baik saja." Ruan Zhao Sheng berujar pelan, "Sekte Tianzhi tidak jauh lagi dari tempat ini. Aku... Akan pergi sekarang. Kalian bisa melanjutkan... Perjalanan kalian,"


"Apa maksudmu, Pendekar Ruan?" Chu Kai buka suara. Dia pun memegang lengan Ruan Zhao Sheng, menariknya dan kemudian tanpa peringatan menggendong Ruan Zhao Sheng di punggungnya.


Tindakan Chu Kai itu tidak hanya mengejutkan Ruan Zhao Sheng, tetapi juga Wei Zhang Zihan. Chu Kai berkata, "Aku sudah membawa Pendekar Ruan kemari. Jadi tidak mungkin kubiarkan Pendekar Ruan sendirian, akan kubawa hingga ke Sekte Tianzhi."


"Kau..." Ruan Zhao Sheng berkedip. Dia bahkan tidak bisa mengatakan apa-apa lagi karena Chu Kai bersikap seperti ini.


Jujur saja, sebenarnya Ruan Zhao Sheng tidak enak hati sebab sebelumnya dia sudah bersikap kasar dan bahkan ingin membunuh Chu Kai. Sekarang, pemuda yang awalnya menjadi lawannya kini menjadi begitu ramah dan justru mau mengantarnya pulang.


Wei Zhang Zihan sendiri memperhatikan Chu Kai dan menghela napas pelan. Pemuda ini sangat licik dalam memanfaatkan situasi. Jelas sekali bahwa Chu Kai memang sedang mengincar Sekte Tianzhi untuk mencari tanaman herbal. Bahkan tanpa Ruan Zhao Sheng sekalipun, pemuda ini tetap akan pergi ke Sekte Tianzhi.


"Pendekar Wei, kau datang ke kota ini bersama nona Xia Ling Qing. Lantas di mana dia sekarang?" Chu Kai teringat pada Xia Ling Qing. Gadis itu seharusnya tidak ditinggalkan sendirian.


"Dia ada di penginapan. Aku akan mengirim pesan kepadanya,"


Chu Kai mengangguk pelan, "Katakan pada nona Xia Ling Qing bahwa kita akan pergi ke Sekte Tianzhi. Aku tidak ingin dia khawatir,"


"Hmph, memang siapa dirimu hingga bisa membuatnya khawatir?" Wei Zhang Zihan berujar ketus dan kemudian berjalan pergi. Ucapannya membuat Chu Kai berdecak dan nampak cemberut.


Memperhatikan para warga kota yang saat ini masih terbaring tidak sadarkan diri membuat Chu Kai menarik napas. Pemuda bermata hijau alami itu pun mulai mempraktekkan teknik meringankan tubuh yang diajarkan Ruan Zhao Sheng dan membuat Wei Zhang Zihan terkejut.


!!


Chu Kai harusnya masih pemula dalam hal penggunaan ilmu meringankan tubuh. Karena itulah ketika melihat bahwa pemuda tersebut kini bisa melakukannya, bahkan dengan sangat sempurna membuat Wei Zhang Zihan tertegun dan dengan mata yang nampak kaget.


Wei Zhang Zihan menyusul Chu Kai. Dia juga menggunakan teknik meringankan tubuh dan melesat di samping pemuda bermata hijau yang bahkan dalam keadaan menggendong seseorang di punggungnya.


"Bagaimana kau bisa mempelajari teknik seperti ini?" Wei Zhang Zihan buka suara karena tidak percaya dengan apa yang dilihatnya sekarang.


Chu Kai menatap Wei Zhang Zihan sejenak sebelum menjawab. Dia berkata, "Aku mendapat bimbingan dari Pendekar Ruan. Dan hal-hal yang tidak kupahami selama mendapat bimbingan darimu, kini bisa kutanyakan pada Pendekar Ruan."


Wei Zhang Zihan sebenarnya tidak masalah jika ada yang bisa membuat Chu Kai berkembang. Hanya saja memang nama Sekte Tianzhi kurang nyaman baginya. Dia banyak mendengar kabar aneh dan justru cukup serius untuk dibahas tentang sekte ini.


Wei Zhang Zihan hanya sedikit keheranan dan merasa bahwa Ruan Zhao Sheng mengincar sesuatu dari Chu Kai. Apalagi dia begitu baik untuk memberikan pengarahan pada pemuda ini dalam sebuah pemahaman tentang teknik meringankan tubuh.


Di sisi lain, Wei Zhang Zihan memang sudah mengirimkan kabar kepada Xia Ling Qing. Bahkan sebelum Chu Kai memintanya dan saat ini kabar tersebut mungkin sudah sampai kepada gadis cantik itu.


Baik Chu Kai dan Wei Zhang Zihan tidak tahu bahwa saat ini Xia Ling Qing sedang terlibat dalam pertikaian dengan beberapa pendekar. Ekspresi wajah gadis itu terlihat dingin dan suaranya pun begitu ketus. Bahkan tidak butuh waktu lama sampai pertikaian tersebut kini menjadi pertukaran serangan yang berakhir sengit.

__ADS_1


******


__ADS_2