LAHIRNYA PENDEKAR NAGA

LAHIRNYA PENDEKAR NAGA
64 - Perburuan


__ADS_3

Tebing Juéwàng,


Xue Xiao Wen menapak di tanah, dia bersama dua orang anggota Sekte Bulan Mati yang bernama Zhu Liu dan Tang Wu Shang. Tidak hanya mereka yang berada di tempat ini, tetapi juga banyak pendekar dari berbagai sekte.


Xue Xiao Wen mengedarkan pandangan dan tersenyum saat melihat seorang pendekar berpakaian ungu gelap. Aura penuh wibawa dari subjek tersebut membuat hatinya gatal jika tidak menyapa.


Xue Xiao Wen memain-mainkan sedikit dari rambut merahnya, gemerincing lonceng kecil terdengar di setiap langkah kakinya. Dia sendiri cukup mencuri perhatikan karena pakaiannya yang begitu berani.


"Benar-benar hari keberuntungan," Xue Xiao Wen buka suara. Dia berujar, "Sebelumnya Tetua Sekte Menara Rufeng mendahuluiku dan sekarang kenapa Anda... Tidak turun ke sana lebih dulu?"


Pria berpakaian ungu kehitaman itu berbalik dan menatap subjek yang baru saja bicara padanya. Dia adalah Sheng Zei Wang, sosok yang menjadi tetua dari Sekte Menara Rufeng.


"Nona Xiao Wen, alasan mengapa sebelumnya aku mendahuluimu sangat sederhana. Ilmu meringankan tubuhmu terlalu lambat dan kau menghalangi jalanku,"


"Ya ampun~" Xue Xiao Wen berpura-pura terkejut dengan ucapan pria di hadapannya. Dia tersenyum dan berkata, "Ada pepatah yang mengatakan bahwa wanita itu layak untuk di dahulukan. Tetua Zei Wang tidak mungkin melupakan tata krama ini,"


"Hmph, aku menghormati orang lain tetapi untuk melakukannya pada Nona Xiao Wen... Rasanya akan jadi sia-sia."


"Aiya... Ucapan Tetua Zei Wang sangat kasar. Apa aku sungguh tidak layak mendapatkan perlakuan baik darimu? ini melukai hatiku," Xue Xiao Wen tertunduk sedih sebelum segaris senyuman terbentuk di wajahnya.


Gadis berambut merah itu tanpa peringatan meraih lengan Tetua Sheng Zei Wang dan menariknya untuk terjun ke tebing. Tindakan itu membuat semua orang terkejut termasuk Zhu Liu dan Tang Wu Shang.


"Nona Xiao Wen, apa yang kau lakukan?!" Sheng Zei Wang membentak. Dia berusaha melayang dengan menggunakan energi spiritual, tetapi seolah-olah ada gaya tarik yang kuat di dasar tebing sehingga usahanya sia-sia.


"Tetua Zei Wang jangan takut. Menantang kematian bersama gadis cantik adalah hal yang mendebarkan. Bukankah begitu, hm~?"


"Kau..!"


Xue Xiao Wen tertawa. Di sisi lain pendekar yang berada di pinggir tebing masih sangat syok dengan apa yang sebelumnya terjadi. Ada banyak orang di pinggir Tebing Juéwàng, tapi tidak ada satu orang pun yang berani untuk mengambil risiko dengan melompat lebih dulu. Xue Xiao Wen adalah yang pertama melakukan hal mengejutkan tersebut.


"Makam kuno itu ada di dasar tebing ini," salah satu pendekar buka suara. "Tapi bagaimana jika kabar yang terdengar sama sekali tidak benar?"


"Aku justru lebih percaya dengan berita tentang Tebing Juéwàng yang sering memakan korban jiwa. Serta bahwa siapa pun yang melompat turun ke sana akan mati sebelum menyentuh dasar," pendekar lain ikut menyampaikan pendapat.


"Masalahnya.. Nona Xia Xiao Wen melompat turun lebih dulu. Bagaimana jika ternyata tebing ini tidak semengerikan yang terdengar?"


"Kita tunggu saja. Lihat apa yang akan terjadi nanti-!!"

__ADS_1


Baru saja seorang pendekar dari salah satu sekte aliran putih angkat bicara, seseorang tiba-tiba saja melompat turun dan disusul oleh pendekar lainnya. Kejadian ini mengejutkan, apalagi saat sebuah seruan terdengar dan sosok yang melompat sebelumnya tidak lain adalah Xia Ling Qing.


Pendekar Suci dari Sekte Gunung Wushi itu sebenarnya datang untuk menyusul Wei Zhang Zihan. Hanya saja di tengah perjalanan, dia mendengar tentang makam kuno dan yakin bahwa Wei Zhang Zihan pergi ke makam itu bersama dengan Chu Kai. Dia pun mengikuti para pendekar ini dan melihat Xue Xiao Wen.


Xia Ling Qing menyaksikan bagaimana Xue Xiao Wen meraih lengan Tetua Sheng Zei Wang dan melompat dari tebing. Dia pun tanpa ragu mengikuti mereka sebab selain untuk mencari Wei Zhang Zihan, dirinya memiliki urusan yang masih belum selesai dengan gadis dari Sekte Bulan Mati tersebut.


Chu Kai, Long Yang Wang, dan Wei Zhang Zihan tiba saat hampir semua pendekar telah melompat turun ke dalam tebing. Long Yang Wang melesat tanpa ragu, disusul oleh Wei Zhang Zihan. Sementara Chu Kai sendiri terlihat agak ragu-ragu dalam melakukannya.


Tebing Juéwàng diselimuti kabut tebal dan aura yang mencekam. Chu Kai tidak mungkin bisa tenang dan melompat begitu saja. Dia benar-benar sulit mempersiapkan hatinya untuk menjatuhkan diri ke tebing yang entah seberbahaya apa.


"Bagaimana ini...?" Chu Kai menelan ludah, "Kabutnya terlalu tebal. Aku bahkan tidak bisa melihat apa pun selain kabut,"


Chu Kai mengedarkan pandangan sebelum kembali menatap turun ke tebing, "Pendekar Wei dan Long Yang Wang sudah pergi lebih dulu, tapi firasatku sangat tidak nyaman. Apa mereka... Akan baik-baik saja?"


"Aura di bawah sana sangat menyesakkan-!!" Chu Kai terkejut ketika melihat lintasan cahaya merah menyala. Itu tidak hanya sekilas, tetapi terus berulang beberapa kali.


Di antara kabut yang tebal, lintasan cahaya merah itu sangat jelas. Chu Kai melebarkan matanya ketika menyaksikan ledakan-ledakan yang membuat kabut di bawahnya bereaksi. Jika dia yang berada di bagian paling atas masih dapat menyaksikan hal ini, maka sudah pasti ada pertarungan dahsyat yang tengah terjadi di bawah sana.


"Aku tidak punya pilihan. Pendekar Wei mungkin sedang dalam bahaya, tapi masalahnya aku tidak memiliki pedang. Tsk, terserah sajalah..!" Chu Kai memantapkan hati dan langsung melompat turun.


Ini merupakan Teknik Pernapasan Naga yang tidak hanya mampu memadatkan kabut dan mengubahnya menjadi senjata, tetapi juga bisa digunakan untuk mengubah unsur lain yang ada di alam. Chu Kai pernah mengatakan bahwa dia tidak akan bergantung pada teknik pernapasan tersebut, tetapi setiap kali dia dalam bahaya atau terlibat sesuatu yang merugikan---Hanya teknik pernapasan ini yang bisa dia harapkan.


!!


Chu Kai melesat turun dengan cepat. Fakta bahwa sebenarnya dia mempunyai kekuatan yang besar belum sepenuhnya terungkap oleh dunia. Namun tentu saja orang-orang yang ada di sekitarnya perlahan mulai curiga, apalagi jika mereka yang mempunyai kepekaan lebih seperti Long Yang Wang.


*


*


Di tempat lain yakni di dasar Tebing Juéwàng, kondisi terlihat sangat tidak baik. Ada banyak pendekar yang saat ini sedang bertarung sengit dengan gerombolan laba-laba dan tidak hanya itu saja, mereka bahkan harus melawan roh jahat yang mampu merasuki tubuh siapa pun.


Tentu saja untuk urusan roh jahat, mereka yang mempunyai mental lemah akan lebih cepat terpengaruh. Di sisi lain, tidak hanya roh jahat yang menjadi masalah utama tetapi juga para monster laba-laba ini.


Wei Zhang Zihan ada di antara para pendekar yang sedang bertarung dan berusaha untuk mengalahkan monster tersebut. Dia terlihat meraih salah satu lengan pendekar dan lantas membawanya untuk menghindari serangan asam yang berbahaya.


Long Yang Wang sendiri juga nampak sedang bertarung. Kekuatannya besar sehingga para pendekar berusaha menjadikannya rekan. Hanya saja bagi Long Yang Wang, mereka semua terasa asing baginya.

__ADS_1


Xia Ling Qing sendiri bergerak masuk lebih dahulu ke dalam sebuah gua. Dia menyusul Xue Xiao Wen dan beberapa pendekar senior lainnya. Saat itu, di dalam gua masih ada beberapa monster laba-laba. Rasanya seolah-olah bahwa itu ditinggalkan memang untuk mencegah mereka masuk lebih jauh.


!!!


Teriakan beberapa orang di luar membuat Xia Ling Qing tersentak. Bahkan bersamaan dengan itu, laba-laba yang saat ini sedang dihadapi oleh Xue Xiao Wen menunjukkan perubahannya.


"Jadi saat dikalahkan... Monster ini membelah diri?!" Xue Xiao Wen sebelumnya memang tidak banyak menyerang laba-laba kabut. Dia hanya memanfaatkan celah untuk masuk ke gua makam kuno ini lebih jauh saat para pendekar fokus bertarung.


Dan karena itulah Xue Xiao Wen tidak tahu bahwa jika membunuh laba-laba ini... Yang ada justru musuh akan semakin bertambah. Apa yang terjadi di luar pun pasti tidak jauh dari kejadian yang saat ini terlihat di hadapannya.


Para pendekar tersebut kemungkinan mulai tahu kelebihan dari makhluk yang mereka lawan. Ini jelas merupakan kondisi yang berbahaya, apalagi karena sudah makin banyak laba-laba yang dihabisi secara brutal---maka akan semakin banyak lawan yang terpaksa harus mereka hadapi.


"Ini jelas laba-laba kabut..!" seorang pendekar berseru. Dia bertarung tidak jauh dari Wei Zhang Zihan.


"Hati-hati dengan asamnya!"


"Menghindar!"


!!!


Dua orang pendekar dari sekte berbeda terlambat bergerak saat seruan itu datang. Mereka terkena asam laba-laba kabut dan seketika itu juga dua pendekar itu tewas dengan hanya menyisakan tulang.


Kejadian sangat mengerikan itu membuat para pendekar yang lain membeku sebelum seruan kembali terdengar. Mereka melihat ada satu monster laba-laba yang nampak berbeda.


Laba-laba kabut itu lebih besar dari yang lain, memiliki pola berwarna merah menyala di atas punggungnya dan kedelapan kakinya luar biasa kuat. Bahkan warna merah pada ujung kaki laba-laba monster tersebut mengandung racun yang mematikan.


Belum selesai masalah mereka dengan roh jahat dan laba-laba ini... Sekarang muncul masalah dengan monster yang besar. Wei Zhang Zihan masih sangat sibuk dengan pertarungannya, begitu pula dengan para pendekar yang lain termasuk Long Yang Wang.


"Mereka tidak ada habis-habisnya, kita harus segera menyelesaikan ini."


"Kau benar-"


"Awas!!"


!!!


******

__ADS_1


__ADS_2