LAHIRNYA PENDEKAR NAGA

LAHIRNYA PENDEKAR NAGA
169 - Dua Pemuda Asing


__ADS_3

Chu Kai memperhatikan kedua pemuda di hadapannya ini, salah satu di antara mereka mempunyai riasan aneh di wajahnya dan itu membuatnya berkedip.


Meski terlihat tenang, namun sejujurnya itu adalah untuk menutupi betapa tegangnya Chu Kai sekarang. Belum lagi, salah satu subjek yang wajahnya begitu menawan tersebut adalah yang paling misterius sekaligus sangat berbahaya baginya.


"Mereka berdua makhluk yang aneh," suara Wei Shezi terdengar seakan berada di dalam kepala Chu Kai.


"Aneh? Apa maksudmu?" Chu Kai membatin dan tentu saja dia bisa berkomunikasi dengan Wei Shezi.


"Sosok dengan riasan menggelikan di wajahnya itu mempunyai usia tulang yang luar biasa. Dia adalah pendekar Tenaga Dalam yang kuat, mungkin jauh lebih baik darimu."


"Tenaga Dalam? Lalu bagaimana dengan Teknik Pernapasan yang dia miliki? Aku merasakan perasaan yang sedikit akrab,"


"Dia juga berlatih Teknik Pernapasan Naga sepertimu,"


"Tidak mungkin-"


"Ka-kau barusan bicara dengan ka-kami?" suara pria dengan riasan aneh di wajahnya itu terdengar gemetar dan membuat Chu Kai sedikit tersentak.


"Mereka berdua sepertinya sangat waspada terhadapku..." Chu Kai kembali membatin dan Wei Shezi pun menjawabnya.


"Tentu saja. Aku menyembunyikan usia tulangmu dengan aura milikku. Bagi mereka, kau bukanlah manusia hidup tetapi roh. Mereka tidak akan tahu apa yang tersembunyi darimu,"


"Baiklah, aku rasa aku bisa melakukannya."


"Mn?"


Chu Kai tersenyum dan kemudian menjawab ucapan pemuda dengan riasan aneh di wajahnya itu. Dia berkata, "Memangnya siapa lagi? Ayo duduklah,"


Chu Kai mengulurkan tangan, mempersilahkan kedua orang ini duduk. Dia bisa melihat keraguan dan rasa curiga pada pria yang wajahnya mempunyai riasan aneh itu. Pemuda lain juga mewaspadainya, tetapi masih berani untuk mengambil tindakan dan duduk di salah satu bangku.


"Kau ini siapa?" pemuda menawan dan dengan wajah penuh pesona itu buka suara. Dia terlihat jelas sedang memperhatikan Chu Kai dengan saksama.


Sambil menyentuh cawan keramik miliknya dan bersikap seolah meminum teh dari cawan itu... Chu Kai pun kembali berujar. "Sebelum menanyakan identitas seseorang, kau harusnya memberitahukan identitasmu lebih dahulu. Ini namanya bentuk dari kesopanan,"


Ucapan Chu Kai membuat pemuda menawan itu tersentak. Ekspresi subjek tersebut seperti ingin memprotes sesuatu, tetapi kemudian mengurungkan niatnya. Tentu saja reaksi ini bisa disadari Chu Kai meskipun ia berekspresi sangat tenang.


"Aku Xiao Shuxiang dan ini Bocah Pengemis Gila-"


"Mu Chen, namaku Mu Chen." pria dengan riasan wajah itu menyela dan membuat pemuda menawan di sampingnya berkedip beberapa kali.


Ekspresi Chu Kai berubah. Tatapan matanya jelas sangat terkejut saat mendengar pemuda menawan ini memperkenalkan dirinya. Ingatan samar tentang masa kelam Bukit Bunga Persik dan mengenai Pedang Pendekar Naga yang ia miliki mempunyai hubungan dengan nama Xiao Shuxiang ini.

__ADS_1


"Apa aku... Masuk dalam ilusi masa lalu?" Chu Kai membatin, namun Wei Shezi menjawabnya.


"Sama sekali tidak. Apa yang terjadi sekarang tidak seperti saat kau melihat bagian dari ingatan orang lain dan aku dapat memberimu penjelasan tentang ini,"


"Apa itu?"


"Teknik Manifestasi yang kau dapat dari penjarahan makam kuno itu membuatmu dapat melintasi dimensi. Pilar Bulan yang sedang kau lawan hendak mengirimmu untuk melihat bagian dari masa lalumu, tetapi karena kau mempunyai hubungan dengan pemilik Pedang Pendekar Naga itu... Kau jadi terlempar kemari,"


"Wei Shezi, apa ucapanmu bisa dipercaya? Kau... Maksudmu tanpa sadar aku melintasi dimensi, begitu? Jadi aku berada di bagian bumi yang lain? Ini... Sungguh tidak bisa dipercaya."


"Lalu perhatikanlah wajah mereka. Kau pasti menyadarinya,"


Chu Kai tersentak. Ucapan Wei Shezi barusan tidak bisa ia bantah. Garis wajah kedua sosok di hadapannya ini memang berbeda dengan penduduk Dataran Tengah pada umumnya.


Wei Shezi berkata, "Dunia itu luas dan tidak hanya benua tempat tinggalmu yang ada. Kau sendiri pun mempunyai garis wajah berbeda dengan penduduk dataran tengah, bukan?"


"Tapi Wei Shezi.... Pemuda bernama Shuxiang ini jelas adalah orang dari masa lalu yang terkait dengan Pedang Pendekar Naga. Lantas bagaimana bisa ia ada di hadapanku sekarang?"


"Ini juga yang membuatku merasa penasaran," Wei Shezi berkata. "Apa kau percaya reinkarnasi?"


"Reinkarnasi?" Chu Kai tersentak, "Ma-maksud ucapanmu adalah..."


Chu Kai menelan ludah. Ucapan Wei Shezi sulit untuk ia cerna, tetapi dirinya tahu bahwa siluman ular kalajengking tersebut tidak memiliki alasan untuk menipunya. Jika saja tidak dialami sendiri, Chu Kai pasti tidak akan percaya.


"Yaah... Seperti itulah," pemuda menawan bernama Xiao Shuxiang itu mengembuskan napas dan lantas berkata, "Intinya kami sedang tersesat dan ingin keluar dari tempat ini."


"Kai, kota ini adalah bagian dari ingatan pemuda itu." suara Wei Shezi kembali terdengar dan Chu Kai yang memegang cawan keramiknya saat ini berusaha untuk tetap terlihat biasa saja.


Wei Shezi berujar, "Katakan padanya apa yang aku katakan padamu."


Chu Kai bernapas pelan dan menatap pemuda menawan di hadapannya. Dengan tenang ia pun berkata, "Tidak ada yang bisa kalian lakukan. Ilusi semacam ini akan hilang sendiri dan hanya butuh menunggu waktu saja,"


"Wei Shezi, apa yang kau katakan ini benar?" Chu Kai penasaran. Pasalnya ucapan yang ia lontarkan barusan adalah karena diberitahukan oleh Wei Shezi.


"Memang benar. Kau berada di dalam ilusi yang diciptakan oleh Pilar Bulan, tetapi di sisi lain ilusi ini terhubung dengan ingatan pemuda di hadapanmu. Kau berada dalam dimensi berbeda, kau tidak bisa berbuat apa pun selain membantu mereka."


"Jadi aku harus keluar dari dimensi ini dulu?"


"Benar. Lanjutkan saja sandiwaramu. Kau berpura-puralah menjadi roh yang ditarik kemari atau apa pun. Kau bisa, kan?"


"Bagaimana jika ketahuan? Pemuda bernama Shuxiang ini... Sepertinya punya kemampuan untuk tahu kebohongan orang lain."

__ADS_1


"Kau pikir aku siapa, huh? Shizun-mu ini sangat bisa diandalkan,"


Chu Kai menghela napas. Dia baru saja akan kembali buka suara ketika pemuda yang wajahnya memiliki riasan aneh tersebut bicara.


Sosok bernama Mu Chen itu jelas kaget saat Chu Kai mengatakan bahwa mereka hanya bisa menunggu sampai ilusi ini menghilang sendiri. Mu Chen berkata, "Kami harus segera pergi. Bentang Alam Mimpi ini dibuat oleh Iblis Mimpi, kami tidak mungkin hanya duduk dan menunggu."


"Iblis Mimpi?"


Suara Wei Shezi terdengar, "Mereka sepertinya terjebak dalam ilusi yang dibuat oleh Iblis Mimpi dan di saat yang sama, kau yang masuk dalam ilusi Pilar Bulan juga terhubung dengan mereka. Kupikir... Itu karena Teknik Pernapasan Naga yang dimiliki oleh orang itu atau karena orang bernama Shuxiang ini."


"Pemilik Pedang Pendekar Naga kah..." Chu Kai menarik napas, "Kenapa selalu saja aku terjebak dalam sesuatu semerepotkan ini."


Pemuda menawan yang duduk di hadapan Chu Kai buka suara. Dia menarik napas dan berujar tanpa nada, "Saat ini aku dan teman-temanku sedang dalam misi. Kami mempunyai masalah dengan Iblis Mimpi, jadi tidak bisa tinggal lama di tempat ini. Ada hal yang harus kami lakukan,"


Pemuda menawan itu menyilangkan tangan dan kembali berkata, "Aku sudah memberitahukan namaku padamu. Jadi kau ini... Siapa?"


Ditanya seperti itu membuat Chu Kai tegang, namun dia tetap berekspresi tenang. Jujur saja dia agak kesal dengan sikap angkuh subjek di hadapannya dan belum lagi ia masih ingat hal tidak manusiawi yang dilakukan oleh pemuda ini di masa lalu.


Chu Kai bernapas pelan, dia tidak mungkin memperlihatkan reaksi yang tidak bersahabat karena biar bagaimanapun---dirinya tidak boleh membuat subjek ini menjadi musuh.


Sambil tersenyum ramah, Chu Kai pun berkata. "Aku hanya potongan jiwa yang ditarik ke tempat ini. Namaku adalah Bian dari keluarga Shui,"


Ucapan Chu Kai membuat kedua pemuda di depannya terlihat berpikir. Mereka jelas seperti sedang mengingat-ingat kenalan masa lalu masing-masing yang mempunyai nama demikian.


Chu Kai sendiri berkedip, sebelum akhirnya mendengus pelan. Kata 'Suibian' memiliki arti 'Terserah' dan jelas bahwa dia mengerjai kedua pemuda ini. Sayang sekali mereka terlambat menyadarinya.


Chu Kai menuangkan teh pada cawan keramik miliknya dan membatin, "Wei Shezi. Mereka berdua kuat, bukan? Tapi sepertinya... Dua orang ini tidak lebih payah dariku,"


"Yah, aku juga agak kaget. Mereka kuat tetapi sangat aneh,"


"Sui.. Bian? Suibian? Terserah?" pemuda menawan yang bernama Xia Shuxiang itulah yang lebih dulu sadar sudah dikerjai.


"Kalian lama sekali menyadarinya," Chu Kai tertawa dan memperhatikan reaksi kedua pemuda di hadapannya. Sosok dengan wajah penuh riasan aneh itu berkedip dan menggaruk pelan pipinya, sementara subjek lainnya mengusap-usap dahi sambil memalingkan pandangan.


"Dibandingkan aneh... Aku rasa mereka orang yang menarik," Chu Kai tersenyum.


"Tapi tetap saja kau harus berhati-hati," Wei Shezi berujar. "Pemuda bernama Shuxiang ini... Aku tidak bisa mengukur kemampuannya,"


"Mn, aku juga menyadarinya."


******

__ADS_1


__ADS_2