
Di langit wilayah Sekte Tianzhi, sebuah ledakan asap terlihat. Ledakan itu tidak membuat suara yang keras, namun dampaknya masih sangat luar biasa. Mulut gua yang terbuat dari batu keras sampai menjadi debu dan pepohonan di sekitarnya mati seketika.
Long Yang Wang tidak tahu apa yang terjadi. Dia membuka mata dan wajah Chu Kai-lah yang dilihatnya pertama kali. Dan saat penglihatannya semakin jelas, Long Yang Wang mulai menyadari kondisi di sekitarnya sekarang.
!!!
Tidak hanya dedaunan yang ada di pohon berubah menjadi kering dan mati, tetapi juga tanaman lain tanpa terkecuali. Long Yang Wang menyaksikan seolah-olah tanaman di sekitarnya telah disiram oleh racun yang sangat mematikan.
"Kau baik-baik saja?" Chu Kai buka suara. Dia masih menggendong Long Yang Wang dan kini mulai menurunkan remaja lelaki tersebut dengan sangat hati-hati.
".............." Long Yang Wang menatap Chu Kai cukup lama dan tanpa bicara. Serangan yang barusan tadi jelas bukanlah miliknya dan di tempat ini---hanya ada dirinya sendiri dan Chu Kai. Long Yang Wang benar-benar tidak bisa mempercayai apa yang baru saja terjadi.
"Kau..." Long Yang Wang mulai buka suara, "Apa kau yang melakukan semua ini?"
Chu Kai menurunkan pandangan matanya sebelum berujar pelan, "Aku.... Aku hanya berusaha untuk menolongmu. Kau tadi hampir saja dalam bahaya ka-karena binatang iblis tadi,"
"Kau menghabisi nyawa mereka semua," Long Yang Wang buka suara, "Teknik pernapasan yang kau gunakan... Bukan seperti teknik pernapasan pada umumnya. Kau... Apa sungguh Sekte Tianzhi yang mengajarimu?"
Chu Kai menelan ludah. Dia menatap Long Yang Wang dan berkata, "Kenapa kau terlihat se-seperti tidak percaya? Aku memang tinggal di Sekte Tianzhi dan mendapatkan bimbingan langsung dari pendekar suci serta tetua sekte itu. Teknik Pernapasan yang kau lihat sebelum ini... Bagaimana mungkin kudapatkan di tempat lain. Si-siapa yang bisa mengajariku?"
"Hmph, mana kutahu. Kau bisa saja berbohong," Long Yang Wang memperhatikan gua yang beraroma menyengat di hadapannya dan ragu untuk masuk kembali, apalagi setelah melihat dampak dari serangan yang Chu Kai lakukan.
"Tempat ini kemungkinan besar adalah jebakan," Long Yang Wang buka suara dan kemudian berjalan pergi, "Kita ke tempat lain."
"Apa?" Chu Kai tersentak. Dia berkedip dan menyerukan nama Long Yang Wang. Remaja lelaki itu sangat tidak sopan karena berani pergi dan meninggalkannya begitu saja.
*
*
Tujuan Long Yang Wang saat ini adalah ke arah Utara. Dia ingin memastikan sendiri mengenai tempat yang tidak ada dalam gulungan di tangannya. Lokasi itu adalah Tebing Juéwàng, seperti yang dikatakan Chu Kai.
"Juéwàng merupakan Tebing Putus Asa," Long Yang Wang buka suara, "Aku dengar ada banyak orang yang memutuskan mengakhiri hidupnya dengan cara melompat dari tebing itu. Apa benar.... Makam kuno yang kucari ada di sana?"
Chu Kai yang saat ini berjalan di samping Long Yang Wang nampak menurunkan pandangan dan menarik napas. Dia pun berkata, "Aku juga tidak yakin. Tetapi dibandingkan dengan tempat tadi... Aku rasa kau akan menemukan apa yang kau cari di tebing itu,"
"............ Aku harus mendapatkan pedang itu. Secepatnya,"
Chu Kai memperhatikan Long Yang Wang sejenak sebelum kembali buka suara. Dia pun bertanya, "Ibumu... Apakah dia disandera di suatu tempat?"
!!
Pertanyaan Chu Kai yang tiba-tiba membuat Long Yang Wang tersentak. Remaja lelaki itu menatap tajam ke arah pemuda di sampingnya dan baru akan bicara ketus ketika Chu Kai kembali buka suara.
__ADS_1
"Tidak seharusnya aku ikut campur dalam urusanmu. Tapi kau sendirilah yang sudah membuatku terlibat. Aku tidak bisa untuk terus mengabaikannya... Karena itulah aku bertanya, kau.... Apa hubungan antara dirimu, ibumu, dan juga Tetua Besar Sekte Tianzhi?"
Long Yang Wang menengadah. Dia menatap subjek di sampingnya dan tanpa nada berkata, "Semakin sedikit yang kau tahu... Maka akan semakin baik,"
"Kau tetap saja keras kepala dengan tidak mengatakan yang sebenarnya," Chu Kai tanpa nada berkata, "Jika terus seperti ini... Aku tidak yakin apakah akan benar-benar membantumu atau tidak."
Long Yang Wang tersentak. Dia menengadah dan menatap tajam ke arah Chu Kai. Dirinya pun bersuara dingin, "Sebaiknya kau tidak mengatakan itu lagi. Aku... Tidak sesabar itu dan mungkin saja akan membunuhmu di sini."
"Hei..." Chu Kai menyilangkan tangan. Dia sedikit memiringkan kepalanya saat berbicara dengan suara yang tidak kalah dingin.
Chu Kai berkata, "Kau pikir selama ini aku takut padamu? Hmph. Dengarkan baik-baik Bocah, sebelumnya karena terlalu banyak orang... Aku tidak melakukan tindakan apa pun dan bahkan tidak memberontak saat kau membawaku pergi. Tetapi sekarang karena hanya ada kita berdua... Aku jadi tidak harus menyembunyikan apa pun lagi."
Chu Kai menatap dingin pada remaja di depannya dan berujar, "Sebelum kau membunuhku... Kurasa kaulah yang akan mati lebih dulu. Aku ini.... Sama sepertimu yang bisa mengambil nyawa orang lain tanpa ragu. Kau sebaiknya... Jangan menguji batas dari kebaikan hatiku."
Long Yang Wang mengepalkan kedua tangannya. Dia menatap penuh rasa kesal pada pemuda di hadapannya dan seolah ingin merutuk tetapi tidak bisa. Dia pun dengan cepat memalingkan wajahnya dan mendengus tidak suka.
Long Yang Wang kembali berjalan dan Chu Kai mengikut di sampingnya. Kaki mereka terlihat menginjak rerumputan yang menguning dan mati akibat efek dari Teknik Pernapasan Naga milik Chu Kai.
"Ibu.... " Long Yang Wang akhirnya buka suara. Nadanya pelan saat berkata, "Dia merupakan binatang iblis dari kalangan rubah perak. Saat ini dia berada dalam tahanan binatang iblis lain dan hanya pedang pendekar naga yang memiliki kekuatan untuk membebaskannya,"
"Lalu...." Long Yang Wang kembali berujar, "Tua Bangka dari Sekte Tianzhi itu... Aku tidak ingin mengakuinya, tapi... Dia adalah kakekku."
"Apa?" Chu Kai tersentak. Dia berkedip dan lantas berkata, "Tetua Wang Fang Bubai adalah kakekmu?"
"Ini... Sejujurnya mengejutkan," Chu Kai buka suara, "Yang aku tahu... Manusia dan binatang iblis saling bermusuhan. Mereka akan saling membunuh jika sampai bertemu satu sama lain dan sama sekali tidak ada yang bisa memperbaiki hubungan kedua makhluk ini. Kau... Bagaimana ayah dan ibumu bisa saling-Ah."
Chu Kai mengangguk, dia melupakan tentang identitas Rubah Perak. Binatang iblis jenis ini memang terkenal karena pesona mereka. Bahkan para manusia sering kali memburu binatang iblis ini untuk dimanfaatkan
Di sisi lain, Rubah Perak tahu kelebihan mereka dan sering menggunakannya untuk memikat manusia. Kasus kematian karena serangan rubah juga bukan rahasia lagi.
Long Yang Wang mengembuskan napas dan berkata, "Ayahku mengobarkan nyawanya untuk menyelamatkan ibuku. Tuan Bangka itu tahu kami dalam bahaya, tetapi sama sekali tidak mengirimkan bantuan. Padahal saat itu... Sekte Tianzhi jelas mempunyai kekuatan besar. Aku membencinya. Dia sama sekali tidak mempedulikan ayah dan ibuku,"
Chu Kai mengusap pelan tengkuknya, "Aku masuk dalam situasi yang rumit... Bagaimana ini...?"
"Ibumu... Disandera oleh siapa?" Chu Kai bertanya.
"Binatang Iblis... Yang tinggal di kegelapan Gunung Wuya. Mereka berasal dari kelompok Darah Naga."
!!
Long Yang Wang tersentak saat pemuda di sampingnya tiba-tiba berhenti berjalan. Dia mengerutkan kening ketika melihat raut wajah subjek ini yang nampak berubah. Seolah-olah ucapannya barusan bagaikan sambaran petir di telinga yang lain.
"Hei, ada apa denganmu?" Long Yang Wang bertanya.
__ADS_1
"Kau tidak akan bisa melarikan diri..."
"Hadiah yang kami berikan padamu, tidak akan pernah hilang..."
"Kau tidak bisa lari..!"
!!!
Long Yang Wang terkejut saat napas pemuda di sampingnya menjadi tidak beraturan. Dia spontan meraih lengan Chu Kai dan mencegah subjek ini terjatuh.
"Kau ini kenapa?! Kau terlihat pucat,"
".............." Chu Kai menggeleng pelan, "Bukan masalah. Ayo pergi..."
Long Yang Wang menatap pemuda bermata hijau alami itu yang berjalan lebih dulu dan meninggalkan dirinya. Dia jelas melihat bahwa wajah Chu Kai begitu pucat dan napasnya pun tidak beraturan. Dia yakin pemuda ini tidak dalam keadaan yang baik.
"Orang ini... Saat aku menyebutkan Gunung Wuya, dia tiba-tiba menjadi pucat." Long Yang Wang berjalan di samping Chu Kai dan sesekali menoleh memperhatikan pemuda bermata hijau alami ini.
Cukup lama Long Yang Wang tidak bicara sebelum akhirnya dia pun buka suara dengan berkata, "Setiap orang memiliki rahasia yang tidak bisa diutarakan begitu saja. Aku... Tidak akan bertanya apa pun padamu,"
Chu Kai menoleh dan menatap remaja lelaki yang berjalan di sampingnya. Long Yang Wang terlihat memasang wajah cemberut walau anak ini berkata tidak akan menanyakan apa pun padanya.
Dia sebenarnya yakin bahwa Long Yang Wang memiliki rasa penasaran yang tinggi terhadap sikapnya barusan, tetapi meskipun remaja ini memaksanya untuk bicara---Chu Kai sama sekali tidak ingin memberikan penjelasan. Bisa dibilang dia tidak percaya pada orang asing, apalagi untuk menceritakan hal berbahaya.
Chu Kai dan Long Yang Wang sekarang ini dalam perjalanan menuju ke Tebing Juéwàng. Di sisi lain, Shuang Ling Feng dari Menara Rufeng, sosok yang bertarung dengan Ruan Zhao Sheng sebelumnya kini telah membawa rombongan sektenya menuju ke wilayah Sekte Tianzhi.
Tidak hanya itu, tetapi juga para pendekar yang mengetahui tentang peta makam kuno yang berhasil didapatkan oleh Ruan Zhao Sheng kini mulai bergerak. Mereka adalah pendekar yang sebelumnya ikut dalam Konferensi Pendekar Muda.
Di lain tempat, dalam hutan yang gelap... Sebuah suara terdengar. Sosok yang tidak diketahui wujudnya tersebut, tetapi dari bayangan yang samar dan suara tersebut.... Itu merupakan siluet seorang wanita.
"Jadi Tebing Juéwàng? Ha ha ha, kita akan ke sana tapi tidak mengincar apa pun dari makam itu."
"Daripada peduli tentang menjarah makan, akan lebih menyenangkan jika bisa membuat tempat itu menjadi pemakaman untuk mereka semua. Ini pasti akan menyenangkan..."
******
-
-
-
Catatan Penulis:
__ADS_1
Hai dan terima kasih sudah mengikuti karya ini sampai sekarang. Langsung saja, Dasha minta maaf karena baru bisa update chapter dan ini pun hanya satu, astaga.. (゜▽゜;) Ada pekerjaan yang harus 'Penulis' selesaikan dan ini pun masih belum rampung semua. Dasha berharap agar pekerjaan itu cepat selesai sehingga bisa kembali konsisten menulis. Gomenasai dan arigatou atas pengertiannya, ( ´ ▽ ` )