LAHIRNYA PENDEKAR NAGA

LAHIRNYA PENDEKAR NAGA
129 - Pelatihan di Dalam Makam


__ADS_3

Wei Shezi terkejut mendengar ucapan Chu Kai dan ekspresi pemuda ini. Dia memperhatikan subjek di hadapannya dengan saksama dan kemudian mulai mengambil posisi. Wei Shezi duduk di depan Chu Kai dengan kedua tangan yang disilangkan.


"Aku ingin menanyakan hal ini padamu lebih dahulu," Wei Shezi buka suara. "Apa kau ingat saat kita bertarung waktu itu? Kau tidak hanya sangat berani, tetapi saat bertarung melawan monster lainnya pun---kau sama sekali tidak merasa bersalah. Jadi kenapa hanya satu orang saja yang kau habisi dan itu terasa sangat memberatkanmu?"


"Tidak seperti itu... Kau tidak mengerti," Chu Kai berusaha mengatur napasnya dan lalu berkata, "Ini adalah yang pertama kalinya aku... Membunuh orang dengan cara seperti ini. Aku tidak pernah mengira akan melakukan sebuah tindakan seperti menarik organ dalam lawan dan bahkan memisah-misahkan tubuhnya seperti ini. Wei Shezi, aku benar-benar takut.."


Chu Kai menatap lurus ke arah gadis di depannya dan melanjutkan, "Sesuatu yang paling menakutkan dari itu semua adalah... Aku sama sekali tidak menyadari bagaimana aku melakukannya. Rasanya seperti... Aku tidak bisa mengendalikan diriku."


"Ini masalah yang serius," Wei Shezi bergumam. Dia menatap Chu Kai dan lantas bertanya, "Berapa tingkat praktikmu sekarang?"


Chu Kai berkedip, dia menarik napas dan lalu mengepalkan tangan kanannya sambil fokus untuk mengetahui tingkat praktiknya. Hanya saja simbol yang biasanya terlukis di punggung tangannya sekarang kini justru tidak ada dan itu membuatnya tersentak.


"Wei Shezi..!" Chu Kai panik, "Bagaimana ini?! Terakhir kali yang kuingat praktikku berada di Tingkat Shiliu, sekarang kenapa tidak ada?!"


"Kau tidak perlu panik," Wei Shezi bernapas pelan. "Karena saat ini kekuatanku masih belum pulih sepenuhnya, aku juga tidak bisa langsung membaca tingkat praktikmu. Tapi kau tidak seharusnya panik,"


Wei Shezi melanjutkan, "Tingkat praktik yang tidak terbaca bisa disebabkan dengan sebuah teknik yang kau dapatkan dari makam kuno ini. Mm... Ngomong-ngomong, teknik apa yang sudah kau peroleh?"


"Ah, itu...." Chu Kai menurunkan pandangannya, nampak ragu menjawab.


"Sebaiknya jangan menyembunyikan apa pun dariku. Kita ini adalah rekan sekarang dan aku juga akan selalu bersamamu," Wei Shezi jujur saja agak risih dengan sifat Chu Kai yang terlalu hati-hati dan sama sekali tidak percaya padanya. Padahal dasar dari kerjasama mereka harusnya saling mempercayai.


Chu Kai menarik napas dan kemudian mulai menatap gadis di depannya. Dia pun berkata, "Itu teknik tingkat manifestasi. Sebuah.... Lubang Dimensi."


"Apa?!" Wei Shezi terkejut, "Kau barusan bilang apa?! Pendengaranku tidak salah, kan?!"


Chu Kai menggaruk kepalanya yang tidak gatal dan menjawab, "Aku tidak tahu. Sebelumnya aku masuk ke dalam dimensi makam kuno, lalu pedang itu membawaku ke sebuah tempat. Ada naga hitam yang sangat besar di sana, ia berubah menjadi energi spiritual dan seperti masuk ke dalam tubuhku."


Chu Kai menjelaskan, "Ada seseorang yang berdiri di sana dengan wajah yang tidak bisa kulihat. Dia memperlihatkan senyuman yang jahat dan setelahnya, aku tidak bisa melihat apa pun. Lalu saat sadar, aku masih ada di tempat yang sama dan melihat tulisan melayang. Itu tingkat manifestasi dengan kata 'Lubang Dimensi'. Lalu aku menyentuhnya dan semuanya menjadi putih, aku tidak sadar lagi. Ukh... Aku tidak tahu. Sebenarnya apa yang terjadi. Ini membuatku sakit kepala dan ingin menangis. Aku serius ingin pulang,"


Tentu saja reaksi Chu Kai bisa dimengerti. Pemuda ini masih terlalu baru untuk menerima banyak hal dari dunia para pendekar. Wei Shezi mengingat bahwa pemuda ini pernah berkata bahwa ia hanyalah pelayan di sebuah kedai, jadi tentu saja mengalami sebuah pengalaman di luar nalar seperti itu sulit diterima.


"Dunia, dihuni tidak hanya oleh manusia." Wei Shezi buka suara dan membuat Chu Kai menatap ke arahnya. Dia pun berkata, "Dunia dihuni oleh binatang iblis, roh, dan siluman. Di antara manusia, ada yang mempunyai takdir menjadi pendekar. Saat kau mengambil langkah ke jalan ini, maka kau akan mengalami pertarungan dengan binatang iblis, terjebak dalam dunia roh, bahkan harus menghadapi siluman."

__ADS_1


"Kau akan menghadapi sesuatu yang sama sekali tidak masuk akal," Wei Shezi berujar. "Dan dari semua itu... Tanamkan ini dalam pikiranmu bahwa dunia para pendekar adalah tempat di mana kehormatan diraih dengan kekuasaan. Tempat di mana yang kuat akan memangsa yang lemah. Lalu tempat... Di mana Lahirnya Pendekar Naga akan menjadi awal dari akhir dunia."


!!!


"Wei Shezi, kau jangan menakutiku." ucapan Wei Shezi terdengar bagai guncangan di telinga Chu Kai.


Pemuda itu memijat keningnya dan meringis, "Dulu sekali... Aku memang memiliki impian menjadi pendekar, tapi bukan sebagai Pendekar Naga. Jika diingat-ingat lagi, aku menjadi target permusuhan setelah pemilihan hari itu. Utamanya Sekte Bulan Mati. Sekte ini mengirim anggotanya untuk menghabisiku entah karena apa,"


"Mm.... Aku tidak tahu tentang manusia, tapi statusmu sebagai Pendekar Naga mencuri perhatian para binatang iblis, roh, dan mungkin juga siluman." Wei Shezi menyampaikan pendapatnya, dia pun melanjutkan.


Wei Shezi berkata, "Aku akan terus terang tentang ini padamu. Pendekar Naga adalah sosok pilihan dan karenanya kami, para roh kuno menyakini bahwa kekuatan Pendekar Naga sangatlah luar biasa. Selain merupakan ancaman, kau juga adalah sumber kekuatan. Kasarnya, memakan jantungmu akan membuat makhluk seperti binatang iblis dan siluman mempunyai kekuatan yang melimpah."


!!!


Perubahan terlihat pada ekspresi wajah Chu Kai. Pemuda itu menatap Wei Shezi dan berkata, "Jadi selama ini kau mengincar nyawaku? Kau hanya berpura-pura baik, begitu?"


"Astaga... Kita ini sudah menjadi rekan, jadi bagaimana mungkin aku memakan rekanku sendiri." Wei Shezi menggeleng pelan, "Dan lagi... Jika aku benar-benar ingin berbuat jahat padamu, maka sudah lama aku melakukannya. Aku tidak akan mungkin menjadi gurumu,"


Chu Kai memperhatikan subjek di hadapannya dan mengembuskan napas pelan. Dia pun berkata, "Mari bahas itu nanti. Sekarang ini yang lebih penting, apa kau sudah tahu apa yang sebenarnya terjadi padaku? Siapa orang selalu kulihat itu? Keanehan ini mulai terjadi sejak aku mendapatkan pedang itu."


Chu Kai menyaksikan bagaimana senjata itu kini berada di tangan Wei Shezi. Gadis cantik di depannya tersebut sangat fokus saat mulai memperhatikan pedang pendekar naga.


"Aku tidak merasakan adanya roh di dalam pedang ini, tetapi bisa saja karena praktikku sekarang. Namun untuk berjaga-jaga, kau sebaiknya tidak terlalu sering menggunakan pedang pusaka ini." Wei Shezi berkata, "Kau belum mencapai tahap Shijiu. Jadi sebelum mencapai tahap ini, jangan menggunakan pedang pendekar naga."


"Tahap... Shijiu?"


"Itu adalah tahap terakhir dari Tingkat Kultivasi Surgawi yang berfokus pada Pembersihan Iblis Hati. Tahapan ini sangat penting dan juga berbahaya. Salah langkah sekali saja, kau akan menjadi pembunuh yang haus darah."


Ucapan Wei Shezi merupakan peringatan dan Chu Kai memahaminya dengan jelas. Pemuda dengan mata hijau alami itu tahu bahwa ia sekarang tidak bisa kembali pada kehidupan normalnya sebagai warga biasa dari Kota Lianyi. Dia akan sering bertemu dengan situasi di mana ia harus mengambil nyawa orang lain untuk bisa bertahan hidup.


Chu Kai tersentak saat ia tiba-tiba teringat sesuatu, "Aku menitipkan nona Xia Ling Qing padamu. Bagaimana kondisinya sekarang?"


Wei Shezi berkedip. Dia menatap Chu Kai dan kemudian menjawab, "Racun pada gadis itu sudah kukeluarkan. Tapi aku punya masalah dengan racun dingin yang ada padanya. Dia bisa dibilang baik-baik saja untuk saat ini, selama musim belum berganti."

__ADS_1


Ucapan Wei Shezi beralasan sebab Racun Dingin akan mulai bereaksi saat hujan turun dan itu merupakan situasi berbahaya bagi Xia Ling Qing. Chu Kai menurunkan pandangannya dan terlihat agak gelisah.


Masalah pemuda itu masih belum selesai dengan sosok misterius yang mengganggunya dan di sisi lain, dirinya juga harus mengatasi racun dingin yang ada di dalam tubuh Xia Ling Qing.


"Benar juga, aku belum memberitahumu tentang ini." Wei Shezi kembali buka suara dan membuat Chu Kai menatapnya.


"Apa itu?"


"Segel pada makam kuno kembali aktif dan jelas bahwa kita berdua terperangkap di dalamnya. Butuh waktu 50 Tahun lagi agar segel pada makam kuno ini kembali melemah dan muncul di tempat yang sama. Sekarang, tempat ini tidak terlihat di luar."


?!


"Wei Shezi..!" Chu Kai berseru, "Kenapa kau mengatakannya dengan nada yang tenang seperti itu?! 50 Tahun? Apa kau bercanda?!"


"Hei, kenapa kau sangat heboh. Teknik manifestasi yang kau dapatkan bukankah sebuah lubang dimensi? Kau bisa memakainya untuk mengeluarkan kita dari sini,"


"Tapi aku tidak tahu caranya..!"


"Apa?!" Wei Shezi syok, "Kukira kau sudah mempelajarinya? Bagaimana mungkin kau bisa tidak tahu?!"


"Sebelumnya itu terjadi begitu saja. Bukankah sudah kukatakan ada hal aneh yang terjadi padaku, kenapa kau tidak mengerti?!"


"Aiya, dasar payah." Wei Shezi menepuk dahinya. "Serius kau tidak tahu cara mengeluarkan teknik manifestasi itu?"


"Untuk apa aku berbohong padamu?"


"Astaga... Bagaimana ini...?" Wei Shezi berusaha menenangkan diri. Dia berpikir dan kemudian menatap pemuda di hadapannya.


Wei Shezi menarik napas, "Baiklah. Tidak boleh panik. Makam kuno ini sesuai sebagai tempat latihanmu. Kau akan mulai meningkatkan kekuatan di tempat ini dan juga aku akan mengajarimu cara menggunakan teknik manifestasi itu,"


"Kau yakin bisa?"


Wei Shezi tersentak mendengar pertanyaan spontan yang dilontarkan oleh Chu Kai. Dia sampai terperangah dan kemudian mendengus. "Pria tampan, aku adalah roh kuno. Kau menghinaku dengan mengajukan pertanyaan seperti itu."

__ADS_1


"Sudahlah, sekarang berdiri dan ikuti aku." Wei Shezi bangkit dan lantas berjalan. Chu Kai pun mengikutinya dari belakang.


******


__ADS_2